
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨
up lagi...
"Tuan Lucas, perihal apa yang membawamu sampai kesini ?".
"Sonia, kau tidak apa-apa".
"Ahh iya Mrs saya baik, saya kalau begitu saya akan keluar".
"Nona Sonia apakah kau baik-baik saja ? Mengapa kau terlihat begitu gugup saat melihatku ?".
"T-tidak tidak apa-apa".
Sonia segera bergegas meninggalkan ruangan Allis. Allis beranjak dari kursinya lalu berjalan menuju ke sofa panjang yang ada di ruangannya. Ia duduk di sofa single yang tak jauh dari sofa tempat duduk Lucas.
"Aku merindukanmu Allis".
"Hey mengapa harus repot-repot mencariku kemari kau bisa meneleponku bahkan kau bisa melakukan panggilan video".
"Tidak itu tidak bisa, jika seperti itu aku bisa gila karena terlalu merindukanmu".
"Kau bisa melihat wajahku saat melakukan panggilan video itu bukan".
"Rasanya berbeda Allis, sungguh".
"Ayo makan siang bersama denganku Allis".
"Ahh baiklah ini sudah waktunya makan siang".
"Kau tidak apa-apa jika Sonia ikut bersama dengan kita"
"Ahh tentu tidak".
"Jika begitu ayo".
Rasanya tidak enak menolak ajakan yang datang di waktu yang tepat. Lebih tidak enaknya lagi yang mengajak adalah orang yang selalu ia tolak.
"Sonia ikutlah dengan kami, kami akan makan siang diluar".
"Ahh tidak Mrs maafkan saya, saya sedang menyusun schedule Mrs".
"Kerjakan saja nanti tidak apa-apa asal kau ikut dengan kami".
"Sebaiknya saya mengerjakannya secepat mungkin tidak baik selalu menunda".
"Kau serius tidak ingin ikut dengan kami ?".
"Maafkan saya Mrs saya akan makan siang di kantin saja".
"Ahh baiklah nanti akan aku bawakan kopi untukmu".
"Terima kasih Mrs".
"Selamat siang Mrs dan hati-hatilah di jalan".
"Selamat siang Sonia ingatlah untuk makan siang oke".
"Baik Mrs".
.
.
.
"Awww mommy jangan ditekan ini sakit".
"Apa yang terjadi padamu sampai kau seperti ini ?".
"Aku di kejar-kejar oleh gadis sialan yang mengira aku mengambil kekasihnya".
Dusta, tidak mungkin Jessie mengatakan yang sebenarnya bahwa ia mencari masalah dengan adiknya Sean. Bisa-bisa ia akan dipanggang habis oleh daddy-nya. Apalagi setelah daddy-nya mengatakan bahwa ia akan ikut andil dalam bisnis besar Sean.
"Lalu kau hanya diam saja, dipukul sampai mau mati begini ?".
"Tentu saja tidak, aku juga memukulnya sampai ia tak bisa menggerakkan tubuhnya sendiri".
"Bagus daddy kira kau hanya diam sembari merintih kesakitan".
"Cihh enak saja, aku tidak mau yah dad sakit sendiri".
"Bagus kau harus bisa menerapkan semua ajaran daddy di dalam kehidupanmu sayang, kau harus bisa berkata tidak terhadap siapapun juga, ingat tidak ada manusia yang memanusiakan manusia di dunia ini selain kedua orang tuamu, mengerti sayang".
"Yes dad aku paham".
"Jessie daddy ingin mengatakan sesuatu".
"Bicaralah dad".
"Pernikahan kalian, Sean meminta untuk di undur sampai dua bulan ke depan".
"What ???".
"Are you serious ?".
"Daddy, kau tidak bercanda".
"Sayang kamu bercanda bukan jangan mempermainkan anak kita".
"Tidak sayang, Sean sudah membicarakannya dengan daddy".
"Lalu daddy setuju begitu saja ?".
"Hmm iya".
"Cihh Dad mengapa seperti itu, kau tega mengorbankan kebahagiaan putrimu ini ?".
"Sayang dengarkan daddy, kau ingat tentang bisnis besar Sean yang daddy ikut andil, nah itu daddy menukarnya sebagai syarat".
"Toh tidak rugi juga kan sayang lambat laun kau juga akan menikah dengan Sean dan itu sudah pasti sayang".
"Ahh daddy kau yang terbaik".
.
"Bagiamana jika kau menjadi kekasihku ?".
"Aku ?".
"Iya Allis kau".
Allis menunjuk dirinya sendiri kala Lucas memintanya menjadi kekasihnya. Allis berpikir sejenak ia melepaskan sendok dan garpu lalu menarik selembar tisu lalu mengelap bibirnya.
"Hmm menurutku tuan Lucas kita bertemu belum lama lagi pun kita belum saling mengenal, bukannya kita butuh waktu untuk mengenal lebih dekat lagi".
"Apakah kau ingin hubungan kita lebih dekat lagi Allis ?".
"Hmm seperti itu juga bukan orang-orang lainnya".
"Baiklah jika itu kemauanmu dan kau sudah setuju untuk melanjutkan hubungan kita aku akan berusaha untuk mendapatkanmu".
Allis memaksakan senyumannya, ia melanjutkan makannya walaupun di dalam hati rasanya ia bimbang dan juga resah. Ia belum siap untuk memulai hubungan dengan siapa pun juga. Ia takut dengan masa lalu kelam ia takut semuanya akan terulang kembali.
"Terima kasih tuan Lucas, berhati-hatilah saat dijalan".
"Sama-sama sayangku".
Jemari Lucas reflek mencolek hidung Allis. Lalu melambai kemudian masuk kedalam mobilnya. Bukannya tersenyum senang justru Allis malah bergidik ngeri bahkan sekujur tubuhnya merinding. Allis melanjutkan langkahnya masuk kedalam lift.
"Hey lihatlah kekasih Mrs sangat tampan ya Tuhan".
"Benarkah kau pernah melihatnya ?".
"Kau tak ingat pria yang selalu datang mencari Mrs kemari yahh dia itu kekasihnya Mrs".
"Astaga benarkah beruntung sekali".
"Tidak heran Mrs juga sangat cantik".
Bisik-bisik para karyawan yang heboh bertepatan dengan perginya Allis. Mereka heboh sendiri mendapati atasannya itu memiliki kekasih yang tampan dan juga sukses.
"Mrs kau tahu tidak berita yang sedang hangat sekali dikalangan karyawan".
"Tidak Sonia, apakah itu, rupanya kau cukup update juga Sonia ?".
"Kebetulan sekali saya mendengarkan mereka mengobrol di toilet tadi".
"Memangnya apa ?".
"Kekasih Mrs adalah tuan Lucas".
"Apa ?".
"Humm".
"Astaga aneh-aneh saja".
"Mrs bisakah aku meminta satu hal padamu ?".
"Apakah itu ? kau ingin berlibur Sonia baiklah tidak apa-apa aku akan menghandle semuanya disini".
"Jauhi tuan Lucas".
.
"Lancarkan semuanya sesuai dengan rencana Andrew".
"Baik Mr".
.
"Nyonya Allis tuan muda Ethan menghilang".
Brughh.
🌼 Bersambung 🌼
Selamat membaca semuanya, btw mimin punya rencana buat ajuin kontrak menurut kakak-kakak readers apakah novel mimin bisa masuk nggak tolong bantu jawab di kolom komentar yah setelah itu tekan like, komen, tekan favorit dan juga bantu VOTE sebanyak-banyaknya dan juga jangan lupa follow akun mimin yahh.
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum salamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨