
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨
Up lagi ...
Waktu berlalu begitu cepat, seiring berjalannya waktu perlahan berita tentang kematian Jessie meredam dan terkubur rapat. Satu bulan telah berlalu dengan sangat cepat Allis pun sudah sembuh total. Berita kematian Jessie tak pernah sampai pada telinganya. Entah bagaimana Sean menyiapkan segalanya hanya dia, Andrew dan Tuhan yang tahu itu.
Pagi ini Allis sudah siap untuk berangkat bekerja seperti biasa. Kaki jenjangnya terayun menuruni satu persatu anak tangga. Entahlah rasanya ia sangat menyukai tangga mansion besar milik Sean yang kini juga menjadi rumahnya.
"Sayang".
"Selamat pagi mommy, wahh terlihat sangat cantik sekali hari ini hendak kemana mommy cantikku ini ?".
"Uhhh pencitraan itu mom jangan percaya ucapan Allis"
"Hey aku memang benar Agatha dan selamat pagi Agatha"
"Selamat pagi putri-putriku sayang, benarkah mommy secantik ini ?".
"Tentu saja, jadi katakan apakah mom dan daddy akan pergi berkencan ?".
"Yahh mungkin seperti itu namanya mommy jadi malu".
"Semakin tua semakin romantis saja".
"Kau dan kak Sean harus seperti itu juga Allis".
"Agatha ini masih pagi jangan mengungkit nama monster kutub utara itu, ahh aku kesal sekali kepadanya".
"Hey mengapa kau menyebut suamimu dengan sebutan monster seperti itu ?".
"Benar mom dia memang monster dari kutub utara, dia sangat kaku dan juga dingin astaga sungguh mengidam apa mommy dulu saat mengandung dia ?".
"Entahlah mungkin tiang listrik atau bongkahan batu makanya dia kaku dan juga datar hahaha".
Mereka tertawa terbahak-bahak hingga mereka sampai di meja makan. Para lelaki sudah menunggu mereka dengan tampang bingung karena melihat tertawa sebegitu lepasnya. Nampak Andrew diantara mereka terpana dengan wajah cantik Agatha hari ini. Tanpa sadar dia pun ikut tersenyum melihat Agatha yang masih saja tertawa walaupun sudah duduk di kursinya.
"Sutt berhentilah tertawa ayo sarapan ehh Andrew kapan kau kemari ?".
Andrew berdiri lalu membungkuk hormat pada Esmeralda.
"Selamat pagi nyonya besar, nyonya Allis dan nona muda".
"Beberapa menit yang lalu nyonya besar".
"Sudah, sudah duduklah mengapa kau harus repot-repot melakukan itu ?, duduklah sayang"
"Baby aku cemburu mengapa kau memanggilnya sayang ?".
"Jhon diamlah jangan buat keributan, aku sudah tua Jhon".
"Tapi kau sangat cantik sayang dan aku tetap saja cemburu".
"Kita sudah tua Jhon lagi pula cintaku telah aku habiskan untukmu"
"Ahhh manis sekali".
Allis dan Agatha gemas sendiri mendengar ucapan ceplas-ceplos Esmeralda. Esmeralda bukannya malu ia malah ikutan tersenyum bahkan tertawa kecil. Ethan kecil hanya menatap wajah Sean dengan datar bahkan setelah kepergok oleh daddy-nya ia tetap menatap Sean tanpa ragu.
"Hey kita akan sarapan bukan ?".
"Ahh iya iya ayo sarapan".
"Ethan sayangku, kau menginginkan apa katakan mommy akan mengambilkannya untukmu".
Ethan diam saja, Allis menyentuh tangan Ethan namun Ethan tak kunjung merespon. Allis mengikuti arah pandang Ethan, dia terkejut melihat Sean yang menatap Ethan tak kalah dingin. Allis menelan ludahnya kasar.
"Ada apa ini ? apakah mereka perang dingin atau perang batin ?". *Batin Allis
"Sayang".
"Ada apa mommy ?".
"Apakah kau tidak ingin sarapan ?".
"Tentu, ambilkan apa pun aku pasti akan memakannya asalkan mommy yang mengambilkannya".
"Baiklah sayang".
"Istriku, ambilkan makananku lebih dulu baru kau bisa ambilkan untuk Ethan".
"Tolong jangan memanggilku dengan sebutan itu bisa tidak ?"
"Tidak".
"Allis biarkan saja, kenapa harus malu toh wajar saja kau kan memang istrinya".
"Tapi mommy menurutku itu terlalu menggelikan".
"Aku yang menyebutnya tidak merasa begitu lalu mengapa kau harus merasa geli ?".
"Ishh aku lelah berbicara denganmu".
"Mom, ambilkan untukku".
"Istriku, ambilkan makananku".
"Mom aku lebih dahulu, seharusnya yang kecil lebih dahulu orang dewasa harus mengalah begitulah hukumnya".
"Justru orang tua lah yang harus di utamakan, apakah kau tidak memiliki belas kasihan pada orang tua boy ?".
"Apakah kau mempunyai itu dad ? jika kau punya aku juga akan mempunyainya lalu jika kau tidak mempunyai itu maka aku juga tidak mempunyai itu".
"Sudah sudah, Sean mengalah pada putramu apakah kau tidak malu dilihat oleh Andrew dan yang lainnya, kau ini sudah tua".
"Mom aku tidak tua".
"Iya iya terserah kau dasar tua sensitif".
"Kau menginginkan apa sayang ?".
"Ambilkan apa pun mom aku pasti akan memakannya".
Allis menyiapkan sarapan Ethan dia memberikan sarapan sandwich dan segelas susu hangat.
"Kau menginginkan apa ?".
Sean hanya diam saja, Allis dibuat kesal karena sudah tiga kali ia menanyakan itu namun Sean tak kunjung memberikan jawaban. Sean tetap diam dan membisu.
"Jangan membuat aku hilang kesabaran, jika kau ingin sarapan silahkan sarapan jika tidak maka terserah aku muak dan lelah".
"Mengapa kau tidak bertanya kepadaku seperti kau bertanya kepada Ethan ?".
Uhuk uhuk uhuk
"Jhon perlahan astaga kau hanya minum kenapa bisa tersedak seperti itu ?".
Dengan sigap Esmeralda memberikan segelas air putih kepada Jhon.
"Hey kau ini sudah tua, astaga tak bisakah kau mengalah pada putramu apakah kau tidak malu kepada Andrew dan yang lainnya kau ini sangat kekanak-kanakan sekali".
"Aku tidak tua mom".
"Iya iya terserah kau dasar tua sensitif".
"Astaga tuan Sean yang terhormat anda benar-benar menguji kesabaran saya, jangan sampai kesabaran saya habis jika kau ingin sarapan silahkan sarapan jika kau tidak ingin sarapan maka terserah anda tuan Sean yang terhormat".
"Allis ambilkan sarapan suamimu lalu duduklah sarapan"
"Mom tolong berikan aku pintu kemana saja, aku begitu lelah menghadapi putramu ini".
"Aku juga akan ikut denganmu Allis aku sangat muak melihat drama kak Sean setiap hari dan setiap pagi ku yang cerah".
"Hey kau Andrew apakah kau akan ikut ?".
"Hah a-pa sa-ya ?".
"Hey kenapa dengannya ? iya siapa lagi ? memang ada yang namanya Andrew disini selain kau ?".
"Nona muda hendak kemana saya akan mengantarkan anda kemana pun".
"Neraka kau ingin ikut tidak ?".
"Mr adakah tempat seperti itu di dunia ini ?".
"Entah".
"Astaga ayo sarapan ini sudah semakin siang".
Mereka pun melangsungkan acara sarapan bersama itu dengan khidmat. Sesekali mata Andrew curi-curi pandang kepada Agatha. Dia begitu terpesona oleh kecantikan Agatha yang menurutnya bertambah berkali-kali lipat. Satu bulan lamanya dia tidak pernah datang ke mansion ini.
"Uhuk uhuk hem hem"
Hingga suara batuk Jhon mengalihkan perhatian mereka. Sontak Andrew juga mengalihkan pandangannya hari Agatha dengan segera namun matanya tak sengaja menatap mata Jhon yang juga tengah menatapnya. Rupanya ia terpergok oleh tuan besarnya itu sedang menatap nona mudanya.
"Astaga sungguh memalukan sekali sangat lancang dan juga sangat tidak sopan, Andrew apakah kau sudah bosan hidup ?".*Batin Andrew.
Sarapan pagi itu telah selesai dengan tenang. Para istri mengantar suami masing-masing untuk berangkat bekerja. Kecuali Agatha dia hanya diam di ruang tamu untuk menyiapkan tasnya dan juga beberapa dokumen yang akan ia bawa.
"Belajarlah dengan rajin sayang, ingat mommy akan selalu memeriksa bukumu seperti biasa".
"Hmm".
"Semangat sekolahnya dan ingatlah untuk patuhi peraturan"
Allis mengecup kening kemudian pipi kanan dan kiri Ethan. Kemudian membenarkan posisi dasi sekolah Ethan yang terlihat miring. Kemudian Ethan berjalan masuk kedalam mobil.
"Kau akan berangkat bekerja kah ?".
"Apakah kau buta ?".
"Astaga sungguh tuan Sean aku benar-benar sangat lelah mengahadapimu, Ohh God tak bisakah kau menjawabnya dengan halus dan sedikit lembut astaga".
"Aku juga akan berangkat kerja mommy aku benar-benar tidak mengerti harus menghadapi putramu bagaimana lagi".
"Tunggu".
"Ada apa lagi tuan Sean yang terhormat ?"
"Berhenti memanggilku seperti itu dan lakukan seperti yang kau lakukan pada Ethan padaku"
"What ? Apa ?".
"Kau gila ?".
"Aku suamimu bukan orang gila".
"Yakkk aku tau tapi kemarin-kemarin tidak seperti itu".
"Terserah aku".
"Allis mengalah sayang, jika tidak perdebatan kalian tidak akan pernah berakhir".
"Tidak mau".
"Lakukan".
"Tidak".
"Lakukan".
🌼 Bersambung 🌼
Hallo semuanya up lagi kakak-kakak readers selamat membaca semuanya btw sembari menunggu mimin update terbaru di lapak ini ayo mampir ke lapak novel mimin yang satu lagi _Si Cowok Cuek Itu Milikku _ bantu mimin mendapatkan reward 🙏🥺.
Selepas membaca jangan lupa untuk klik like, komen, tekan favorit dan berikan VOTE sebanyak-banyaknya dan juga follow akun mimin yah.
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh