
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨
Up lagi...
Disinilah Allis di dalam ruangan Sean hanya berdua dengan Sean. Allis menunduk tak mampu menatap balik bola mata hitam pekat yang tengah menatapnya. Gugup, rasanya dia merasa seperti anak sekolah yang sedang di sidang oleh guru akibat melakukan kesalahan.
"Menikahlah denganku".
"Tidak".
Allis menjawab dengan lantang kala mendengar permintaan Sean yang sangat di luar nalar. Tak pernah terpikirkan olehnya. Lebih-lebih pria itu sebentar lagi akan menikah dengan salah satu customer-nya dari keluarga Jackson nona Jessie.
Bertepatan dengan tatapan mata elang Sean yang seakan-akan mencabik tubuh Allis. Pintu terbuka dengan keras menampakan sosok yang mereka kenal.
"Nona muda Jessie".
"Sialan".* Batin Sean mengumpat.
Benar, Jessie ia baru saja pergi mengambil desain cincin pernikahannya. Lalu berinisiatif untuk menunjukkannya pada sean sekaligus meminta pendapatnya. Memang wanita ini memiliki mental baja yang amat tebal.
"Ternyata kau jala*ng sial*an yang ingin merebut calon suamiku dariku".
Jessie melempar tas mahalnya dia mengambil ancang-ancang untuk segera menyerbu Allis. Apa salahnya dia hanya duduk di depan Sean tak terlihat aneh. Jessie berlari lalu menung*gang tubuh Allis sembari menarik rambut Allis.
Allis berteriak-teriak meronta-ronta meminta untuk di lepaskan. Namun bukannya berhenti Jessie malah semakin menjadi-jadi. Sean pria berhati batu itu hanya diam menatap pertengkaran mereka.
"Wanita jala*ng berani sekali kau, punya nyali juga ternyata".
"Hey lepaskan aku wanita gila".
"Nona Jessie lepaskan aku".
Allis meronta-ronta karena tubuhnya tak bisa di gerakan. Jessie hanya mengumpat sembari memukul dan menarik rambut Allis. Diambang pintu nampaklah Andrew berlari dengan tergopoh-gopoh. Andrew terkejut melihat kekacauan yang terjadi. Dilantai kedua wanita itu sedang masing-masing memperjuangkan kemauan masing-masing.
Allis dengan keinginan ingin lepas dari jerat iblis seperti Jessie. Dan Jessie ingin menghabisi Allis yang ia kira menggoda Sean, calon suaminya. Andrew menarik sekuat tenaga Jessie dari tubuh Allis dan berhasil.
"Kau nona Jessie".
Allis bangun tertatih-tatih sembari memegangi pinggangnya yang terasa teramat sakit.
Plaakkk
Allis dengan berani menampar pipi mulus terawat milik Jessie. Bekasnya pun tak membutuhkan waktu lama untuk menampakan dirinya. Jessie menatap sengit kearah Allis siap untuk mengibarkan bendera pertempuran untuk kedua kalinya.
"Kau !!".
"Cukup nona muda Jessie, aku rasa kau bukanlah wanita tulen melainkan wanita jadi-jadian".
"Hey tutup mulutmu".
"Tidak, kau makan saja lelakimu itu, ku lihat kau seperti singa betina di musim kawin yang memperebutkan singa jantan cuihh".
Allis meludah tepat di depan Jessie ludahnya pun penuh dengan darah segar. Dalam lubuk hati Sean entah mengapa ada rasa khawatir pada dirinya untuk Allis. Allis memperbaiki penampilannya lalu segera meraih dokumen yang sempat ia bawa.
"Siapa yang memintamu untuk pergi ?".
Suara bariton milik Sean terdengar menggema di seluruh ruangan. Semuanya membeku di tempat langkah kaki Allis pun tertahan secara otomatis seperti ada magnet yang menariknya kembali.
"Sayang apa maksudmu ?".
"Siapa dia ?".
"Siapa yang memintamu untuk pergi ?".
Allis terdiam.
"Jawab aku".
Suara teriakan memenuhi ruangan Andrew pun tak berani menatap bos-nya. Allis hanya terdiam sembari mengelap bibirnya yang berdarah.
"Apa kau pikir aku hanya bisa diam di siksa oleh calon istrimu yang seperti iblis itu hah ?".
Allis ikut berteriak, ia rasa kesabarannya sudah cukup. Dan ia lupa bahwa ini bukanlah di rumah melainkan di kandang singa yang baru saja terbangun dari tidur panjangnya.
"Diam kau!!!".
"Sayang usir dia".
Jessie merengek manja di depan Sean yang terdiam sembari menatap nyalang ke arah Allis. Begitu juga dengan Allis walau ditatap setajam itu bukannya takut Allis malah menatap balik.
"Sayang".
"Kau nona Jessie sangat disayangkan sikapmu tak secantik wajahmu, berhenti menatapku seakan kau ingin menerkamku".
"Sayang lihatlah dia mengancamku".
"Berhenti mengadu pada calon suamimu itu diluaran sana kau tak lebih dari seorang berandal yang menindas rakyat kecil".
"Kau !!!".
"Berhenti nona Jessie jangan berani kau menyentuh calon istriku !!!".
Jedarr
Bagai di sambar petir pernyataan Sean barusan sontak membuat kedua wanita itu menatap bersamaan kearahnya.
"Sayang apakah kau keliru atau yang salah dengar".
"Lihat aku, akulah calon istrimu bukan badut jalanan ini".
"Dia calon istriku".
Allis berdecak kesal kepada Sean bagaimana mungkin pria itu memberikan dirinya masalah lagi dan lagi. Jessie menatap kembali wajah Allis dia rasanya akan mencakar-cakar wajah itu.
"Berhenti nona Jessie jika kau meneruskan niatmu itu jangan harap kau bisa kembali dalam keadaan bernafas".
Jessie terpaku di tempatnya.
"Pergi".
"Baik".
Allis mengayunkan langkahnya ringan kearah pintu untuk menyambut udara segar. Namun,
"Berhenti, bukan kau tapi nona Jessie".
Suasana kembali hening dan tenang di dalam ruangan. Hanya ada Sean, Allis, Andrew dan Bella benar Bella wanita itu hilang entah kemana saat Jessie menerobos masuk kedalam ruangan Sean.
"Aduhh kau tak bisa berhati-hati, kau pikir ini tidak sakit tanganmu sangat kasar seperti baja".
"Diam jangan cerewet jika tidak aku akan mencekikmu sampai mati".
"Cuihh dasar pria murahan kau pikir aku percaya dengan perkataanmu itu disana kau merayu disini kau merayu juga".
"Dasar pria murahan cuhh".
Sean menggeram kesal karena dikatai sebagai pria murahan oleh Allis. Ia memejamkan mata menetralkan rasa amarah yang mulai memuncak ke ubun-ubun.
"Kau senang lihat wanita itu tuan Andrew sangat beringas rasanya jika aku menjadi pria aku tidak akan pernah menikah dengannya walaupun dia menjadi satu-satunya wanita yang tertinggal di bumi ini".
"Diamlah !!!".
Sena menaikkan suaranya satu oktaf sembari menekan intonasi di setiap huruf. Allis hanya berdecih kesal, Sean hanya fokus melihat kearah bibir Allis yang sobek entah karena apa yang jelas itu berdarah. Seumur hidup Andrew bersama dengan Sean baru kali ini Sean menyentuh wanita lain selain Agatha dan mommy-nya. Selebihnya ia tak menyentuh atau pun tersentuh oleh wanita-wanita diluaran sana.
"Selesai".
Cup !!
🌼 Bersambung 🌼
Hallo mimin up lagi ayo kumpul-kumpul heheh maaf karena buat kakak-kakak readers nunggu habis baca jangan lupain rutinitas yah kak seperti like, komen, tekan favorit dan VOTE sebanyak-banyaknya.
Dan jangan lupa untuk follow akun mimin yahh.
Terima kasih.
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1444H.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨