He'S Back

He'S Back
Episode 83



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨


Up lagi.


Keesokan harinya Allis masih meringkuk diatas ranjang. Barang satu detik pun ia tak pernah menutup matanya. Tragedi demi tragedi terus berputar bagai sebuah film di dalam otaknya. Lingkaran hitam pada matanya benar-benar tercetak dengan jelas.


Ia menumpulkan niat lalu beranjak dari ranjang kemudian berjalan masuk kedalam kamar mandi. Membersihkan badan dan juga segera mengenakan pakaian. Ia lupa Ethan akan ke sekolah hari ini.


Tok tok tok


"Hallo sayang selamat pagi".


"Apakah mommy boleh masuk sayang ?".


"Yes mom".


Cklek


Allis menekan handel pintu lalu masuk kedalam kamar. Kamar Ethan sudah rapi bersih Allis mendidiknya agar tidak terlalu bergantung pada orang lain. Ethan duduk di ranjang sembari mengikat tali sepatunya.


"Kau sudah siap ?".


"Hmm".


"Ranselmu ?".


"Sudah".


"Baguslah, ayo sarapan bersama mommy akan membantumu membawa ransel".


"Hmm".


Mereka turun bersama dan sarapan bersama. Indah sekali kelurga kecil itu yang kurang hanyalah sesosok ayah. Bagi Allis ia tak memerlukan itu namun mungkin bagi Ethan sosok ayah adalah hal yang terpenting juga. Selesai sarapan Allis mengantar Ethan menuju ke sekolah.


"Belajar yang rajin sayangku".


"Baik".


"Ingat selalu patuh kepada guru dan peraturan jangan bertengkar".


"Baik".


Tanpa mengalihkan pandangan sedetik pun dari punggung Ethan yang mulai menjauh. Setelah tak terlihat Allis menjalankan mobilnya menuju ke perusahaan.


Tak berselang lama ia sampai ia turun lalu meminta sang sopir untuk menjemput Ethan lebih awal dari jam biasanya. Sang sopir hanya mengangguk lalu segera kembali melajukan mobil untuk pulang.


Allis mengayun kakinya masuk kedalam perusahaan sepagi ini sudah ramai. Itu sudah menjadi pemandangan yang biasa baginya. Perusahaan sebelah yang konon katanya di pegang oleh salah satu rekan bisnisnya terlihat sepi karena sudah tak beroperasi lagi.


"Selamat pagi Mrs dan selamat datang".


Dua satpam membungkuk hormat sembari mengucapakan sapaan pagi. Allis pun menyapa balik mereka sembari menepuk pundak mereka seperti mengatakan jangan terlalu sungkan padaku.


Sesampainya di ruangan Sonia tergopoh-gopoh masuk tanpa mengetuk pintu atau tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.


"Sonia ada apa mengapa kau begitu panik ?".


"Satu menit yang lalu tuan Andrew mengabarkan bahwa Mrs diminta untuk menemui Presdir Smith Company".


Deg


Mata Allis membelalak kaget dirinya tidak menyangka bahwa Sean akan menepati ucapannya kemarin. Dia kira itu hanya alibi semata namun buktinya sekarang dia diminta untuk menemuinya.


"Tinggal tiga puluh menit lagi Mrs".


"Ouhh astaga aku kira harus sekarang aku sangat terkejut".


"Maafkan saya telah membuat anda panik Mrs".


"Sudah tak apa bantu aku menyiapkan beberapa dokumen di ruangan ku".


"Baik Mrs".


Sonia mengekor di belakang Allis kemudian lenyap di pintu. Tak ada obrolan diantara mereka masing-masing sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Tangan Allis tak sengaja menarik salah satu kertas yang sudah tergores pensil.


Sebuah rancangan indah satu pasang cincin pernikahan. Allis mengamati dengan seksama rancangannya lalu matanya menyusuri pojok kanan bawah kertas biasanya dia akan menulis siapa pemiliknya.


Deg


"Mrs ini sudah waktunya, ini beberapa dokumen yang harus Mrs bawa".


"Aah iya tolong berikan ini saat nona muda Jessie datang".


"Wahh terlihat sangat indah namun sayang sekali pria yang menikah dengan nona muda yang menjengkelkan itu"


"Hushh Sonuabkau tidak boleh mengatakan seperti itu".


"Fakta Mrs".


"Jangan Sonia biarkan saja mungkin nona muda Jessie tidak seperti itu kepada orang terdekatnya, baiklah aku akan berangkat tolong handel semua yang ada disini".


"Ini beberapa pesanan pengunjung jika mereka setuju minta mereka tanda tangan jika tidak sebaliknya Sonia".


"Baik Mrs, selamat jalan Mrs berhati-hati ini hari senin sepertinya kendaraan sangatlah padat".


"Siap adik".


Sonia tersenyum kala Allis memanggilnya dengan sebutan adik. Dia menatap punggung itu yang mulai menjauh. Lalu beralih mengambil map merah yang sudah Allis siapkan tadi.


.


Disinilah Allis di depan gedung pencakar langit. Menatap takjub perusahaan terbesar yang pernah ia lihat sebelumnya. Tak heran karena pemiliknya juga bukan orang sembarangan.


Dia mengayunkan langkahnya masuk kedalam lobi. Nampak semua sibuk dengan urusan masing-masing. Di depan lift juga terlihat sudah banyak karyawan mengantri. Ia tak punya banyak waktu jika menunggu maka Allis akan telat. Namun jika tidak ia harus naik ke lantai atas harus bagaimana.


"Ohh tuan Andrew".


"Hmm bagaimana saya kesana disini lift sangatlah padat oleh karyawan yang sedang mengantri".


"Ahh benarkah ?".


"Baik terima kasih".


Allis menghembuskan nafasnya pelan ia harus menaiki tangga untuk menuju kelantai teratas tempat ruangan Sean. Anak tangga telah dinaiki satu persatu Allis menghembuskan nafasnya kasar.


Dipertengahan tangga untuk menuju kelantai paling atas. Dia mendapatkan telepon bahwa waktunya tinggal sepuluh menit lagi jika tidak maka pertemuan akan di undur hari esok.


Allis buru-buru mempercepat langkahnya dia berlari menaiki tangga satu persatu. Saking paniknya ia sampai tersandung hingga tersungkur. Tapi itu semua tak mematahkan semangatnya.


Hosh hosh hosh


Napasnya naik turun dirinya sampai di lantai atas dengan kakinya yang kecil. Ia sempat oleng saat ia akan melangkah lagi. Dirinya mengumpulkan kembali tenaga yang hilang lalu melangkah lagi.


"Selamat pagi nona".


"Iya selamat pagi".


Bella memincingkan matanya menatap tak suka kearah Allis. Dia heran darimana Allis datang sedangkan denting lift tak berbunyi sekalipun.


"Apakah Presdir ada di dalam ?".


"Tidak beliau sedang ada urusan di luar".


Seketika kakinya terasa lemah kabar apa yang dia dapatkan ini. Allis mengumpat kesal di dalam hati. Bagaimana mungkin meninggalkan disaat dia dimintakan untuk datang.


"Baiklah terima kasih".


Allis beranjak pergi dia melangkahkan kakinya menuju lift. Melewati tangga ? Lagi ? Rasanya ia sangat tidak sanggup. Namun,


"Nyonya Allis ?".


🌼 Bersambung 🌼


Hallo up lagi nih bosen nggak nungguin Mimin garap kakak-kakak author jangan sampai bosen yah nungguinnya btw jangan lupa like, komen, tekan tombol dan kasih VOTE sebanyak-banyaknya.


***Terima kasih.


SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1444H***.


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨