
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨
Up lagi....
"Lakukan seperti itu".
"Hiks hiks sakit sekali mommy ku mohon jangan lakukan itu kepadaku ini sangat sakit".
"Lakukan".
"Tidak mommy tidak hiks hiks sakit itu sangat sakit".
Andrew memberikan balok kayu itu kepada nyonya Jackson. Tangan nyonya Jackson bergetar hebat air matanya tak berhenti mengalir.
"Ayunkan tinggi-tinggi arahkan pukulanmu pada kakinya".
"Maafkan mommy sayang, mommy tidak bisa melakukan apa pun mommy egois maafkan mommy".
"Aaa mommy sakit".
Nyonya Jackson memukul keras kaki Jessie memukulnya lagi dan lagi tanpa henti. Sean tertawa kecil mendengar jeritan Jessie.
"Kepala istriku terluka, bagaimana kau melakukannya ?".
"Hiks hiks aku tidak tau itu, aku tidak tau aku tidak melakukan apa pun hiks hiks".
"Seret dia kedinding, Jessie dan nyonya Jackson".
"Baik Mr".
"Mommy apa lagi ini ? aku tidak kuat lagi ini sangat sakit".
"Bolehkah aku menggendongmu nona Jessie jika kakimu sakit ?".
"Tentu tentu ayo gendong aku".
Andrew tersenyum smirk menatap Jessie yang tergeletak dilantai dengan air mata yang mulai mengering. Kakinya terlihat sangat merah dan penuh dengan luka. Ditengah rasa sakit itu nona Jessie itu masih saja memperbaiki penampilannya.
Tanpa di duga Andrew meraih tangan Jessie lalu menariknya keras. Dia menyeretnya tanpa belas kasihan Jessie terlihat bagai binatang yang mati lalu di seret untuk di buang.
"Nyonya Jackson benturkan kepala putrimu dengan dinding sesuai dengan cerita tadi, apakah kau tuli karena tidak mendengar cerita putrimu tadi ? hah sangat menyusahkan ibu dan anak sama saja".
"Aku tidak bisa melakukan itu tuan Andrew, aku mohon a-aku tidak bisa melakukannya".
"Mengharukan sekali, Andrew gantikan posisi nyonya Jackson kau yang harus melakukannya".
"Dengan senang hati Mr, saya akan melakukannya dengan suka rela".
"Tidak tidak mom kau saja yang melakukannya".
"Berhenti jangan lakukan itu ku mohon".
Andrew menarik kuat rambut Jessie lalu melilitkannya di tangan. Jessie memegang kepalanya yang terasa begitu perih dan berdenyut.
"Apakah kau selalu diajarkan dulu baru kau bisa melakukannya nyonya Jackson, lihat ini sangatlah mudah".
"Tidak tidak jangan, jangan lakukan itu".
Andrew membenturkan kepala Jessie hingga beberapa kali pada dinding. Keningnya di penuhi oleh lebam.
"Sekarang lakukan sesuai dengan yang saya ajarkan nyonya Jackson".
"A-aku tidak bisa hiks hiks aku tidak bisa".
"Aah payah sekali kau selalu saja membuat pekerjaanku semakin bertambah".
"Mom tolong kau saja yang lakukan itu, ini sangatlah sakit aku mohon".
"B-baik aku akan melakukannya, tapi ku mohon lepaskanlah kami setelah ini".
"Tentu sesuai dengan permintaanmu".
Nyonya Jackson meraih rambut berantakan Jessie. Melilitkannya pada pergelangan tangannya. Air mata yang mengering menyisakan rasa sakit pada hati yang terdalam.
"Iya lakukan seperti itu nyonya Jackson".
Dia sempat memperingatkan putrinya ini akan sakit namun juga memberikan semangat setelah ini mereka akan di bebaskan oleh Sean. Dengan sedikit senyuman Jessie mencoba merespon ucapan ibunya. Nyonya Jackson menarik hati-hati rambut Jessie, menariknya dan.
Duggg
Bunyi kepala Jessie yang terbentur pada dinding seketika Jessie terjatuh tak sadarkan diri. Nyonya Jackson melihat tangannya yang digenggam erat oleh Sean. Dirinya tak merasa bahwa ia akan membenturkan kepala putrinya sekeras itu namun nyatanya tangannya terdorong kuat oleh Sean.
"Hey ada apa ini ? mengapa kau terjatuh ? lemah sekali"
"S-sayang sa-sayang Jessie bangun".
Nampak dengan jelas tubuh nyonya Jackson bergetar hebat. Tangan yang bergetar itu perlahan menepuk pipi Jessie. Namun Jessie tak kunjung memberikan respon.
"Sayang kau baik-baik saja, bangun Jessie Louis mengapa Jessie tak kunjung bangun ? ayo bangunkan dia".
Tuan Jackson pun bergegas mendekati putri dan istrinya itu. Tangan yang terborgol semakin membuat ia kesusahan untuk menyentuh putrinya.
"Jessie sayang, bangun, bangun, sayang bangunlah"
Nyonya Jackson meraba pergelangan tangan Jessie. Dia dapat merasakan denyutan masih terasa disana. Semburat senyuman timbul di sudut bibir nyonya Jackson.
"Dia masih hidup".
"Mr, Mr Sean tolong bantulah putri kami bantulah dia".
Sean menatap tuan Jackson yang berlutut di kakinya bahkan sampai mencium sepatu pantofelnya yang mengkilap. Bahkan nyonya Jackson ikut melakukan hal yang sama dengan suaminya. Sean menatap mereka datar tak ada ekspresi apa pun.
"Mr bantulah dia jika tidak dia bisa kehilangan nyawanya".
"Apa perduliku persetan dengan itu semua, aku tidak perduli kau pikir setelah semua ini, setelah semua yang putrimu lakukan kepada istriku aku akan berbaik hati pada kalian cihhh tidak tahu malu sekali".
"Bukannya kata Jessie kau akan menceraikan istrimu dan menikah dengannya ?".
"Menikahi wanita hiburan seperti putrimu membuat cintraku tercoreng saja dan aku tidak sudi menikah dengannya".
"HEY PUTRIKU BUKAN WANITA HIBURAN SEPERTI YANG KAU KATAKAN, DIA BUKAN ****** YANG SERING KAU PUASKAN ITU SIALAN".
"YAAA TURUNKAN SUARAMU KAU PIKIR DIRIMU SIAPA HAH ?".
Sean menunjuk tuan Jackson tepat di depan matanya. Amarahnya benar-benar di permainkan disini. Wajahnya yang memerah menunjukkan betapa murkanya dia saat ini.
"Sayang putri kita, ayo bawalah dia sayang cepatlah".
Nyonya Jackson meraung keras menangis melihat banyaknya darah yang mengalir pada kepala Jessie. Hingga rambutnya basah oleh cairan merah kental itu.
"Jika kalian berani saja bergerak satu jengkal pun dari tempat kalian itu maka kalian hanya tinggal nama saja, silahkan lakukan apa pun yang kalian inginkan".
"Putriku, putriku tolong dia ku mohon bantulah dia ku mohon Mr Sean".
"Sayang bantulah putri kita sayang, bawa dia ke rumah sakit selamatkan dia".
"Ku mohon Mr Sean, ku mohon Louis".
Louis menatap tubuh putrinya yang berlumuran darah dengan tatapan kosong. Dia tak bisa berbuat apa-apa di lain sisi dia harus menyelamatkan nyawanya dan juga istrinya namun di sisi lain putrinya, malaikat maut sedang berusaha keras untuk merebut putrinya darinya.
Satu jam berlalu selama itu juga Louis dan juga istrinya diam di tempat masing-masing. Dia hanya bisa menangis dan menangis sembari menatap tubuh putrinya yang terlentang dengan darah yang tak berhentinya keluar dari luka di kepala.
"Sayang, c-coba lihatlah dada putri kita bukankah dadanya tidak bergerak, tidak bergerak seperti saat kita bernafas lihatlah".
Istri Louis menghapus air matanya dia menggosok matanya. Begitu juga dengan Louis dia melakukan hal yang sama dengan istrinya.
"Tidak, ini tidak mungkin ini tidak mungkin sayang putri kita tidak mungkin".
"Hahh waktu yang sangat lama untuk malaikat maut itu melaksanakan tugasnya, Andrew sebaiknya kau mengganti posisi malaikat maut itu aku rasa kau lebih cocok untuk posisi itu".
"Tentu Mr itu posisi yang sangat saya nanti-nantikan".
"Panggilkan dokter pribadiku Andrew".
"Baik Mr".
"JIKA KAU BISA MEMANGGIL DOKTER MENGAPA HARUS SETELAT INI ? APAKAH KAU SENGAJA MELAKUKANNYA ? KAU PIKIR NYAWA ORANG ITU HANYA KERTAS PUTIH KOSONG YANG TAK BERGUNA".
"Nyawa putrimu tak lebih berharga dari nyawa kucing jalanan, jika diperuntukkan untuk memilih aku lebih memilih untuk menyelamatkan nyawa kucing jalanan dari pada harus menyelamatkan nyawa putrimu".
"KAU BENAR-BENAR BUKAN MANUSIA MR SEAN KAU IBLIS, KAU HANYA IBLIS YANG MENJELMA MENJADI MANUSIA IBLIS SERAM DAN BAHKAN TAK PUNYA HATI".
"Mr".
"Lama tak bertemu Naff".
"Bagaimana hari dan kabarmu Mr ?".
"Baik bahkan jauh sangat baik setelah melihat ini"
"Bagaimana dengan pernikahan itu ?".
"HEY HENTIKAN BASA-BASIMU ITU DOKTER, PERIKSALAH PUTRIKU DIA BUTUH PERTOLONGAN, NYAWANYA DI UJUNG TANDUK KAU PIKIR NYAWA PUTRIKU ITU HANYA SEHARGA SAYURAN HAH CEPATLAH DOKTER BODOH".
"Hey turunkan nada suaramu, dia bekerja atas perintah diriku tidak tahu malu, manusia tidak tahu diri".
"Hah baiklah-baiklah, Mr saya harus menjalankan tugas ini ?".
"Terserah, itu tidak penting lagipun malaikat maut sudah menuntaskan pekerjaannya".
"Hahaha semoga dia semakin mempermudah pekerjaanku".
"Kita lihat kondisi putrimu yang berharga ini seperti katamu tuan Jackson, ahh sayang sekali denyut nadinya sudah tidak ada".
🌼 Bersambung 🌼
Hallo semuanya up lagi maaf sekali Mimin nggak bisa update kemarin-kemarin itu soalnya kuota nggak ada hehehe jadi buat yang selalu stay di lapak ini terima kasih terima kasih banyak-banyak oh iya selepas membaca di lapak ini silahkan mampir ke lapak novel mimin yang _Si Cowok Cuek Itu Milikku_ bantu mimin mendapatkan reward 🙏🥺
Jangan lupa untuk like, komen, tekan favorit, dan berikan VOTE sebanyak-banyaknya dan juga jangan lupa follow akun Mimin yah..
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨