
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨
Up lagi....
"Maaf Mr".
"Andrew kau tahu wanita temannya Agatha".
"Sepertinya saya rasa saya mengenalnya Mr namun setiap kali mereka mengirim bukti berupa foto-foto dimana dan dengan siapa nona muda Agatha, foto teman nona muda Agatha selalu menghadap samping dan sedikit buram, saya sampai pernah mencoba meneliti bentuk tubuhnya lalu memikirkan, mengingat-ingat bentuk postur tubuhnya yang mirip dengan seseorang yang saya atau pun Mr kenal namun siapa, saya sedang memikirkan itu Mr ?".
"Aku kira setelah semakin tua ingatanmu akan semakin bagus namun nyatanya semakin buruk saja Andrew".
"Maafkan saya Mr".
"Allisya Lesham S, dialah teman Agatha Andrew ".
"Apa ?".
Andrew memekik keras kala mendengar fakta yang sangat diluar nalar baginya.
"Tidak usah berteriak Andrew aku tidak tuli sepertimu".
"Maafkan saya Mr namun ternyata benar dunia hanya selebar daun kelor".
"Ini terlalu diluar dugaan Mr".
"Takdir memang selalu mengejutkan".
"Permisi tuan Andrew tamu anda telah sampai".
"Tolong bawa dia kemari".
"Baik tuan Andrew".
"Selamat pagi Mr dan tuan Andrew".
"Selamat pagi tuan Jackson".
"Apakah saya membuat anda menunggu terlalu lama Mr Sean ?".
"Tidak".
"Duduklah".
"Terima kasih tuan Andrew".
"Saya langsung ke intinya saja tuan Jackson, saya ingin pernikahan kami ditunda untuk dua bulan ke depan".
"Mr Sean apakah saya tidak salah dengar ?".
"Benar tuan Jackson".
"Mengapa begitu mendadak, lagi pun tuan Smith tidak pernah menghubungi atau mengabarkan apa pun tentang ini Mr".
"Pernikahan ini saya yang menjalaninya bukan orang tua saya".
"Setuju atau tidaknya kau tuan Jackson saya akan tetap pada keputusan saya undurkan pernikahan kami dua bulan ke depan".
Tuan Jackson nampak berpikir keras ia manggut-manggut saat ia menemukan ide yang cukup cemerlang di otaknya.
"Baik dengan satu syarat".
"Tuan Jackson anda sudah kelewat ba-".
Suara Andrew terhenti kala melihat tangan Sean terangkat di udara.
"Ini urusan pribadi Andrew biarkan saja, biarkan dia mengeluarkan pendapatnya".
Bagai diberikan lampu hijau tuan Jackson tersenyum sumringah. Baru kali ini Sean berkata dan memberikan seseorang untuk berpendapat menurutnya itu adalah satu hal yang mulia dan satu kesempatan seumur hidup. Ia rasa hoki seumur hidupnya telah terpakai.
"Katakan tuan Jackson".
"Saya ingin bergabung di dalam bisnis besar Mr yang baru saja Mr rintis ".
Gemerutuk gigi Sean terdengar jelas oleh Andrew. Ia bisa melihat aura kemurkaan pada tatapan mata Sean. Namun hanya sekelebat, sirna sudah rasa amarah itu tergantikan dengan pernyataan yang sangat mustahil.
"Baiklah".
"Benarkah Mr Sean ?".
"Akhir pekan datanglah untuk mendatangi kontrak ".
"Andrew siapkan semuanya".
"Baik Mr"
.
.
.
"Apa ?".
"Astaga Agatha mommy terkejut sayang".
"Apakah aku tidak salah dengar mom dad ?".
Agatha baru saja melewati ruang kerja sang ayah. Dia tak sengaja mendengarkan perbincangan kedua orang tuanya. Ia sangat terkejut sehingga ia reflek berteriak di depan pintu tempat ia mengintip.
"Keputusan macam apa itu, apakah pria tua itu sudah buta ?".
"Agatha itu tidak sopan sayang".
"Memang benar, kakak itu pria tua".
"Sebentar siapa yang mengambil keputusan apakah kau dad ?".
"No no sayang, kakakmu yang mengambil keputusan bukan dad maupun mom".
"Cihh rupanya dia sudah bodoh, aku kira dia sangat pintar seperti yang dikatakan Daddy membuat keputusan kecil begitu saja salah".
"Sayang mungkin kakakmu memiliki beberapa pertimbangan".
"Pertimbangan apa ? bisnis ? apakah boleh mengorbankan kebahagiaan dengan bisnis ? aku tidak sudi kalau seperti itu".
"Sayang dengarkan mommy".
"Mommy juga sempat terkejut sayang kala mendengar keputusan kakakmu namun seperti kata Daddy mungkin kakakmu memiliki beberapa pertimbangan penting".
"Termasuk bisnis ?".
"Mom juga tidak tahu sayang".
"Sampai kapan pun aku tidak setuju dan tidak akan pernah sudi jika dia menjadi kakak iparku".
Agatha menghentakkan kakinya lalu berjalan keluar sembari menarik kenop pintu dengan cepat lalu melepaskannya sehingga berbunyi dengan sangat keras.
"Putrimu Jhon".
"Hey anakmu juga".
.
.
.
"Mrs bulan depan pernikahan tuan Sean dengan nona Jessie akan diselenggarakan, kita diminta untuk segera menyelesaikan cincin pernikahan mereka".
"Ohh astaga Sonia aku lupa memberikan rancangan ini padamu, sebenarnya rancangannya sudah jadi beberapa hari yang lalu namun aku selalu lupa memberikannya padamu, ini".
Allis mengalihkan pandangannya ketika Sonia masuk kedalam ruangannya dan menjelaskan maksud kedatangannya. Allis memberikan selembar kertas dengan gambar sepasang cincin yang terukir dengan indah walaupun masih gambarnya namun semua orang takjub dan yakin bahwa cincin itu adalah cincin pernikahan paling indah.
"Ahh sangat indah beruntung sekali nona muda Jessie mendapatkan Mr Sean dan Mr Sean sangat tidak beruntung karena mendapatkan nona mudan Jessie".
"Hey tidak usah seperti itu Sonia, jodoh sudah ditangan Tuhan kita hanya menjalaninya saja".
"Hehe benarkan menurutmu juga Mrs ?".
"Namun tidak dipungkiri perkataanmu ada benarnya juga Sonia".
Mereka tertawa kecil atas perbicangan mereka. Selepas Sonia keluar dari ruangannya Allis menatap kosong komputernya dan menghembuskan nafasnya kasar.
"Takdir tidak ada yang tahu dan takdir selalu mengejutkan"*. Batin Allis.
"Mrs Mrs".
Sonia kembali masuk dengan terburu-buru ke dalam ruangan Allis. Allis yang sedang fokus menggambar terjingkat kaget.
"Ada apa Sonia kau terlihat seperti sedang di kejar seekor anjing".
"Tuan itu huhu sembunyikan aku darinya Mrs sembunyikan aku darinya".
"Ada apa denganmu Sonia ?".
"Tuan itu tuan Lucas datang".
"Lalu mengapa kau seterkejut itu dan setakut ini, sebelumnya kau tidak begini ?".
Cklekkk
Suara pintu terbuka sontak mata Allis bertemu dengan tatapan lembut milik Lucas.
"Lama tidak bertemu nona manis".
🌼 Bersambung 🌼
Up lagi kakak-kakak readers terima kasih sudah selalu memberikan mimin support hehe jangan lupakan sedikit like, komen, tekan favorit dan juga follow akun mimin yah.
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨