
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨
Up lagi....
Pyarrrr
Suara pecahan kaca terdengar begitu nyaring dan memenuhi seluruh restauran. Andrew menatap nyalang semua orang. Tidak ada yang berani bersuara para pelanggan hanya diam dan ada juga yang menangis ketakutan.
"Dengan manusia sebanyak ini tidak adakah diantara kalian yang ingin membuang kotoran kalian itu".
"Restauran sebesar ini bisa-bisanya tidak memiliki kamera cctv, semuanya rusak ? Lalu dibawa kemana uang yang kalian dapatkan itu jika mengganti kamera cctv saja tidak, bagaimana jika hal yang seperti ini terjadi lagi pada siapa kalian akan meminta pertanggung jawaban ?".
Hening
Semuanya terdiam para pegawai restauran juga tidak ada yang berani menjawab. Mereka tidak tahu apa-apa mereka hanya bekerja disana mereka bekerja atas perintah atasannya.
"Bawa manager kalian kemari dan ikutlah denganku".
"Beliau sedang tidak masuk beliau dalam keadaan kurang enak badan".
Mereka berbondong-bondong masuk kedalam mobil yang sudah disediakan. Andrew memboyong mereka ke mansion milik Sean.
"Pak Tobi tolong bawa mereka ke ruangan biasa".
"Baik tuan Andrew".
Andrew mengusap wajahnya kasar ia rasa ia tak becus karena tidak bisa menangkap pelaku. Namun dia harus apa, ia menangkap pelaku jika ia tak memiliki sebuah bukti.
"Semuanya sudah siap Mr tinggal anda saja, saya akan menjemput anda".
.
.
.
Allis tak kunjung sadarkan diri karena obat bius yang disuntikkan padanya. Kepalanya harus di jahit, pipinya harus di dililit perban karena tulang pipinya yang bergeser. Kakinya dipasang kan gips supaya membantu proses penyembuhan pada tulang kakinya yang retak.
"Ethan makanlah sayang".
"Tidak aunty".
"Sayang, grandma akan menyuapimu makanlah walau hanya sedikit".
"Mommy saja tidak makan lalu kenapa aku harus makan ?".
"Tidak seperti itu konsep yang harus kau terapkan sayang, jika kau ingin selalu berada disisi mommy dan menjaganya kau harus tetap sehat sayang kau tak boleh sakit".
"Aku akan tetap sehat jika mommy-ku tidak akan seperti ini".
"Ayo makanlah dulu, jika nanti mommy-mu siuman lalu melihatmu kurus dan sakit kami pasti akan dimarahi".
Ethan menghembuskan nafasnya pelan Ethan turun dari kursi lalu mendekat pada Esmeralda. Ia pun membuka mulutnya ketika Esmeralda menyuapi makanan.
"Mom aku akan kembali tetaplah disini".
"Pergilah dad, kau tidak dibutuhkan disini".
"Iya benar kak pergilah, kau hanya bisa memenuhi ruangan saja dan membuat udara berkurang saja".
"Pergilah hati-hati, dimana daddy-mu ?".
"Dia sedang berbicara dengan beberapa dokter".
"Baiklah sayang".
"Ethan daddy ak-".
"Pergilah dad".
Sean mendongak menatap langit betapa ia rasa sangat tersiksa dengan keadaan ini. Dia pun meninggalkan ruangan Allis karena ada Andrew yang menjemputnya.
"Mr".
"Andrew kau dapatkan ?".
"Mereka tidak memiliki kamera cctv saya sudah menggeledah tempat mereka".
Sean memukul jok mobil ia kesal bisa-bisanya restauran sebesar itu tidak memiliki kamera pengawas itu. Mobil melaju dengan kencang membelah keramaian kota.
Tak berselang lama mereka sampai di mansion seperti biasa. Bodyguard dan para maid akan berjejer rapi menyambut kedatangan dirinya. Ada Tobi yang sigap berdiri paling depan.
"Tuan muda selamat datang".
"Tobi dimana mereka ?".
"Saya membawa mereka di ruangan bisa tuan muda".
Sean melangkahkan kakinya masuk kedalam kamarnya. Dia menggeser sebuah lukisan yang indah yang tergantung cantik pada dinding. Nampaklah tombol hitam kecil yang mirip dengan dinding Sean menekannya.
Ranjang secara otomatis bergeser dan membuat lantai yang ditutupi keramik itu terbuka lebar. Terlihat ada tangga kecil disana, Sean masuk dan menuruni tangga. Dia menekan tombol yang sama yang ada di salah satu dinding bawah ruangan tersembunyi itu.
Secara otomatis ranjang kembali ketempat semula dan lantai tertutup. Tertutupnya lantai membuat lampu menyala secara otomatis. Sungguh desain yang amat sempurna. Sean berjalan menuruni anak tangga satu persatu hingga sampailah dia pada satu ruangan yang penuh dengan alat-alat yang mengerikan.
"Tolong tuan ampuni kami, kami tidak tahu akan ada kejadian seperti itu kami hanya bekerja, kami tidak tahu kamera itu mati".
"Siapa yang memintamu bersuara ?".
Mereka semua semakin takut dengan aura dingin yang mencekam. Wajah mereka pucat pias menandakan takut yang teramat besar. Kaki mereka bergetar hebat air mata mengalir bercampur dengan air keringat. Aura dingin benar-benar sangat mendominasi ruangan.
"Katakan dimana, dengan siapa dan sedang apa kalian ketika kejadian itu".
"A-aku maksudku s-sa-saya sedang memasak di dapur bersama dengannya k-kami memasak pesanan pelanggan j-jadi k-kami tidak tahu dengan kejadian itu".
"Lalu ?".
"S-saya ada di bagian bersih-bersih, saat mendengar berita itu saya pun ikut melihatnya tuan".
"Lalu kau ?".
"S-saya di bagian kasir dan mereka yang melayani pelanggan, mencatat pesanan dan mengantarkan pesanan pelanggan".
"Dan mana manager kalian ?".
"Beliau tidak masuk hari ini karena beliau tidak enak badan".
"Panggil dia kemari".
"B-baik tuan baik".
"Andrew minta mereka menjemput manager dan pemilik restauran itu".
"Baik Mr"
Segera Andrew memerintahkan kepada sopir dan juga dua orang bodyguard untuk menjemput manager restauran. Sean ingin semuanya tuntas prinsipnya mata dibalas mata begitu juga dengan nyawa dibalas dengan nyawa.
Tak berselang lama seseorang keluar dari mobil hitam itu dengan wajah ketakutan. Dia tak mengerti apa yang sedang terjadi. Pria paruh baya itu hanya menurut saja ketika dia di tarik kesana kemari.
"Mr mereka sampai".
"Bagus".
Brughh
Seorang pria paruh baya datang dan langsung berlutut tak jauh dari tempat Sean duduk. Keringat dingin mengucur membasahi kening dan tubuhnya. Aura dingin yang mencekam semakin membuat rasa takut itu semakin besar dan besar.
"Kau apakah manager mereka ? atau kah kau pemiliknya ?".
"Saya pemilik sekaligus managernya Mr".
"M-mr maafkan saya, saya sesungguhnya tidak mengerti dengan semua yang terjadi, dan ini apa yang terjadi ?".
"Kau bertanya apa yang terjadi ?, apakah para pegawaimu ini tidak memberitahukan kejadian yang terjadi di restauranmu tuan ?".
"Maafkan saya Mr, mereka belum memberitahukan kepada saya".
"Istriku terjebak di toilet dan seseorang mencoba untuk membunuhnya".
Semakin pias wajah pria paruh baya itu dia tidak pernah merasa menyinggung anggota mafia bahkan orang-orang yang menurutnya berbahaya. Terlebih lagi Sean yang ia sangat tahu betul kekuasaannya. Namun ia tak menyangka bahwa istri seorang Sean akan mendatangi dan makan di restaurannya itu adalah satu kebanggaan yang patut dia banggakan.
Namun kini kebanggaan itu mengundang mala petaka dalam hidupnya. Membawa dirinya hingga terseret sampai harus berurusan dengan seorang mafia sekaligus master bisnis yang paling di takuti di dunia.
"Katakan apakah kau tahu jika kamera pengawasmu itu rusak ?".
Glekkk
Ia tahu betul jika kamera cctv yang ada di restaurannya sedang rusak. Bahkan kerusakan itu terjadi beberapa bulan yang lalu. Namun ia malas sekali harus membuang uangnya untuk mengganti atau bahkan membeli kamera cctv yang baru.
"S-sa-saya mengetahuinya".
"Lalu mengapa kau tidak mengatasi kesalahan kecil itu ?".
"Saya lupa Mr".
"Lupa katamu ? hah lupa ? dengan otakmu yang bodoh itu nyaris merenggut nyawa istriku, bahkan pengguna yang lain juga, bagaimana jika kejadian itu terjadi lagi ? hah katakan".
Semuanya terdiam.
"Satu mata dibalas dengan dua mata, nyawa dibalas dengan nyawa, walaupun istriku tidak mati namun ia hampir kehilangan nyawanya"
"Andrew, bawa mereka semuanya berikan pada singaku yang sedang lapar".
Brughh
Semua pegawai berlutut kembali di kaki pria paruh baya sang pemilik restauran. Mereka menangis tersedu-sedu sembari meminta pertolongan.
"Andrew aku benci suara bising ini, bawa mereka".
"Baik Mr"
"Huhuhu pak bantu kami, pak kami tidak ingin mati dengan cara seperti ini".
"Pak tolong katakan sesuatu".
"Andrew bawa sekalian pria tua yang gendut itu".
Pria paruh baya itu pun terkejut kala mendengar titah Sean. Dia pun ikut di tarik oleh beberapa orang berbadan besar dan tinggi. Di depan pintu keluar tiba-tiba pria paruh baya itu teringat akan sesuatu.
"Tunggu saya mempunyai-nya saya mempunya apa yang Mr cari".
🌼 Bersambung 🌼
Hallo semuanya up lagi kakak-kakak readers selamat membaca yah sembari menunggu mimin update di lapak ini ayo mampir ke lapak novel mimin yang satu lagi _Si Cowok Itu Milikku_ bantu mimin mendapatkan reward 🙏🥺.
Selepas membaca jangan lupa rutinitasnya klik tombol like, komen, tekan tombol favorit dan berikan VOTE sebanyak-banyaknya dan juga jangan lupa follow akun mimin yah.
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨