
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨
Up lagi....
Setengah jam berbelanja Agatha mendapatkan telpon dari ibunya, Samantha. Dia disumpah serpahi karena meninggalkannya di pusat perbelanjaan. Yang benar saja dengan bodyguard sebanyak itu dia bisa melarikan diri. Namun untungnya cctv mall itu menunjukan bahwa Agatha melarikan diri bukan di culik atau semacamnya.
"Apakah mommymu akan kesini ?".
"Semoga saja dengan begitu ia tidak berani memarahiku di depanmu".
"Licik sekali kau".
"Kau baru tahu haha".
"Sepertinya Ethan sangat ahli bermain itu".
"Dia ahli dalam segala hal".
"Dia putramu mana mungkin kau merendahkannya".
"Kau akan merasakannya setelah kau akan memiliki anak besok".
"Cihh dasar pria setengah wanita".
"Semuanya butuh proses".
"Agatha".
Percakapan mereka terhenti kala terdengar suara wanita paruh baya yang sedang berjalan menghampiri mereka. Samantha, benar rasanya ia sudah naik pitam namun saat melihat Allis ia meredakan emosinya karena ia tak mau putrinya merasa malu didepan temannya.
"Mommy".
"Nyonya".
"Hallo".
Samantha cukup terkejut karena Allis menunduk hormat disertai dengan senyuman manisnya. Ia takjub dengan kesopanan wanita cantik itu.
"Kau sudah selesai berbelanja ?".
"Masih belum mommy, aku masih ingin mencari beberapa cat kuku dan juga sepatu".
"Terserah, mommy tidak bertanya padamu, mommy bertanya pada hmm siapa namamu sayang ?".
"Ahh saya, nama saya Allis nyonya".
Allis dengan ragu mengulurkan tangannya ia sedikit takut jika uluran tangannya tidak disambut. Namun salah, Samantha menyambutnya dengan hangat ditambah dengan pelukan nyaman yang sukses membuat Allis tersentak kaget.
"Ahh kau cantik sekali".
"Terima kasih, nyonya juga sangatlah cantik".
"Kau membeli apa ?".
"Saya sepertinya akan melihat-lihat saja karena sepertinya kebutuhan saya masih ada".
"Bagaimana bisa begitu ayo aku bantu memilih yang sesuai untukmu".
"Mommy ? are you serious ? kau meninggalkanku ?".
"Ayo cepatlah".
"Nyonya silahkan berbelanja atau memilah milih lah lebih dahulu putraku belum selesai bermain".
Deg
Samantha tersentak kaget ia kira wanita ini belum menikah. Jika belum ia ingin sekali mendekatkan putranya dengan wanita ini. Namun sayangnya wanita cantik itu telah bersuami lagi pula juga putranya sudah memiliki tunangan. Samantha tersenyum kecut karena melupakan putranya itu kini akan segera menikah dengan wanita yang yah sepertinya ia tak menyukainya.
"Dimana putramu ?".
"Disana nyonya dia sedang bermain, silahkan jika nyonya ingin berbelanja lebih dahulu saya akan menunggu putraku selesai bermain".
"Tidak apa, aku akan menunggu bersama dengan kalian".
Akhirnya seperti yang dikatakan Samantha tadi ia ikut duduk di kursi panjang bersama dengan Allis dan juga Agatha. Namun tak lama kemudian Ethan keluar dengan wajah datarnya ia seperti sudah muak dengan permainan yang itu-itu saja.
"Hah anak ini ? bukannya dulu pernah ke rumah bersama dengan Agatha ? apa benar atau jangan-jangan aku yang salah lihat ?".*Batin Samantha saat melihat wajah Ethan
"Kau sudah selesai".
"Aku hanya melihat-lihat saja tidak bermain permainan itu sangat membosankan".
"Hey anak kecil namanya juga permainan untuk anak-anak, memangnya kau bukan anak-anak ?".
"Bibi saja yang terlalu tua jika dibandingkan denganku".
"Hahaha tua ? kau benar sayang dia memang sudah tua namun tak menikah-menikah kuliahnya pun sudah selesai".
"Mommy".
"Itu memang benar sayang".
"Alasan classic macam apa itu ?".
"Mommy itu fakta bukan alasan".
"Sudahlah mommy ingin berbelanja, ayo Allis".
"Mari nyonya".
"Tidak usah terlalu formal denganku aku tidak suka Allis".
"Kau bisa memanggilku dengan aunty atau senyamanmu saja bagaimana ?".
"Sepertinya aunty adalah pilihan yang tepat".
"Ehh yang benar saja mommy tidak pantas dipanggil aunty sebaiknya dipanggil dengan grandma".
"Sudah Allis biarkan saja anak pungut itu".
"Mommy kau mulai tega padaku".
"Astaga drama sekali kau ini".
.
.
.
.
"Sepertinya kau memiliki masalah yang serius".
"Beberapa orang dari mereka mulai masuk satu persatu".
"Atasan mereka ?".
"Sudah kembali beberapa bulan yang lalu".
"Penjahat kelamin itu rupanya masih hidup".
"Bagaimana dengan keluarga tuan Jackson ?".
"Sepertinya mereka aman saja, aku tidak terlalu tertarik untuk mengeceknya lebih jauh".
"Boy semuanya tidak bisa menutup kemungkinan, sebaiknya lebih berhati-hati daddy memiliki sedikit firasat padanya".
"Oh iya mengapa kau sangat teringin sekali mengikat gadis yang datang tadi pagi ?".
"Ah bukan ini hanya masalah kerja".
"Kau yakin, kau dan aku tidaklah berbeda boy".
"Hmm".
"Kejarlah jika kau menyukainya masalah pertunangan itu kami akan mencoba membicarakannya".
"Biarkan saja".
"Kau yakin ?".
"Hmm".
"Kemana mommymu hais astaga mereka pergi dari pagi sampai menjelang sore".
"Andrew".
Andrew yang sedang duduk sembari mengecek beberapa dokumen segera bangun dan beranjak mendekati Sean dan juga Jhon yang sedang duduk di depan televisi.
"Saya Mr".
"Kemana Agatha pergi ?".
"Nyonya besar dan nona muda masih berbelanja di pusat perbelanjaan A".
"Hmm".
"Andrew ayo duduklah temani aku bermain catur".
"Baik tuan besar".
🌼 Bersambung 🌼
Hallo up lagi, ada yang masih setia nungguin mimin heheh jangan lupa kasih mimin semangat dengan berikan like, komen, tekan favorit dan VOTE sebanyak-banyaknya dan jangan lupa untuk klik profil mimin dan juga follow.
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨