He'S Back

He'S Back
Episode 113



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨


Up lagi...


"Cepatlah sayang hiks hiks hiks".


Tengah malam di kediaman Louis terjadi keributan yang begitu dahsyat. Para maid menatap tak percaya tubuh yang tergeletak di atas lantai dengan bersimbah darah. Mereka sangat terkejut melihat nona muda mereka terkapar tak bernyawa.


BRAKKK


"SIAPA YANG MELAKUKAN INI KEPADA ADIKKU ?".


"Lucas Lucas Jessie".


Nyonya Jackson berlari mendekati putranya yang baru saja memasuki rumah. Lucas dengan raut wajah yang dipenuhi oleh amarah. Wajah yang memerah dan mata yang melotot membuat semua maid tak berani menatapnya.


Lucas malam ini tengah berada di salah satu apartemen miliknya. Seperti biasa dia mencari kepuasan pada semua wanita cantik yang suka rela datang kepadanya dan menyerahkan dirinya secara percuma padanya. Dengan iming-iming aku sangat mencintaimu dan juga aku akan menikah denganmu ahh sungguh wanita bodoh mana yang sangat tidak beruntung karena termakan rayuan seorang Lucas.


Ditengah kesibukannya mencapai puncak kenikmatan tiba-tiba handphonenya berdering puluhan kali membuat ia tak fokus pada aktivitas yang tengah ia lakukan. Ternyata sang ayah yang menghubunginya dan mengatakan kejadian itu kepadanya.


Louis menatap Lucas dengan raut wajah yang penuh dengan kebingungan. Dirinya tidak bisa mengatakan apa pun dia berada dibawah tekanan. Dia hanya bisa menangis dan menangis sembari menatap kosong tubuh putrinya yang berlumuran darah.


"Jangan jangan sentuh dia Lucas".


"Apa maksudmu dad ? dia adikku aku berhak untuk menyentuhnya aku berhak untuk memeluknya, aku kakaknya".


Lucas berjalan dengan cepat dia menarik tubuh Jessie lalu meletakkannya di pangkuannya. Namun tiba-tiba para kumpulan medis masuk dengan membawa brangkas rumah sakit.


"Tunggu tuan, jangan sentuh jasadnya kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut lagi".


Tangan yang mengudara yang akan mendarat pada rambut yang menutupi wajah Jessie terpaksa Lucas hentikan. Dia menatap para medis yang sedang berusaha mengangkat tubuh Jessie dan meletakkannya di brangkas dan mendorongnya keluar.


"Ayo cepat kita ikuti mereka".


"Tuhan apa lagi ini ?".*Batin Louis.


Dia tahu betul bahwa dokter medis itu adalah dokter yang sama yang ia temui di ruangan rahasia milik Sean. Dia begitu yakin bahwa Sean menyiapkan semuanya dan merencanakan semuanya dengan baik.


"Keluarga korban".


"Aku, aku kakaknya dan mereka orang tua kami".


Lucas segera berdiri saat dokter tampan itu memanggil keluarga Jessie. Mereka diarahkan menuju satu ruangan yang mungkin adalah ruangan dokter tampan itu, dokter Naff.


"Korban sepertinya sangat stress dan juga tertekan, dan sepertinya dia minum terlalu banyak, adakah masalah pribadi yang membuatnya sangat tertekan sehingga ia nekat mengambil keputusan seperti ini ?".


"Ada dokter, putriku ditinggalkan oleh tunangannya, tunangannya lebih memilih untuk menikahi orang lain".


"Hey dad sejak kapan Jessie mempunyai tunangan ? mengapa aku baru mengetahuinya ?".


"Lucas tenanglah, kami akan menjelaskannya nanti"


"Tidak bisa mom ahh sialan".


Lucas yang kesal akibat tidak ada beritanya tiba-tiba adiknya sudah bertunangan dan dia tidak tahu itu dan kedua orang tuanya tidak memberitahunya sama sekali. Dia keluar dari ruangan dokter Naff.


"Pesan Mr Sean sampaikan pada publik bahwa putri kalian bunuh diri karena tidak menerima fakta bahwa Mr Sean meninggalkannya dan memilih menikahi wanita lain, publik akan percaya itu karena mereka sebelumnya adalah sepasang kekasih yang sudah bertunangan dan ingatlah jangan pernah berniat kalian menyeret kasus ini pada pihak berwajib jika tidak kalian akan tahu akibatnya ingat itu dan iya silahkan keluar jasad putri kalian sudah siap dan jangan lupa siapkan acara pemakamannya besok pagi".


Diperjalanan pulang tak sedikitpun Lucas membuka suara. Dia hanya menatap datar hiruk-piruk jalanan kota dari balik jendela mobil.


"Mengapa jadi seperti ini ? aku meninggalkanmu dalam keadaan baik-baik saja namun sekarang kau tiada, adakah alasan yang membuatku tidak mempercayai semua ini adikku, Jessie".*Batin Lucas.


Sesampainya di rumah darah yang tercecer kini sudah dibersihkan. Pecahan botol minuman pun sudah dibersihkan. Para maid sudah kembali ke kamar masing-masing dengan sejuta pernyataan di pikiran masing-masing.


"Tunggu Lucas, kemarilah daddy akan menceritakan tentang tunangan adikmu".


"Untuk apa daddy menceritakannya lagi pula Jessie telah tiada lalu siapa yang akan menikah dengannya ?, apakah kalian yang memaksanya untuk menikah demi kepentingan bisnis kalian ? HAH JAWAB AKU DAD MOM JAWAB".


"Tenanglah, kemarilah"


"Sebenarnya pernikahan adikmu akan kami selenggarakan bulan depan, Jessie bertunangan dengan Sean Kingston Smith raja bisnis dan putra dari keluarga Smith".


"Itulah alasanku juga menikahkan mereka berdua, agar bisnis kita berkembang pesat"


"AKU BAHKAN TIDAK SUDI MENYEBUTNYA SEBAGAI ADIK IPAR".


"HEY APAKAH DADDY BODOH DIA ITU SUDAH MENGALAHKAN AKU TIDAK SEKALI BAHKAN BERKALI-KALI DIA SELALU MEREBUT APA PUN YANG AKU INGINKAN, DIA MUSUH TERBESARKU DAD KAU GILA KARENA INGIN MENIKAHKAN MEREKA"


"Sean tidak pernah menganggapmu sebagai musuhnya hanya kau saja yang merasa tersaingi, dan kau saja yang terlalu bodoh karena tidak bisa menandinginya".


"Aku bahkan bisa mengalahkannya tanpa bantuan siapa pun namun dia selalu bermain di belakang layar yang selalu muncul ke medan pertempuran hanyalah cecenguk asisten sialannya itu".


"Kau tidak akan pernah bisa menandinginya sampai kapan pun, jika kau bisa dari dulu kau yang akan berada di posisinya saat ini bukan dia".


"AKAN AKU TUNJUKKAN KEPADA DADDY SIAPA YANG TERBAIK, DAN PADA AKHIRNYA MEMANG AKULAH YANG TERBAIK BUKAN DIA, DIA TAK LEBIH DARI SEORANG PENGECUT BISANYA HANYA BERSEMBUNYI, BERSEMBUNYI DI PELUKAN IBUNYA SEPERTI ANAK BAYI".


Lucas meninggalkan orang tuanya di lantai bawah dia berjalan setengah berlari menaiki anak tangga. Louis menatap punggung Lucas yang lenyap dibalik pintu dia mengusap wajahnya frustasi.


"Louis Jessie sudah tiada lalu siapa setelah dirinya ? Apakah aku atau kau ? ataukah Lucas ?".


"Selagi kita tidak bergerak di tempat ini kita akan aman dan selagi kita tidak membawa pihak berwajib kita akan lebih aman".


"Ayo istirahatlah besok kita harus ke pemakaman".


.


Pukul sebelas acara pemakaman telah usai banyaknya awak media yang berdatangan untuk menyorot berita dan keluarga yang berduka semakin membuat suasana riuh dan berdesakan.


"Tuan Jackson tuan Jackson tolong ucapkan walau hanya sepatah kata kepada kami".


Seorang wartawan menodongkan mic pada Louis saat ia baru saja keluar. Louis membuka kaca mata hitamnya yang menutup mata bengkak dan memerah.


"Berikan doa terbaik kalian untuk ketenangan putriku, dia ingin beristirahat dengan tenang".


"Benarkah rumor yang beredar diluaran sana, kematian putri anda akibat putus asa karena ditinggalkan oleh tunangannya ?".


"Mungkin saja karena tunangannya memilih untuk bersama dengan wanita lain".


"Bisakah anda mengatakan siapa tunangan dari putri anda sehingga putri anda lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya akibat ditinggalkan oleh tunangannya ?".


"Sean Kingston Smith dia adalah tunangan putriku".


Selepas mengatakan itu Louis segera bergegas meninggalkan kerumunan wartawan.


**Sosok putri dari salah satu keluarga konglomerat di kabarkan meninggal dunia hari ini.**


**Tangis pilu keluarga dan sejumlah kerabat terdekat mengantar nona muda keluarga Jackson ke rumah terakhirnya.**


**Putri dari konglomerat tuan Jackson dikabarkan meninggal dunia, akibat...**


**Terkuak penyebab kematian putri dari salah konglomerat tuan Jackson, ini dia....**


**Sosok master bisnis dikabarkan menjadi tunangan mendiang putri konglomerat, "tunangan putriku adalah ..." ucap tuan Jackson.**


**Mengejutkan yang di sebut master bisnis mantan tunangan mendiang putri tuan Jackson adalah Sean Kingston Smith**.


Banyaknya berita dan juga rumor bertebaran dimana-mana. Louis menatap semua berita palsu itu dengan genggaman tangan yang mengepal kuat. setitik cairan bening menggenak di sudut mata segera Louis tipis dengan cepat.


"Suatu saat nanti kau akan mendapatkan balasannya, aku akan menuntut keadilan".*Batinnya.


🌼 Bersambung 🌼


Hallo up lagi maaf up-nya lama mohon dimaklumi selain mimin bekerja mimin juga jarang punya kuota heheh jadi mohon dimaklumi sembari menunggu mimin update disini ayo mampir ke lapak novel yang satu lagi _Si Cowok Cuek Itu Milikku_ tolong bantu mimin mendapatkan reward 🙏🥺.


Oh iya sehabis membaca jangan lupa untuk klik tombol like, komen, tekan favorit dan berikan VOTE sebanyak-banyaknya dan juga follow akun mimin yah.


Terima kasih.


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨