
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨
Up lagi...
Besok adalah hari minggu yaitu hari akhir pekan berarti pernikahan Allis akan dilangsungkan pada hari minggu. Malam ini Allis sedang dilanda oleh rasa gundah dan juga gelisah. Ia meraih teleponnya dan langsung menghubungi kedua sosok temannya.
"Kalian datanglah kemari aku ingin mengatakan sesuatu dan juga beberapa hal penting".
"Baiklah kalian cepatlah aku akan menunggumu".
Allis mondar-mandir di depan pintu kamarnya menunggu kedatangan mereka. Ketukan pintu membuat ia langsung bergegas untuk membukakannya. Nampak Sonia dengan senyuman manisnya.
"Selamat malam Mrs".
"Tidak usah formal kita tidak sedang bekerja, masuklah mana Agatha ?".
"Katanya sebentar lagi, dia sedang kesal dia akan mengamuk nanti jadi aku membelikannya soju kesukaannya".
"Benarkah ?".
"Iya katanya tadi begitu".
"Apakah dia sudah tahu ?"*. Batin Allis
Tak lama terdengar suara bisingnya kenalpot kendaraan. Allis dan Sonia terheran sekaligus bingung siapa yang memiliki kendaraan berisik itu. Dan juga dibiarkan masuk begitu saja oleh penjaga gerbang tanpa memberitahukan kepadanya lebih dahulu.
"Kau tau ?".
"Tidak, bagaimana dengan kau Allis ?".
"Aku juga tidak".
"Ayo keluar kita melihatnya bersama".
Baru saja mereka melangkah menuruni tangga nampak Agatha baru saja masuk dengan terburu-buru. Sonia dan Allis saling pandang dan berkata bersamaan.
"Agatha ?".
"Bi dimana mereka ?".
"Diatas nona Agatha"
"Baiklah terima kasih bibiku sayang, aku membawakan makanan untukmu ambillah bye bibi aku akan keatas dulu".
"Terima kasih nona Agatha, baiklah dan terima kasih banyak-banyak lagi".
"Hehe tidak apa-apa"
"Agatha ?".
"Ahh astaga".
Agatha mengusap wajahnya kasar karena terkejut akibat kemunculan Allis dan Sonia secara tiba-tiba. Bukan secara tiba-tiba tetapi mereka sudah ada disana menunggu kedatangan dirinya.
"Kalian membuatku terkejut".
"Kau yang mengendarai kendaraan bising itu ?".
"Hmm bagaimana keren kan ?".
"Bukan keren tapi kau berisik Agatha, ayo masuk".
"Allis itu namanya keren dan macho bukan berisik".
"Kau ini wanita Agatha".
"Tapi aku suka Allis".
"Jadi ayo katakan ada apa ini ?".
"Tunggu dulu kau membawa apa itu banyak sekali ?".
"Ini pizza dan burger dan ini kopinya aku tidak tau harus membawa apa".
"Apakah ini pizza yang kemarin ?".
"Iya, toko itu adalah langganan aku dan mommy-ku".
"Pantas saja kau menyukainya ini pizza paling enak".
"Aku membawa soju untukmu karena katanya kau sedang kesal".
"Ah iya aku juga sedang kesal tapi entah kenapa aku membeli kopi sialan ini".
"Sebaiknya kita memberikan kopi ini kepada bibi".
"Ide yang bagus".
"Dan soju juga".
"Heh Sonia bibi itu sudah tua tidak boleh meminum minuman seperti ini kau ini bodoh sekali ah payah".
"Heheh siapa tau bibi berminat".
"Dasar bodoh".
"Jadi ayo ceritakan Allis".
"Iya katanya kita tidak boleh telat dan berlama-lama sekarang kita mengulur banyak waktu".
Sonia menjadi orang yang pertama yang membuka bungkus pizza. Agatha takau tertinggal ia pun segera menyambar sepotong pizza dan memasukkannya kedalam mulutnya. Sonia lebih memilih untuk meminum kopi hangat karena tiba-tiba ia sedikit menggigil karena gugup.
"Kopi itu tidak enak Allis ayo minum soju ini"
Agatha membuka tutup botol soju untuk Sonia, dirinya dan juga Allis. Dia meneguk sojunya dan melakukan cheers dengan Sonia.
"Sebenarnya aku akan menikah besok".
Uhuk uhuk uhuk
Sontak kedua manusia itu menyemburkan soju yang baru saja sampai di tenggorokan mereka. Mereka terbatuk-batuk karena pengakuan Allis yang secara tiba-tiba itu.
"Apa ?".
"Kau gila ?".
"Apa kau sedang mengingau ?".
"Menikah ?".
"Besok ?".
"Hey mengapa kalian begitu kompak ?".
Allis menatap keduanya dengan kesal karena begitu kompak meneriakinya. Bahkan untung saja air minuman soju itu tidak mengenai wajahnya.
"Kau bercanda kan Allis ? Menikah besok ?".
"Sonia apakah kau berpikir sepertiku juga kan ?".
"Benar, apakah kau mengingau atau sedang demam ?".
"Ayo coba cek lah suhu tubuhnya Sonia apakah dia demam ?".
"Cks hey menjauh dari tubuhku".
Allis menyingkirkan tangan Sonia yang menempel di dahinya. Ia bahkan meronta-ronta ketika Agatha memeriksa bagian tubuhnya yang lain seperti pipi dan juga lehernya.
"Dia tidak panas atau demam, suhu tubuhnya normal-normal saja".
"Jadi menurutmu apa penyakit Allis Sonia ?".
"Apakah mungkin dia sedang bermimpi atau terbentur dinding ?".
"Ayo periksa lagi dahinya siapa tahu ada memar dan juga luka ?".
"Hey stop it, aku baik-baik saja dan aku serius".
"Hah bagiamana bisa ?".
"Aku juga tidak tahu".
"Sonia apakah dia kemasukan setan ?".
"Sepertinya benar Allis kemasukan setan".
"Hey berhenti mengataiku yang tidak-tidak seperti itu, aku baik dan aku sehat".
"Lalu ?".
"Iya begitulah dia tiba-tiba mengajakku menikah".
"Dengan siapa kau akan menikah ?".
"Kalian datanglah besok ke pernikahanku aku akan memberikan surprise".
"Hey menikah mendadak seperti ini saja membuat kita hampir kehilangan kesadaran Allis, apa lagi surprise yang kau siapkan untuk kami ?".
"Ada intinya kalian harus datang dan bantu aku berhias".
"Tentu saja Allis, oh iya apakah kau akan menikah dengan tuan Lucas ?".
"Tidak, aku tidak sudi menikah dengannya yah walaupun dia tampan menurut kalian tapi tidak denganku dia itu seram sekali tahu".
"Siapa lagi tuan Lucas ?".
"Dia itu adalah pria aneh yang kita temukan di pinggir jalan dan kami menabraknya, aku tidak menyukainya bahkan Sonia sangat tidak menyukainya".
"Kenapa Sonia ?, apakah dia tampan Allis ?".
"Sangat tampan kata orang-orang".
"Lalu Sonia mengapa kau tidak menyukainya ?".
"Apakah dia mantan kekasihmu ?".
"Bukan bukan entahlah aku bahkan sangat takut saat melihatnya".
"Dia memang sedikit seram tapi yah tidak aku pungkiri dia sedikit romantis tapi aku tidak menyukainya".
"Untung lah jika kau tidak menikah dengannya Allis".
"Dan aku harap siapa pun yang menjadi suamimu kelak dapat memberikan kamu kebahagiaan yang tulus, cinta yang selalu bertambah di setiap harinya, kasih sayang yang tak pernah berakhir sampai maut memisahkan, berjodohlah sampai maut memisahkan kalian".
"Aku juga mendoakan hal yang sama seperti Sonia mendoakanmu Allis, aku berharap kau bahagia dengan pilihanmu itu, dan doa terbaik menyertai kalian berdua".
"Aaa terima kasih atas semuanya, kalian memang yang terbaik".
"Ayo berpelukan nanti jika kau sudah mempunyai suami kita tidak akan berpelukan lagi".
"Ayo berpelukan".
"Sonia kapan kau akan menikah ?".
"Nanti aja bagiamana kalau kita menikah bersamaan Agatha ?".
"Ahh tidak-tidak itu adalah rencana yang buruk, aku akan menikah ketika aku mendapatkan pria yang seperti daddy ku, yang takut kepada istrinya".
"Memang daddy-mu takut pada istrinya ?".
"Iya, dia sangat penakut pada mommy dia selalu saja menuruti semua perkataan mommy, dia tidak berani membantah mommy jadi aku harus mendapatkan pria yang sama seperti daddy".
"Dimana mommy-mu mendapatkan daddy-mu ?".
"Entahlah mungkin dia memungutnya di tumpukan sampah".
"Ehhh astaga dasar anak durhaka".
"Hehe aku hanya bercanda".
"Jika benar daddy-mu di pungut oleh mommy-mu di tumpukan sampah, tolong tanyakan padanya tempat pembuangan sampah mana yang dia datangi sampai menemukan daddy-mu ?".
"Hey aku hanya bercanda astaga kenapa kalian serius sekali".
"Ohh iya jadi katakan pria mana yang membuatmu kesal Agatha ayo ceritakan".
"Bukan siapa-siapa, dia kakakku".
"Kenapa kakakmu ?".
"Dia akan menikah besok sama seperti Allis".
🌼 Bersambung 🌼
Hallo up lagi kakak-kakak readers terima kasih sudah tetap stay di lapak mimin sembari menunggu mimin update terbaru ayo mampir ke novel mimin yang _Si cowok cuek itu milikku_ bantu mimin dapat reward yah🙏🥺 selepas membaca jangan lupa like, komen, dan juga tekan favorit dan VOTE sebanyak-banyaknya dan juga follow akun mimin.
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨