He'S Back

He'S Back
Episode 121



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨


Up lagi...


"Sial dia datang".* Batin Lucas.


Ditengah kesibukan Sean yang melumpuhkan anak buahnya. Lucas segera mengikat tubuh Allis pada kursi di sampingnya.


Dor


"Hentikan Sean jika tidak nyawa istrimu akan hushh melayang".


Sean melepaskan pelatuk yang sempat ia tarik tadi. Lagi pula anak buah Lucas sudah habis tumbang. Lucas melirik semua penjuru ruangan itu tak ada satu pun orangnya yang masih berdiri bersama dengannya.


"Sial aku sendirian".* Batinnya.


"Kau masih berani bersuara keparat bajing*an".


"HEY TURUNKAN SUARAMU, APAKAH KAU TIDAK MELIHAT ISTRIMU MASIH BERADA DI SISIKU APAKAH KAU TIDAK MEMPEDULIKANNYA ?".


"Sean sebaiknya kita cari aman dulu".


"Tidak dad".


"Tunggu daddy, grandpa berkata benar orang itu diambang ketakutan".


"Ahh sial mengapa tidak bunuh saja dia ?".


"Sabar Sean".


"Istirahatlah sejenak Sean, apakah kau ingin makan atau minum ?".


"Tidak perlu basa-basi Lucas, aku akan membunuhmu sekarang juga keparat sialan".


"Tunggu tunggu kau harus menyaksikan sesuatu lebih dulu Sean, sebelum kematianmu".


"S-Sean".


"Allis, aku akan menolongmu sekarang juga".


"Hahah sungguh pertemuan yang sangat mengharukan sekali".


"Tidak tunggu Sean tahan dirimu".


Hati Sean terasa remuk redam melihat banyaknya luka pada sekujur tubuh Allis. Apalagi wajahnya yang sudah tertutupi banyaknya lebam. Sungguh hati Sean terasa tercabik-cabik.


"Aku tidak bisa menyembunyikan kabar bahagia yang akan aku dapatkan, aku akan membaginya dengan kalian hah pendeta sebentar lagi tiba dan Allis akan menjadi istriku".


"HEY KAU".


Tanpa menunggu lama Sean menerjang naik ke atas ring. Menendang dada Lucas sehingga membuat Lucas terpental jauh ke tali ring. Sean dengan amarahnya menghampiri Lucas lalu memukuli wajahnya bertubi-tubi.


Memukulnya dengan senjata api yang ia bawa. Menginjak bahkan menendangnya lagi dan lagi sampai Jhon menangkapnya.


"Urus istrimu kami akan membawa pria ini".


"Jangan sampai dia mati dad, aku yang akan menjadi ajalnya".


"Allis".


"Allis".


"Allis".


"Bangunlah sayang bangun".


Sean berusaha menepuk pelan pipi Allis yang sukses membuat mata Allis terbuka sedikit saja. Tangan lemahnya terangkat dan mengusap rahang tegas Sean yang berlumuran darah.


"Sean, terima kasih karena telah menyelamatkanku".


Setelah mengatakan itu tangan Allis terjatuh dan Allis pun menutup matanya. Sean takut bukan kepalang.


"Allis sayang bangunlah bangun".


"Bawa mommy pergi dad, nyawanya adalah nyawaku".


Terdengar suara teriakan yang memekakkan telinga Sean. Ahh iya Sean terlalu panik sehingga membuat ia begitu bodoh. Dia pun segera membopong tubuh Allis lalu membawanya lari.


.


.


.


Tutt tuttt tutttt


Suara mesin yang terhubung dengan tubuh Allis. Nampak semua anggota keluarga berada di dalam ruangan setelah seorang dokter keluarga keluar. Esmeralda menangis sesenggukan sembari memeluk Agatha.


Agatha menggenggam tangan ibunya untuk saling menguatkan satu sama lain. Ethan duduk di dekat Allis. Semenjak tadi ia tak pernah sekalipun mengalihkan pandangannya dari Allis. Sungguh dia adalah anak yang sangat hebat.


Rasanya air mata telah habis ia kuras saat masih di dalam mobil tadi. Ethan sesekali menunduk untuk mencium tangan Allis yang terpasang infus. Sean hanya bisa menatap kosong kedua orang penting dalam hidupnya itu. Sesekali ia mengusap wajahnya kasar menyesal dan juga merasa tidak becus menjadi kepala keluarga.


"Jhon ajaklah putramu untuk pulang kalian harus bersih-bersih tubuh dan pakaian kalian dilumuri darah".


"Namun siapa yang akan bersama dengan kalian disini ?".


"Ada Andrew, kami akan baik-baik saja saat bersama dengannya".


"Andrew jagalah mereka dengan nyawamu, kami akan kembali".


"Baik Mr".


"Boy apakah kau tak ingin kembali denganku ?".


"Pergilah dad, kami terbiasa ditinggalkan".


"A-".


"Sean, berhentilah berdebat dengan putramu dia tengah sedih dia masih anak-anak".


Esmeralda mengusap pundak Sean entahlah anaknya itu sangat cepat emosi. Entah karena lelah atau apa Esmeralda hanya bisa menenangkannya saja.


"Agatha sayang diamlah jangan kesana-kemari jika kau lapar katakan pada Andrew".


"Baik dad".


Sepeninggal Sean dan Jhon Andrew pun keluar dari ruangan. Dia duduk di kursi tunggu di depan pintu. Ada beberapa luka gores pada wajah dan lengannya. Beberapa lebam di sekitar wajahnya. Andrew meringis ketika ia tak sengaja menekan luka pada lengannya yang mengeluarkan darah.


"Ini untukmu".


Sebuah kotak putih terulur di depan wajahnya. Andrew melirik siapa yang memberikannya kotak obat putih itu.


"Nona muda Agatha ?".


"Apa ? ini bersihkan lukamu dan obati menggunakan obat ini".


"Hah ?".


"Kau selalu saja mengatakan hah hoh hah sangat tidak profesional seperti orang bodoh saja, kemari akan aku bantu membersihkan lukamu".


Agatha menarik tangan Andrew yang membuat si empu meringis merasakan sensasi sakit. Dia membersihkan luka pada lengan Andrew lalu mengoleskan obat dan membalutnya dengan perban.


"Apakah kalian tidak bisa berhati-hati ?".


"Keselamatan nyonya adalah nomor satu nona muda, lagi pula tuan besar dan Mr ikut andil jadi saya harus bekerja ekstra untuk menjaga keselamatan mereka juga".


"Mengapa kau tidak bisa mementingkan keselamatanmu juga ? Nyawamu juga tak kalah penting Andrew".


"Saya telah berhutang nyawa kepada keluarga anda nona muda, jadi nyawa saya bukan milik saya melainkan milik keluarga besar anda nona muda".


"Hah kau payah sekali dengar semua yang ada pada dirimu adalah milikmu bukan milik orang lain, ingat semua orang berhak mengomentari hidupmu dan kau berhak untuk tidak memperdulikan itu".


"Tidak semua seperti itu nona muda, terkadang saya perlu mendengarkan perkataan orang".


"Tidak Andrew, jika kau mendengar semua perkataan orang lain maka kehidupanmu akan hancur ini hidupmu jadi terserah kau akan melakukan apa dan dengan siapa, jadi cintailah dirimu dan hidupmu".


"Terima kasih telah mengobati luka saya nona muda".


"Sama-sama Andrew, kita kan teman".


Nyuttt


Terasa ngilu pada ulu hati Andrew ketika mendengar perkataan Agatha padanya. Nampak senyuman manis Agatha menghiasi wajah cantiknya. Lalu berjalan masuk kembali kedalam ruangan Allis.


"Apa ini mengapa jantungku terasa begitu sakit ? Apakah aku benar-benar sakit jantung ? Namun kemarin terasa berbeda kemarin berdebar-debar disertai rasa gembira dan bahagia lalu sekarang terasa ngilu dan menyakitkan, apakah ini adalah salah satu gejala sakit jantung ?".*Batinnya.


"Ahh iya Andrew".


"Kau kembali nona muda, anda membutuhkan apa ?".


"Tolong belikan makanan dan masuklah makan dengan kami, kata mommy kau harus beristirahat".


"Baik nona muda".


Andrew berjalan menjauh dia menekan handphone lalu menghubungi seseorang. Kembali duduk dan termenung apa yang dia pikirkan hanya dia dan Tuhan yang tahu. Beberapa menit kemudian nampak seseorang dengan pakaian khusus driver makanan memberikan sejumlah kotak makanan padanya.


"Permisi nyonya besar, makan malam anda".


"Andrew sayang masuklah".


"Mom berhenti memanggil Andrew dengan sebutan sayang, daddy bisa saja mengamuk nanti".


"Kau atau daddy yang akan mengamuk Agatha ?".


"Tentu saja daddy, daddy adalah pria paling cemburuan yang ada di muka ini".


"Iya iya terserah kau Agatha, Andrew kemarilah duduk dengan kami kau harus makan dan beristirahat".


"Tidak usah nyonya besar, saya akan makan diluar saja sangatlah tidak pantas jika saya harus berdekatan dengan nona muda".


"Mengapa ? Apakah kau jijik berdekatan denganku ?".


"Bukan, bukan seperti itu nona muda hanya saja saya merasa tidak pantas saat duduk berdekatan dengan nona muda".


"Mengapa seperti itu ? kita kan teman".


"Nyonya besar tolong berikan pengertiannya kepada nona muda".


"Tidak apa-apa Andrew duduklah dengan kami, kau pun harus beristirahat setelah ini".


"Baiklah nyonya besar saya tidak bisa menolak lagi, dan nyonya besar tidak baik jika saya harus meninggalkan tugas yang diberikan oleh tuan besar dan Mr".


"Tidak apa-apa Andrew mereka sebentar lagi tiba".


"Ahh baiklah nyonya besar saya akan menurutinya saja".


"Bagus, jika kelak kau menikah kau harus patuh kepada istrimu paham".


"Baik nyonya besar".


"Oh iya nyonya besar apakah tuan besar akan ikut kemari ?".


"Tentu saja, memangnya kenapa kau akan mengadu pada suamiku karena aku memanggilmu sayang ?".


"Tidak, tidak nyonya besar bisa-bisa nyawa sayang hushh melayang".


"Lalu ?".


"Menagih hutangnya".


"Apa ? hahaha daddy berhutang ? padamu ? hahahaha sangat langka sekali sungguh kau harus mendapatkan penghargaan Andrew minimal kau harus mendapatkan piala Oskar".


Agatha tak bisa menghentikan tawanya ketika mendengar bahwa daddy berhutang kepada Andrew. Sungguh itu adalah lelucon yang paling lucu yang pernah daddy-nya buat.


"Mengapa nona muda tertawa ? saya mengatakan yang sejujurnya".


"Katakan Andrew katakan apa yang daddy-ku hutang padamu ?".


"Bukan dalam bentuk materi nyonya besar namun dalam bentuk janji".


"Janji hahaha semakin aneh saja daddy-ku itu ?".


"Tuan besar berjanji jika besok aku menikah dia akan menari perut di hari pernikahanku".


"Sungguh hahahaha".


"Mommy kau dengar perkataan Andrew daddy aneh-aneh saja".


"Astaga Andrew kau mengatakan rahasia kita ?".


"Tuan besar maafkan saya, selamat malam tuan besar dan Mr".


"Selamat malam Andrew yahh yang benar saja kau ini, aku pikir kau pria yang tidak bermulut seperti wanita".


"Itu untuk mewanti-wanti saja tuan besar, pria adalah tipe manusia yang cepat lupa".


"Hahah kau benar Andrew kau benar".


Agatha semakin tergelak ketika melihat wajah Jhon yang memerah akibat rasa malu yang meradang. Esmeralda pun ikut menertawakan suami yang dicintainya itu. Hanya Ethan yang tetap diam sembari menikmati makan malamnya.


"Ethan, pakaianmu".


"Terima kasih grandpa".


"Pulanglah bersama dengan grandma Ethan".


"Mengapa tidak kau saja yang pulang atau pergi dari sini dad ?".


🌼 Bersambung 🌼


hallo semuanya mimin up lagi nih semangat membacanya dan juga sembari menunggu mimin update terbaru ayo mampir ke lapak novel mimin yang satu lagi _Si Cowok Cuek Itu Milikku_ bantu mimin mendapatkan reward 🙏🥺.


Dan juga jangan lupa selepas membaca jangan lupa rutinitasnya klik like, komen, tekan favorit, dan berikan VOTE sebanyak-banyaknya dan juga follow akun mimin yah.


Terima kasih.


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨