He'S Back

He'S Back
Episode 57



            "Bunda, Ayah Aiden tadi membelikan Egan miniatul Batman," seru Regan menunjukkan 2 buah miniatur Batman keluaran terbaru pada Agneta.


"Bagus sayang," jawab Agneta.


"Ayah Aiden baik, tetapi Bunda jangan menikah lagi yah."


Oho oho oho


"Apa maksudmu, Egan?" tanya Agneta yang mendadak tersedak air liurnya sendiri mendengar penuturan Regan barusan.


"Egan hanya mau Ayah Velo yang sama Bunda, walau Ayah Aiden juga baik, tetapi Egan ingin Bunda tetap sama Ayah Velo." Agneta tersenyum kecil seraya mengusap kepala Regan.


"Bunda gak akan nikah lagi kan, jangan selingkuhin Ayah Velo," ucap Regan dengan polos membuat Agneta terkekeh.


"Kamu tau darimana kata selingkuh?" tanya Agneta.


"Dali temanku, kan olangtua meleka banyak yang nikah lagi dan punya olangtua tili, Egan gak mau. Soalnya Ayah tili itu jahat," ucapnya dengan bersungut-sungut membuat Agneta kembali terkekeh. Setidaknya dia masih mempunyai Regan sebagai penompang hidupnya. Regan selalu menjadi kekuatan dan pegangannya hingga dia masih bisa berdiri tegak dan berjalan menghadapi hidup.


"Bunda tidak akan menikah lagi," ucap Agneta tersenyum merekah dan membuat Regan senang hingga memeluk Agneta.


***


Saat ini Dave duduk berhadapan dengan Devara dan Ali. Devara tampak sudah lebih baik dan segar dari sebelumnya.


"Jadi ceritakan segalanya Vara, aku sudah tidak tahan menunggu lagi," seru Dave membuat Devara menatap Dave dan Ali bergantian.


"Dad, Uncle Robert dan Uncle France adalah sahabat dan sudah berteman dari sejak kuliah. Karena kedekatan itu Dad mempercayai mereka. WT Company adalah perusahaan peninggalan mendiang Kakek yang di wariskan kepada Dad dan juga Uncle Robert, saat itu WT belum berjaya dan masih termasuk perusahaan kecil yang masih merintis. Bantuan dari France dengan menyuntikan dana ke WT membuatnya perlahan berjaya dan persahabatan mereka semakin erat." Devara menatap nyalang ke depan mengingat masalalu.


"Dan mengenai perselingkuhan Dad, itu adalah salah paham dan jebakan Dave. Dad tidak pernah mengkhianati Mom. France mengenalkan Dad pada seorang wanita dan menjebak Dad supaya bersamanya sampai kamu memergoki mereka. Kenyataan itu memang mengguncangkan Mom, sampai dia tak mempercayai Dad sampai Dad membuktikan kalau dia tak bersalah."


"France? tetapi kenapa dia ingin menghancurkan hubungan Mom dan Dad?" tanya Dave.


"Karena France mencintai Mom, dia ingin merebut Mom dari Dad dan sengaja mendekati Mom saat dia patah hati dan kecewa dari Dad. Dan juga France menginginkan sesuatu yang di miliki Dad."


"Exped Inc?" tanya Dave yang di angguki Devara.


"Saat kuliah Dad mengikuti sebuah tantangan yang di adakan di sebuah perusahaan Internet di AS dan ternyata mereka menerima Exped Inc yang Dad buat. Awalnya perusahaan Internet itu hanya di gunakan untuk promosi sebuah perdagangan online yang saat itu belum begitu terkenal. Tetapi semakin berganti tahun, diam diam Dad semakin mengembangkannya hingga kini Exped Inc menjadi mengoperasikan beberapa merek perjalanan dan penjualan secara online. Dan itu menggiurkan untuk France karena saat itu hanya France yang mengetahui mengenai Exped Inc."


"Lalu Robert dan Elena?" tanya Dave.


"Mereka tak mengetahuinya, setelah kematian Dad, mereka terobsesi ingin memiliki WT company."


"Apa kecelakaan yang menimpa Dad dan Mom, apa itu benar-benar kecelakaan?" tanya Dave penuh selidik. "Dan bagaimana aku tak mengetahui mengenai pernikahanmu dengan putra dari Mr. Ali?"


"Dan mengenai kematianku, Ayahlah yang memanipulasinya supaya France berhenti mencari keberadaanku."


"Yah, dan dia datang sebagai pahlawan untukku saat itu," ucap Dave. "Sepertinya dia ingin aku berpihak padanya."


"Tetapi sayangnya 3 tahun lalu saat aku kembali ke Indonesia karena sodara Kevin ada yang menikah. Ku pikir keadaan sudah aman tetapi ternyata France tidak begitu saja mempercayai berita yang di buat Ayah. Dia masih mencariku dan sialnya kami bertemu saat aku sendirian. Aku di culiknya dan dia membuat berita kalau mobil yang ku tumpangi masuk ke jurang dan meledak hingga berceceran di dalam danau. Dari sana semua keluargaku mengetahui kalau aku sudah meninggal padahal selama ini aku di sekap olehnya." Devara menghapus air matanya yang tanpa terasa luruh membasahi pipi.


"Dia menyiksaku setiap kali menanyakan dokumen ini, tetapi aku tidak bisa mengatakannya karena amanat dari Dad," isak Devara. "Itu untukmu Dave, dari Dad dan dia ingin meminta maaf padamu."


Dave mematung kaku mendengar penuturan Devara, ia hanya bisa mengepalkan kedua tangannya penuh amarah dan rasa sakit. Orang yang membuat hancur keluarganya ada di hadapannya dengan berpura-pura baik padanya, bahkan membiayai semua pendidikan Dave dan menjadikannya sebagai anaknya. Tetapi ternyata itu hanya kelicikannya dan kepura-puraannya untuk menghancurkan Dave dan mengambil alih segalanya.


"Kau mau kemana Dave?" tanya Devara.


"Ada sesuatu yang harus ku selesaikan." Dave berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.


"Dia masih syock," ucap Ali.


"Ayah, bagaimana dengan Kevin dan Sabriana?" tanya Devara.


"Sabriana sehat-sehat saja, saat ini dia berusia 3 tahun," ucap Ali membuat Devara tersenyum haru.


"Aku sangat merindukannya," gumamnya.


"Dia juga sangat merindukanmu, Nak. Kamu meninggalkannya saat dia berusia 1 tahun dan sudah paham siapa Ibu dan Ayahnya," ucap Ali.


"Ayah benar, aku tak sabar bertemu dengannya," ucap Devara tersenyum merekah. "Dan Kevin?"


Ali terdiam dan raut wajahnya berubah menjadi sendu membuat Devara merasa was was sendiri. "Ada apa Ayah? Kevin baik-baik saja, bukan?"


"Vara, Kevin-"


"Ada apa dengan Kevin, Ayah?" tanya Devara tampak tak sabar.


"Kevin berada di RSJ," gumam Ali.


"RS-RSJ? maksud Ayah apa?" tanya Devara dengan ekspresi yang begitu syock.


"Sejak berita kematianmu, Kevin berusaha keras mencarimu. Hanya dia yang yakin kalau kamu belum meninggal. Siang dan malam dia terus mencari keberadaanmu, hingga setahun berlalu dan keadaannya semakin terpuruk. Dia sungguh seperti mayat hidup yang tak mengenal siapapun, tak ingin makan juga berbicara. Bahkan kepada Sabriana juga." Devara mematung kaku mendengar penuturan Kevin.


"Ya Tuhan Kevin!" gumamnya mengusap wajahnya yang basah. "Ini semua karena France!" gumamnya mengepalkan kedua tangannya hingga memutih.


***