He'S Back

He'S Back
Episode 103



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨


Up lagi...


Tepat satu bulan lamanya umur pernikahan Sean dan Allis. Hari ini ia memutuskan untuk meliburkan semua karyawannya. Dia ingin bersantai dan menikmati waktunya sepanjang hari bersama dengan Ethan.


Bukannya mendapatkan hari yang indah dan menyenangkan malah ia mendapatkan hari yang buruk. Karena hari ini ia dan Sean bertengkar lagi dan lagi. Ia ingin keluar berbelanja sendirian tanpa seorang bodyguard yang mengawasinya. Namun Sean tak setuju dengan itu. Agatha ia tengah pergi ke luar negeri untuk menangani beberapa urusan bisnis.


"Tidak mau pokoknya aku harus pergi berbelanja tanpa orang-orang mu yang aneh itu".


"Tidak bisa".


"Ohh ayolah tuan muda".


"Tidak Allis tidak-tidak".


"Aku tidak perduli dengan larangan mu aku akan pergi sekarang juga".


"Ohh God mengapa kau menciptakan wanita seperti ini".* Batin Sean


Allah menghentakkan kakinya dan masuk kedalam kamar mandi kemudian menutupnya dengan keras. Tak berselang lama dia keluar dengan wajah dan tubuh yang lebih segar.


"Baiklah kau boleh pergi tanpa bodyguard atau semacamnya".


"Aku akan tetap pergi walaupun kau tidak mengizinkannya".


Ya Tuhan Sean kesal bukan main ia menggigit bawahnya. Dia berdiri lalu berjalan kearah Allis yang sedang mengemas isi sling bag-nya. Dengan gerakan cepat Sean menarik pinggang ramping Allis membuat Allis menempel padanya. Jarak mereka sangat dekat bahkan hidung mereka sedikit saja akan menempel.


"Kau selalu saja tidak bisa diatur Allis, maumu apa sebenarnya ?".


"A-aku tidak ingin apa-apa".


"Lalu mengapa kau begitu keras kepala ?".


"A-aku hanya tidak suka di atur".


"Tapi aku suamimu, cobalah untuk menerimaku Allis demi Ethan".


"A-aku akan memikirkannya lagi".


"Baiklah, ingat kau masih berhutang padaku".


"Hutang ? hutang apa yang kau maksud ?".


Allis melepaskan dirinya dari lilitan tangan Sean yang melingkar di pinggangnya. Dia terkejut hutang apa yang dimaksud oleh Sean sedangkan dirinya tidak pernah merasakan meminjam apa pun pada Sean.


Sean kembali mendekat pada Allis ia merapatkan bibirnya mendekati kuping sebelah kanan. Bulu kuduk Allis meremang berdiri karena kegelian.


"Hutang malam pertama kita".


Bisik Sean.


"Hey apa-apaan kau ini ?".


"Apa ?".


"A-aku tidak yah tidak berhutang apa pun padamu".


"Aku minta maaf sungguh aku tak akan merebut Ethan lagi darimu aku minta maaf karena terlalu egois".


Deg


"Apa ini seorang Sean Kingston Smith meminta maaf, padaku ? hah padaku ? astaga keajaiban dunia segi mana ini".*Batin Allis.


"A-aku ahh iya tidak apa-apa".


"J-jadi boleh kah a-aku pergi ini sudah s-siang".


"Bersama bodyguard ?".


"Cks aku tidak mau, aku kan sudah mengatakannya padamu tuan muda".


"Cks wanita ini".* Batin Sean.


Sean membuka dompetnya lalu menyerahkan kartu hitam yang mengkilap dari dalamnya. Allis bukannya menerima dengan senang hati malah ia mencibirkan bibirnya.


"Kau pikir aku tidak punya uang hah lihat ini".


Allis menunjukkan beberapa kartunya pada Sean. Bahkan ia mempunyai kartu hitam sama seperti milik Sean.


"Lihat aku mempunyainya bahkan lebih banyak darimu".


"Baiklah baiklah tapi simpan itu dan ini terima lah aku tidak suka penolakan".


"Hah baiklah baiklah akan aku berikan kartumu pada Ethan nanti, aku akan pergi aku akan mencari mommy lebih dulu".


"Kemari lah".


Allis mendekat kepada Sean, Sean menatap dirinya dari atas sampai bawah. Meneliti pakaian yang ia kenakan, ia memakai dress hitam panjang selutut. Membentuk lekuk tubuhnya memperlihatkan pundaknya yang putih bersih tanpa cacat sedikitpun.


"Aku tidak suka dengan pakaianmu, ganti".


"Tidak mau, kemarin-kemarin kau tidak keberatan yah kenapa mesti keberatan sekarang, aku tidak mau menggantinya kau pikir memilih baju itu semudah membolak-balikkan telapak tangan hah yang benar saja".


"Tidak ingin menggantinya ?".


"Iya kenapa kau ada masalah ?".


Dia dengan cepat mendaratkan bibirnya disana menggigitnya, menghis*ap, menji*lat, dan memberikan gigitan kecil lagi dan lagi. Memberikan tanda kissmark sepanjang leher sampai pada pundaknya.


"Selesai, sungguh indah maha karyaku ini lihatlah".


Allis membuka matanya ia berlari ke meja rias dan melihat pantulan dirinya dari cermin. Dia terbelalak lebar melihatnya banyaknya tanda kissmark pada leher dan pundaknya.


"Satu, dua, tiga, empat, lima, apa ?".


"Apa-apaan ini kau mengapa hais astaga bagaimana ini ?".


Allis kelimpungan berjalan mondar mandir di depan meja riasnya. Dia menatap Sean yang tersenyum misterius kearahnya. Allis menatap tajam Sean bahkan bibirnya tak berhenti berkomat-kamit menyumpah serpahi Sean.


"Sialan bisa-bisanya aku terbuai dengan sentuhannya astaga ayo Allis sadarlah".* Batin Allis.


"Kau aah sialan".


"Baiklah sekarang silahkan pergi bersenang-senanglah".


"Aku tidak bisa pergi dengan keadaanku yang seperti ini".


"Tidak apa-apa pergilah sekarang".


"Tidak aku tidak bisa".


Allis mencari foundation dan segera mengaplikasikannya. Sean menatap dengan seksama semua pergerakan Allis.


"Tidak usah di tutup".


"Tidak mau".


"Biarkan saja seperti itu lepaskan benda haram itu dan pergilah".


"Sebentar lagi tinggal satu ini".


"Biarkan saja, itu adalah tandaku untukmu".


"Sudah, baiklah".


"Lihat angkat wajahmu dan tunjukkan lehermu padaku".


"Kau puas tuan".


"Baiklah, jadi berhati-hatilah bodyguard akan menemanimu dari jarak jauh".


"Aku tidak".


"Sudah diam dan pergilah".


Allis mendengus kesal ia pun segera bergegas meninggalkan kamar. Sean tersenyum usil melihat wajah Allis yang kesal padanya. Entahlah rasanya mulai saat ini ia akan memiliki hobi baru.


Sampai di pusat perbelanjaan ia mengayunkan kakinya menuju ke toko makanan ringan. Entah mengapa ia tiba-tiba ingin memakan snack yang sering ia lihat di iklan.


Matanya menelusuri setiap rak tempat semua snack yang berjejer rapi. Tangannya memasukkan semua snack yang ia rasa enak kedalam troli belanja. Hingga sampai di rak tempat semua merek cokelat berada, tangannya terulur menggapai salah satu cokelat namun tiba-tiba tangannya di cekal oleh tangan seseorang.


"Maaf an-".


"Kau yang merebut calon suamiku".


"Aku ? Nona Jessie ?".


"Benar, kau yang merebut calon suamiku kan".


"T-tidak aku tidak merebut siapa pun".


"Kau, kau orangnya".


Benar Jessie ia tak sengaja bertemu dengan Allis saat ia baru saja masuk kedalam pusat perbelanjaan. Ia mengikuti Allis kemana pun Allis pergi. Jessie yang tersulut emosi sejak satu bulan yang lalu terpaksa ia pendam. Dan kini ia berhadapan langsung dengan sosok orang yang dibalik semua masalahnya.


"Kau sangat tidak memiliki perasaan Allis kau merebut calon suami wanita lain, kau sebenarnya manusia apa bukan ?".


"Aku tidak bermaksud untuk itu nona Jessie sungguh".


"Tidak bermaksud katamu ? lihatlah jarimu bahkan cincin yang seharusnya milikku kini menjadi milikmu, cincin yang seharusnya melingkar di jariku kini bertengger manis di jarimu, bagiamana jika aku potong saja jarimu ?".


"Hey tunggu ini tidak seperti yang kau pikirkan".


Jessie menangkap tangan Allis ia merogoh pisau kecil yang ia selipkan di dalam sling bag-nya. Allis meronta-ronta rasa takut kini hinggap di dadanya. Ia dengan sekuat tenaga menarik tangannya ketika pisau itu mulai mendekat. Allis berusaha sekali lagi menumpulkan semua tenaga yang ia punya.


Ia kerahkan semua tenaganya lalu menarik tangannya sehingga terlepas dari Jessie. Alhasil pisau kecil itu berhasil menggores wajahnya karena terlalu keras menarik tangannya. Entah bagaimana ceritanya pisau itu mengenai wajahnya mungkin saat menarik tangannya ia mencondongkan tubuhnya ke depan.


Kemudian berlari mendekati kasir dan meminta pertolongannya. Jessie pun buru-buru meninggalkan pusat perbelanjaan. Darah mengalir dari pipinya ia dengan cepat mencucinya dengan air bersih lalu mengelap dan juga menempelkan plaster pada pipi yang terluka.


Ia pun memutuskan untuk pulang setelah membayar semua belanjaannya. Dalam perjalanan pulang ia memikirkan alasan apa yang akan ia buat untuk mengelabui Ethan. Rencananya ia akan menonton kartun dengan Ethan sembari memakan semua snack yang ia beli.


"Sudahlah nanti akan ku pikirkan".* Batin Allis


🌼 Bersambung 🌼


Hallo semuanya up lagi nih ada yang masih stay disini nggak masih nungguin mimin up lagi terima kasih semuanya btw sembari menunggu mimin update terbaru ayo mampir ke lapak mimin yang satu lagi _Si Cowok Cuek Itu Milikku_ bantu mimin mendapatkan reward 🙏🥺.


Btw selepas membaca jangan lupa klik like, komen, tekan favorit dan berikan VOTE sebanyak-banyaknya dan juga follow akun mimin yah.


Terima kasih.


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh