
Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh ✨
Up lagi.....
Di rumah, Allis menangis tersedu-sedu. Ia meminta semua teman-temannya untuk membantunya mencari putranya. Sonia pun sedang mondar-mandir di depan pintu sambil menelpon entah dengan siapa.
Di perkarangan rumah terlihat Agatha berlari dengan menenteng tas jinjing warna hitam. Saking paniknya ia sampai membuang kaca mata Gucci yang baru saja ia beli.
Brakkk
"Dimana pria tampanku ? Apakah kalian sudah menemukannya ?".
"Agatha huhuhu tolonglah aku mencarinya".
"Allis".
Agatha berhambur menghampiri Allis yang duduk dilantai sembari menangis. Ia memeluk tubuh lemas Allis karena kelelahan menangis dan juga rasa takut yang teramat.
"Belakangan ini ia sering pergi latihan bukan, apakah kau sudah mencarinya ke sana ?".
"Sudah Agatha, aku sudah mencari ke semua tempat yang sering ia kunjungi".
"Bagaimana dengan ke rumah teman-temannya ?".
"Ia tak pernah mengunjungi teman-temannya, aku juga bahkan menelpon teman-temannya dan bertanya namun mereka bilang tidak ada huhuhu bagaimana ini ?".
"Allis tenanglah aku akan meminta kakakku untuk mencari putramu".
"Ayo ku mohon tolonglah aku, aku akan membayar berapa pun untuk itu".
"Hey kau jangan ungkit masalah uang jika masalah keluarga seperti ini".
Ditengah kegentingan itu tiba-tiba pintu terbuka. Ethan masuk dengan tatapan mata tajam nan beku. Sonia ternganga tak tahu harus mengatakan apa antara senang dan terkejut.
"Mommy ?".
"Ethan".
Allis segera berdiri lalu berlari mendekati Ethan yang masih terdiam di depan pintu. Ethan yang kebingungan dengan apa yang tadi namun seketika matanya menangkap jam dinding yang tergantung apik di dinding, yah dia telat untuk kembali pulang.
"Kau kemana saja sayang, apakah kau baik-baik saja hah ?".
"Yes i'm oke, what happen ?".
"Syukurlah, kata gurumu kau dibawa oleh seorang pria yang mengaku sebagai pamanmu".
"Jangan percaya hal itu".
"Mommy tidak bisa, mommy sangat mengkhawatirkanmu".
"It's oke, aku baik-baik saja sekarang tenanglah".
"Hey kau pria kecil yang tampan, kemana saja kau apakah kau pergi berkencan buta dengan para gadis-gadis diluar sana".
Kini giliran Agatha yang memerotes dirinya. Keterlambatan yang berjarak hanya sepuluh menit sukses mengguncang perasaan ibunya. Namun ibu mana yang tak khawatir kepada anaknya jika anaknya tak ditemukan dimana-mana.
"Aku tidak membutuhkan gadis-gadis yang cerewet dan banyak maunya seperti kau".
"Dia selalu saja membuatku emosi".
"Aunty aku juga selalu berharap untuk tidak bertemu denganmu seumur hidupku".
"Kau !!!".
"Sudah mengapa kalian bertengkar seperti ini, Ethan masuklah dan mandi, Agatha kau juga".
"Lihat saja nanti awas kau dasar pria kecil".
"Dasar tua".
Allis menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah kedua manusia beda umur itu. Padahal beberapa saat yang lalu Agatha terlihat sangatlah khawatir namun sekarang saat dipertemukan mereka malah terus saja bertengkar. Allis menghampiri Sonia yang berdiri sembari menepis air mata yang perlahan mengalir dari sudut matanya.
"Apakah kau baik-baik Mrs ?".
"Aku sudah tenang Sonia, aah terima kasih sudah selalu berada disisiku".
"Tidak usah sungkan Mrs".
"Apakah kau ingin menginap, ayo menginaplah".
"Ahh jangan Mrs, berkas-berkas pekerjaan hari ini saya membawanya".
"Waktunya istirahat bukan jangan terlalu lelah, bisa dikerjakan besok".
"Hanya sedikit malam ini pasti selesai".
"Apakah kau akan kembali ?".
"Hmm sepertinya begitu".
"Ya sudah aku akan meminta supir untuk mengantarkanmu".
"Tidak usah, saya akan memesan taksi".
"Jika kau tidak mau sebaiknya menginap, ini baru pukul dua belas siang".
"Tidak tidak, saya akan kembali ke perusahaan".
"Terima kasih untuk semuanya Nia".
"Tidak usah sungkan Mrs, saya akan pamit".
"Ayo aku akan mengantarmu kedepan".
🌼 Bersambung 🌼
Udah crazy up tuh ayo jangan lupa komennya plus like.
Terima kasih
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨