He'S Back

He'S Back
Episode 73



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨


Up lagi ..


"Ayo mampirlah aunty".


"Yaaak kau, semenjak kau mengenal mommyku kau melupakan aku".


"Kau mengacuhkan aku".


"Bukan seperti itu".


"Bibi kau tak berniat menjadi pemain film".


"sutt Ethan kau tak boleh berbicara seperti itu dan kau tak boleh menyela pembicaraan orang tua itu sangatlah tidak sopan sayang".


"Baik".


"Aduhh manis sekali, kapan aku memiliki seorang cucu tampan seperti ini".


"Menikahlah Agatha".


"Allis kau, aku ini masih terlalu muda, lihat".


"Baiklah kami akan pulang lain kali kami akan mampir, kau tahu suamiku sangatlah galak".


"Itu bohong Allis daddy malah sangat takut pada mommy".


"Benarkah ?".


"Benar".


"Jika nanti kau menikah, kau harus mencari pria yang seperti daddy paham".


"Siap mommy".


"Ya sudah Allis kami akan kembali, sampai bertemu lagi".


"Sampai bertemu lagi aunty, Agatha, terima kasih".


"Sama-sama".


Setelah mengantarkan Allis pulang mereka kembali. Samantha mewanti-wanti apakah suaminya akan marah namun tidak mungkin karena beberapa bodyguard mengawasi mereka baik dari jauh maupun dekat.


"Aah beruntung sekali pria yang menjadi suami Allis".


Samantha tersenyum membayangkan betapa harmonisnya keluarga kecil Allis. Agatha ia hanya diam membisu seolah-olah dia tidak mendengar perkataan Samantha. Samantha melirik Agatha yang tengah sibuk dengan gadgetnya ia menepuk paha Agatha yang membuat si empu meringis.


"Mommy mengapa kau memukuliku ?".


"Mommy berbicara denganmu, dan kau tidak mendengarkan mommy malah sibuk dengan handphonemu itu".


"Memangnya mommy mengatakan apa ?".


"Tidak usah mood mommy sudah berubah".


"Cihh perasa sekali mommy ini".


CLETAK


Samantha dengan gemas menyentil kepala Agatha. Agatha meringis merasakan keningnya yang memanas.


"Hais mommy, ini terasa sangat perih".


"Siapa suruh tidak sopan pada mommy".


Lama diperjalanan menuju rumah akhirnya mereka sampai. Di depan pintu utama ada Jhon yang menatap mereka dengan wajah sangarnya. Hendak memarahi kedua wanita kesayangannya namun ketika melihat wajah cantik istrinya yang menatapnya dengan sayu hatinya pun luluh.


"Jhon".


Suara lembut Samantha membuat jantung Jhon berdetak lebih cepat. Begitu romantis pasangan suami istri ini melebihi pasangan anak muda jaman sekarang. Agatha mendelik muak dengan tingkah kedua orang tuanya yang selalu memamerkan keromantisan mereka.


"Cihhh".


Agatha melengoskan wajahnya masuk kedalam rumah.


"Bagaimana harimu ?".


"Sangat baik, cepatlah aku ingin menceritakan beberapa hal padamu".


Paginya Allis bersiap-siap untuk berangkat kerja. Ethan pun bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Seperti biasa Allis mengantar Ethan ke sekolah dan kembali memutar setir untuk menuju ke toko perhiasannya.


"Hallo Mrs, selamat pagi".


"Hallo, selamat pagi".


Sapaan demi sapaan terdengar sangat akrab ditelinga Allis. Ia cukup mengenali semua suara khas setiap pegawainya.


"Selamat pagi dan selamat datang Mrs".


"Hallo selamat pagi juga Sonia, Sonia malam nanti ayo ke rumahku ada Agatha juga".


"Baik Mrs".


"Mrs apakah saya boleh bertanya ?".


"Bertanyalah tidak usah sungkan".


"Belakangan ini saya melihat Mrs sangatlah sendu, apakah Mrs memiliki masalah ?".


"Sedikit, ayo ikutlah berkumpul nanti aku akan menceritakannya".


"Tentu Mrs tentu".


"Ayo bekerjalah supaya nanti kita bisa bersantai di rumahku".


"Semangat".


Kedua wanita cantik itu saling memberikan semangat satu sama lain. Lalu diakhiri dengan senyuman manis dan tatapan mata yang memancarkan aura kasih sayang yang amat dalam. Mereka berdua layaknya support sistem satu sama lain.


Mentari perlahan tergantikan oleh indahnya senja sore itu. Senja ialah periode paling indah yang banyak mengundang decak kagum, ia hadir untuk menggantikan mentari kala mentari akan terbenam dan akan dimulai.


"Akhirnya".


Allis merenggakan tubuhnya menarik satu persatu jari jemarinya. Sehingga menimbulkan bunyi Tokh akibat terlalu kelelahan. Dia merapikan alat gambar dan juga beberapa dokumen penting. Namun matanya kembali melihat dokumen atas nama nona muda Jackson, Jessie diatas mejanya.


"Apa lagi ini ?".


"Ohh ya Tuhan aku kira dia sudah menikah tapi lihat kembali mengajukan rancangan cincin untuk tunangan bertunangan dengan siapa lagi dia oh my".


Allis melengoskan wajahnya yang cantik sembari menyambar tas jinjingnya. Dia membuka pintu lalu mendapati Sonia yang juga sedang merapikan barang-barangnya.


"Ayo kembali bersama".


"Baik Mrs ku mohon tunggulah sebentar saja sepertinya ada sesuatu yang aku lupakan".


"Apa ?".


"Sepertinya handphoneku ? tapi aku lupa dimana aku meletakkannya ?".


Allis menatap handphone yang tak jauh dari tas selempang Sonia. Tangannya tergerak mengambil handphone Sonia lalu menyodorkannya didepan Sonia.


"Lihat ?".


"Oh astaga dimana Mrs menemukannya aku sudah cukup lama mencarinya".


"Tadi kau meletakkannya di dekat tasmu".


"Oh ya Tuhan aku lupa".


"Mungkin kau terlalu lelah".


Mereka berdua sepakat untuk bertemu di rumah Allis. Sebenarnya Allis juga mengajak Sonia untuk langsung ke rumahnya tetapi Sonia menolak ia akan memasak dan berberes terlebih dahulu di apartemennya.


🌼 Bersambung 🌼


Aloo up lagi upnya kek biasa lama heheh maklum yah kakak-kakak readers btw jangan lupa buat like, komen tekan favorit dan VOTE sebanyak-banyaknya dan jangan lupa untuk follow akun author.


terima kasih.


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨