He'S Back

He'S Back
Episode 115



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨


Up lagi...


BRAKKK


Pintu terbuka secara paksa nampaklah dua insan manusia tengah asik saling memanggut satu sama lain. Tanpa mempedulikan dua manusia yang lainnya yang tengah menatapnya dengan amarah yang meradang.


"Lucas hentikan semua ini".


Lucas, semenjak kematian adiknya dia berlaku semena-mena. Dia tidak peduli pada perasaan kedua orang tuanya. Dia bahkan secara terang-terangan mencumbu seorang wanita tepat di depan kedua orang tuanya. Toh dia mana peduli lagi pula orang tuanya juga tidak pernah menganggapnya ada dan tidak pernah menjaga perasaannya.


Dia sangat kesal kepada orang tuanya karena masalah pertunangan mendiang Jessie. Dia berpikir apakah orang tuanya tidak menganggap dirinya ada di dunia sampai-sampai acara sakral adiknya dia tidak tahu bahkan tidak dia hadiri.


"Apa pedulimu ? persetan dengan kalian aku muak melihat drama sok peduli kalian itu".


Bughh buggh bughh


"Sayang hentikan, kau akan membunuh anak kita".


"Lepaskan aku sayang".


"Honey are you oke ?".


"Hey kau jala*ng pergi dari rumahku".


"Honey".


"AKU BILANG PERGI".


Wanita cantik itu segera berlari terbirit-birit meninggalkan Lucas yang terkapar di lantai karena di pukuli oleh Louis. Bukannya merasakan sakit dan mengeluh Lucas justru tersenyum smirk lalu membuang ludah yang dipenuhi oleh darah di samping kaki ayahnya.


"Apakah kalian menganggapku anak ? aku pikir kalian tidak menganggapku".


"LUCAS ANAK KURANG AJAR, KAU PIKIR DENGAN KEADAANMU YANG SEKARANG BERKAT SIAPA JIKA BUKAN BERKAT AKU, KAU PIKIR KAU BISA LANGSUNG ADA DI DUNIA INI TANPA AKU HAH DASAR BODOH".


"CUKUP DADDY MENGATAIKU, AKU MUAK MENDENGAR SEMUA CELOTEHAN TAK BERGUNAMU ITU, BAGIKU UCAPAN DADDY HANYALAH BUSA SABUN".


"DASAR ANAK KURANG AJAR, TAK HERAN SEAN MENAJDI SESUKSES INI KARENA IA BEGITU MENGHORMATI ORANG TUANYA LALU KAU ?KAU HANYALAH ANAK KURANG AJAR YANG TIDAK BISA DIATUR DAN JUGA TIDAK TAHU DIUNTUNG".


"OH IYA BENARKAH BEGITU, KAU PUJA SAJA DEWA SEANMU ITU JADIKAN SEBAGAI ANAKMU DAN BUANG AKU, AKU DENGAN SENANG HATI AKAN PERGI DARI SINI KARENA AKU MUAK MELIHAT WAJAHMU DAN JUGA MUAK MENDENGAR SEMUA CELOTEHAN TAK BERGUNAMU ITU".


"Ku mohon berhentilah hiks hiks mengapa kalian bertengkar seperti ini ?".


"Tanyakan saja pada suami mu ini jika bisa memilih aku tidak akan pernah ingin menjadi anakmu baik di kehidupan sekarang maupun di kehidupan selanjutnya".


"Anak sialan".


Bughh buggh bughh buggh


"Louis berhenti, hentikan jangan memukulinya lagi dia akan mati nanti ku mohon Louis".


"Cuihh anak sepertinya memang pantas mati".


"Ayo lakukan lagi, mengapa tidak kau. langsung saja menembakku disini di kepalaku ini ? bukan kah katamu aku keras kepala tidak seperti Sean yang penurut ? ayo tembak saja aku akan sangat senang sekali".


"Arghhh sialan pergi aku tidak ingin melihatmu lagi".


"Dan kau pikir aku senang melihatmu tidak, aku sangat jijik melihatmu sangat menjijikkan sekali".


"Arghhh sialan kau memang mencari mati Lucas anak sialan".


Louis berjalan mendekati Lucas yang akan menaiki tangga dengan tertatih-tatih. Istrinya mengejarnya dan segera memeluk kakinya supaya Louis tidak melakukan apa pun lagi pada putra mereka.


"Kau membela anak pembangkang itu hmm kau membela nya ? cihhh sangat tidak penting kau beruntung karena mommy-mu menghentikanku untuk tidak langsung membunuhmu".


"Iya iya terserah aku tidak peduli".


Lucas menaiki tangga lalu lenyap dibalik pintu kamarnya. Louis juga segera pergi keruang kerjanya. Tinggal lah Hellena Jackson istri Louis Vuitton Jackson. Dia berjalan menuju ke kamar Lucas mengetuknya perlahan.


"Masuk".


Hellena menekan handle pintu lalu masuk kedalamnya. Nampak Lucas sedang sibuk memberikan obat pada sudut bibirnya yang sombek dan mengeluarkan darah.


"Kau tidak apa-apa sayang ?".


"Suamimu itu setan nyata".


"Dia daddy-mu sayang, hormatilah dia".


"Aku tidak sudi memanggilnya daddy".


"Apa yang membuatmu begitu marah kada kami ?".


"Tentang pertunangan Jessie ?".


"Hmm".


"Lupakan saja sayang semuanya sudah berlalu lagi pula adikmu telah tiada".


"Tidak bisa aku merasa sangat bersalah padanya karena tidak ikut andil dalam hari bahagianya, aku kakaknya mom bukan anak gelandangan yang tak pantas untuk menghadiri acara pertunangannya".


"Tidak tidak sayang, semuanya itu tidak benar".


"Jessie tidak terima jika Sean meninggalkannya dan menikahi wanita lain".


"Baguslah lagi pula aku tidak sudi memanggilnya adik ipar, keparat sialan itu menikah dengan wanita lain cihh buat apa Jessie menangisinya pria mana yang tidak menyukainya di dunia ini dia sangatlah cantik"


"Adikmu menyiksa istrinya Sean sayang"


"Apa maksudmu mom ?".


Hellena menceritakan semua kejadian dari awal sampai akhir. Hellena tak berani menceritakan kejadian selanjutnya. Dia hanya menceritakan bagaimana Jessie memperlakukan istri dari seorang Sean Kingston Smith.


"Setelah itu ?".


"Adikmu terlalu banyak minum dia begitu tertekan dan stres lalu dia hiks hiks hiks dia mengakhiri hidupnya dengan terjun dari lantai atas".


"Tidak, itu tidak mungkin aku mengenal baik Jessie dia tidak mungkin melakukan hal bodoh semacam itu".


"Kau memang benar Lucas adikmu tidak sebodoh itu".


Hellena dan Lucas sontak mengalihkan pandangan mereka. Louis berjalan masuk kedalam kamar Lucas lalu ikut duduk di tepi ranjang. Wajahnya tak menampakkan kemarahan sama sekali. Akankah dia sangat menyesali perbuatannya tadi ?.


"Daddy akan menceritakannya ini sudah sangat lama, daddy benar-benar tidak bisa menanggungnya sendiri daddy begitu lelah dengan rasa dendam ini".


"Sayang".


"Tidak Hellena ini saatnya kita membalaskan dendam itu, aku sudah lelah dihantui rasa bersalah pada Jessie".


"Apa yang terjadi ?".


"Malam itu....".


Louis akhirnya memilih menceritakan semua kejadian itu. Dari awal sampai akhir semuanya tanpa terlewatkan satu kata pun. Dia menceritakannya dengan api amarah yang menggebu-gebu.


"Pembunuh Sean keparat bajing*an".


"Itulah yang terjadi kami di ancam secara terus menerus bahkan sampai diberikan pengawalan sangat ketat".


"Aku akan membunuhnya sekarang juga".


"Tidak tunggu Sean bukanlah tipe orang yang lalai dan juga pelupa Lucas, dia mengingat segalanya tanpa celah sedikitpun".


"Aku akan memikirkan langkah selanjutnya".


"Tenanglah mommy, aku akan menuntut semuanya".


.


.


.


"Hello nona manis lama tak bertemu"


Allis terjingkat kaget karena tepukan pada pundaknya. Dia sontak melihat kebelakang dan mendapati sosok pria tinggi tengah tersenyum sangat manis kepadanya.


"Astaga kau mengejutkanku".


"Apakah seperti itu ? astaga maafkan aku karena membuatmu terkejut nona manis".


"Tidak, tidak apa-apa tuan Lucas".


"Ayo makan siang bersama"


Ahh kebetulan sekali jam makan siang Allis benar-benar sangat tidak enak menolak di waktu yang tepat seperti ini. Allis pun menganggukkan kepalanya menyetujui rencana Lucas untuk makan siang bersama.


"Aku benar-benar sibuk belakangan ini, apakah kau tidak apa-apa menahan rindu yang seberat ini padaku ?".


"Hah aku ?"


"Lalu siapa lagi ?".


"Kau sangat lucu dan cantik Allis aku benar-benar sangat menyukaimu".


"Ahh iya benarkah ?".


"Kau tidak percaya itu ? baiklah ayo menikah denganku".


"Hahah aku bercanda aku percaya-percaya, tapi maaf sekali aku sudah menikah Lucas".


🌼 Bersambung 🌼


Hallo semuanya mimin up lagi nih semangat membacanya dan juga sembari menunggu mimin update terbaru ayo mampir ke lapak novel mimin yang satu lagi _Si Cowok Cuek Itu Milikku_ bantu mimin mendapatkan reward 🙏🥺.


Btw jangan lupa untuk klik like, komen, tekan favorit dan berikan VOTE sebanyak-banyaknya dan juga jangan lupa untuk follow akun mimin yah.


Terima kasih.


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨