
Skuad G:0 masih belum percaya dengan apa yang mereka hadapi saat ini. Bad Girl yang beberapa waktu belakangan menjadi andalan baru mereka, kini berdiri di hadapan G:0 sebagai lawan. G:0 sendiri terkejut karena Rosalia bisa terhipnotis, mengingat orang yang memiliki determinasi kuat dan fokus tajam sepertinya adalah target yang sulit untuk para pelaku hipnotis.
“Apa yang harus kulakukan?” tanya G:0.
[Bukankah kau bisa menghilangkan hipnotis?]
“Bisa. Tapi melihat sikapnya yang bersiap menyerangku, sepertinya akan sedikit sulit."
[Tidak ada cara lain, kau harus mengalahkannya.]
[Tapi kumohon, jangan sampai membuatnya terluka.]
Clara melihat Jonathan yang memohon dengan wajah memelas, seakan-akan tanpa permohonannya itu, G:0 akan melukai Bad Girl.
“Akan kuusahakan.”
Kemudian G:0 segera berlari ke arah Bad Girl. Telapak tangannya sudah ia lebarkan dan mencari kesempatan untuk ditempelkan ke wajah wanita itu. Namun Bad Girl tak memberikannya peluang yang cukup mudah. Ia mengeluarkan pisau dari ikat pinggangnya dan menyabetnya ke arah G:0 yang mulai mendekat. Untungnya, G:0 dapat menghindar. Ia pun segera mundur untuk mengatur kembali serangannya.
Tanpa disangka, ketika G:0 baru saja memikirkan cara untuk menghindar dari pisau itu tanpa melukai Bad Girl, pisau yang hampir menyabetnya tadi melayang ke arahnya. G:0 kembali mampu menghindar, meski serangan itu berhasil membuatnya terkejut setengah mati.
“Dia sangat serius untuk melukaiku.”
[Pokoknya jangan sampai dia terluka!]
G:0 terkejut mendengar bentakan Jonathan. Setelah itu ia mendengar Clara seperti memukul kepalanya sehingga ia menjerit kesakitan. G:0 mengembalikan fokusnya pada Bad Girl. Ia mencoba berpikiran positif. Setidaknya Bad Girl sudah kehilangan satu senjatanya.
Namun ia terkejut ketika Bad Girl mengeluarkan benda berbentuk bintang yang memiliki sudut tajam di setiap ujungnya. Clara dan Jonathan terkejut melihatnya.
“Benda apa itu?” tanya G:0.
[Semacam shuriken yang biasa dipakai oleh para ninja.]
[Benda itu jauh lebih mengerikan dibandingkan pisau jika dalam keadaan terbang ke arahmu. Aku menciptakannya sedikit rumit. Kuharap kau bisa mengatasinya.]
Yang dikatakan Jonathan benar. Saat benda itu melayang ke arahnya, G:0 sangat kewalahan karena gerakannya lebih sulit untuk diprediksi dibandingkan lemparan pisau dan tentu saja jumlahnya yang lebih dari satu semakin menyulitkannya. Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah benda itu bisa berbalik kepada pemiliknya seperti bumerang.
G:0 terkena tiga kali sabetan benda itu. Ia mencoba untuk lebih berkonsentrasi dan bersiap menerima serangan-serangan berikutnya. Ia menatap Bad Girl, terasa hasrat ingin membunuh yang besar terpancar dari kedua bola matanya.
Sesuai dugaan G:0. Bad Girl melemparkan shuriken miliknya ke arah G:0 dengan cepat. Tak disangka, G:0 segera mengangkat meja yang ada di hadapannya sehingga benda-benda itu tertancap di permukaan meja itu.
[Cerdas! Tak kusangka G:0 kita sudah secerdas ini.]
Clara dan Jonathan bersorak kegirangan karena G:0 berhasil mengatasi shuriken milik Bad Girl. Hanya saja, perayaan mereka terlalu cepat.
Bad Girl melompat ke arahnya dan melayangkan sebuah tendangan. Meski sekilas, G:0 melihat ada cahaya dari sepatu lawannya itu, sebelum akhirnya ia menerima tendangan yang cukup keras di wajahnya. Belum lagi ia mengatur keseimbangannya yang sedang goyah, Bad Girl kembali memberikan tendangan kedua yang membuatnya terpelanting sedikit jauh.
“Apa itu?”
[Sepatu super. Aku menciptakannya agar Bad Girl bisa melompat lebih tinggi dan menendang lebih keras. Kau bisa terbang tanpa alat, setidaknya aku ingin ia bisa mengimbanginya meski hanya melompat.]
G:0 mencoba berdiri dan mengatur posisi tubuhnya. Memang tidak menyakitinya, tapi hal itu cukup mengejutkan. Ia memasukkan sebuah informasi di otaknya bahwa Bad Girl memiliki lompatan dan tendangan yang harus dihindari.
Tiba-tiba Bad Girl melemparkan semacam bola kecil ke arah G:0.
Kali ini ia lebih percaya diri untuk menangkap senjata itu karena tidak terlihat tajam dan berbahaya. Dan ia pun berhasil menangkapnya. Ia sempat mendengar Jonathan melarangnya untuk menangkap benda itu. Sayangnya terlambat. Benda itu mengeluarkan sengatan listrik yang membuat G:0 berteriak. Tubuh G:0 kembali terpelanting, namun kini bukan karena tendangan.
[Ya, itu adalah bola listrik. Akan sangat baik jika kau tidak menangkapnya.]
Jonathan menggeleng kepalanya sambil menghela napas dan mulai merasa bersalah karena menciptakan benda-benda itu.
Bad Girl mengangkat tangannya yang terbuka setinggi dada. Kemudian keluar kuku-kuku tajam yang terbuat dari besi. Ia menyeringai seakan bersiap untuk membunuh G:0.
“Apakah kalian tahu tentang senjata ini?” tanya G:0.
[Tidak. Aku memang memberinya kebebasan dalam hal persenjataan dan kostum. Ia bisa memakai yang kami buat atau memakai buatannya sendiri. Dan sepertinya kuku-kuku itu adalah buatannya.]
G:0 menghela napasnya. Kini Bad Girl mulai tak terprediksi. Ia pun mulai mengatur strategi untuk bisa melumpuhkan Bad Girl tanpa melukainya, dan tentu saja sambil menghindari serangan kuku-kuku tajam itu.
Namun, belum selesai G:0 mengatur strategi, Bad Girl melompat ke arahnya dan bersiap menebasnya dengan kuku-kuku itu. G:0 berhasil menghindar, meski dadanya terkena sedikit sabetan. Ia merasa kesakitan.
“Itu adalah Ungravity. Kuku-kuku itu terbuat dari Ungravity!” teriak G:0 yang membuat Clara dan Jonathan terkejut.
Ungravity bukanlah bahan terbaik untuk dijadikan senjata. Material itu hanya hebat jika dipakai untuk melawan G:0. Tentu saja, pemilihan materi itu untuk senjatanya membuat Bad Girl patut dicurigakan. Apakah ia memang berencana untuk melawan G:0 suatu ketika?
[Tidak, dia tidak sejahat itu. Dia pasti punya alasan.]
Jonathan berusaha meyakinkan dirinya kalau Rosalia yang sekarang berperan sebagai Bad Girl tidak sejahat itu. Ia mencoba menciptakan beberapa kemungkinan Rosalia menggunakan Ungravity di senjatanya, tapi tidak ada kemungkinan yang cukup bagus.
Sementara itu, G:0 sibuk menghindari serangan Bad Girl yang semakin beringas. Dengan sepatu canggih itu, gerakan Bad Girl menjadi lebih cepat dari biasanya. G:0 hanya bisa mengelak tanpa menyerang karena takut melukai mantan kekasihnya itu.
“Pengecut! Jangan menghindar dan lawan aku!” teriak Bad Girl ketika ia mulai kesal karena G:0 selalu berhasil menghindari serangan-serangannya.
G:0 memang hanya bisa menghindar. Ia tidak dalam posisi bisa menyerang. Seandainya pun bisa, ia tak ingin. Melukai Bad Girl adalah pilihan terakhir yang ia harapkan takkan pernah diambilnya.
“Aku takkan bisa menghilangkan hipnotisnya jika terus menghindar,” kata G:0.
[Apakah kau tidak bisa menggunakan sebuah benda seperti meja tadi untuk menahan kuku-kukunya?]
“Tidak. Kuku-kuku ini tidak hanya terbang seperti benda tadi. Ia memiliki kekuatan lebih besar dan lebih terkendali.”
Belum lagi G:0 selesai menyanggah ide Jonathan, Bad Girl berhasil mempersempit jarak mereka. G:0 mencoba untuk menghindar lagi dan akan berhasil lagi jika saja kuku-kuku itu tidak terlepas dari jari-jari Bad Girl dan melesat ke arah tubuh G:0 bagaikan peluru. G:0 tersungkur kesakitan karena beberapa di antaranya mengenai bagian-bagian vital tubuhnya.
[G:0, ambil saja resiko dan serang dia. Jika tidak, kau akan terluka.]
[Jangan! Apakah kau mau melukainya, padahal kau sendiri yang membuatnya menjadi Bad Girl?]
Clara dan Jonathan berdebat di markas, sementara tubuh G:0 sudah mulai lemah karena harus terus menghindar dengan tubuh yang terus mengeluarkan darah. Bad Girl melihat keadaan itu sebagai kesempatan besar untuk mengakhiri pertarungan dengan kemenangannya. Ia pun semakin semangat untuk menyerang.
Tiba-tiba G:0 mendekatinya. Dengan sigap ia menusukkan sisa kuku di jemarinya ke dada G:0. Clara dan Jonathan berhenti berdebat dan menyadari G:0 dalam kondisi bahaya. Kemudian mereka memanggil-manggil namanya. Namun untuk beberapa saat tidak ada jawaban.
“Tenang saja, aku takkan melukaimu,” kata G:0 pada Bad Girl. Ia pun meletakkan telapak tangannya ke wajah Bad Girl.
Tak lama kemudian, pengaruh hipnotis itu menghilang. Bad Girl tersadar dan betapa terkejutnya ia melihat apa yang sedang terjadi. G:0 berada di hadapannya dengan tubuh lesu dan tertancap kuku-kuku yang ada di tangannya. Ia bahkan sampai menjerit ketika akhirnya kepala G:0 jatuh terkulai di pundaknya.
“Siren, ini adalah perbuatan Siren,” kata G:0 dengan suara lirih nyaris tak terdengar, sebelum akhirnya ia tak sadarkan diri.