
Di gedung penyelenggaraan Kongres Kraken
Ratusan orang telah berkumpul di gedung pertemuan milik organisasi Kraken. Penjagaan di pintu sangat ketat dan tidak ada yang bisa masuk tanpa undangan. Semua tamu diperiksa dan larangan membawa benda yang berpotensi sebagai senjata menjadi fokus utama para penjaga. Sebagai organisasi yang dipenuhi oleh para penjahat, panitia kongres tahu kalau setiap undangan sangat mungkin melakukan kekacauan. Untuk itu, mereka hanya bisa meminimalisir kemungkinan tersebut.
Di antara para peserta kongres, terdapat beberapa penyusup dari berbagai daerah yang merupakan anggota Persekutuan Sembrani. Penyusupan itu merupakan salah satu bagian dari Misi Perseus. Berkat Kapten Rian, mereka mendapatkan undangan kongres tersebut.
Tidak semua perwakilan persekutuan yang bisa mengikuti kongres. Beberapa di antara mereka telah dikenali wajahnya oleh orang-orang Kraken atau penampilan mereka memang terlalu mencolok, misalnya Ahool dari kota Bastapolis yang berperawakan mirip kelelawar dan Malie dari kota Kahe-Wai yang memiliki insang. Kebetulan mereka juga tidak memiliki rekan atau anak buah. Ada juga yang tidak ikut karena gagal mendapatkan undangan.
Secara keseluruhan, para anggota persekutuan hanya mendapatkan lima belas undangan dengan rincian tiga milik Feliofighter dari Feliopolis, lima milik Tentara Langit dari Aurora, empat milik Ksatria Cavalo dari Oktopolitan dan masing-masing satu undangan milik Mago dari Endor, Halu dari Papillon dan Agrio dari Vounokarta. Sementara Fantome dari Groaza masuk dengan kemampuan menghilangnya, Explo dari Zhadakar bertugas untuk menciptakan ledakan di luar gedung.
Meski tanpa Kapten Rian sebagai pemimpin persekutuan dan perancang misi, mereka tetap bertekad untuk menyelesaikan misi ini dengan sempurna. Ini adalah kesempatan langkah yang belum tentu akan mereka dapatkan beberapa tahun ke depan.
Target mereka pasti, yaitu pemimpin Kraken. Tidak seperti Hafgufa, ayah Kapten Rian yang adalah mantan pemimpin Kraken, Draugr merupakan pemimpin yang kurang menonjolkan dirinya. Ia lebih banyak tampil di belakang layar dan menghindari sorotan. Bahkan banyak anggota Kraken yang belum pernah melihat wajahnya secara langsung. Kongres Kraken adalah satu dari sedikit seremoni yang mengharuskannya untuk tampil di depan anggota Kraken.
“Kita harus membunuhnya,” kata Kapten Rian saat pertama kali mereka merencanakan misi ini. “Jika kepalanya hancur, sekuat apapun tubuhnya akan mudah untuk ditaklukkan.”
“Benar,” dukung Borealis, pimpinan Tentara Langit. “Itu akan lebih efektif dibandingkan harus menyerang tubuhnya terus menerus seperti yang selama ini kita lakukan.”
Berangkat dari pemikiran itu, maka misi mereka di Kongres Kraken hanya satu: membunuh Draugr. Informasi yang dimiliki oleh Kapten Rian tentang kongres sangat membantu mereka. Ia sangat tahu prosesi dan tradisi apa saja yang biasa dilakukan di Kongres Kraken.
Salah satu tradisi kongres adalah para peserta akan diberikan masing-masing satu tangkai bunga untuk diletakkan ke podium secara bergantian sebagai bentuk penghormatan pada para anggota Kraken yang telah kehilangan nyawa untuk organisasi. Itu adalah satu-satunya kesempatan bagi para pejuang untuk mendekat pada Draugr yang duduk di belakang podium.
“Kraken yang Agung!” Suara menggelegar seorang moderator membuat para peserta kongres terdiam. Ia meletakkan telapak tangannya di wajah dengan telunjuk menyentuh dahi. Semua peserta kongres mengikuti gerakannya. “Kongres Kraken akan segera dimulai. Diharapkan untuk dapat duduk tertib dan tenang. Sebelum kongres dimulai, semua peserta kongres akan memberikan bunga ke podium.”
Kemudian terdengar suara mars dan para peserta mulai berdiri. Dimulai dari baris pertama, mereka berjalan secara teratur dan bergantian menuju podium. Beberapa pejuang yang duduk tersebar di berbagai sudut saling pandang seakan memberi kode bahwa aksi mereka akan segera dimulai.
Maka sekarang giliran barisan yang ditempati anggota Tentara Langit. Mereka maju dan mulai mendekati podium. Beberapa pejuang lainnya sudah bersiap-siap, termasuk Fantome.
Tiba-tiba terdengar sebuah bunyi ledakan dari luar yang diikuti padamnya listrik di seluruh gedung. Para pejuang tahu bahwa ini adalah waktunya. Mereka mengenakan kacamata mode malam dan segera mengambil sebuah botol yang mereka sembunyikan di bawah tapak sepatu. Fantome mengambil sebilah pisau yang diberikan oleh salah satu anggota Tentara Langit lalu menikamkannya ke dada Draugr. Setelah berhasil, ia kembali menghilang.
Sementara pejuang lainnya membuka botol pemberian Halu dan asap keluar dari benda itu. Perlahan asap itu melingkupi ruangan, sementara mereka menutupi mulut dan hidung dengan lengan baju yang sudah diberikan ramuan penawar oleh Halu.
Lampu pun kembali menyala dan sebagian besar peserta kongres mulai merasakan halusinasi. Agrio berpura-pura terkena halusinasi dan berjalan ke bawah lubang udara. Ia melemparkan tali transparannya ke arah lubang udara itu sebagai jalan bagi Fantome untuk meloloskan diri.
Sementara Mago mengeluarkan tongkat sihirnya dan membuat Draugr yang sudah tewas tertikam tidak terlihat oleh orang-orang. Belum saatnya para peserta kongres menyadari kematian pemimpin mereka. Para pejuang harus melarikan diri terlebih dulu.
Namun sesuatu terjadi di luar rencana mereka. Seorang wanita muncul ke atas panggung dengan penutup mulut dan hidungnya. Ia pun menyuruh beberapa petugas untuk menyalakan alat pembersih udara. Perlahan kesadaran peserta kongres kembali, padahal para pejuang belum sempat melarikan diri.
“Anak-anak Kraken, ada penyusup di tempat ini,” kata wanita itu membuat ruangan kembali heboh. “Mereka telah berhasil membunuh pemimpin kita, Draugr.”
Wanita itu menunjuk ke arah pemimpin Kraken yang sudah terbaring di kursinya dengan sebilah pisau di dada, membuat ruangan kongres semakin heboh. Mago terkejut karena sihir yang ia buat untuk menyelubungi sosok itu telah patah. Pasti wanita itu yang telah melakukannya.
Kongres ditunda, sementara para peserta tidak diperbolehkan untuk meninggalkan ruangan. Mereka akan diperiksa satu per satu untuk menemukan penyusup yang telah melakukan pembunuhan tersebut. Para pejuang saling pandang. Saat ini mereka seperti tikus yang terperangkap di dalam jebakan.
G:0 dan Bad Girl menatap Padoha yang telah berubah wujud. Mereka sedang memikirkan cara untuk mengalahkan robot itu, seperti yang juga dilakukan oleh Clara dan Jonathan di markas.
[Satu-satunya cara yang kita ketahui untuk mengalahkan Padoha dulu adalah dengan memasukkan virus ke programnya. Sepertinya kita takkan bisa melakukan hal yang sama pada Padoha yang ini.]
“Benar, sepertinya Padoha ini lebih hebat dari yang dulu,” kata Bad Girl.
Tiba-tiba G:0 menggenggam tangan Bad Girl sehingga wanita itu terkejut.
“Dia memang lebih hebat, tapi begitu juga dengan kita. Sekarang bukan hanya aku yang bertarung. Kau juga bersamaku. Dia hanya lebih hebat beberapa persen, sementara kita lebih hebat dua kali lipat.”
Bad Girl merasa terharu dengan ucapan G:0. Kata-kata ‘lebih hebat dua kali lipat’ menandakan G:0 menganggap kehebatan mereka sama. Itu adalah penghargaan yang sangat luar biasa baginya.
Mereka mulai menyerang Padoha. G:0 berlari ke arah kiri, sedangkan Bad Girl ke arah sebaliknya. Padoha mengarahkan kedua tangannya kepada mereka lalu melepaskan tembakan dari tangan itu. G:0 menghindar dengan gesit, sementara Bad Girl terlindungi oleh perisainya.
Kemudian Bad Girl mengeluarkan sebuah rantai dari sabuknya. Ia pun melemparkan benda itu sehingga terlilit di tangan Padoha. Tak ada pengaruh apa-apa dari rantai itu. Tapi sikap Bad Girl yang tenang menunjukkan kalau itu adalah bagian dari rencananya.
G:0 berhasil mendekati Padoha. Setelah menghindar dari pukulannya, G:0 pun menghantam robot itu tepat di wajahnya. Padoha sedikit terpental. Ia pun marah dan memasang kuda-kuda.
“Aku tahu, meski ia sudah berubah wujud, kuda-kudanya untuk mengeluarkan listrik hampir mirip,” ujar G:0.
Bad Girl tersenyum dan berkata pada G:0, “Tenang saja, aku sudah mengatasinya.”
Benar saja, ketika Padoha seharusnya sudah mengeluarkan aliran listrik, ia justru meronta-ronta seperti sedang kesurupan.
“Apakah rantai itu -”
“Ya, rantai itu menghambat listrik mengalir sehingga ketika Padoha mengeluarkan listrik dengan voltase besar, rantai itu mengurung arus listriknya sehingga berputar-putar di tubuh robot sombong itu.”
G:0 mengacungkan jempolnya. Mereka tahu tubuh Padoha pasti akan menyesuaikan diri dari arus listrik itu dan ia akan kembali seperti semula. Untuk itu, G:0 dan Bad Girl berinisiatif untuk tidak menyia-nyiakan waktu dan segera menyelamatkan Kapten Rian. Namun tidak ada wajah Kapten Rian di seluruh sel.
“Kami tidak menemukan Kapten Rian di sini. Apakah ada sel lain?”
Sempat tidak ada jawaban dari markas. G:0 dan Bad Girl saling pandang karena baru beberapa saat yang lalu mereka masih berkomunikasi dengan Clara dan Jonathan.
[Kapten Rian sudah tidak ada di sana.]
“Maksudnya?”
[Kami baru mendapat dari para pejuang yang ada di Kongres Kraken. Kata mereka, Kapten Rian ada di sana.]
G:0 dan Bad Girl terkejut. Tiba-tiba mereka merasa lelah dan luka-luka yang mereka dapatkan sepanjang hari ini mulai terasa sakit. Penerobosan yang telah mereka lakukan di tempat ini menjadi sia-sia.