G:0

G:0
SIAPA SEBENARNYA CHEF BARNEY?



Siapa sebenarnya papaku?


Pertanyaan itu terus menghantui Clara. Maksudnya bukan sedang mempertanyakan siapa ayah biologisnya yang sebenarnya karena sudah pasti adalah Bernando Soetjipto, atau yang lebih dikenal dengan chef Barney. Ia hanya tidak tahu bagaimana ayahnya itu.


Chef Barney adalah fenomena di tahun 90an. Ia menggebrak stereotip masyarakat bahwa memasak adalah pekerjaan wanita dan sangat tidak menarik jika pria yang melakukannya. Banyak wanita yang tergila-gila dengannya dan penampilannya saat memasak menjadi tontonan yang disukai banyak orang. Ia menjadi salah satu selebritis yang paling menarik perhatian. Sebagai konsekuensi dari ketenarannya, ia mesti menyembunyikan statusnya sebagai pria berkeluarga. Padahal mama Clara sudah membiayai banyak hal untuk papanya bahkan sebelum ia terkenal. Termasuk biaya kuliah jurusan tata boga dan mengikuti audisi pembawa acara memasak.


Seiring berjalannya waktu, ia semakin haus akan popularitas. Sayangnya, tidak ada yang abadi. Demikian juga dengan popularitasnya. Kemampuan memasaknya tidak banyak berkembang dan resep yang ditampilkan kurang variatif sehingga acara memasaknya mulai ditinggalkan. Ditambah lagi kabar tentang dirinya yang berstatus suami beranak satu. Kariernya mulai merosot.


Saat itu chef Barney menemukan cara untuk dapat bertahan di dunia showbiz, yaitu dengan membuat berbagai kontroversi. Mulai dari mengejek stasiun televisi tempat acaranya tayang, memacari beberapa artis cantik, berkelahi dengan selebritis lainnya, melakukan berbagai prosedur operasi plastik, dan masih banyak lagi. Ia juga berusaha menjajal kemampuan akting dan menyanyinya, meski fakta di lapangan berkata ia tidak memiliki bakat untuk dua hal itu. Meski gelar chef  masih melekat di depan namanya, ia sudah jarang terlihat menunjukkan bakat memasaknya.


Wajar jika pertanyaan ‘Siapa sebenarnya papaku?’ sering terlintas di pikiran Clara. Sejak kecil ia jarang melihat papanya di rumah. Ketika melihatnya di televisi, ia seperti melihat sosok yang berbeda dengan yang ia kenal. Papanya di rumah jarang bersikap manis padanya, sementara papanya di televisi selalu menunjukkan senyum dan keramahannya. Beranjak remaja, ia semakin bingung karena tidak tahu apa yang sebenarnya dilakukan sang papa di depan kamera. Beberapa kali ia terkejut karena melihat sosok asing di rumahnya yang ternyata adalah papanya yang baru saja melakukan operasi plastik.


Bagi Clara, papanya hanyalah sosok asing di hidupnya yang kebetulan memiliki ikatan darah dengannya. Meski selalu berdebat dengan mamanya untuk banyak hal, ia masih selalu menyayangi wanita itu. Tapi tidak dengan pria yang selalu dipanggil chef Barney itu. Ia kesulitan untuk menyayanginya karena ia selalu merasa tidak pernah mengenalnya.


*          *         *


Suasana kantor polisi sangat ramai. Para petugas cukup sibuk karena memproses banyaknya penjahat yang mereka tangkap, dan juga yang G:0 tangkap. Tapi keramaian juga bukan hanya karena para penjahat, melainkan beberapa wartawan yang sedang berburu berita besar.


Tentu saja, chef Barney yang terkenal kontroversi namun beberapa tahun belakangan berusaha memulihkan citranya, hampir dikeroyok gerombolan preman di dekat klub malam bersama seorang wanita muda yang pastinya bukan istri atau anaknya.


Kemudian seseorang yang menarik perhatian awak media lainnya datang dengan wajah khawatir. Ia segera berjalan menuju chef Barney dan menanyakan kabarnya. Semua orang bingung karena dua publik figur itu saling menyapa, padahal tidak ada yang tahu mereka saling kenal.


Dan yang paling membuat heboh adalah kalimat yang dilontarkan sosok yang baru datang itu pada chef Barney, yaitu, “Apakah Anda baik-baik saja, Papa mertua?”


Dia adalah Kapten Rian, polisi selebritis yang akhir-akhir ini naik pamor karena berusaha menyaingi G:0 dalam menyelamatkan kota Dragokarta. Namun kemunculannya kembali membuat polisi di polsek itu terlihat kesal karena ini bukanlah wilayah yurisdiksinya dan ia dengan santainya datang untuk mengganggu proses investigasi. Mereka ingin mengusirnya, tapi tidak berani. Tentu saja, bahkan kapolres pun tidak berani mengganggunya.


Kembali kepada sapaan mengejutkan Kapten Riau yang ditujukan untuk chef Barney. Hubungan mertua-menantu antara kedua sosok kontroversi tersebut pasti akan menjadi tajuk berita yang sangat menarik. Para wartawan itu pun berjuang keras untuk mendapatkan klarifikasi dari keduanya, namun berhasil dihalau petugas polisi lainnya.


Meski chef Barney adalah sosok yang sudah dikenal publik selama tiga dekade dan istrinya, Rahita Soetjipto, adalah pengusaha sukses yang melebarkan sayap di berbagai bidang bisnis, identitas anak keduanya tidak pernah diungkap ke publik. Mereka bersepakat untuk memberikan Clara hidup layaknya anak normal. Itu adalah satu dari sedikit keputusan orang tuanya yang sangat disyukuri oleh Clara. Sayangnya, ucapan yang dilontarkan Kapten Rian tadi akan membuat banyak orang berjuang untuk membongkar identitas Clara. 


“Dasar polisi bedebah. Bagaimana ia bisa memanggil papaku dengan sebutan papa mertua? Ingin rasanya aku menjahit mulutnya,” gerutu Clara.


“O ya, aku ingat sesuatu.” Grafit mengeluarkan sebuah bungkusan dari kantongnya. “Ayahmu menitipkan ini padaku sesaat sebelum polisi datang dan aku pergi dari tempat itu.”


Clara dan Jonathan terkejut. Meski belum mengeceknya, mereka sangat yakin kalau benda itu adalah salah satu jenis narkoba.


“Si Brengsek itu. Dia berulah lagi.” Clara memukul meja sehingga menghasilkan suara keras yang membuat Jonathan dan Grafit semakin ketakutan.


“Mungkin ini akan membuatmu lebih baik. Saat memberinya, si botak itu -” Grafit menjeda ucapannya ketika melihat Jonathan memberikan isyarat agar tidak menyebutnya si botak lagi. “Maksudku, papamu bilang, benda itu bukan miliknya dan ada orang yang ingin menjebaknya. Polisi takkan percaya padanya jika mereka menemukan benda ini darinya. Dia mengatakannya sambil berbisik, seakan tidak ingin didengar oleh wanita yang sedang bersamanya saat itu.”


“Aku juga takkan percaya padanya.” Clara kembali melanjutkan makiannya.


*          *         *


Meski tak percaya, Clara penasaran dengan perkataan papanya. Apakah benar ada yang ingin menjebaknya? Setelah mendapat dukungan dari kedua rekannya, mereka pun sepakat untuk menyelidiki dari mana benda haram itu berasal. Sebagai langkah awal, mereka menyelidiki wanita yang bersama chef  Barney saat kejadian malam itu.


Namanya adalah Celina Ruthaway, seorang model yang sedang naik daun. Ia cukup aktif di berbagai peragaan busana. Tidak seperti wanita-wanita muda lain yang pernah dikencani chef Barney, ia tak terlihat memanfaatkan sang legenda masak nasional untuk membantunya menaikkan pamor. Progres kariernya stabil sebelum berkencan dengan papa Clara dan hubungan mereka tidak pernah diekspos.


“Memangnya boleh bagi pria yang sudah menikah berkencan dengan wanita lain?” tanya Grafit.


“Tentu saja tidak. Apalagi di negara kita tidak diizinkan untuk menikahi dua istri atau lebih secara bersamaan. Lazimnya, dia harus menceraikan istrinya terlebih dulu untuk bisa berkencan dengan wanita lain. Atau dia memang hanya ingin ‘main-main’ dengan selingkuhannya itu.” Jonathan teringat sesuatu yang membuatnya merasa tidak enak pada Clara. “O ya, bagaimana dengan mamamu? Apakah ia tidak keberatan papamu berkencan dengan wanita lain?”


“Kesalahan terbesar yang masih disesali mamaku sampai sekarang adalah menikahi pecundang itu. Sejak papaku mulai terkenal, mamaku selalu menderita dibuatnya. Aku masih ingat bagaimana menderitanya mamaku melihat tingkah laku papaku. Sudah beberapa kali ia mengajukan gugatan cerai, tapi papaku selalu berhasil meyakinkannya untuk membatalkan gugatan itu. Pada akhirnya ia memutuskan untuk berhenti memiliki perasaan dengan si pecundang itu dan tidak memedulikannya, termasuk kisah-kisah kencannya dengan wanita lain. Sekarang ia sudah sangat sibuk dengan bisnis-bisnisnya sehingga tidak sempat untuk memikirkan pria itu.”


Jonathan dan Grafit mengangguk tanda memahami kisah yang disampaikan oleh Clara. Jonathan pun akhirnya mengerti kenapa sejak mereka kecil, Clara tidak pernah membanggakan papanya yang seorang selebritis. Bahkan Jonathan juga baru menyadari kalau papa Clara adalah orang terkenal ketika mereka sudah beranjak remaja. Itupun ia ketahui dari Joice.


Clara menyebut nama Dicky sebelum ia melakukan sebuah panggilan telepon. Jonathan dan Grafit hanya menunggu. Setelah ia mengakhiri panggilan itu, Clara menatap Grafit sambil tersenyum.


“Persiapkan sisi modelmu, kita akan ikut fashion week. Kata Dicky, Celina akan ada di acara itu.”


Grafit tidak mengerti dengan ucapan Clara, termasuk bagian fashion week, sementara itu Jonathan memohon agar ikut karena ingin melihat gadis-gadis cantik. Sayangnya, Clara tak bisa mengabulkannya.