
“Apa yang kau lakukan pada pak Dodo? Kenapa dia menghina mama di depan mama?”
Clara tersenyum karena membayangkan apa yang sudah terjadi antara mamanya dengan kepala sekolah menyebalkan itu. Seperti dugaannya, pak Dodo akan melakukan apa yang pernah diancamkannya pada Clara.
“Memangnya apa yang dia katakan?”
“Katanya kau kurang ajar karena menurut kabar yang beredar, kau berasal dari lokalisasi dan ibumu berkarier di dunia prostitusi.” Tawa Clara pecah setelah mendengarnya. “Seandainya itu bukan acara resmi, mama juga cekik lehernya.”
“Jangan dulu. Biarkan aku bermain dengannya lebih lama lagi,” kata Clara. “Memangnya mama ada acara apa?”
“Ada pesta penghargaan di bidang pendidikan. Pak menteri pendidikan langsung datang menghadiri acara ini. Kami juga melakukan rapat dengar pendapat dari para praktisi pendidikan dan beberapa pemilik sekolah dan kepala sekolah di kota ini. Acaranya sangat mendadak. Tiba-tiba saja pak menteri datang tiga hari yang lalu tanpa pemberitahuan. Kasihan dinas pendidikan kota, mereka harus mempersiapkan segala sesuatu di waktu yang sangat singkat.”
Memang demikian kebiasaan mamanya. Padahal orang lain hanya membutuhkan jawaban singkat, tapi ia selalu menjelaskan secara detail, bahkan sampai ke hal-hal yang sama sekali tidak menarik bagi lawan bicaranya.
Kemudian ia melihat ada pesan masuk dan pak Dodo. Ia kembali tertawa saat membacanya.
“Ma, sepertinya aku baru saja dipecat. Apakah sebaiknya kita rayakan kabar baik ini?”
* * *
Total sudah empat hari Jonathan belum kembali ke rumahnya. Dalam rentang waktu itu, ia baru dua kali mandi. Ia semakin terobsesi dengan Dancing Shadow sejak kejadian kemarin. Ia sudah merasakan apa yang Clara rasakan, yaitu aroma kasus besar.
Ia benar-benar teliti menyelidiki kejadian khusus dan rekaman seluruh kamera pengawasnya selama beberapa hari belakangan di Dragokarta. Firasatnya sangat kuat mengatakan para penjahat itu melakukan aksi yang luar biasa. Tapi sampai sekarang ia tidak menemukan apa-apa.
“Ke mana Grafit?” tanya Jonathan di sela-sela kesibukannya.
“Aku memberinya misi.”
Jonathan menatap Clara dengan wajah tak percaya. “Tubuhnya belum sembuh dari cedera, tega sekali kau memberinya misi.”
“Tenang saja, dia pasti menyukai misi yang kuberikan. Lagipula dia adalah Grafit, tidak butuh waktu lama baginya untuk sembuh dari luka apapun.”
Tak berapa lama, Grafit datang dengan wajah tersenyum. Ternyata benar yang dikatakan Clara.
“Aku mendapatkannya,” kata Grafit yang kemudian mendapatkan acungan jempol dari Clara.
Jonathan masih bingung dengan apa yang sedang Grafit bicarakan. “Mendapatkan apa?”
“Aku menyuruhnya menjumpai Rosa sambil membesar-besarkan cederanya agar wanita itu bersimpati padanya. Lalu Grafit memancingnya agar mau menceritakan semua yang ia tahu tentang Kraken. Aku punya firasat jika Dancing Shadow memiliki hubungan yang erat dengan organisasi itu.”
“Benar,” timpal Grafit. “Rosa bilang organisasi Kraken memang sering memperalat penjahat lain untuk melakukan tugas kotor mereka. Tapi sebenarnya mereka juga memiliki banyak anggota yang memiliki kemampuan luar biasa. Rosa hanya tahu satu nama dan kebetulan itu adalah Dancing Shadow. Orang itu, atau beberapa orang itu, bertugas sebagai pembunuh lawan-lawan Kraken. Mereka juga sering dijadikan sebagai kurir. Jika ada yang diancam pihak Kraken dan dituntut membayar sejumlah uang, mereka juga yang akan mengambil uang tersebut dari korbannya. Ibaratnya, mereka adalah ninjanya organisasi Kraken. Konon katanya kecepatan mereka itu berasal dari keahlian ninja yang mereka miliki dan sebagian besar berasal dari kostum mereka. Kostum itu dirancang secara khusus sehingga dapat meningkatkan kecepatan maksimal dari penggunanya.”
“Baiklah, satu teka-teki sudah terpecahkan. Sekarang kita harus mencari tahu apa yang mereka lakukan sehingga harus mengalihkan perhatian G:0.”
“Guys, kalau yang dikatakan Rosa benar, sepertinya aku menemukan petunjuk untuk itu,” kata Jonathan yang membuat Clara dan Grafit mendekat padanya.
Di layar monitor itu tampak seseorang meletakkan sebuah koper di kakinya dan tiba-tiba koper itu hilang. Bukan hanya satu, tapi ada banyak kejadian serupa yang terekam kamera. Yang paling menarik adalah kejadian di depan sebuah pub, di mana ada empat orang yang membawa satu tubuh dengan menggunakan tandu dan ditutup kain putih dari dalam pub ke mobil ambulance.
“Lalu, kenapa mereka tidak melaporkannya ke polisi?”
“Tentu saja tidak. Jika melapor, mereka harus menceritakan secara detail. Siapapun yang terlibat dengan Kraken kemungkinan besar adalah penjahat atau pelanggar aturan,” terang Clara.
“Yup, dan mereka juga tahu kalau polisi takkan bisa melindungi mereka dari Kraken,” tambah Jonathan. “Jadi, apa rencana kita selanjutnya?”
“Aku punya ide,” ujar Clara.
* * *
Malam itu, di tempat dan jam yang sama, G:0 menunggu. Clara dan Jonathan yakin salah satu Dancing Shadow akan muncul. Benar saja, sensor gerak Jonathan menyala, menandakan Dancing Shadow sudah berada di sekitar sana.
“Oke, G:0, sekarang kau aman.”
Tiba-tiba sebuah kilatan menerabas tubuh G:0 hingga terbelah dua. Clara dan Jonathan melihat sosok berpakaian ninja itu berdiri diam dan terkejut dengan apa yang dilihatnya. Ia semakin terkejut ketika menyadari sedang menginjak sebuah benda yang mengalirkan listrik dan merusak alas sepatunya yang membuat larinya selama ini secepat kita.
Beberapa jam yang lalu, Cameron Arap mengintai rumah di belakang restoran Jepang itu. Ia menunggu seorang pelayan keluar untuk berganti kostum. Untuk hari ini giliran Handoko yang menjadi Dancing Shadow. Saat ia keluar dari rumah itu, Cameron Arap segera menempel di sepatu miliknya. Artinya, setiap gerakan Dancing Shadow versi Handoko kini terpantau oleh Jonathan.
"G:0, ke rumah di kompleks Golden Gate nomor 7A," Perintah Jonathan.
"Kompleks Golden Gate? Aku pernah dengar dari mamaku kalau beberapa pejabat tinggi kota tinggal di kompleks itu. Apakah Kraken juga mengancam pejabat pemerintah?"
Rencananya, jika Dancing Shadow hendak melakukan kejahatan, Cameron Arap akan segera meledakkan diri dan menghancurkan sepatunya dan kemudian G:0 datang beraksi. Tapi saat ini lokasinya tidak terpantau kamera pengawas Jonathan dan Cameron Arap ada di bawah sepatu sehingga skuad G:0 tidak bisa melihat apa yang terjadi. Mereka hanya mengandalkan suara yang ditangkap oleh Cameron Arap.
[Ternyata pujian dari beberapa petinggi Kraken tentang kinerja Dancing Shadow benar. Terbukti beberapa hari ini semua tugas yang kuberikan bisa kalian selesaikan dengan sangat baik. Jangan bersikap kaku padaku, aku sudah lama menjadi anggota Kraken, bahkan sebelum terjun ke dunia politik. Kita adalah saudara.]
Clara dan Jonathan saling memandang. Mereka sadar, yang ditemui oleh Dancing Shadow saat ini bukanlah korban, melainkan salah satu petinggi Kraken. Mereka menyuruh G:0 untuk menunggu di luar kompleks.
"Kita harus melihat wajahnya," kata Clara.
"Artinya, kesempatan kita untuk merusak sepatunya akan hilang dan kesempatan G:0 menangkapnya malam ini akan hilang."
"Tidak, kita hanya perlu melihat sebentar lalu Arap bisa kembali ke sepatunya. Seandainya tidak sempat, masih banyak kesempatan lain untuk menangkap Dancing Shadow. Tapi belum tentu di hari lain kita punya kesempatan untuk melihat wajah salah satu petinggi Kraken."
Kemudian Cameron Arap melepaskan diri dari sepatu Dancing Shadow dan diam-diam menggelinding. Setelah mendapat sudut yang tepat, ia merekam wajah dari lawan bicara Dancing Shadow.
"Tidak mungkin! Dia adalah menteri pendidikan!" teriak Clara seakan tak percaya.
[Ini adalah tugas terakhir dariku untuk saat ini. Besok aku akan kembali ke ibukota. Bunuh orang ini. Ia terlalu vokal dalam mengkritik setiap kebijakanku.]
Mereka bingung harus berbuat apa lagi. Bahkan mereka tidak menyadari kepergian Dancing Shadow. Yang mereka sadari saat ini adalah betapa besarnya Kraken. Organisasi itu bukanlah organisasi yang baru dibentuk dan kekuasaannya hanya setingkat kota layaknya Black Samurai dulu. Seperti Kraken yang berwujud gurita raksasa, organisasi itu lebih berpengalaman dan memiliki jaringan yang lebih luas. Bahkan anggota mereka sudah setingkat menteri.
[Teman-teman, jadi bagaimana? Kapan aku harus bergerak? Sepertinya aku baru saja melihat sekelebat sosok berwarna hitam seperti Dancing Shadow.]