G:0

G:0
TAK ADA LAGI TEMPAT UNTUK KENANGAN INDAH



Setahun yang lalu


G:0 mencoba mengatur ritme napasnya yang berkejar-kejaran. Tubuhnya sudah penuh dengan luka, terlebih lagi ia sudah tak bisa terbang karena batu Raya berbentuk peluru telah tertanam di paha kiri dan bahu kanannya. Di dekatnya sudah tergeletak Kichigai, pemimpin Black Samurai  yang baru saja dilumpuhkannya.


Dengan sisa tenaga yang ada, G:0 berlari menghampiri sebuah menara besi dan melihat ke arah puncaknya. Ia kembali melihat Patricia yang diikat di sana oleh anak buah Kichigai. Terlihat tubuh wanita itu sudah terkulai, menandakan ia dalam keadaan tak sadarkan diri.


[G:0, sebaiknya kau melarikan diri dari sana. Kau harus diobati dulu sebelum menyelamatkan Patricia. Yang penting Kichigai sudah berhasil ditaklukkan. Takkan sulit untuk menyelamatkan Patricia nanti.]


Arahan dari Clara itu tidak dipedulikan G:0. Ia tidak beranjak dari tempatnya dan terus menatap ke ujung menara sambil berpikir. Ketika ia sedang memikirkan cara untuk menyelamatkan Patricia, sekelompok anak buah Kichigai terlihat berlari dari kejauhan. Tak ada cara lain, G:0 segera memanjat menara itu. Luka-luka di tubuhnya sangat menghambat pergerakannya. Ia harus menahan sakit yang luar biasa agar bisa mencapai puncak menara. Sesuai dugaannya, para anggota Black Samurai itu mulai menyerang dan mengejarnya ketika ia belum sampai ke tujuannya.


[G:0, kumohon jangan bertindak nekat. Jika kau pergi sekarang, kau masih sempat untuk melarikan diri.]


Sekali lagi, G:0 tak memedulikannya. Dalam keadaan panik, ia menusukkan jarinya ke luka tembak di paha kirinya lalu mengeluarkan peluru itu secara paksa. Sakit yang dirasakannya jauh melebihi sakit ketika ia menerima tembakan itu. Ia sampai harus menjerit untuk mengalihkan sedikit rasa sakit itu. Setelah berhasil, ia melakukan hal serupa untuk bahu kanannya. 


Peluru terakhir berhasil dikeluarkannya tepat sebelum salah satu anak buah Kichigai menggapai kakinya. G:0 segera melompat dari menara. Kini giliran Clara dan Jonathan yang berteriak setelah mengetahui apa yang G:0 lakukan. Bahkan para anggota Black Samurai yang menyaksikannya juga terkejut dengan apa yang terjadi hingga mereka memejamkan mata.


Beberapa detik kemudian, suasana mendadak hening. Tidak terdengar suara benda terjatuh. Salah satu anak buah Kichigai membuka mata lalu kembali terkejut ketika melihat G:0 sudah berada di hadapannya, dalam keadaan terbang. Ketika anggota Black Samurai lainnya membuka mata, G:0 sudah terbang menuju puncak untuk melepaskan ikatan Patricia dan membawanya pergi.


[G:0, kau harus menghilangkan ingatannya.]


Pahlawan super itu tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya memandang Patricia yang masih tak sadarkan diri dengan perasaan sedih.


[G:0, segera hilangkan ingatannya dan memulangkannya. Bukankah kita sudah menyepakatinya? Dia telah mengetahui identitasmu dan kita hanya akan kembali membahayakannya jika masih berhubungan dengannya.]


G:0 malah terbang lebih tinggi lagi, membelah langit malam yang terang akan cahaya purnama. Tiba-tiba kelopak mata Patricia bergerak lalu terbuka perlahan. Ia menatap G:0 yang sedang menatapnya. Dengan tenaga yang tersisa, ia meraih topeng G:0 dan menariknya sehingga wajah Grafit tersingkap. Kemudian ia memberikan senyum lembutnya.


“Senang bisa bertemu denganmu lagi,” katanya lirih. Grafit sedang berusaha membalas senyum itu, tapi yang terjadi malah tangisnya pecah.


Tak ada lagi suara Clara yang menyuruhnya menghapus ingatan Patricia karena alat komunikasi mereka ada di topeng itu. Namun, melihat wajah Patricia yang tersenyum lemah, Grafit tahu kalau ia memang benar-benar harus menghilangkan ingatan wanita yang dicintainya itu.


“Aku mencintaimu. Maafkan aku.”


*          *         *


Patricia adalah wanita yang paling dicintainya. Hatinya hancur ketika mengetahui wanita itu adalah bagian dari Kraken, yang artinya berada di posisi yang berseberangan dengannya. Sejak saat itu ia berusaha percaya kalau Patricia bergabung dengan organisasi itu setelah ia meninggalkannya dan di bawah paksaan. Kini hatinya semakin hancur ketika tahu Patricia sudah menjadi bagian dari Kraken, bahkan jauh sebelum mereka bertemu.


“Kakekku adalah salah satu pendiri Kraken. Jabatannya sama denganku sekarang, yaitu pencipta senjata untuk Kraken. Julukan Geppetto dimulai darinya. Setelah papaku lahir, ia memilih untuk tidak terlibat langsung dengan Kraken. Ia ingin menjauhkan anaknya dari dunia gelap. Namun ia tetap membuat desain untuk senjata yang dipesan oleh Kraken. Tanpa beliau ketahui, Kraken melihat bakat yang sama dalam diriku. Sejak SMA mereka membujukku untuk bergabung dan akhirnya aku setuju.”


Grafit seakan tidak peduli dengan cerita Patricia. Seperti kata Clara sebelumnya, wanita itu sedang berusaha untuk menjalin hubungan dengannya karena tahu G:0 takkan mau melakukan apa yang ia minta, khususnya dengan cara kekerasan.


“Senjata ciptaanmu telah membunuh banyak orang dan menghancurkan banyak rumah. Aku sama sekali tidak peduli dengan ceritamu bisa bergabung dengan Kraken. Katakan saja apa yang kau inginkan dariku agar aku segera bisa memberikan jawaban kalau aku tak bisa memberikannya.”


Clara dan Jonathan saling pandang karena tak menyangka Grafit yang dulu sangat ‘bucin’ bisa berbicara sekasar itu pada pujaan hatinya. Sedangkan Rosalia tersenyum karena merasa telah kehilangan satu pesaing beratnya.


Patricia menarik napas. Ia merasa rencananya untuk mendekati G:0 secara emosi telah gagal dan terpaksa membuka kartu yang sengaja ia simpan. Ia mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan kembali foto Grafit di restoran.


“Kau bisa membuka topengmu dan berhenti berpura-pura tidak mengenal teman-temanmu ini.”


Grafit dan teman-temannya terkejut mendengar ucapan Patricia. Ternyata selama ini ia telah tahu siapa orang di balik kostum G:0. Pantas saja ia tidak pernah berusaha untuk mengetahui identitas asli G:0.


“Bagaimana kau mengetahuinya?” tanya Clara.


“Aku bertemu dengan Tarjo dengan undangan kongres Kraken di tangannya. Tentu kalian juga mengenalnya. Saat pertama kali melihatnya, aku sadar kalau dia adalah salah satu anggota Black Samurai. Awalnya aku hanya meminta ia menceritakan tentang peristiwa saat aku disandera oleh Kichigai. Ternyata ia memberikan banyak informasi tambahan.”


“Sudah kubilang, melepasnya akan menimbulkan masalah,” kata Jonathan pelan.


“Tenang saja, aku telah mengancamnya agar tidak mengatakan identitas G:0 pada orang lain, terutama anggota Kraken,” ujar Patricia. “Aku ingin menyelesaikan masalah ini sendiri.”


Grafit membuka topengnya dan terlihat wajahnya yang masih tercengang karena tak percaya dengan ucapan Patricia. “Maksudmu, ketika kita bertemu di pabrik mainan beberapa hari yang lalu, kau sudah tahu kalau aku G:0?”


Patricia mengangguk dengan ekspresi pura-pura bersalah, tapi terlihat seperti mengejek. Ekspresi yang membuat Grafit semakin muak. Akhirnya Grafit semakin yakin kalau Patricia bukanlah orang baik.


“Karena sudah tidak ada lagi rahasia di antara kita, aku akan langsung mengatakan keinginanku. Kembalikan ingatanku yang pernah kau hilangkan.”


“Aku tak bisa mengembalikan ingatan yang telah kuhilangkan.” Grafit menatap Patricia, lalu sebuah senyum berkembang secara perlahan di bibirnya, seakan menyembunyikan sesuatu yang menarik. “Tapi aku tahu tentang pusaka itu.”