
"Apakah kau tidak menyadarinya?" tanya Jonathan pada Clara saat mereka sedang mengawasi patroli G:0.
"Menyadari apa?"
"Sejak mengumumkan akan mensponsori penjahat yang mau mengalahkan G:0, organisasi Kraken tidak pernah terlihat lagi. Padahal dulu Black Samurai melakukan kejahatan hampir tiap hari. Bahkan bisa dikatakan delapan puluh persen kejahatan di kota ini berkaitan dengan mereka."
Clara mengangguk setuju. Ia juga pernah kepikiran akan hal itu. “Aku merasa organisasi itu sangat berbeda dengan Black Samurai. Mereka tidak hanya mengandalkan kekerasan, tapi juga kecerdasan. Dan firasatku berkata organisasi ini lebih besar dari yang terlihat.”
Wajar jika mereka mencemaskan Kraken. Beberapa waktu lalu mereka berhasil mengungkap fakta bahwa para preman bertato naga bukanlah anggota resmi organisasi Kraken. Mereka hanya preman kelas teri yang disewa khusus untuk menarik perhatian G:0. Selama ini mereka hanya terhubung dengan pria yang sebelumnya mereka anggap sebagai pemimpin Kraken.
“Ada kemungkinan dia bukan pemimpinnya, tetapi hanya kaki tangan,” tambah Clara. “O ya, kau tahu ke mana Grafit tadi sore?”
Jonathan tidak langsung menjawab, melainkan hanya tersenyum lebar. Ia memiliki sebuah cerita yang membuat Clara penasaran.
“Tadi dia bertemu dengan Rosa. Sepertinya mereka sudah rujuk. Lalu aku memberikannya voucher les menari untuk mereka berdua karena kudengar menari secara berpasangan sangat efektif untuk meningkatkan keintiman.”
“Jadi itu tujuanmu mencoba memberikan voucher itu padaku seminggu ini? Dan kau memberikannya pada Grafit bukan karena perhatian tetapi karena sayang voucher itu tidak digunakan?”
Senyum Jonathan mendadak hilang dan dia mematung karena bingung. Tepat sekali yang dikatakan Clara. “Tapi lihatlah sisi positifnya. Bahkan sekarang Grafit masih asyik menari karena bahagia.”
Jonathan menunjuk ke arah layar monitor yang menampilkan G:0 sedang bergerak layaknya orang yang sedang menari. Clara memperhatikannya dengan seksama dan merasa ada yang aneh.
“Bodoh! Itu bukan menari. Dia sedang diserang oleh sesuatu yang tak terlihat!”
* * *
“Aduh, perutku!” jerit Grafit karena tak dapat lagi menahan rasa sakit.
Clara meningkatkan kehati-hatiannya dalam mengompres luka-luka di tubuh Grafit yang terlihat memar di berbagai tempat. Sementara Jonathan hanya berjalan bolak-balik sambil berpikir. Antara berpikir atau sedang menikmati akses memasuki ruang tamu yang diberikan Clara khusus hari ini.
“Berhenti mondar-mandir. Aku pusing melihatmu,” bentak Clara yang membuat Jonathan segera duduk di sofa. Kemudian Clara bertanya pada Grafit, “Jadi kau tak melihat apa-apa saat itu?”
“Aku hanya melihat sekelebat hitam seperti sebuah bayangan, tapi gerakannya sangat cepat. Beberapa kali ia membenturku dan menyebabkan semua luka ini,” kata Grafit sebelum kembali menjerit karena Clara tak sengaja menekan salah satu lukanya cukup keras.
“Sepertinya kita mendapat lawan yang tangguh lagi. Apakah ia berkaitan dengan Kraken atau penjahat freelance yang hanya mengincar hadiah dari Kraken atau karena dendam dengan G:0 seperti Puzzle?”
Clara dan Grafit menatap Jonathan yang sedang mengoceh sendiri sambil mengelus dagunya. “Bodoh! Bukan itu yang paling penting sekarang. Kita harus memastikan terlebih dahulu wujud asli dari sosok hitam itu. Apakah ia manusia, senjata, robot atau sihir. Selidiki saja dari rekaman kamera pengawas tadi malam. Aku harus pergi mengajar, jadi lakukanlah sendiri.”
“Baiklah.” Jonathan kembali mengangguk karena bentakan Clara. Ia setuju dengan usul itu dan langsung melangkah kembali ke markas untuk melakukan perintah Clara.
“O ya, untuk hari ini, kau bisa mengakses dapur dan kamar mandi utama. Tapi ingat, jangan menghabiskan isi kulkas dan dan lemari makanan atau menaruh kamera tersembunyi lagi. Jika kau melakukannya, aku akan menyuruh Grafit menghilangkan semua ingatanmu tentang G:0 dan mendepakmu selamanya dari skuad ini.”
Mendengar pengumuman itu, senyum Jonathan kembali mekar. Ia berterima kasih karena mendapatkan akses lebih luas di apartemen ini.
“Dan jangan memfoto apalagi mencuri barang-barang pribadiku,” tambah Clara yang membuat senyum Jonathan sedikit menciut. Rencananya terbaca sudah.
* * *
Jonathan bersandar dan nyaris rebah di atas kursinya demi menjaga agar perutnya dalam keadaan lurus. Ia sudah menyantap hampir semua cemilan yang ada di dapur. Clara hanya melarangnya untuk menghabisi semuanya, artinya tidak apa jika ia masih menyisakan dua bungkus kacang kulit.
“Ya, aku menemukan sesuatu.” Jonathan berhenti berbicara dan menatap Clara tajam. “Kenapa kau pulang secepat ini?”
“Ada rapat guru..”
“Lalu? Bukankah kau juga guru? Apakah kau masih berpikir kau siswa?”
“Si brengsek Dodo mengadakan rapat untuk meningkatkan keramahan para guru dan aku sangat tidak tertarik.”
Jonathan mengangkat alisnya karena heran dengan jawaban Clara. Kemudian ia ingat status asli Clara sebagai anak dari pemilik sekolah. “Baiklah, aku mengerti, Tuan Putri.”
“Jadi, apa yang kau temukan?”
Clara mendekatkan wajahnya ke layar monitor dan menyipitkan mata. Otaknya berusaha menganalisis sosok yang ia lihat di sana. Kemudian Jonathan mengetik beberapa tombol di keyboardnya dan gambar itu semakin jelas.
“Manusia?”
“Iya. Siapapun dia, yang pasti dia memiliki kekuatan super seperti Flash, Quicksilver, Sonic the Hedgehog, Superman, Super Dede, -”
“Oke, oke, aku mengerti.” Clara mencoba menghentikan pembicaraan tak berguna Jonathan. “Sekarang kita harus menemukan cara untuk menangkapnya.”
Jonathan mengelus dagunya dan memasang wajah berpikir. “Kalau aku berpikir untuk -”
“Katakan saja kau belum memikirkannya,” kata Clara yang direspons oleh Jonathan dengan anggukan ditambah senyum malu. “Terpaksa pakai cara klasik. Satu-satunya menangkap buruan yang gesit adalah dengan menggunakan perangkap.”
* * *
Malam semakin larut. Tidak ada tanda-tanda kedatangan sosok misterius itu. Namun skuad G:0 terus memaksimalkan kewaspadaan mereka. Mereka telah mempersiapkan perangkap di sekeliling sang pahlawan super dan berharap dapat menangkap sosok misterius itu.
Tiba-tiba penangkap sensor milik Jonathan berbunyi. Clara segera memberikan kode kepada G:0 agar lebih waspada. Kemudian terjadi lagi seperti kemarin, G:0 bergerak layaknya orang yang sedang menari. Ia bahkan tak sempat berdiri tegak untuk sekejap saja.
“Sekarang!” perintah Clara. Jonathan segera menekan tombol merah di mejanya dan sebuah jaring yang berada di sekeliling G:0 terangkat.
Akhirnya G:0 berhenti bergerak. Artinya, sosok itu sedang berhenti memukulnya. Mungkin karena tidak menduga perangkat yang telah disediakan untuknya. Ketika sosok itu bersiap untuk menerobos jaring yang terbuat dari besi tersebut, G:0 segera membuatnya menjadi lebih kokoh. Benar saja, sosok itu menabraknya tapi gagal menembusnya. Kini mereka bisa melihat sosok serba hitam mirip ninja itu sedang terjerembab di depan G:0.
“Selamat datang di dunia G:0. Saatnya melakukan tarian yang sesungguhnya,” kata G:0 sambil mencoba meningkatkan gravitasi sosok itu.
“Kau yang menyuruhnya mengucapkan kalimat itu?” tanya Clara pada Jonathan dengan wajah kesal. Jonathan hanya tersenyum bahagia.
“Eh, teman-teman, sepertinya ia menggunakan Ungravity di tubuhnya,” lapor G:0 yang mengejutkan Clara dan Jonathan.
“Betapa bodohnya kita. Tentu saja ia menggunakan Ungravity. Ia berhasil melukai G:0 kemarin,” teriak Clara dengan nada kecewa. Kecewa dengan keteledorannya.
Benar saja. Sosok itu berdiri seakan tak terpengaruh dengan kekuatan G:0. Ia mengelus kepalanya dan mulai memasang kuda-kuda. Kemudian ia berkata dengan suara beratnya, “Perkenalkan, namaku Dancing Shadow. Aku akan menerima ajakanmu. Semoga kau punya kemampuan menari yang cukup baik untuk mengimbangiku.”
Demikian kata musuh baru G:0 sebelum membuat pahlawan super kita kembali babak belur.