Eneng Oh Eneng

Eneng Oh Eneng
KunNo Yang Panik



"Kang. Ibu gak jadi datang hari ini"


"Sepertinya gitu sayang. Tadi pagi sempay ngabarin kalau bisa datangnya lusa. Emak gimana"


"Emak masuk angin. Kebanyakan gaya"


"Kenapa lagi tuh Marilyn Monroe"


"Pake baju renang berendam di sungai"


"Buahahahahaha. Sumpah gak kebayang. Mira punya kembaran"


"Lah emang. Bedanya satu kebo bule. Yang satu gajah lokal"


"Hahaha. Kamu sayang sukanya bully emak"


"Eh anda gak nyadar. Anda seperti apa"


"Hahaha. Sama kita ya"


"Hemm"


"Gak terasa seminggu lagi kalian akan lahir nak. Papa gak sabar pengen ketemu kalian"


"Iya ya kang. Gak berasa di akang, Eneng berasa banget. Berat tapi bahagia. Ini sampai gak bisa gerak"


"Sabar ya sayang. Sebentar lagi. Makasih sayangku sudah mau mengandung mereka"


Airil mencium kening Eneng. Adegan itu dilihat oleh si duo KunNo.


"Ono. Kun mau gitu juga. Huah baper Kun"


"Gak usah kebanyakan baper. Lama-lama jadi lemper"


"Ono mah jahat"


Eneng yang mendengar perdebatan mereka hanya menjulurkan lidah mengejek keduanya. Airil sudah terbiasa dengan bodyguard ekslusif Eneng. Walaupun dia tidak bisa melihat wujudnya dan Airil berharap tidak pernah melihatnya. Namun kedua bodyguard itu memiliki cara tersendiri untuk memberitahukan keberadaan mereka kepada Airil.


"Kenapa melet-melet sayang"


"Tuh si Kun pengen kang"


"Haha. Kun suruh merried sama Ono aja biar bisa kayak kita"


Kompak kedua bodyguard Eneng berteriak menolak perjodohan itu.


"Oh no. Kayak gak ada setan lain aja sih neng"


"Gak ada disini cuma ada si Kun"


"Ck. Gak asyik"


Mereka sedang menonton drama bersama-sama diruang tengah. Airil bukan penyuka drama yang didominasi cowok ganteng, namun demi Eneng Airil pun mencoba menikmati.


Ponsel Airil tiba-tiba berdering. Dan Airil tahu pasti itu dari rumah sakit. Airil mengambil ponselnya dan menerima panggilan dari rumah sakit yang mengharuskan Airil datang untuk pasien darurat yang harus dioperasi malam ini juga.


"Sayang maaf akang harus ke rumah sakit"


"Iya gapapa kang. Berangkat saja"


"KunNo saya titip Eneng ya. Jagain yang benar. Nanti saya belikan keripik sama es cream"


Kedua bodyguard ekslusif Eneng menjawab dengan memukul benda-benda didalam rumah Airil. Seperti itu cara mereka berkomunikasi.


Airil berganti pakaian dan bergegas ke rumah sakit. Sebenarnya meninggalkan Eneng dalam kondisi hamil tua sangat mengkhawatirkan. Namun itu tidak resiko pekerjaan Airil. Beruntung ada KunNo yang bisa menjadi teman Eneng.


Eneng masih menonton drama bersama dengan KunNo. Beberapa adegan mesra membuat si Kun berteriak histeris. Namun teriakan Kun seperti suara kikikan saat dia menakuti manusia.


"Kun gue capek. Mau ke kamar"


"Yuk gue antar. No jaga depan"


"Asyiap. Gue ke depan patroli dulu ya"


"Ya"


Ono mematikan televisi Eneng dan meloncat keluar rumah. Melihat kemananan sekitar rumah. Semenjak maraknya maling waktu itu, sistem ronda semakin diperketat. Beberapa bapak-bapak sedang berkeliling komplek. Ono melihat dari atas pohon. Dia tidak akan mengganggu mereka.


Didalam kamar Eneng merebahkan tubuhnya pelan dibantu si Kun. Eneng sudah merasa pegal-pegal diarea pinggang. Terkadang Kun membantu mengurut pelan.


"Pegel neng"


"Iya Kun"


"Sini gue usapin"


"Makasih Kun"


"Sante aja kali"


Kun mengusap pelan. Tiba-tiba Eneng merasakan perutnya sangat mulas dan snagat tak tertahankan.


"Auwwww. Kun perut gue mules Kun"


"Neng loe jangan bercanda"


"Auuuu. Beneran ini Kun. Anak gue kayak dorong terus Kun. Auwwww sakit Kun"


Si Kun panik langsung memanggil Ono yang sedang patroli didekat kamar Eneng.


"Onoooo. Tolongin"


Ono yang mendengar teriakan si Kun langsung masuk kedalam kamar Eneng. Dan melihat Eneng kesakitan. Ono semakin panik.


"Auwwww sakittt"


"Brojol no. Brojol"


"Apanya yang brojol Kun"


"Bayinya no"


"Apaaaaa. Buruan bawa ke rumah sakit Kun"


"Oh iya gue lupa. Ayo no bantuin"


"Bentar gue cari kendaraan dulu Kun"


"Buruan"


"Awhhhhhh. Sakittt"


Kun yang panik tak tau harus gimana Dia ikhlas rambutnya menjadi sasaran tarikan Eneng. Sedangkan si Ono sedang mencari sesuatu yang bisa untuk mengangkut Eneng kerumah sakit. Ono melihat ada mobil dalam keadaan menyala namun tak ada supirnya. Ono masuk kedalam mobil tersebut.


Ono mulai menjalankan mobil tersebut. Namun ternyata Ono hanya bisa maju mundur cantik saja. Pemilik mobil yang sedang membayar sate keliling kaget melihat mobilnya maju mundur cantik.


"Mobil gue kenapa tuh"


Karena penasaran sang pemilik mobil memeriksanya. Perlahan sang pemilik mobil melihat kedalam mobil. Dan Ono juga menoleh sengaja menampakkan wujudnya. Si Ono nyengir membuat sang pemilik mobil shock.


"Po po poconggg"


"Iya gue emang pocong. Gak usah teriak juga kali. Bengeng kuping gue. Mobil loe gue balikin. Gue lupa kalau gue cuma bisa maju sama mundur aja"


Si Ono kembali pergi mencari kendaraan lainnya. Ono meninggalkan pemilik mobil yang sudah pingsan dengan celana yang basah karena ngompol.


Ono kembali berkeliling mencari sesuatu yang bisa dia kendarai. Dan saat didepan warung lesehan, Ono melihat gerobak nganggur.


"Nah ini baru perfect. Gue bisa nyetirnya"


Ono membawa pergi gerobak yang biasa untuk mengangkut perkakas pedagang lesehan. Beberapa pembeli makanan dilesehan tersebut berlari ketakutan karena melihat gerobak berjalan sendiri.


"Setannnnn"


"Ck. Berisik iya gue setan. Mau apa loe"


Ono membawa gerobak itu sampai kerumah Eneng. Setiap kali bertemu dengan manusia, Ono selalu diteriaki. Ono tak peduli yang penting dia cepat sampai dan menolong Eneng.


Tiba didepan gerbang rumah Eneng, Ono membawa gerobak itu masuk ke rumah Eneng dengan melewati gerbang.


"Kun Kun. Gue udah dapat kendaraan. Buruan bawa Eneng keluar"


Ono berteriak dari luar rumah. Namun masih tak ada jawaban dari si Kun didalam rumah. Ono khawatir terjadi sesuatu dengan Eneng. Ono langsung melesat masuk rumah.


"Kun. Ayo buruan bawa Eneng kerumah sakit. Gue udah bawa Limosin. Ayo buruan Kun"


Masih tak ada jawaban juga. Ono menuju kamar Eneng. Karena merasa aneh seperti tak ada kehidupan dari dalam kamar tersebut, Ono langsung masuk saja. Ono sangat terkejut melihat pemandangan dihadapannya.


"Enenggggg"


"Apaan sih no. Berisik"


"Ini kunkun kenapa"


"Pingsan"


"Kenapa bisa pingsan"


"Gak tau. Diem loe. Gue lagi konsentrasi"


"Eh tunggu. Perut loe masih utuh"


"Masih lah"


"Gak jadi brojol tuh si kembar"


"Lah kan emang belum waktunya no"


"Lah tadi loe mules kenapa neng"


"Gue mules karena..."


Bruttttt breeeet broootttt


"Ahhh lega. Gue mules karena gak bisa kentut Ono"


"Sekarang gue tau kenapa kunkun pingsan. Loe kentut sudah banyak neng"


"Dari tadi gak berhenti no. Kenapa emangnya"


"Baunya neng. Sumpah gue aja gak betah. Makan apa sih loe neng. Ampun"


"Gak makan apa-apa. Cuma ubi rebus sama jengkol aja"


Bruttttt breeeet broootttt


"Ahhh. Mantap"


"Loe mantap neng. Gue mampus"


_______


Apa jadinya kalau Eneng lahiran yang nolongin si KunNo


Jangan lupa bahagia gaesss


Jangan lupa jempolnya digoyang yuk