Eneng Oh Eneng

Eneng Oh Eneng
Impian Eneng



"Kalian baik-baik saja ya dirumah. Kalian yakin cuma mau dijagain sama KunNo"


"Iya oma. Cukup mereka saja bersama kita"


Duo F sedang memijat kaki dan tangan emak. Besok mereka akan berangkat sebelum subuh menuju asrama haji. Dan rombongan akan berangkat bersamaan dari asrama tersebut. KunNo juga ikut mendengarkan wejangan dari emak.


"KunNo. Kalian jaga baik-baik cucu gue. Kalau sampai kenapa-kenapa, kalian akan dapat hadiah dari gue"


"Siap emak bos"


Eneng dan Airil sudah beristirahat dikamar Mereka. Arjuna pun masih dikediaman Airil karena Arjuna yang akan mengantarkan mereka ke asrama haji. Arjuna sebenarnya bisa saja menjaga adik kembarnya, namun duo F yang tidak mau. Mereka tetap memilih bersama KunNo.


"Nanti minta oleh-oleh apa dari sana"


"Kami minta kalian pergi dan pulang dengan sehat dan selamat. Sudah cukup bagi kami"


"Yakin. Gak mau yang lain"


"Doakan kami yang terbaik saja Oma"


"Pasti itu tidak kalian minta pun Oma sudah mendoakan untuk kalian"


Mereka masih berbincang dikamar emak. Karena ini pertama kalinya mereka akan terpisah jauh.


"Oma emang udah belajar bahasa Arab"


"Harus apa. Bukannya nanti ada pak ustad yang dampingi kita"


"Ya ada sih Oma. Siapa tau Oma oleng lihat cowok Arab"


"Wuih bener banget loe than. Oma lupa. Orang sana kan guanteng puol. Siapa tau ada yang nyantol sama Oma"


"Hah. Yang ada Oma yang nyantol duluan"


"Heh. Pesona Oma itu tak terkalahkan"


"Hmm. Percaya. Tapi gak bisa bahasa Arab sama aja"


"Biarlah. Nanti sambil jalan juga bisa belajar"


"La kalau misal ada orang tanya. Siapa nama kamu. Terus Oma jawab gimana"


"Hmm. Allahuakbar"


"Lah kok Allahuakbar Oma"


"Kan yang penting bahasa Arab pathan"


KunNo mulai cekikikan dibelakang mereka. Sebenarnya ingin sekali tertawa sekencang mungkin. Tapi mereka takut kena kamehame dari emak.


"Berarti kalau misal ada yang muji Oma. Wah Oma cantik. Dijawab innalillahi wa innailaihi rojiun, gak salah dong"


Emak mengambil bantal dan langsung menimpuk Thian. KunNo sudah tak bisa menahan lagi tawanya. Begitu juga Fathan. Beruntung suara KunNo tak membuat gempar warga komplek. Ono menitipkan doa kepada emak dan diamini oleh Kunkun dan si kembar.


"Mak bos. Kita boleh nitip doa gak"


"Apa. Kalian minta dimasukin surga gitu"


"Ya itu salah satunya"


"Gak janji dikabulin tapi"


"Iya gapapa. Yang penting doakan saja seperti itu. Sama ada lagi"


"Apaan"


"Kami berdoa. Semoga emak bos diberi hidayah. Semoga emak bos diberi kewarasan. Aamiin"


"Aamiin"


Emak pun tanpa sadar juga ikut mengamini doa yang Ono bacakan. Emak baru menyadari doa tersebut setelah KunNo dan duo F meninggalkan kamar emak.


"Oma kami mau tidur. Oma juga istirahat ya"


"Ya ganteng. Kalian bobok yang nyenyak"


Emak berfikir sebentar dan kemudian berteriak kencang sambil melempar bantal.


"Oh dasar cucu sontoloyo"


Duo F dan KunNo tertawa didepan kamar emak. Airil yang mendengar suara teriakan sang mertua, mencoba keluar kamar untuk melihat.


"Oma kenapa teriak bang"


"Gapapa pah. Digigit nyamuk paling. Terus nyamuknya dibales sama Oma"


"Iya pah"


Ono tertawa melihat bos kecilnya berbohong. Mereka berjalan ke kamar sambil berbincang.


"Hahaha. Baru sadar emak bos sama doa kita"


"Siap-siap kalian kena kamehame dikirim ke Afganistan ikut perang"


"Ampun bos"


Malam semakin larut. Para penghuni rumah Prasaja sudah masuk kedalam dunia mimpi. Hanya dua bodyguardnya saja yang sedang berpatroli menjaga keamanan rumah mereka. Sambil berghibah ria.


"No. Loe percaya gak. Kalau nanti emak bos pulang umroh bisa tobat"


"Gak yakin sih Kun. Tapi kita berdoa saja bisa dapat hidayah"


"Tau gak No"


"Apa"


"Gue bayangin emak bos disana ketemu banyak cowok cakep. Eh bukannya umroh malah ngejar para pria itu. Hihihi"


"Sama gue juga sempat mikir gitu Kun. Entah seperti apa reaksi pak bos"


"Palingan ditinggalin gitu aja. Hihihi"


"Hihihi. Bener banget. Yah semoga gak seperti itu"


"Iya. Jangan sampai saja ada yang mutar lagu dangdut"


"Nah itu. Bisa ambyar. Yakin gue kalau itu emak bos gak kuat"


Mereka asyik menghibah hingga waktu Airil dan keluarganya berangkat menuju asrama haji. KunNo masuk kerumah untuk melihat para penghuni. Nampaknya Arjuna sudah bangun dan segera membangunkan yang lainnya termasuk duo F.


"Thian sama Fathan ikut antar gak"


"Ikut bang"


"Tapi ini masih pagi banget. Nanti ngantuk gak disekolah"


"Gak kok bang"


"Ya sudah. Kalian siap-siap. Abang mau masukin barang-barang ke bagasi dulu"


"Ya bang"


Setelah satu setengah jam lamanya, mereka sudah bersiap berangkat menuju asrama haji. KunNo memilih menjaga rumah. Dalam perjalanan, Eneng memilih duduk ditengah-tengah sang putra. Dan duo F meletakkan kepala mereka dikedua pundak Eneng. Airil yang berada disamping mereka pun merasa sedih. Tak ada ucapan apapun dari Eneng dan sikembar. Eneng terus membelai kepala kedua putranya. Dan keduanya juga melingkarkan tangan mereka diperut Eneng.


Setiba diasrama haji, para rombongan sudah berdatangan. Arjuna menurunkan koper dari bagasi. Duo F masih menempel pada Eneng. Airil pun memeluk mereka. Airil mencoba memisahkan duo F dari Eneng. Karena waktunya mereka untuk bersiap-siap naik kedalam bis yang akan membawa rombongan menuju bandara.


"Hmmm. Sudah saatnya mama dan papa pergi nak. Kalian baik-baik dirumah. Jika kesepian atau merasa takut, langsung kerumah bibi Titi atau ayah Arash"


Duo F hanya menggelengkan kepalanya. Eneng pun melepaskan pelukan mereka satu persatu. Dan memberikan pesan kepada keduanya.


"Baik-baik selama papa dan mama pergi. Jangan pernah pergi tanpa supir. Mama sudah bilang ke bang Al, setiap kalian pulang kerja harus diantar bang Al. Jaga makanan kalian. Mama sudah menyiapkan beberapa lauk kesukaan kalian jika kalian ingin makan dan masak sendiri. Uang jajan juga sudah mama lebihkan. Susu harus dihabiskan. Vitamin jangan lupa. Jangan lupa kasih makan peliharaan kalian. Dan juga koleksi burung papa"


Duo F hanya mengangguk tanpa suara sama sekali. Thian tiba-tiba menangis dan memeluk tubuh Eneng. Fathan pun yang berusaha menahan air mata, akhirnya menangis juga dipelukan Eneng.


"Mama juga jaga kesehatan disana. Jangan lupa telpon kami ya mah"


"Pasti sayangnya mama"


Airil pun ikut memeluk putranya bergantian. Dan mereka tak lupa mencium kedua putra kesayangannya mereka.


"Papa sama Mama berangkat ya sayang. Ingat pesan papa sama Mama. Papa akan sering hubungi kalian"


"Iya pah. Papa juga jaga mama ya"


"Pasti sayang"


Mereka pun berpamitan. Air mata akhirnya benar-benar menetes di pipi Eneng dan keluarga lainnya. Arjuna dan duo F menunggu hingga bis yang membawa kedua orangtuanya dan kakek nenek serta Oma mereka berangkat.


"Hati-hati mama papa. Kami menunggu kalian kembali"


_______


Eneng udah end ya gaesss..Maaf baru up gak bisa sering-sering. Karena si emak lagi semedi dulu..Makasih ya gaess udah setia ma Eneng. Seri berikutnya akan dengan judul berbeda.


Jangan lupa bahagia gaesss


Besok mau dong kasih vote🤣🤣🤣


jempol digoyang. Salam cinta dari Eneng dan Airil...