Eneng Oh Eneng

Eneng Oh Eneng
Ulah Kendil Jennar



Selama dikampung Eneng, baik Airil maupun Panji menjadi pusat perhatian bagi para wanita dari yang balita hingga sekelas kendil jennar. Bahkan kendil jennar mendadak amsesia dengan suaminya. Dia menggunakan berbagai cara agar bisa selalu mendekati Airil. Hal itu membuat emak Eneng kesal setengah berdiri. Nanggung amat yak.


Memang salsa, panji dan Airil menginap dirumah Eneng. Walaupun hanya rumah sederhana namun cukup luas. Para pria tidur didalam satu kamar. Karena rumah Eneng hanya memiliki tiga kamar namun cukup besar, Salsa memilih tidur bersama Eneng. Titi tidur bersama emak karena kamar Titi dipakai oleh dua cowok tampan.


"Besok ya kalau akang ganteng pulang, Titi gak akan nyuci spre sama sarung bantalnya. Biar nyenyak tidur Titi Mak"


"Besok bagi satu ya ti sarung bantalnya"


"Ogah"


"Eh loe lupa. Siapa yang brojolin loe sampe dlsegede gabang. Mau loe durhakim sama emak. Mau loe emak kutuk jadi..."


"Iya iya Titi bagi satu sarung bantalnya"


"Itu baru namanya anak sholehah"


"Iya kalau dapat yang enak suruh bagi. Giliran susah mikir sendiri"


"Ya harus gitu dong"


"Heh ya sudahlah"


Airil dan Panji sedang war dengan game online mereka. Benar-benar mereka melakukan liburan. Bahkan saat Gama menanyakan keberadaan Airil. Airil hanya berkata sedang liburan sejenak.


"Bang loe curang banget ih"


"Ya gak lah loe aja yang gak gesit. Awas atas loe Ji"


"Ya ya mati kan. Ah gak asyik"


"Hahaha. Anda belum beruntung"


Terdengar suara ketukan pintu. Mereka berdua sudah tau siapa yang mengetuk malam-malam begini. Dan keduanya tertawa.


"Fans berat loe bang"


"Malam ini apalagi ya. Berasa jadi artis disini kita ji"


"Iya bang. Hahaha. Mendadak tenar"


Suara pintu terus saja diketuk. Seperti malam-malam sebelumnya. Orang tersebut sangat tidak sabar untuk bertemu dua makhluk tampan. Apalagi besok mereka sudah kembali ke kota. Emak Eneng yang hafal dengan kelakuan orang itu, langsung keluar dari kamar dan membukakan pintu rumah dan melarang kedua pangeran tampan itu untuk keluar rumah.


"Kalian diam saja didalam sini, jangan keluar kamar ya. Biar emak yang ngatasi. Kunci saja pintu kamarnya. Takutnya negara api menyerang dadakan"


"Asyiappp Mak"


Panji langsung mengunci pintu kamar setelah emak menutup pintu itu. Didalam kamar, Panji dan Airil mencoba mencuri dengar dengan menempelkan telinga mereka dipintu. Emak juga berpesan kepada Salsa dan Eneng sama seperti kepada kedua pangeran itu. Sebelumnya, mobil salsa sudah dititipkan dirumah japri. Sepulang berjalan-jalan dan mencari oleh-oleh. Awalnya japri meminta mereka menginap dirumahnya dulu. Takut kejadian malam sebelumnya terulang. Namun karena kamar dirumah japri terbatas, Eneng meminta mereka kembali kerumahnya saja, hanya mobilnya saja yang mereka tinggal.


Malam pertama dan kedua....


"Assalamualaikum. Neng. Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam. Eh kendil jennar. Ada apa malam-malam kesini"


"Anu neng"


"Anu. Anunya siapa"


"Anu ituloh. Si kasep nginep disini"


"Oh anunya sikasep to. Ya gaklah Mak. Masa cuma anunya si kasep yang nginep sini. Kasepnya kagak. Buntung dong"


"Ck. Bukan gitu maksudnya markoneng. Emak nanyain teman-teman tampan kamu itu. Mereka nginep sini kan"


"Oh ngomong dong dari tadi"


"Lah kan udah ngomong dari tadi"


"Ngomong cuma anu anu aja kok. Gak jelas anunya siapa"


"Eh mana mereka neng"


"Lagi makan. Emak mau ketemu"


"Iya. Katanya salah satunya dokter ya neng"


"Iya kang Airil dokter Mak. Kenapa emangnya"


"Emak mau ketemu bentar dong"


"Ya udah yuk masuk aja Mak"


Kendil jennar langsung masuk melesat mencari sumber energi dimasa tuanya. Untuk kesegaran mata dan kesehatan jiwa katanya. Mendengar suara riuh dimeja makan, kendil jennar langsung menuju kesana.


"Hahaha. Bang loe beneran gak ngasih tau bang gama liburan disini"


"Nggak. Males ntar dia nyusulin"


"Malam ganteng"


Mereka menoleh kearah suara. Kompak mereka menjawab sapaan kendil jennar.


"Malem nek. Mari makan nek"


"Aduh jangan nek dong panggil saja kakak. Atau teteh"


Uhuk uhuk


"Eh pelan-pelan ganteng. Gak usah terpana dengan kecantikan kakak dong"


Byur


Airil dan Panji kompak tersedak makanan. Mereka lalu minum. Belum juga tertelan air itu kembali mereka semburkan mendengar ucapan kendil jennar. Air itu mengenai wajah Titi dan Eneng.


Panji awalnya ingin minta maaf karena tak sengaja menyembur wajah Titi. Tapi ternyata yang disembur malah kesenangan.


"Sembur lagi gapapa kok akang. Titi ikhlas"


"Hahhh"


Berbeda dengan Eneng. Usai kena semburan dari Airil, dia langsung mencuci wajahnya. Jika tidak bisa dipastikan matanya akan pedih. Karena Airil makan malam menggunakan balado telur super pedas.


"Neng maaf. Saya gak sengaja. Suer"


"Iya gapapa. Palingan juga cuma panas entar. Tuh kan sambel iblis. Maklum yang bikin setan"


"Heh juminten yang loe katain setan itu emak loe sendiri. Dasar anak setan"


"Eh jangan pada ribut. Pamali loh"


Emak Eneng yang merasa aneh dengan Mak Ijah, langsung menanyakan maksud kedatangannya. Apalagi mak Ijah merias dirinya full make up layaknya tamu kondangan.


"Emak malam-malam mau kondangan kemana"


"Siapa yang mau kondangan"


"Lah itu emak. Dandan udah menor banget. Mulut warnanya cetar banget"


"Oh. Emak gak mau kondangan. Emak sengaja mau kesini kok"


"Ngapain Mak"


"Mau ketemu akang dokter tampan"


Airil yang merasa dirinya dokter, langsung merasa terpanggil.


"Ada apa nek. Apa nenek sakit"


"Aduh kasep jangan nenek. Kakak saja. Umur kita gak beda jauh kok"


"Baiklah. Kakak sakit"


"Iya sakit banget"


"Mari saya periksa. Kebetulan saya membawa stetoskop. Duduk didepan dulu kak"


"Iya. Kakak tunggu ya kasep"


Mak Ijah berjalan menuju kursi depan. Pasangan salsa dan Panji saling menatap kearah Eneng. Mereka bertiga sama-sama mengangkat bahu. Airil kembali keruang tamu dengan stetoskop ditangannya.


"Yang mana kak sakitnya"


"Disini akang"


Mak Ijah meraih tangan airil dan meletakkan didadanya.


"Ini sakit sekali"


"Nenek eh kakak pernah kena serangan jantung sebelumnya"


"Belum pernah kecuali tadi siang"


"Apa yang memicu kakak serangan jantung"


"Karena kakak tak sanggup menatap wajah tampan akang. Saat pertama kali tadi melihat wajahmu, jantungku berhenti seketika"


Eneng menyahut dari dalam


"Mati dong Mak"


"Aku mati neng. Mati rasa dengan pria lain selain yang berada di hadapanku saat ini"


Eneng kembali menyahut bersama dengan Titi.


"Eyak eyak. Pelet terus"


Salsa dan Panji langsung tertawa. Melihat Airil digombali wanita yang sudah berusiaendekato satu abad itu. Emak Eneng langsung mendekat kearah Airil dan kendil jennar.


"Mak nyebut mak. Dirumah mang Kodir nungguin"


"Siapa Kodir. Eike gak kenal"


"Gak usah gitu Mak. Sama suami kok gak kenal"


"Saya masih gadis ya. Belum menikah. Akang ganteng jangan percaya omongan dia. Sirik aja dia. Iri bilang bos"


"Nyebut Mak. Nanti kehilangan patner main kuda-kudaan loh"


"Ini sudah ada gantinya. Lebih fresh dan segar"


"Buah kali mak"


Mereka terkejut saat sesosok manusia datang hanya menggunakan kolor hijau tanpa baju. Hanya jaket kulit berhiaskan tonjolan tulang yang dikenakannya. Suara dehemannya membuyarkan omongan kendil jennar.


"Ehemmm"


"Ya Allah. Kolor ijo gizi buruk"


________


dua kali ya gaesss


jangan lupa bahagia


jempolnya digoyang yuk