
Maaf ya bukannya gak mau up atau double up..lagi jadi pendamping PTS. Nanti kalau PTS sudah kelar, pasti seperti biasanya..😀😀😀😀
_______
Sore nanti akan diadakan acara empat bulanan kandungan Eneng. Airil memesan semua hidangan. Undangan juga sudah diedarkan sejak tiga hari yang lalu. Keluarga Airil dan Eneng juga sudah hadir. Selain acara pengajian empat bulanan Eneng, akan diadakan juga pengajian pra pernikahan Titi dan Japri.
Kedua orangtua Airil tidak keberatan dengan acara pengajian Titi. Dan semua rahasia mungkin akan terkuak saat pengajian nanti. Selama ini selain keluarga Airil dan Eneng. Hanya Jay dan Arka yang mengetahui rahasia antara Eneng dan Japri.
"Ibu. Istirahat dulu. Dari tadi Eneng lihat ibu belum istirahat"
"Iya neng. Sebentar lagi. Ini masih ngecek snacknya neng. Takut kurang"
"Ibu. Gak usah khawatir. Itu semua sudah dilebihkan kok. Ibu sudah makan belum"
"Sudah neng"
"Bapak kemana"
"Itu sama Juna sama Dzaky"
Eneng berjalan mencari keberadaan emaknya. Sedari habis sarapan, emak menghilang. Airil masih belum pulang dari rumah sakit karena masuk malam.
"Kemana sih semlehoi. Kok tumben gak ada baunya"
Bapak mertua Eneng sedang asyik bersama kedua cucunya bermain dihalaman depan. Melihat menantunya berjalan keluar, beliau langsung menghampiri.
"Mau kemana nak"
"Nyariin emak pak. Bapak lihat emak Eneng gak"
"Belum lihat nak"
"Ya sudah Eneng coba cari didepan pak"
"Kamu duduk saja nak. Biar bapak yang nyariin. Titi ada dirumah gak"
"Titi bantuin ibu didapur pak"
"Ya sudah kamu duduk. Jangan capek-capek. Bapak coba cari ke depan dulu"
"Ya pak. Hati-hati"
Bapak mertua Eneng mengambil sepeda digarasi. Sambil mengayuh sepeda, beliau mencari emak Eneng disekitar komplek. Sedangkan Eneng mencoba menghubungi nomor ponsel emak.
"Kemana sih. Kok gak diangkat juga"
Berkali-kali Eneng mencoba menghubungi emak, tapi tetap tidak mendapat jawaban dari emak. Bahkan sudah lima belas menit bapak mertuanya keluar rumah, masih belum ada kabarnya juga.
Menjelang siang Airil baru sampai dirumah. Keadaan rumah sedang ricuh, karena emak masih juga belum diketemukan. Eneng langsung meminta bantuan pengawal keluarga Malik untuk mencari emak.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam. Kamu sudah pulang nak"
"Iya pak. Ada apa pak kok ribut gini"
"Mertua kamu menghilang dari pagi tadi ril"
"Kok bisa. Nyelip dimana dia"
"Hus kamu tuh kalau ngomong sembarangan"
"Eneng dimana pak"
"Diruang tengah"
"Airil kesana dulu"
Airil khawatir dengan kondisi Eneng. Apalagi dia sedang mengandung. Airil takut terjadi sesuatu yang buruk pada Eneng.
"Sayang. Kamu gapapa kan"
"Gapapa kang"
"Syukurlah. Sudah ada kabar"
"Belum. Eneng juga bingung mau cari dimana lagi"
"Tenang sayang. Nanti pasti ketemu"
"Oh ya lupa"
"Apa sayang"
"Eneng mau nyuruh Ono sama sunsun nyariin emak"
"Apa mereka bisa neng"
"Mungkin"
"Kita coba sayang"
"Ono oh Ono. Sun sun kuy sun"
Kedua makhluk transparan itu datang dengan malasnya.
"Ada apa nyariin kita"
"Cariin emak gue. Emak ngilang"
"Segede gajah bisa ilang"
Eneng memukul kepala Ono menggunakan kemoceng.
"Gajah. Enak aja loe ngomong. Cepwt cariin Udah dari pagi ngilang"
"Iya. Iya kita cariin"
Sun sun dan Ono pergi mencari keberadaan emak. Airil juga membantu mencari disekitaran rumah. Menurut Airil mungkin emak tertidur disalah satu kamar. Namun juga tidak diketemukan. Bahkan gudang juga ikut Airil periksa.
"Kemana sih. Tumben ngilang gini"
Tak lama Ono kembali. Dan memberitahukan dimana keberadaan emak.
"Apa no. Ketemu gak"
"Ketemu dong. Ono gitu loh"
"Dimana emak"
"Hmm. Emak. Hmm"
"Han hem. Dimana no"
"Emak. Aduh gimana ngomongnya ya"
"Onoooo"
"Loe mending ikut gue neng. Gue anterin dimana emak loe sekarang. Karena gue susah untuk berkata-kata"
"Bentar. Gue panggil laki gue dulu. Jauh gak"
"Gak. Masih dikomplek ini. Si sun sun masih disana juga"
Eneng memanggil Airil. Masih dengan pakaian kerjanya, Airil menemani Eneng mencari keberadaan emaknya. Si Ono melayang didepan Eneng. Dia akan menunjukkan dimana emak berada.
"Sayang. Kamu gapapa kita jalan kaki"
"Gapapa kang. Itung-itung olahraga"
Sedangkan si Ono menggerutu karena disiang yang terik dia harus melayangn
"Gosong deh gosong. Neng gosong kulit gue"
"Loe emang udah gosong no. Kebanyakan dosa"
"Kalau ngomong yang bagusan dikit napa neng"
"Itu kenyataan no"
Mereka sudah sampai didepan kolam renang bersama didalam kompleks perumahan Airil. Eneng dan Airil saling pandang.
"No loe yakin emak disini"
"Emang emak lagi disini neng. Masuk aja lihat sendiri"
"Yuk sayang. Kita masuk"
Ono masih mengikuti eneng. Airil menggandeng tangan Eneng. Mereka masuk kedalam area kolam renang. Ternyata didalam ada beberapa ibu-ibu komplek yang sedang berenang. Karena risih, Airil memilih menunggu Eneng didekat pintu masuk. Para emak sedang parade bikini.
Eneng berjalan ditempat yang tidak terkena air. Agar tidak terpeleset. Ono dan sunsun menjaga Eneng.
"Sun. Emak-emak lupa usia. Uda tuir masih pake bikini"
"Biarin aja kenapa no. Loe pengen pake bikini juga no"
"Ogah. Sun menurut loe, apa yang mereka pamerkan. Udah kendor gitu"
"Loe gak tau seninya no. Udah ayo samperin emak"
Orang yang mereka cari sedang cemberut ditepi kolam renang. Beberapa ibu komplek mengajak emak untuk berenang bersama. Namun emak tetep cemberut.
"Mak Eneng ayo sini. Seger loh"
"Gak mau. Gak ada bikini"
"Udah gapapa pake daster aja dulu. Nanti beli. Disaya banyak Mak. Bagus-bagus modelnya"
"Iya bener kata Bu Joko Mak. Sekarang berenang dulu"
"Ya udah kalau gitu"
Emak beranjak berdiri dan akan meloncat kedalam kolam renang. Ingat emak memiliki bodi aduhai. Dengan slebor yang super montok. Kalau menurut sang menantu, badannya penuh polisi tidur. Eneng melihat emak akan masuk kedalam kolam renang, langsung berteriak. Namun sayangnya terlambat. Emak sudah menceburkan diri kedalam kolam.
"Mak. Jang....an"
Byurrrr
Sekejap air kolam berkurang. Bahkan beberapa ibu komplek yang masih didalam kolam renang tersingkir ketepian. Bak terkena ombak laut yang maha dahsyat. Tsunami dalam kolam renang. Emak langsung tenggelam ke dasar kolam. Para ibu panik. Namun tidak untuk Eneng. Airil yang mendengar Eneng berteriak, langsung mendekati sang istri. Tak peduli dengan para emak disana.
"Sayang kamu gapapa"
"Nggak kang"
"Emak mana"
"Didalam kolam renang"
"Emak tenggelam sayang"
Airil sudah akan berlari menolong emak. Namun dicegah oleh Eneng.
"Mau kemana kang"
"Nolong emak sayang"
"Gak usah. Tunggu aja bentar lagi juga ngapung"
"Yakin kamu sayang"
"Heem. Kita hitung"
Eneng mulai menghitung perlahan. Diikuti beberapa ibu-ibu komplek lainnya. Perlahan ada gelembung nampak dipermukaan kolam renang. Semakin lama gelembung itu semakin banyak. Ibu-ibu sudah berkumpul ditepi kolam. Perlahan kepala emak sudah timbul dipermukaan kolam. Dengan pipi menggembung. Dan daster yang juga sudah seperti balon.
"Tuh kan muncul. Ikan buntal kok dilawan"
______
Saingan Bagas dong ikan buntal
Jangan lupa bahagia gaesss
Jempol digoyang yuk