
Kepergian Arif beserta ibunya merupakan pukulan terbesar bagi ketua adat. Bahkan dia juga harus menanggung malu karena putranya sendiri yang menodai aturan kampung yang telah lama dia tetapkan. Keluarga Eneng juga sudah pergi meninggalkan kampung. Sebelum berangkat, Eneng menitipkan secarik surat untuk Mak Ijah yang memang sedang mengasingkan diri karena tidak mau melihat Eneng diperlakukan tidak adil.
Berkat Arjuna dan juga Putri semua ide gila Jay berjalan lancar. Jay memang memberikan ide untuk mengikuti permainan Tati. Berita murahan tentang Eneng memiliki seorang anak langsung menjadi poin penting Jay dalam menyelesaikan masalah. Dan ternyata memang berhasil.
Arjuna adalah anak dari kakak Airil yang sudah meninggal. Kedua orangtua Arjuna meninggal karena kecelakaan dan Arjuna diasuh oleh kedua orangtua Airil dikampung. Sejak kecil Arjuna memanggil Airil dengan sebutan papa. Saat pertama kali Airil mengenalkan Eneng kepada keluarga melalui boanggilan video, Arjuna langsung memanggil Eneng dengan sebutan mama.
"Alhamdulillah akhirnya bisa selesai sudah. Maaf ya neng kamu jadi gak bisa merasakan malam pertama dong"
"Besok juga bisa tuan. Kalau udah nikah sama kang Airil"
"Jay sepertinya ada sedikit pengingat dari perkataan Eneng barusan"
"Apa pah"
"Orkes dangdut tujuh hari tujuh malam"
"Siapa yang bilang pah"
Eneng langsung menyahut penyangkalan Jay.
"Gapapa lupa sama janji sendiri. Kan urusannya sama yang ngasih nyawa bukan sama Eneng. Lagian semakin bohong bikin semakin tua loh tuan"
"Kamu tuh ya neng. Suka banget ngatain saya cepat tua. Saya gak lupa. Jangan khawatir. Kamu duduk manis saja. Dari gedung, makanan , gaun dan hiburan saya yang akan yang akan tanggung. Kamu cukup persiapkan mental buat malam pertama. Takutnya malah kejang terus stroke dadakan. Hahaha"
"Tuan Jay menyebalkan"
"Kamu tuh punya penyakit aneh neng. Ingat itu. Jangan sampai Airil jadi duda dadakan. Terus ada berita judulnya. Sang pengantin wanita mendadak serangan jantung karena melihat Otong. Hahahaha"
"Jay kalau benar itu sampai kejadian, papa langsung amnesia siapa Eneng. Sumpah"
"Ih kalian doanya gak enak. Mbok yang bagus-bagus gitu"
"Lah kamu aja gak ada bagus-bagusnya neng. Hahaha. Saya masih belum yakin Airil yang tampan dan dokter bisa mau sama kamu"
"Dokter ahli syaraf kan ya Jay si Air"
"Kok Air sih tuan besar"
"Biar cepat manggilnya"
"Iya pah. Mungkin syarafnya nyungsep dikit jadi suka sama Eneng. Hahaha"
"Bukan nyungsep Jay. Tapi oleng. Hahahaha"
Melany dan Jasmine hanya bisa geleng-geleng kepala saja melihat anak dan papa mengolok-olok si Eneng. Emak dan Titi serta sang pengacara menggunakan mobil lainnya. Mereka kembali dengan konvoi tiga mobil.
Eneng bersyukur akhirnya masalah ini usai sudah. Walaupun harus membohongi satu kampung, Eneng tak peduli yang penting dia tidak terikat dalam pernikahan konyol itu. Kini dia mulai menata hati dan hidup barunya.
Sedangkan didalam mobil Airil, Arjuna merengek ingin ikut dengan Eneng. Sewaktu akan berangkat tadi, Arjuna memang sedang tidur. Dan Eneng lebih memilih ikut mobil Jay agar Airil tidak repot mengantarkannya pulang nanti.
"Mama mana. Mama mana"
"Mama ada didalam mobil depan itu sayang"
"Juna mau ikut"
"Nanti ya sayang kalau sudah sampai. Sebentar lagi kita sampai kok"
"Benar ya pa"
"Iya"
Setelah dibujuk Airil, Juna bisa lebih tenang dan bermain dengan mainan yang dibawanya dari rumah.
"Ril, kapan kamu mau melamar Eneng"
"Secepatnya Bu"
"Kalau menurut bapak, sebaiknya kita tunggu sampai Eneng sedikit tenang. Kasian dia baru saja tergoncang"
"Iya pak. Airil juga berfikir seperti itu"
"Iya ibu juga setuju. Tapi jangan lama-lama ril. Takut kecantol yang lain"
"Iya Bu. Paling satu bulan lagi, kemungkinan Eneng sudah bisa berfikir dengan tenang"
"Iya. Benar nak"
Kedua orangtua Airil memang menyukai pribadi Eneng yang baik. Hatinya sangat tulus. Walaupun sifat dan sikapnya ajib, itu bukan masalah bagi keluarga Airil.
Perjalanan mereka begitu lancar. Didalam mobil Jay sangat rame. Karena tiba-tiba Jay memutar lagu dan langsung bernyanyi. Jay dan Arka bisa berbahasa Jawa. Begitu juga Eneng. Karena beberapa maid mereka dan pengawal adalah orang Jawa. Keseharian mereka juga mendendangkan lagu koplo.
Mendung tanpo udan
Ketemu lan kelangan
Kabeh kui sing diarani perjalanan
Awak dewe tau duwe bayangan
Besok yen wes wayah omah-omahan
Aku moco koran sarungan
Kowe belonjo dasteran
Aku karo koe wes pisahan
Aku kiri kowe kanan, wes bedo dalan
Hokya hokye....
Jasmine dan Melany yang tak mengerti artinya hanya sebagai penggembira saja. Sengaja Jay dan Arka menggila untuk menghibur Eneng yang sedang berduka.
"Asyekkk asyekkk. Tarik mang'
"Ayo happy happy neng"
Jasmine dan Melany diam-diam mengambil video Arka dan Jay yang sedang menggila.
"Mah untung ini didalam mobil, coba dihall. Gak kebayang Jasmine mah"
"Iya bener kamu jas. Mama sampe heran semenjak ada Eneng. Mereka seperti bertemu dengan kembaran dalam bentuk lain"
"Hahaha iya mama benar"
"Jas. Ini video mau mama kirim ke Daddy Rei sama Daddy Alex. Biar mereka lihat adik ipar mereka yang penuh wibawa ternyata aslinya bobrok juga. Hahahaha"
"Ish mama tega banget buka aib suami sendiri. Tapi Jasmine sih oke. Hahaha"
Mereka berdua asyik berbisik saat ketiga trio ambyar terus berdendang dan bergoyang didalam mobil. Mungkin bagi orang yang melihat dari luar akan penasaran karena mobil Jay terus saja bergoyang sepanjang jalan.
Tiba dikediaman Malik, emak Eneng yang belum begitu sehat badannya kembali kepada ketidakwarasan yang sesungguhnya.
"Neng ini istana sultan mana. Gede bener"
"Sultan Malik Alfatir"
"Dari kerajaan mana neng"
"Kerajaan antah berantah tak tau dimana rimbanya"
"Ada kerajaan kayak gitu teh. Kok dipelajarinya sejarah Titi gak ada ya"
"Itu tidak tertulis dibuku sejarah nyata Titi. Adanya di dunia tak nyata"
Jay yang mendengar penjelasan aneh Eneng langsung mendengus kesal.
"Neng gaji bulan depan potong separo ya"
"Mas Arash. Mas Arsya gaji Eneng dipotong tuan"
Rashsya yang mendengar teriakan Eneng langsung berlari keluar.
"Siapa yang berani motong gaji Eneng"
"Tuh tuan"
"Tenang neng, nantinya kita telpon uwak bule minta dana tambahan"
"Rashsya jangan mempermalukan Daddy"
"Makanya jangan suka potong gaji Eneng"
"Kalian selalu saja berpihak pada Eneng"
Jay berlalu pergi. Kelemahan Jay adalah Afnan. Mereka selalu menggunakan Afnan untuk menjegal langkah Jay. Airil masih setia mengikuti Eneng begitu juga keluarganya. Arjuna langsung memeluk Eneng saat matanya terbuka.
"Mama ikut Juna pulang ya"
"Rumah Mama masih disini sayang. Nanti Juna main kesini saja sama kakak kembar"
"Tapi Juna mau mama pulang sama Juna kerumah nenek kakek"
Airil langsung menengahi agar Arjuna tak begitu sedih.
"Juna. Nanti mama juga akan tinggal sama kita. Tapi bukan sekarang. Sekarang mama harus jagain kakak kembar"
"Janji ya ma"
"Iya sayang"
"Neng. Semoga ini awal yang indah untuk kita"
"Bismillah kang"
Airil lupa jika Eneng tidak bisa terkena serangan mendadak. Airil mencium pelipis Eneng. Beruntung Juna sudah tidak digendongnya. Karena Eneng.
"Yah pingsan lagi"
__________
Maaf untuk nama daerah othor rahasiakan ya. Terus yang gak tau arti lagu diatas..silahkan tanya Mbah gulgul😂😂😂
Jangan lupa bahagia gaesss
Jempolnya digoyang yuk