Eneng Oh Eneng

Eneng Oh Eneng
Trio Gokil



"Neng. Ngemall yuk"


Pesan singkat dari Icha untuk Eneng. Mereka memang sering bermain bersama. Sekedar makan dikafe atau hanya berjalan-jalan saja. Kepenatan mengurus keluarga. Dan mereka butuh pelepasan agar tidak stres.


"Akang. Hari ini Eneng ijin jalan-jalan ya"


"Kemana"


"Mall"


"Icha kah yang ngajakin"


"Heem. Kan udah hampir dua bulan kita gak keluar kandang kang"


"Iya sayang. Uang masih gak"


"Aman. Mau tambahin boleh"


"Oke. Bentar"


Airil mengambil ponselnya dan membuka aplikasi M-Banking dan langsung mentransfer sejumlah uang ke rekening Eneng.


"Sudah akang tambahin. Beli yang kamu mau sayang. Gak usah hemat-hemat. Gak bikin kaya malah bikin pelit"


"Hahahaha. Beres bos"


Airil memang tak pernah pelit kepada Eneng. Setiap bulan sudah ada uang khusus untuk Eneng, namun memang jika Eneng akan pergi bersama teman-temannya, Airil akan menambah uang jajannya. Eneng sendiri tidak pernah tahu berapa jumlah uang saku dari Airil setiap bulannya.


"Berangkat jam berapa sayang"


"Belum tahu. Nunggu neng Icha sama neng Retha jemput"


"Nanti kalau belum pulang, dan akang sudah free. Nanti akang jemput sayang"


"Syiap"


"Akang berangkat dulu sayang"


"Iya kang"


Ritual seperti biasa yang mereka lakukan jika Airil akan berangkat bekerja. Airil mencium kening Eneng dan sedikit kecupan dibibir eneng setelah Eneng mencium tangan Airil.


Apa yang sedang mereka lakukan tak luput dari pandangan Japri yang tak sengaja melintas didepan rumah Airil. Setiap pagi memang Japri melintas disana. Japri memang tinggal dirumah Jay atas permintaan Jay. Japri pun akan membantu dirumah Jay jika tidak mengantar atau menjemput Seila dari rumah sakit.


"Kamu bahagia sekali neng. Semoga kalian langgeng terus kalian. Maaf sudah hampir memisahkan kalian"


Japri bergumam pelan. Dan kembali melajukan motornya menuju rumah Seila. Airil langsung berangkat menuju rumah sakit. Eneng masuk kembali kedalam rumah dan membereskan pekerjaan yang belum diselesaikan. Dan bersiap-siap menunggu Icha.


"Assalamualaikum. Orang cantik datang"


"Waalaikumsalam. Bentar ambil tas dulu"


"Wokey"


Icha dan Retha berjalan menuju meja makan. Membuka tudung saji dan masih terlihat ada udang goreng.


"Wah camilan nih"


"Cha. Bagi dong"


"Sini kak. Hmm enak"


Icha dan Retha menunggu sambil Eneng turun. Eneng sudah siap dan mencari keberadaan duo somplak berada.


"Ck. Kebiasaan. Tiap bertamu merampok kalian"


"Mubadzir neng"


"Iya jangan pelit-pelit"


"Udah yuk keburu panas"


"Yuk"


Mereka berangkat bertiga menuju mall. Sepanjang jalan ada saja bahan gosipan mereka. Setibanya di mall, mereka berjalan-jalan melihat barang-barang baru di mall.


"Kayaknya gue butuh dalaman baru ini. Biar Mas Arash makin megap-megap"


Icha langsung mendapatkan ide saat melintas ditoko pakaian dalam khusus wanita. Bahkan model terbaru juga terpampang disana.


"Warna merahnya menggoda neng Icha"


"Gue udah punya banyak yang merah. Kali ini mau cari warna lain"


"Gue juga mau ah Cha. Kejutan buat Kak Arsya"


"Loe gak beli sekalian neng"


"Belilah. Mau yang unyu-unyu gitu"


"Kayaknya loe pake model cosplay bagus neng"


"Cosplay apaan neng Retha"


"Kucing garong. Waong. Hahaha"


"Ck. Kalian selalu gitu. Tapi kalau beneran ada cosplay kayak gitu mau Eneng"


"Dah yuk masuk. Lihat-lihat"


"Kuy lah"


Mereka bertiga masuk kedalam toko tersebut. Menelusuri setiap rak di dalam toko tersebut.


"Neng ini warnanya bagus gak"


"Bagus sih neng Icha. Tapi itu warna janda"


"Sialan loe neng"


"Neng loe gak milih"


"Bentar Eneng lagi nyari model menantang"


"Uwu. Loe emang jagonya neng"


Eneng mencari satu stel pakaian dalam model yang sangat hot. Dia sengaja memilih dua warna berbeda. Setelah menemukan warna dan model yang pas, Eneng memfotonya dan mengirim kepada Airil.


"Done"


"Kenapa neng"


"Kita hitung mundur. 5 4 3 2 1"


Ponsel Eneng berdering. Telpon masuk dari sang suami. Aretha sengaja menguping begitu juga Icha.


"Assalamualaikum kang"


"Gak kang. Tadi tuh Eneng cuma tanya bagus mana kalau yang pakai Eneng"


"Bagus semua. Oya sayang. Tolong ya besok lagi kalau mau kirim gambar tanya akang dulu"


"Kenapa kang"


"Tadi akang lagi praktek memeriksa pasien sama anak magang. Terus malah kaki gama yang kejatuhan palu. Karena kaget kamu ngirim gambar itu"


"Hahahaha. Salah sendiri kerja sambil lihat ponsel"


"Jam istirahat sayang. Oya akang mau ada kunjungan bangsal"


"Ya sudah sampai ketemu dirumah sayang"


"Sayang. Jangan lupa dipakai ya malam nanti"


"Maunya"


"Iyalah. Dahlah. Assalamualaikum. Selamat senang-senang sayang"


"Waalaikumsalam. Selamat kerja sayang"


Icha dan Retha langsung tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan Eneng.


"Daebak emang loe neng. Gimana pak dokter mau berpaling. Kalau cara loe ekstrim gitu"


"Cara paling ampuh neng"


"Patut kita coba Cha"


"Betul. Mau sekarang"


"Nanti saja. Laki gue lagi meeting kayaknya"


"Tau darimana kak"


"Gue post story dari tadi dia belum komen. Biasanya langsung komen"


"Ya sudah. Baju perang sudah dapat. Sekarang kemana"


"Bentar deh neng Icha. Sepertinya kita perlu sesuatu yang berbeda"


"Apa neng"


"Yuk. Kesana"


"Oh gue tau maksud loe. Oke. Harus dicoba tuh sesuatu yang baru"


"Yuk ah"


Setelah tiga puluh menit lamanya mereka akhirnya keluar dari toko pakaian dalam. Mereka kembali melintasi beberapa toko pakaian. Saat melihat toko yang menjual baju kerja emak-emak saat dirumah. Mereka berbelok.


"Sepertinya kita juga perlu yang baru"


"Betul. Yuk cuzz"


Mereka membeli beberapa mini dress seksi. Baju dinas dirumah alias daster pun mereka pilih yang sekseh. Walaupun mereka membeli banyak barang hari ini. Tapi dijamin itu harga standar bukan merk ternama. Bagi mereka pakaian fungsinya sama. Yang penting nyaman gak perlu mahal.


"Huh lapar. Cari makan yuk. Baru balik"


"Okelah"


Mereka pergi ke food court area dilantai empat. Entah mengapa Icha ingin sekali makan di resto seafood. Mereka pun masuk kedalam resto tersebut. Dan benar didalam Icha melihat Arash sedang meeting ditemani Daffa. Yang membuat Icha sedikit tersenyum licik adalah klien perempuan Arash terlihat mencari muka.


"Cha itu Arash. Samperin gak"


"Jangan. Kak. Kita harus elegan. Lagian lihat aja laki gue sama Daffa risih sama kelakuan tuh cewek"


"Iya juga. Terus rencana loe apa. Buat nyelamatin Arash"


"Gue punya ide. Yuk cuzz ke toilet"


"Ngapain"


"Udah ayo"


Icha, Retha dan Eneng langsung masuk ke toilet dilantai yang sama. Beruntung toilet sepi. Icha masuk kedalam bilik terlebih dahulu dia mengganti gamisnya dengan lingerie yang tadi dibelinya. Dan meminta tolong Retha untuk memfotonya. Retha sudah paham maksud Icha. Retha dan Eneng pun mengikuti cara Icha. Jadilah mereka model dan fotografer dadakan ditoilet.


"Beres. Yuk balik makan. Kita lihat seperti apa mas Arash"


"Gue juga mau ngirim ke mas Arsya. Lihat dia online tapi gak balas chat gue"


"Laki gue lagi dibangsal"


"Gapapa yang penting gak pas operasi aja. Bahaya bisa salah gunting"


Mereka sudah duduk didalam resto tadi. Dan memilih tempat yang sangat bisa melihat Arash dari jauh.


"Bentar gue kirim pesan ayahnya Al dulu"


"Okey"


"Gimana Cha"


"Dia sih gak pernah bohong. Bahkan nadanya seperti butuh bantuan"


"Beraksi kita"


"Yuk. 1 2 3 send"


Mereka kompak mengirim foto hot didalam toilet tadi. Dan reaksi bersamaan mereka dapatkan dari para suami.


Arash langsung menelpon Icha. Begitu juga Arsya yang ternyata sudah berada di mall yang sama. Niatnya memberi kejutan kepada Aretha dan sengaja tak membalas pesan Retha. Namun baru saja akan naik ke lantai tiga, Arsya mendapat pesan yang membuatnya panas dingin. Arsya pun segera berlari. Sedangkan Airilpun sama langsung menuju mall. Airil ada di depan mall dengan tegas meminta Eneng turun.


Saat ketiganya sudah dihadapkan dengan tiga singa jantan yang kelaparan, mereka pun hanya tersenyum.


"Kalian bertiga bisa gak sehari saja gak nakal"


"Gak bisa. Demi melindungi suami tercinta dari kucing garong"


"Buna ayo pulang"


"Mami Serkan ayo"


"Eneng cepetan masuk mobil"


Hukuman siap menanti trio gokil karena membangunkan singa lapar..


_______


Hehehehe.....


Jangan lupa bahagia gaesss


Jempol digoyang yuk