
Tak terasa tiga tahun Eneng bekerja dikeluarga Salsa. Walaupun Salsa sudah pulih total, namun Salsa masih meminta Eneng untuk menemaninya kemanapun dia pergi sebagai teman. Sudah delapan bulan kedua orangtua Salsa tidak kembali ke tanah air. Mereka kembali ke Istanbul negara asal sang ayah.
Hubungan Salsa dan Panji juga semakin membaik. Panji juga sudah melamar Salsa. Mereka akan segera menikah awal satu bulan lagi. Dan hari ini Eneng diminta menemani Salsa dan Panji fitting baju untuk yang terakhir kalinya.
"Neng besok kalau loe nikah, loe wajib ngabarin gue. Walaupun nantinya loe gak kerja lagi sama keluarga gue, gue minta loe tetap jadi teman gue neng"
"Bener ya non kata teh geulis, kalau tuan sama nyonya sudah gak balik ke Indonesia lagi dan non salsa juga ikut kesana"
"Iya neng. Papa sama Mama lebih memilih kembali kenegara asal papa. Gue juga harus ikut. Kami semua akan pindah. Apa loe mau ikut gue kesana neng"
"Eneng juga pengen kerja diluar negeri tapi Eneng gak bisa ninggalin emak jauh non. Kasian cuma sama Titi di kampung. Nanti Eneng cari kerja disini saja"
"Tapi loe harus janji ke gue ya neng, kalau misal majikan loe yang baru gak baik. Loe harus cepet telpon gue. Gue bakalan jemput loe dan ikut gue. Nanti masalah emak gue yang bicara"
"Ya non. Non gak usah khawatir. Eneng selalu percaya jika kita selalu berbuat baik kepada siapa saja. Maka akan mendapat balasan yang sama non"
"Iya neng gue percaya loe orang baik neng. Tapi belum tentu nanti yang menjadi majikan loe baik. Dan gue gak mau ada yang nyiksa loe neng"
"Non salsa gak usah khawatir. Majikan neng yang baru nanti semuanya tampan-tamlan jadi Eneng betah kerja disana. Hahaha"
"Mau loe itu neng"
"Ye mas Panji. Omongan kan doa jadi itu doa Eneng"
"Hahaha ngarepnya tinggi bener neng"
"Oya mas Panji sama non Salsa kan baru dapat ijab sah bulan depan. Terus mas Panji langsung ditinggal gitu sama non salsa ikut tuan sama nyonya. Kasian dong ditanggal pas lagi enak-enaknya"
"Ya nggaklah neng. Masa masih anget-anget gue tinggalin. Salsa ikut gue kok"
"Bukannya mas Panji di Jakarta ya"
"Nggak neng. Gue nerusin usaha bokap yang di Singapura. Apa loe mau ikut gue ke Singapura neng"
"Ih jahatnya mas Panji. Masa Eneng mau diumpanin ke singa"
"Siapa yang mau ngumpanin loe ke singa sih neng"
"Tadi mas Panji bilang mau dibawa ke Singapura gitu. Kan sama aja mau diumpanin ke singa"
"Singapura nama negara Eneng diluar negeri. Lagian mana ada singa mau diumpanin sama loe. Yang ada gumoh dia langsung lihat loe neng"
"Hahaha gak hanya gumoh beib. Muntah terus kejang-kejang"
"Ish tega kalian mah"
"Neng kalau misal ada orang yang lebih baik daripada Japri dan sayang banget sama loe. Loe mau gak neng"
"Siapa emangnya non yang mau sama saya. Yang hanya seorang pengasuh non"
"Jangan merendahkan diri loe neng. Orang itu pernah ngomong ke gue kalau dia sayang sama loe. Tapi dia juga gak mau merebut loe dari Japri. Apa loe mau neng sama orang itu"
"Apa Eneng kenal non"
"Kenal kok"
"Maaf non. Untuk saat ini Eneng cuma mau jalani yang sudah ada saja dulu. Eneng juga gak mau nyakitin Japri. Apalagi selama neng dikota, Japri yang menjaga keluarga Eneng non. Emak punya penyakit bawaan. Dan kalau kambuh selalu harus kerumah sakit di kabupaten non. Dan hanya Japri yang selalu menolongnya"
"Neng. Boleh gue nanya yang lebih dalam dari lubuk hati loe. Dan gue minta loe jujur"
"Apa non"
"Awalnya Eneng hanya ingin menepati janji dengan Japri non. Tapi emak selalu bilang. Siapapun yang akan menjadi pilihan Eneng untuk masa depan Eneng, Eneng harus bisa menerima sepenuh hati. Walaupun mungkin itu bukanlah pilihan hati eneng"
"Sekarang apa loe sudah yakin Japri pilihan hati loe"
"Jujur belum non. Eneng berusaha membuka komunikasi diantara kita. Tapi rasa canggung selalu hadir. Kata orang jodoh itu memiliki perbedaan sifat. Dan akan cocok dan saling melengkapi. Tapi sampai saat ini perasaan saya masih sama. Japri adalah sahabat saya dan begitu susah bagi saya untuk mengubah sebutan itu non"
"Apa Japri tahu itu neng"
"Ya non. Setiap kali kami berkomunikasi. Dan membahas perasaan kami. Kami selalu jujur non. Karena kami takut hubungan yang berawal dari kebohongan akan tidak bagus pada akhirnya"
"Iya loe benar neng. Setelah kalian sama -sama jujur apa Japri masih tetap ingin menikah dengan kamu neng"
"Harus non. Karena adat. Kami tidak bisa melanggar adat kampung kami. Perempuan yang sudah dipinang tidak boleh membatalkan pinangan dengan alasan apapun kecuali lagian non"
"Kok aneh gitu neng. Gak adil dong namanya. Ya kalau ada kecocokan. Kalau misalnya gak cocok terus pisah kan sama saja bohong. Lebih baik gagal diawal daripada menyesal nantinya"
"Kami orang kampung masih mempercayai adat yang berlaku non. Kalaupun menolak harusnya dulu saat awal Japri mau meminang saya non. Tapi semua sudah terjadi"
"Sabar ya neng. Kalau kalian jodoh pasti ada jalan agar kalian bisa saling mencintai. Tapi kalau bukan jodoh mungkin jalan dari sang pencipta akan memberi petunjuk"
"Makasih non"
Eneng kembali terdiam di kursi penumpang. dan melihat pepohonan ditepi jalan. Panji melihat Salsa sedang mematikan panggilan kepada seseorang. Dan menuliskan pesan. Panji tahu siapa orang itu. Dan Salsa hanya berniat membantu saja sebisanya tanpa memaksa.
"Sudah dengar sendiri kan apa yang dikatakan eneng. Berdoalah semoga takdir berpihak kepadamu. Atau tunggulah janda Eneng. hahahaha"
Begitulah pesan Salsa kepada seseorang yang diam-diam menaruh hati kepada Eneng. Namun tidak berani mengungkapkan. Hanya berharap adanya keajaiban.
Usai fitting baju pengantin, Salsa dan Panji mengajak Eneng makan malam dan jalan-jalan. Sebagai hadiah perpisahan mereka. Bahkan Salsa memasukan Eneng kedalam sebuah yayasan penyalur pengasuh anak. Tujuan Salsa agar bisa memantau dimana Eneng bekerja. Dan seperti apa majikannya nanti. Untuk melepas Eneng, Salsa masih sangat berat hati.
"Non. Ternyata kita memang harus berpisah ya"
"Neng loe ikut gue aja ya ke Singapura. Loe nanti jagain anak-anak gue disana"
"Emang non sudah punya anak"
"Ya belum. Bikin aja belum"
"Kirain udah dicicil non"
"Amit-amit neng. Gak baik kayak gitu"
"Bukan gak baik lagi non. Tapi dosa. Dan mas Panji bakalan neng sleding karena berani nyuri start duluan"
"Gaklah neng. Mana berani gue. Enakan ntar pas malam pertama"
"Iyalah mas. Sempitnya itu loh bikin nagih"
"Ah loe neng bikin gue gak sabar kan"
"Omes omes dah kalian"
_______
Disini othor cuma ngasih clue sekali ya. Siapa jodoh Eneng nantinya...Belum tentu yang di Rashsya adalah jawabannya gaessss...
Jangan lupa jempolnya digoyang yuk gaesss
Jangan lupa bahagia gaesss