Eneng Oh Eneng

Eneng Oh Eneng
Daftar Belanja



Satu minggu setelah kejadian Nayla, Dokter Mela mengundurkan diri dari rumah sakit. Dokter Mela malu terhadap Airil. Walaupun Airil tak pernah membahas maslahat Nayla. Dan tetap bersikap profesional. Namun Dokter Mela sudah terlanjur malu dengan tindakannya waktu itu. Dan hal yang paling mengejutkan adalah, dokter Mela sempat berfikir akan memalsukan hasil pemeriksaan Eneng. Seolah-olah Eneng tidak akan pernah bisa hamil. Beruntung resep obat yang diberikan kepada Eneng, diteliti oleh salah seorang pegawai farmasi dirumah sakit. Karena ada keanehan, pegawai tersebut langsung mengkonfirmasi kepada Airil.


Hari ini Japri akan datang ke kota untuk mengadu nasib. Dzaky tetap tinggal dikampung bersama Titi dan emak. Emak juga sudah menganggap Japri seperti anaknya sendiri. Tak ada lagi amarah atau dendam dihari emak


Sejak semalam Eneng sangat jengkel dengan kelakuan Airil. Yang menurut Eneng menyebalkan dibandingkan hari baisanya.


"Sayang kenapa cemberut melulu sih"


"Masih kesel sama akang"


"Hahaha. Maaf sayang maaf"


"Tiada maaf bagimu kang"


"Iya akang salah. Maaf ya sayang. Beneran akang gak sengaja"


"Itu nyulamnya susah loh kang. Cepet bikinin lagi"


"Eh akang gak bisa nyulam sayang. Jahit bisa"


"Iya jahit kulit manusia. Jahit baju mana bisa"


"Bisa ya. Ngejek kamu"


"Iya baju sobeknya cuma dua senti. Jahitnya tiga jam"


"Lah kan harus teliti dan rapi sayang"


"Akang kira korban operasi tuh baju"


"Ya udah jangan cemberut lagi dong. Setan-setan pada takut lihat muka kamu sayang"


"Gak usah bawa-bawa setan kang. Marah mereka kena fitnah melulu sama bangsa manusia. Ntar kita dituntut tuh setan kena pasal pencemaran nama baik"


"Hahaha. Iya iya. Tapi jangan ngambek lagi dong"


"Makanya cepet balikin sulaman Eneng akang"


"Beli jadi aja ya. Berapa pun akang bayar"


"Gak mau. Makanya punya kolor kalau udah rusak dipakai lap aja. Ini kolor talinya udah molor masih aja dipakai. Udah gitu sulaman Eneng jadi korban"


"Kan akang gak tau kalau tali itu sebagian udah jadi sulaman. Akang buru-buru asal tarik aja"


"Huaaahhhh. Yang akang lakukan itu sungguh jahat"


"Heh jangan nangis. Iya akang jahat. Nanti akang coba belajar nyulam dulu ya. Jangan nangis sayang"


"Beneran"


"Iya. Beneran. Apa sih yang nggak buat Eneng"


"Oke. Eneng ke dapur dulu. Bye bye"


Bruttttt


"Neng ke dapur ya ke dapur aja. Gak usah ninggalin jejak napa"


"Halah kelepasan dikit"


"Tapi bau banget neng. Sumpah"


"Gak inget habis makan jengkol sekilo"


"Duh Gusti. Akang duduk diteras sayang. Sebelum pingsan"


"Oke. Sekalian tunggu tukang sayur kang"


"Ya"


Eneng membereskan peralatan masaknya. Dan membersihkan seluruh rumah. Airil selalu menyarankan agar memakai pembantu. Jawaban Eneng selalu spektakuler. Eneng emang dulu kerjanya apa kang. Satu kata yang membuat Airil mengalah.


Eneng sedang menulis beberapa sayuran dan lauk yang habis. Jika Airil libur, selalu Airil yang akan berbelanja dan Eneng merampungkan pekerjaan rumah. Sebenarnya belanja bukanlah hal yang Airil sukai. Bukan karena malu itu pekerjaan wanita. Tapi karena otak istrinya yang ajib. Selalu memberi daftar belanja dengan teka teki. Itu membuat Airil berfikir keras.


"Akang. Ini daftar belanjaan hari ini. Buat seminggu"


"Wokey beib"


Airil menerima sepucuk kertas yang sudah tertulis tapi apa saja yang harus dia beli nanti. Hanya membaca sekilas Airil sudah menghela nafas dalam. Dia mencari pulpen dan kertas lain untuk mengartikan daftar belanja tersebut.




Ikan bujang satu kilo




Ikan gadis satu kilo. Inget jangan dijadikan satu plastik sampai rumah beranak gak jadi dimasak .




Umbi baik hati yang dijahatin umbi jahat ¼




Umbi jahat gak ketulungan ¼




Kedelai menyatu yang lemah lembut 2 kantong




Ijo yang bikin kuat angkat jangkar 2 ikat




Kedelai yang menyatu 2 papan






Penyanyi dipagi hari 2 kg




Teman baik tukang gosip ¼




Sudah sakit ditambah jadi perih 1 bungkus




Standar peraturan perusahaan 2 bungkus




Rasanya membuat hidupku makin nano nano




Airil mencoba menerka apa maksud sang istri kali ini. Hampir setengah jam Airil menerjemahkan maksud Eneng. Sang ahli pembuat istilah sedang mengepel dilantai atas sambil berjoged dan bernyanyi riang gembira.


"Maju tak gentar pembela yang benar. Maju serentak tentu kita menang"


Mungkin jiwa patriotisme Eneng sedang muncul sedari pagi hanya lagu maju tak gentar dan kemerdekaan yang dia nyanyikan penuh semangat. Terkadang diubah menjadi versi dangdut.


Sayurrrrrr. Sayurrrrrr


Teriakan tukang sayur komplek menggelegar. Airil langsung berlari keluar. Walaupun amsih ada beberapa kata yang dia masih tak paham. Pikirnya nanti akan dia tanyakan kepada tukang sayur. Airil hanya bisa mengartikan lima jenis bahan dari beberapa bahan yang Eneng tuliskan.


"Weh pak dokter yang belanja. Bininya kemana"


"Lagi bersih-bersih kang"


"Mau beli apa nih"


"Kang tau artinya semua ini gak. Saya cuma tahu yang nomor satu, tiga, empat, sama dua belas. Lainnya gak"


"Coba sini pak dokter"


Tukang sayur pun hanya bisa garuk-garuk kepala. Baru pertama kali melihat daftar belanjaan terunik.


"Siapa yang nulis pak dokter"


"Istri saya"


"Ya sudah si ibu saja yang suruh baca. Bikin pusing kepala ini mah"


"Ya sudah tolong ikan lele sekilo, bawang merah sama putih seperempat. Sayur sop dua bungkus. Akang tunggu bentar saya tanya istri saya dulu"


"Asyiap. Ini belanjaannya saya simpan sini dulu ya pak dokter"


"Oke kang"


Airil kembali masuk kedalam rumah. Mencari keberadaan sang istri. Ternyata Eneng sedang ditaman belakang. Membersihkan daun-daun berguguran.


"Sayang"


"Iya kang"


"Sini deh"


Eneng mendekat kearah Airil. Dengan tangan diangkat karena penuh tanah.


"Ada apa kang"


"Sayang. Akang nyerah beneran. Ini artinya apa. Akang cuma berhasil empat jenis saja"


"Huh. Cemen. Katanya dokter ternama. Cuma suruh belanja aja menyerah"


"Ini daftar belanjaan terajib sayang. Kalau kamu suruh akang belah badan manusia akang oke. Tapi kalau main teka teki pasal persayuran, akang nyerah"


"Mana sini. Akang tulis mana yang gak bisa"


"Nomor dua paan sayang"


"Ikan nila. Gitu aja gak tahu. Satu-satunya ikan namanya perempuan"


"Oh oke. Terus nomor lima sama enam apaan"


"Tahu sama bayam. Masa sama Popeye lupa"


"Oh iya ya"


Airil melanjutkan sisa belanjaan yang masih belum dia pahami. Setelah semua selesai, Airil kembali ketukang sayur menyelesaikan belanjanya. Saat Airil keluar tadi masih sepi. Tapi kali ini sudah ramai dengan ibu-ibu komplek Melihat Airil berbelanja dengan celana pendek dan kaos polos hitam. Membuat ibu-ibu tak berkedip. Tubuh atletis Airil membuat ibu-ibu terpana.


"Ibu-ibu liurnya dikondisikan. Laki Eneng ini"


"Pelit amat sih neng"


"Biarin. Suka - suka Eneng lah. Bu Berta. ngencesss ihhh"


"Iuhhhhh"


________


Siapa bisa tebak tuh teka teki Eneng😂😂


Jangan lupa bahagia gaesss


Jempol digoyang yuk