Eneng Oh Eneng

Eneng Oh Eneng
Sepenggal Kisah



"Sepertinya kita harus segera menyusul Dzaky sayang"


"Tapi kang, apa sebaiknya kita bawa pulang Dzaky saja"


"Kita lihat nanti seperti apa baiknya neng"


"Iya kang"


Airil dan Eneng sedang membahas tentang Dzaky. Saat ini Dzaky sedang bekerja diluar kota. Sudah hampir satu bulan ini memang Dzaky jarang menghubungi keluarganya secara intens. Itu membuat keluarga khawatir. Dzaky hanya berdalih sedang sibuk. Dan satu Minggu ini sama sekali Dzaky tidak menghubungi keluarganya.


Namun peristiwa yang menimpa Dzaky terbongkar saat Airil harus menghadiri acara talk show yang diadakan disebuah rumah sakit. Dan rumah sakit tersebut berada dikota tempat Dzaky tinggal. Airil sudah berniat akan mencari tahu keberadaan Dzaky saat acaranya sudah selesai.


Airil menjadi pembicara utama dalam talk show tersebut. Acara berjalan sangat lancar. Setelah acara talk show, Airil melakukan visit pasien yang diadakan rumah tersebut. Satu persatu pasien Airil ajak bicara. Saat sedang rehat sebelum mengakhiri acara kunjungannya hari itu, Airil sempat meminta ijin untuk ke toilet.


Airil sempat menyasar karena mendengar tangisan seseorang. Seorang wanita paruh baya dan pria yang masih muda. Duduk didepan sebuah ruang rawat. Airil mencoba mendekati mereka.


"Selamat siang"


"Siang dok"


"Sedang menunggu saudaranya ibu"


"Bukan dok. Kami sedang menunggu pasien korban tabrak lari"


"Innalilahi. Masih kerabat ibu"


"Bukan dok. Kami hanya menolong. Karena kecelakaan terjadi didepan warung kami"


"Lalu keluarganya. Apa sudah diberitahu"


"Ponsel korban hancur dok. Kami bingung harus menghubungi siapa. Dan sekarang kami lebih bingung lagi, karena pasien harus menjalani operasi. Kami tidak punya biaya"


"Apa ibu sudah mencoba menghubungi polisi. Agar polisi bisa membantu mencari dan menghubungi keluarga korban"


"Kami takut dok. Kami takut jika polisi malah ngira kami yang membuat masnya itu celaka"


"Tidak ibu. Tidak akan seperti itu. Polisi pasti akan membantu jika ibu melaporkan kejadian tersebut. Apa perlu saya bantu"


"Jangan dok"


Obrolan Airil terjeda karena utusan kepala rumah sakit tersebut mencari keberadaan Airil yang tak kunjung kembali.


"Maaf dok. Sudah ditunggu di aula"


"Oh ya. Tunggu sebentar dok. Saya ingin bertanya. Apakah rumah sakit ini tidak boleh salah membantu korban kecelakaan mencari keberadaan keluarganya"


"Kami selalu membantu dan memediasi jika dan masalah dok"


"Lalu untuk pasien didalam bagaimana. Sedangkan mereka yang menunggu juga kebingungan"


"Oh untuk pasien ini, kami sedang berusaha dok. Karena memang pasien ini ditemukan tanpa identitas juga. Yang kami temukan hanya pecahan ponsel disebelah korban"


"Begitu. Kenapa ada orang seceroboh itu pergi tanpa identitas"


"Kami pun berfikir demikian. Sampai saat ini kami sedang berusaha mencari keberadaan keluarganya dok"


"Hmm. Boleh saya masuk menjenguk pasien tersebut"


"Boleh dokter silahkan"


Airil ditemani dokter lain yang bertugas dirumah sakit tersebut untuk menjenguk pasien korban tabrak lari. Betapa terkejutnya Airil. Orang yang saat ini terbaring lemah adalah Dzaky keponakannya sendiri.


"Dzaky"


"Apa dokter mengenal pasien"


"Ini keponakan saya"


"Alhamdulillah akhirnya keluarga korban bisa ditemukan"


Airil mencoba memeriksa kondisi Dzaky. Sungguh mengenaskan. Dan Dzaky masih berada diruang gawat darurat karena belum ada keluarga yang menjamin.


"Tolong siapkan kamar terbaik dirumah sakit ini dok. Saya yang akan menanggung semua"


"Baik dok"


Airil menghubungi Eneng dan mengabarkan kondisi Dzaky. Airil juga meminta agar enneg merahasiakan dulu dari keluarga lainnya terutama emak. Setelah memeriksa kondisi Dzaky, Airil memberi ucapan terimakasih kepada keluarga yang telah merawat dan menolong Dzaky.


Satu Minggu lamannya Airil menjaga Dzaky. Airil berniat memindahkan Dzaky ke rumah sakit tempat dirinya bekerja, namun Dzaky menolak.


.


.


Pagi yang indah, Duo F masih disibukkan dengan dunia permodalannya. Walaupun terkadang membuat Almeer pusing. Meera dan Shaki masih berlibur di Indonesia. Shaki sering mengunjungi Almeer. Setelah berbicara secara intens, Shaki dan Almeer akan mencoba membuka hati mereka untuk oranglain. Walaupun Almeer tahu akan sangat susah baginya berdekatan dengan lawan jenis.


Kehebohan kembali terjadi saat pengambilan gambar kali ini. Niat hati membawa mereka kearena taman bermain agar mereka tak bosan. Malah berubah menjadi petaka. Rio sang fotografer sampai memuntahkan semua isi perutnya. Karena ulah Fathian dan Ammar. Mereka memutar wahana bermain sangat kencang.


"Huekkkk"


"Iuh. Om jorok"


"Berhenti. Plis berhenti pusing ini"


Thian memperlambat laju mainan tersebut. Rio dengan tertatih turun. Dia ambruk dan ditolong oleh kru lainnya. Thian dan Ammar melanjutkan acara bermain mereka dengan heboh.


"Yang kenceng bang"


"Ayoook tarikkkk thiann"


Ammar mengayunkan kakinya hingga mainan itu berputar kencang. Keduanya berteriak kegeringan. Almeer yang baru datang dan melihat Rio terkapar, langsung mendekat dan bertanya. Rio dan kru lainnya menceritakan apa yang terjadi. Almeerpun hanya bisa memeluk jidatnya.


"Ya Allah. Gini nih punya adek yang terlambat dewasa. Pusing"


Almeer mencari cara agar Thian dan Ammar berhenti bermain. Karena dari Rio Almeer memperoleh kabar, jika mereka baru mendapatkan tiga foto saja. Sedangkan Fathan dan Ashraf sedang asyik memancing dikolam tak jauh dari arena bermain.


"Bos ini harus gimana"


"Bentar gue cari cara dulu Yo. Jangan sampai salah langkah. Tau sendiri mereka itu ajib banget"


"Gak masalah sih. Tapi apa memungkinkan"


"Setidaknya disana Fathan dan Ashraf bisa ambil gambar ditepi kolam ikan"


"Oh benar juga. Ya udah yuk. Gue bujukin duo onar satu itu dulu"


Almeer berjalan menuju Fathian dan Ammar yang sudah berhenti bermain. Keduanya sekarang sedang asyik mengejar kupu-kupu yang terbang melintas dihadapan mereka.


"Ammar, Thian ayo pindah tempat"


"Pindah kemana bang"


"Kolam ikan"


"Asyekkk tuh"


"Makanya buruan ganti pakaian"


"Hoke"


Almeer tetap waspada karena keduanya dengan mudah dibujuk. Almeer mencoba mengingat kejadian yang sudah-sudah. Mengingat wahana apa yang pernah biang onar singgahi. Dalam ingatan Almeer, mereka sering ke kolam ikan untuk mancing. Dan aman-aman saja. Dan menurut Almeer hari ini pun juga aman.


Almeer menunggu keempatnya dengan tembaga. Karena pemotretan berjalan dengan lancar. Namun semua berubah saat Fathan dan Ashraf tanpa sengaja mendapatkan ikan dengan ukuran jumbo. Itu membuat Ammar dan Thian iri. Thian mulai merengek kepada Fathan.


"Ah. Gue juga mau bang"


"Loe gak bisa mancing dek"


"Abanggg"


"Ya sudah sini kailnya. Abang pasangin umpan"


Thian memberikan kail yang dibawanya kepada Fathan. Fathan mulai memeriksa kali tersebut dan memasangkan umpan untuk Thian.


"Ini. Loe lempar ke tengah. Terus tunggu dengan tenang"


"Hem. Oke"


Thian mematuhi saran Fathan. Dia melemparkan umpan kebagian tengah sungai. Thian yang notabene tidak bisa diam dalam waktu yang lama, mulai bergerak-gerak resah. Melihat kailnya bergerak-gerak, Thian heboh berteriak girang.


"Abang ini kenapa gerak sendiri"


"Itu ada ikannya yang nyangkut dek"


"Bantuin bang'


Fathan meletakkan kailnya dan membantu Thian menarik ikan yang didapatkannya. Adegan saling tarik menarik antara si kembar F dan ikan telah dimenangkan sang ikan. Karena membuat kail Thian patah.


Pletak


"Yah dek patah. Lepas ikannya"


Thian melongo melihat buruannya pergi membawa setengah kailnya. Hal tak terduga terjadi. Karena kesal buruannya kabur, Thian langsung meraih jaring ditepi kolam dan tanpa aba-aba, Thian menceburkan dirinya kedalam kolam ikan.


Byurrrr


Semua mata melihat ulah Thian. Bahkan Almeer sampai menjatuhkan botol air mineral yang tadi digenggamnya. Belum hilang ke kagetan mereka melihat Thian, Ammar pun ikut masuk kedalam kolam.


"Duh Gusti. Dosa apa gue. Ya Allah. Cobaan apalagi ini"



(Mainan yang dipake untuk mengerjai Rio)


Almeer begitu putus asa melihat ulah adiknya. Tak lama Thian muncul dengan mengangkat ikan yang sempat kabur tadi. Bahkan Thian dan Ammar tertawa girang dengan hasil tangkapan mereka.


"Yessss. Akhirnya dapat ikan gede"


"Hebat loe dek"


"Bantuin naik bang"


Fathan dan Ashraf bersiap menolong duo kembar lainnya untuk naik dari dalam kolam ikan. Almeer langsung memutuskan untuk mengakhiri pekerjaan hari ini. Karena kesal, Almeer memberikan mereka hiburan.


"Kalian berempt. Naik mobil bak terbuka. Dan duduk dibelakang. Sampai rumah"


"Kejem amat bang. Lagi PMS kayaknya bang Al"


"Bodoo"


_____'



mainan yang dipakai Saat Thian mekutar



Duo Dean



Shakinah



Serkan


___''


visual duo F ada diatas.....


Jangan lupa bahagia gaesss


Jempol digoyang yuk