
Acara dokter Gama akan dilaksanakan malam hari. Sebagai keluarga terdekat orangtuanya salsa menyempatkan waktu untuk hadir. Mereka sama terkejutnya tak mengira keponakan mereka bertunangan karena memang selama ini Gama tidak dekat dengan wanita manapun kecuali keluarga.
Sesuai janji Airil, hari ini Eneng dibelikan gaun oleh Airil. Dan akan berangkat bersama Airil. Airil sudah menganggap Eneng sebagai adiknya sendiri. Mungkin nasib Eneng yang begitu baik selalu bertemu dengan keluarga yang bisa menerima status sosialnya yang berbeda.
"Neng malam ini kamu jadi berangkat dengan dokter Airil"
"Jadi nyah"
"Kamu sudah punya gaun belum neng. Kalau belum saya belikan sekalian beli untuk salsa"
"Eneng sudah dibelikan dokter Airil kok nyah. Jadi gak usah dibelikan lagi"
"Wah wah. Dokter Airil benar-benar menyayangi kamu ya neng"
"Iya nyah. Eneng bersyukur memiliki saudara angkat yang baik"
"Iya kamu benar. Ya sudah saya mau ke butik dulu ambil pesanan gaun. Nanti kamu temani salsa ke salon ya. Sepertinya Panji akan sampai nanti sore dari luar kota"
"Ya nyah nanti non salsa biar Eneng antar saja"
"Kalau kamu pengen nyalon juga boleh neng. Selama disini kamu belum pernah kesalon kan neng"
"Belum nyah"
"Ya sudah nanti saya kasih tau salsa agar kamu ikut nyalon bukan hanya nungguin. Semua pegawai disini biasanya juga suka nyalon satu bulan sekali"
"Oh ya makasih ya nyah"
"Iya sama-sama. Saya pergi dulu. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam nyah"
Mama salsa pergi meninggalkan rumah bersama sopirnya. Eneng mencoba bertanya kepada teman-temannya di dapur mengenai nyalon yang dikatakan oleh majikannya tadi.
"Teh geulis. Selama disini teteh sudah pernah nyalon"
"Sering neng. Bahkan sering ditraktir nyonya juga"
"Iyakah"
"Iya neng. Emang loe ditawarin nyalon juga"
"Iya katanya nanti disuruh bareng non salsa"
"Ya udah terima aja. Lumayankan hemat pengeluaran neng"
"Tapi Eneng masih bingung teh"
"Bingung kenapa neng"
"Ntar neng nyalon jadi apa coba. Kades. Bu rete atau Bu erwe. Atau malah camat ya teh. Lagian neng kan gak sekolah. Masa bisa nyalon"
"Astaghfirullah ya gusti. Gue lupa otak loe belum diupgrade ya neng"
"Kok tau si teh"
"Markoneng. Nyalon yang dimaksud nyonya tuh bukan nyalon pemilu. Tapi pergi ke salon"
"Oh potong rambut ya teh. Tapi rambut Eneng kan gak panjang amat teh"
"Salon disini gak hanya buat potong rambut kali neng. Loe bisa meni pedi. Creambath. Dipijat juga. Enak pokoknya"
"Apa itu mani padi teh"
"Meni pedi neng. Maksudnya bersiin tangan sama kaki loe sampai kuku dipotong dan dirawat neng"
"Oh gitu"
"Sana bangunin non salsa. Biar gak kesiangan ke salonnya kalian"
"Iya teh. Eneng ke kamar non salsa dulu"
"Hem"
Eneng berjalan ke kamar salsa dilantai atas. Semenjak sembuh dan bisa berjalan normal, Salsa kembali menempati kamar asli miliknya.
"Pagi non"
"Pagi neng. Hari ini ke salon kita neng. Tadi mama sudah nransfer duit buat loe nyalon"
"Iya neng. Makasih ya non udah baik sama Eneng"
"Gue yang harusnya makasih ke loe neng. Karena loe sabar dan selalu membuat gue semangat menata masa depan"
"Sama-sama neng. Ya sudah loe ganti baju sana jangan pake baju perawat. Hari ini gue pengen kita jalan sebagai teman neng. Loe mau kan jadi teman gue seterusnya"
"Iya non. Makasih ya non. Eneng terharu"
"Dah sana ganti. Ntar gue tunggu diretas neng"
"Asyiap"
Neng berlari kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian. Eneng memakai celana jeans panjang dan kaos oblong yang sedikit kebesaran.
"Eneng siap non"
"Widih loe cakep dandan kayak gini neng. Besok-besok gak usah pake seragam lagi. Dandan aja kayak gini"
"Tapi nanti nyonya marah non"
"Nggak akan. Nanti gue yang bilang. Yuk kita pergi"
Salsa mengendarai mobilnya sendiri menuju salon yang ada didalam sebuah mall ternama. Mama salsa sudah memboking untuk Eneng dan salsa. Tiga jam waktu yang dihabiskan salsa dan Eneng memanjakan diri. Ini pengalaman pertama Eneng mendapat perawatan. Dia hanya terus menjerit-jerit pelan saat para terapis melakukan perawatan. Bahkan Eneng sempat tertidur pulas saat dipijat beruntung dia tidak ngiler hanya ngorok kecil saja.
Usai dari perawatan, salsa mengajak jalan-jalan Eneng sebentar di mall. Mereka hanya melihat-lihat saja. Setelah puas, mereka pulang kerumah untuk beristirahat. Salsa akan menjemput Panji di bandara sore nanti. Gaun kiriman Airil untuk Eneng juga sudah sampai. Eneng sudah mencobanya. Dia merasa seperti Elsa Frozen.
Malam pun tiba. Airil dan Panji sudah berada dirumah salsa menjemput pasangan masing-masing. Mereka akan menggunakan mobil sendiri-sendiri.
"Malam. Kalian sudah datang"
"Iya tan"
"Duduk dulu. Sebentar lagi mereka siap kok"
"Baiklah"
Tak lama terdengar suara hak sepatu menggema. Mereka semua menatap terpana kepada kedua sosok gadis muda dihadapan mereka. Terutama Eneng. Mereka kaget melihat perubahan penampilan Eneng.
"Ini Eneng kan"
"Bukan. Kenalkan Katty peri"
"Ckck. Kok bisa berubah gini sih"
"Cantik kan cantikan. Ya cantiklah"
"Cantik banget kamu neng. Saya pangling"
"Ah Aa bikin jantung eneng lepas lagi"
"Kalau lepas bakal saya simpan di jantung saya neng"
"Acieee dokter gama bisa juga ya gombalnya"
"Dah yuk berangkat keburu telat. Gak enak masa keluarga datang terlambat"
"Iya om"
Mereka langsung pergi meninggalkan kediaman keluarga salsa. Dengan mobil yang beriringan. Hanya butuh waktu lima belas menit untuk sampai di hotel tempat Gama melangsungkan pertunangan. Nampak para tamu undangan sudah berdatangan. Salsa dan Panji mengikuti kedua orang tua salsa menuju rombongan keluarga pihak Gama. Sedangkan Airil dan Eneng melihat dari kursi para tamu undangan.
"Meriah banget ya a' acaranya"
"Iya neng. Gak mungkin gak meriah. Gama itu anak lelaki satu-satunya dikeluarganya. Semua saudaranya perempuan"
"Oh gitu. Pantes mewah banget"
Suara pembawa acara sudah terdengar. Acara pertunangan Gama segera berlangsung. Mereka yang baru pertama kali melihat wajah calon istri gama, merasa takjub dengan kecantikannya. Usai acara inti, kini giliran para tamu undangan yang ingin mengucapkan selamat dipersilahkan. Satu per satu keluarga mengucapkan selamat diikuti oleh para rekan kerja Gama dan teman-temannya.
Airil dan Eneng berjalan dengan Eneng mengapit manja lengan Airil. Hampir semua rekan dokter dan perawat yang melihat Airil menggandeng perempuan terkejut. Karena Airil dan Gama sama-sama tidak pernah menggandeng perempuan. Giliran Airil dan Eneng menyalami Gama dan calon istrinya.
"Bro. Selamat ya semoga lancar sampai hari h nanti"
"Aamiin bro loe cepet nyusul deh"
"Insyaallah doakan saja"
Gama melihat Eneng yang masih belum mau melihat kearahnya. Gama dan Airil mencoba menyadarkan eneng.
"Neng kamu gak mau ngucapin selamat ke gama"
"Maaf kita sudah end. Eneng gak kenal"
"Hehehe. Jangan marah dong neng. Kita kan belum end"
Calon istri gama bingung dengan perkataan ambigu gama. Sedangkan kedua orangtua gama yang sudah mengenal Eneng hanya tersenyum saja.
"Dia siapa bang"
"Dia.."
"Kenalkan Aura kasih. Mantan yang tersakiti Aa gama"
"Apa. Beneran bang kayak gitu"
"Hahaha. Tumben gak Elsa Frozen neng"
"Lagi gak mood"
"Tadi Katty peri malahan gam. Hahaha"
Calon istri gama semakin penasaran dengan siapa Eneng. Karena gama belum memberi jawaban.
"Dia siapa bang. Benar mantan Abang"
"Dia mantan patner gila. Tapi bentar lagi balikan kok hahaha. Ya gak neng"
"Ogah. Kita end gak bisa nyambung. Yuk aa Airil kita kesana aja sebelum eneng kilap ngajak lari aa gama"
"Hahahaha. Dasar markoneng"
Gama dan Airil tertawa terbahak-bahak berbeda dengan para rekan kerja mereka berdua dan calon istri gama. Pembawa acara langsung mengumumkan akan adanya acara musik. Eneng yang sudah lama tak digoyang. Langsung maju menyumbang lagu. Dan terjadi lagi...
"Malam ini spesial aura kasih nyumbang lagu untuk dokter gama yang tampan. Lagu ini spesial buat akang gama. Ungkapan perasaan eneng"
Yang belum mengenal Eneng banyak yang salah paham. Namun bagi yang sudah mengenal Eneng hanya tertawa saja dengan ulahnya. Eneng pun mulai bernyanyi.
Kini tinggal aku sendiri hanya berteman dengan sepi....
Airil dan gama terhanyut dengan alunan musik. Tanpa sadar mereka ikut berjoged bersama tamu lainnya. Membuat orangtua gama dan rekan kerjanya terperangah.
"Itu gama. Kenapa jadi gitu"
"Ternyata dokter gama sama dokter airil bisa oleng juga ya"
Hilang sudah image dingin dan judes mereka. Ambyar dibuat oleh Eneng...Tarik sis...
Hok a hok e
______
Jangan lupa bahagia gaessss
Jempolnya digoyang yuk