Eneng Oh Eneng

Eneng Oh Eneng
Teman Bobrok



Kejadian Eneng pingsan saat pertama kali datang dan fakta yang didapat Jay dari pemilik yayasan membuat keluarga dan dokter Ali tertawa. Eneng terkena sindrom pria tampan. Jika terkena senyum pria tampan iman lemahnya langsung bereaksi.


"Neng kamu disini tugasnya menjaga si kembar saja. Membantu Jasmine memandikan dan menemani bermain. Untuk urusan dapur itu tugas saya dan pembantu lainnya. Kalau mau bantu juga boleh"


"Baik nyonya"


"Dan satu lagi, mulai sekarang kau harus kuat hati. Saudara dari papanya Jay dan juga keluarga saya semua memiliki paras seperti Jay dan dokter Ali. Jadi jangan pingsan lagi ya"


"Gusti. Nyonya ada tidak yang jual jantung cadangan. Biar eneng beli satu"


"Buat apa neng"


"Jaga-jaga. Kalau keluarga tuan dan nyonya datang. Lihat pak Jay dan pak Arka saja eneng sudah gemetaran apalagi yang lain. Bisa loncat jantung Eneng"


"Nanti saya belikan jantung ayam satu kilo buat cadangan kamu neng"


"Lah kok malah menyusut ukurannya nyonya"


"Itu yang pas buat kamu neng. Kalau copot tinggal dipasang yang lainnya lagi. Gak susah juga nyarinya"


"Nyonya ah suka gitu"


"Lagian ya neng seumur-umur baru sekarang saya tau ada penyakit sindrom orang ganteng neng. Kok bisa gitu"


"Ya bisalah nyah. Nyatanya Eneng kena"


"Oya kamu sudah menikah neng"


"Belum nyah. Tapi saya sudah punya tunangan"


"Oh ya. Kenapa gak langsung menikah saja eneng"


"Belum merasa yakin nyah"


"Kok bisa. Kamu dijodohkan"


"Tidak nyonya"


"Terus kenapa merasa tidak yakin"


Eneng jujur menceritakan kisahnya dengan Japri kepada Melany. Jasmine yang baru ikut turun bersama Jay ikut menyimak. Mereka perlu tau asal usul pekerja mereka agar tidak terjadi hal-hal buruk kedepannya. Mendengar kisah eneng dan japri membuat Jay yang sedang menyesap kopi tersedak. Sedangkan Jasmine dan Melany sama kagetnya.


Uhuk uhuk


"Gusti. Kamu ya neng masih kecil udah lihat kayak gituan. Dosa atuh neng dosa"


"Dosa kan kalau disengaja nyonya. Eneng kan gak sengaja. Japri juga minta ditolongin kok"


"Tapi kan kamu bisa manggil orang lain buat nolong. Gak harus kamu neng"


"Aduh nyonya Jasmine, mana sempat. Keburu molor tuh terong. Mending masih nempel lah kalau sampai terlepas dari tempatnya kan makin kacau nyah"


"Hahahaha. Kamu bener neng. Gak kebayang saya kalau molor gak balik lagi. Kayak mie cuma kenyal-kenyal saja"


"Nah tuan tau"


"Daddy. Malah ngomporin"


"Itu fakta mommy sayang. Coba aja bayangkan kalau Daddy yang mengalami itu"


Jasmine berdecak malas dan kembali membantu memasak. Eneng lah yang sedang melamunkan apa yang Jay katakan.


"Wah pastinya jadi mie kualitas premium dong tuan"


"Kok bisa neng"


"Iyalah. Kata teman Eneng kalau orang luar negeri sama orang pribumi ukurannya beda. Otomatis kualitasnya juga beda tuan. Tapi ya daripada disosor bebek mending disosor nyonya tuan. Bener gak"


"Jelaslah neng. Mending nyonya yang nyosor hahaha"


"Ketemu patner bobrok ini mah namanya"


"Iya kamu benar jas"


"Neng"


"Ya nyonya Jasmine"


"Kamu aja yang nyosor gimana"


"Eneng siap lahir batin nyonya. Yuk kapan"


"Soang sana loe sosor neng"


"Tuan mah jahat"


Eneng sudah memanaskan ASI milik si kembar. Dan dia beranjak kembali ke kamar si kembar yang masih terlelap. Eneng baru ingat belum memberi kabar Salsa. Dia langsung iseng mengambil foto dirinya bersama si kembar.


"Assalamualaikum non salsa. Apa kabar. Maaf baru sempat ngasih kabar. Eneng udah dapat majikan baru non. Dan Alhamdulillah mereka baik semua. Yang terpenting mereka tampan semua non hahaha. Eneng ngasuh bayi kembar yang tampan non. Ni Eneng kirim fotonya. Salam buat mas Panji ya non. Assalamualaikum"


Ekkkkk


Suara rengekan dari salah satu bayi kembar yang sedang dijaganya. Dan bayi itu perlahan membuka matanya. Eneng harus mengamati secara detail agar bisa membedakan nama keduanya.


"Oh ini den Arsya ya. Aden haus ya. Bentar Eneng ambil dotnya dulu"


Seolah bayi itu memahami perkataan Eneng, dia diam menanti sampai botol susunya.


"Ini anak tampan diminum dulu ya"


Arsya langsung melahap habis susunya hanya selang lima menit Arash juga terbangun. Eneng sudah menyiapkan botol susu didekatnya dan langsung memberikan kepada Arash. Bayi tampan itu kini kembali terlelap. Setelah memastikan benar-benar aman untuk ditinggalkan, Eneng beranjak keluar kamar. Perutnya mulai lapar. Dengan membawa botol kosong, Eneng menuju dapur.


"Mereka sudah minum susu neng"


"Sudah nyonya. Habis langsung tidur lagi"


"Ya sudah. Sekarang kamu makan dulu. Kalau mau mengerjakan sesuatu juga boleh. Saya yang akan menemani si kembar sampai kamu selesai neng"


"Makasih nyah"


Eneng berjalan ke kamarnya dibelakang untuk mengambil cucian kotornya. Setelah memasukan pakaian ke mesin cuci, Eneng langsung mengambil makanan yang sudah disiapkan. Ponsel Eneng berdering. Panggilan masuk dari Salsa tertera disana.


"Assalamualaikum non"


"Waalaikumsalam neng. Gimana kabar kamu neng"


"Alhamdulillah baik banget non. Non sama mas Panji gimana kabarnya"


"Baik. Kamu lagi apa neng"


"Sarapan non"


"Neng gue kangen loe. Kita panggilan video aja ya. Kangen lihat muka asem loe. Hahaha"


"Oke non"


Salsa mengubah panggilan biasa menjadi video. Melihat Eneng makan dengan lahap membuat salsa tertawa.


"Pelan-pelan saja makannya neng"


"Ini enak banget non. Semur jengkol"


"Siapa yang masak"


"Nyonya"


"Hah. Masa nyonya rumah masak sendiri neng"


"Beneran non. Eneng cuma boleh jaga anak-anaknya saja. Masak dikerjakan nyonya besar sama menantunya kalau bersih-bersih ada bagian sendiri non"


"Wah. Syukurlah kalau gitu neng. Oya siapa nama majikan kamu neng"


"Zaydan Malik"


"Kok saya kayak pernah dengar nama itu ya"


"Masa non. Tau gak non orangnya beuh ganteng gak ketulungan"


"Hahaha jangan bilang loe pingsan neng pas lihat pertama kali"


"Ah non tau aja"


"Kapan tuh penyakit ilang neng"


"Gak tau non. Tapi jangan salahkan Eneng dong non. Salah sendiri punya wajah kualitas premium. Iman Eneng kan lemah lihat gituan pengennya meluk gitu"


"Heh loe ya neng. Kebiasaan. Oya kapan loe merried sama Japri"


"Belum tau non"


"Oh gitu. Oya neng kemarin gue gak sengaja ketemu dokter Airil disini. Dia lagi menghadiri seminar. Katanya salam buat kamu"


"Waalaikumsalam non. Apa kabarnya dokyer tampan itu. Udah nikah"


"Dia baik. Belum masih jomblo dia neng"


"Oh kirain dah nikah"


"Belum. Ya udah ya neng. Gue cuma mau matiin loe baik-baik saja disana. Kalau ada apa-apa langsung hubungi gue neng. Gue akan jemput loe"


"Iya non. Jaga kesehatan non dan salam buatas Panji"


"Iya neng kamu juga"


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"