Eneng Oh Eneng

Eneng Oh Eneng
Berita Besar



Pewaris Keluarga Malik Sudah Memiliki Kekasih


Almeer Malik Bukanlah Gay


Calon Istri Sang Pewaris


Banyak tajuk berita bermunculan dalam laman berita online akhir-akhir ini. Dan sang bintang utama adalah Almeer Raize Malik. Beberapa foto Almeer dan Shaki bertebaran dilaman utama berita online. Dan menjadi trending topik.


Sang tersangka pembuat kehebohan hanya tertawa saja. Keluarganya pun sama. Bahkan kedua keluarga hanya tersenyum menanggapi berita tentang kedua putra putri mereka. Dan ini kali ketiga perusahaan Arash dipenuhi para pemburu warta. Mereka menunggu konfirmasi dari keluarga ternama tersebut.


Hari ini Almeer datang bersama dengan Almeera. Si kembar yang disembunyikan identitasnya oleh keluarga mereka. Hanya Dean bersaudara yang dikenal publik. Itu pun karena terlalu sering menjadi model iklan.


Para pemburu berita semakin penasaran dan heboh saat melihat Almeer turun dari mobil dan menggandeng tangan Meera. Keduanya tetap berwajah dingin. Tak lama Arash dan Jay juga memasuki lobby perusahaan. Mereka memutuskan untuk mengklarifikasi berita yang sedang beredar saat ini. Arash menanyakan kesiapan lobby sebagai tempat untuk konferensi pers.


"Gimana semua siap"


"Sudah. Semua sudah gue siapin"


"Oke sesuai alur saja. Jangan ada pertanyaan mendalam mengenai Shaki. Karena Almeer masih belum memutuskan apapun"


"Oke gue paham"


Daffa sebagai asisten Arash sudah paham dengan karakter bos sekaligus sahabatnya. Semenjak Icha memutuskan untuk tinggal dirumah, Arash meminta Daffa kembali menjadi asistennya. Daffa sudah bersiap membuka acara pagi ini.


"Selamat pagi semua. Assalamualaikum warahmatullahi wabarrakattu. Hari ini keluarga Malik Alfatir akan mengklarifikasi semua berita yang saat ini sedang beredar. Dan pertanyaan dibatasi untuk tiga orang dari perusahaan berita yang berbeda. Pertanyaan tidak boleh melenceng dari topik saat ini. Dan dimohon untuk tidak memaksakan jawaban. Terimakasih"


Arash, Jay mulai duduk dikursi yang telah disiapkan. Kemudian diikuti si kembar Al. Para pemburu berita sudah sangat tidak sabar untuk mendapatkan jawaban terbaik dari Almeer. Daffa kembali menjadi moderator.


"Oke acara segera di mulai. Saya persilahkan untuk mengajukan pertanyaan"


Daffa melihat banyak pemburu berita mengacungkan jarinya. Daffa menunjuk salah satu pemburu berita yang ada didepannya.


"Iya anda silahkan. Tolong perkenalkan diri anda dan nama perusahaan yang menaungi anda"


"Terimakasih. Saya Nani dari kantor berita Salut"


"Pertanyaannya"


"Maaf pak Almeer sebelumnya beredar berita tentang kekasih anda. Dan yang sudah banyak diketahui jika anda termasuk orang yang pemilih. Bisa kami meminta informasi tentang wanita yang saat ini menjadi topik pembicaraan. Dan mengapa sekarang anda membawa wanita yang berbeda lagi. Terimakasih"


Almeer menatap tajam kearah depan. Dengan penuh percaya diri, Almeer mulai menjawab pertanyaan dari para pemburu berita.


"Saya akan menjawab pertanyaan ini hanya sekali dan tidak akan saya ulang. Pertanyaan serupa kedepannya tidak akan saya jawab"


Dengan tegas dan tatapan dingin Almeer mulai membuka suaranya. Meera yang berada disampingnya pun bersikap sama. Keduanya memang memiliki wajah dingin namun berhati bunny.


"Perempuan yang menjadi topik utama berita akhir-akhir ini adalah sahabat masa kecil saya. Dan kami memang sangat dekat hingga sekarang. Saya sangat menyayanginya. Dan wanita disamping saya ini. Adalah wanita ketiga yang paling saya sayangi dikeluarga Malik Alfatir"


Jawaban ambigu dari Almeer memang semakin membuat penasaran para pencari warta dihadapannya. Almeer memang tidak akan mengenalkan Meera secara gamblang karena Arash sendiri yang akan memperkenalkan Almeera dihadapan publik.


"Ada yang akan bertanya kembali. Silahkan Mas yang berbaju merah"


Seorang pria berdiri memperkenalkan dirinya. Dan berlanjut dengan pertanyaan yang mengganjal hatinya.


"Saya Rahmat dari perusahaan berita Sakti"


"Silahkan"


"Maaf pak Almeer apakah anda berkenan menyebutkan nama wanita masa kecil anda tersebut. Dan apa pekerjaan nona tersebut. Terimakasih"


Almeer memegang mikrofon yang tadi sudah diletakkan. Kembali dengan nada tegasnya.


"Maaf saya tidak akan memberitahukan identitas sahabat spesial saya. Terimakasih"


Wajah-wajah kecewa nampak dihadapan Almeer. Namun Almeer tidak perduli. Almeer tak mau ada yang mengusik kehidupan keluarga Shaki.


"Untuk kesempatan terakhir. Silahkan"


Daffa melihat begitu antusiasnya mereka mengetahui kebenaran tentang seorang Almeer Raize. Pria memiliki paras menawan dengan rambut pirang gondrongnya. Sebenarnya Wajah Almeer dan Meera itu tidak terlalu bule. Karena memang Icha asli Indonesia.


"Silahkan mbak berbaju biru"


"Terimakasih. Saya Anita dari Kolase. Saya ingin bertanya. Apakah karena gadis masa kecil ini yang membuat pak Almeer sampai saat ini belum mengakhiri masa lajangnya. Dan untuk nona disamping pak Almeer. Apakah anda juga mengenal gadis yang sedang menjadi vital saat ini"


"Ehem"


Almeer berdehem sejenak sebelum menjawab pertanyaan terakhir. Bahkan sempat saling pandang dengan Meera.


Daffa menutup acara sesi tanya jawab dan beralih kepada Arash yang akan memperkenalkan Almeera dihadapan publik untuk pertama kalinya.


"Untuk acara sesi tanya jawab saya tutup. Dan selajutnya akan ada pemberitahuan penting dari Bapak Arash Malik. Silahkan kepada bapak Arash Malik"


Arash mengambil alih mikrofon yang tadi dipegang oleh Almeer. Arash menarik nafasnya sejenak.


"Hari ini dan kesempatan yang baik ini, saya akan memperkenalkan putri tunggal saya yang selama ini sama sekali belum diketahui identitasnya"


Arash menarik tangan Meera untuk berdiri. Keduanya tersenyum manis.


"Ini adalah putri kandung saya satu-satunya. Kakak kembar dari Almeer Raize Malik. Dia adalah Almeera Raisya Malik"


Semua tercengang mendengar penuturan Arash. Memang selama ini semua mengetahui jika keluarga Arash memiliki dua pasang anak kembar. Namun yang jelas terungkap adalah Dean bersaudara. Sedangkan Almeer Dan Meera tidak.


"Mungkin kalian bertanya-tanya dimana putri saya selama ini. Dan mengapa baru saat ini saya perkenalkan"


"Meera atau Raisya selama ini tinggal di luar negeri. Meneruskan pendidikan dan mengelilia perusahaan keluarga disana. Saya memang tidak ingin terlalu banyak berita mengekspos kelurahan saya. Dan sekarang sudah jelas jika perempuan cantik ini adalah kakak dari Almeer. Terimakasih"


Arash kembali duduk. Daffa hendak menutup acara konferensi pers pagi ini, namun kejadian tak terduga datang.


"Mereka bohong. Perempuan di samping Almeer adalah istrinya. Bahkan mereka sudah memiliki empat anak kembar"


Semua mata tertuju pada perempuan dengan pakaian begitu seksi. Audrey mantan teman kencan buta Almeer.


"Kalian pasti gak percaya. Saya punya buktinya"


Audrey memang sempat meminta rekaman CCTV resto agar bisa membuktikan jika perkataan Arash dan Almeer dusta. Saat rekaman diputar, Almeer dan Meera menahan tawa. Arash dan Jay hanya menggelengkan kepala mereka melihat kelakuan jahil duo Al.


"Itu sudah jelaskan mereka berbohong saat ini"


Daffa mencoba menenangkan situasi yang mulai ricuh karena kedatangan Audrey.


"Mohon tenang sebentar. Tolong dengarkan tanggapan langsung dari keluarga yang akan diwakilkan oleh Pak Zaydan Malik"


Jay langsung memberikan jawaban yang sangat logis. Bahkan mereka membawa serta empat anak biang onar.


"Silahkan anda semua perhatikan. Apakah yang yang berbeda dari keempat anak ini. Dan kebetulan mereka ada disini. Kalian bisa melihat perbedaan keempatnya"


Keempat bocah onar sudah memasuki lobby dan bergabung dengan yang lainnya. Suara bisikan kembali terdengar. Membahas perbedaan keempatnya.


"Mungkin yang sudah sangat familiar bagi kalian adalah si kembar Dean Ammar dan Dean Ashraf. Mereka memang sudah dikenakan dipublik. Sedangkan yang dua ini adalah anak dari saudara kami. Anak seorang dokter ternama. Fathan dan Fathian Prasaja. Alasan mereka melakukan hal seperti dalam rekaman itu karena cucu saya Almeer menolak perjodohan dengan nona Audrey. Cukup sekian keterangan dari saya"


Audrey merasa dibodohi dan dua kali dibuat malu. Dia pergi begitu saja. Acara pun sudah ditutup oleh Daffa. Dan semua kembali seperti semula.


"Kalian berdua lama-lama jadi bintang pilem aja. Kebanyakan drama"


"Turunan siapa coba"


"Ayah gak gitu ya kak"


"Hilih sok gak ngaku. Tak semudah itu Ferguso kau menipu kami"


"Dan kau Esmeralda, ilmu mu masih cetek"


Perdebatan Meera dan Arash memang selalu membuat keluarga disekitarnya malas untuk sekedar melihat keduanya. Almeer hanya kata. menjawab dengan satu kata yang pasti langsung membuat mereka bungkam.


"Lebay"


______


Ini emak bonusin Almeer...




Meera tanpa hijab...


Hari ini tanpa canda dulu....


Jangan lupa bahagia gaesss


Jempol digoyang.