Anindirra

Anindirra
Chapter 73



Dengan bantuan tangga khusus seorang pria berumur yang masih terlihat gagah duduk di atas kursi roda. Patah tulang yang di alaminya belum sepenuhnya pulih. Ia masih menggunakan bantuan kursi roda dan kruk untuk membantu aktifitasnya.


Ketampanan dan kharismanya tidak berbeda jauh dengan sosok Dirga. Dia Bastian Wijaya, pria berumur 65 tahun itu salah satu pria yang di segani dan di perhitungkan di kalangan pebisnis.


Nama besarnya lebih dulu melambung sebelum ia menyerahkan jabatan dan tanggung jawab besar kepada putranya Dirgantara Damar Wijaya.


Di dampingi seorang wanita. Alyne melangkah menuruni anak tangga pesawat satu persatu dengan anggun. Senyum cerah tidak lepas dari bibir wanita berumur 60 tahun itu. Wanita itu masih terlihat awet muda.


Penampilan sederhananya tidak menutupi kalau ia wanita berkelas dengan kesederhanaannya. Wanita yang telah melahirkan Dirga, pria sukses dengan segala talentanya.


Tidak ketinggalan Pak Mustafa asisten setia merangkap supir pribadi yang sudah di anggap layaknya keluarga oleh Bastian Wijaya. Pria ramah bersahaja itu selalu ada dimanpun Bastian berada.


"Ayoo kita sambut Mommy dan Daddy." Dirga meraih jemari Anin.


"Ap-apa! Mommy dan Daddy?" Anin sangat terkejut ketika mengetahui siapa orang yang di jemputnya.


"Santai … jangan tegang, kamu bukan ingin bertemu dengan macan." Dirga dapat merasakan keterkejutan dan ketakutan Anin, tangannya terasa dingin.


"Mereka sudah jinak." Dirga berbisik di telinga Anin. tersenyum simpul dengan mengedipkan matanya.


Bagi Anin, tetap saja pertemuan ini menjadi sesuatu yang berbeda dan mendebarkan. Ia takut penolakan yang akan di terimanya.


"Mom. Dadd.." Dirga menyapa keduanya. Ia memeluk Alyne, wanita lembut dengan sejuta kasih sayangnya.


"Bagaimana kabarmu bocah nakal?"


"Mom, jangan menjatuhkan imgeku di depan istriku. Aku bukan bocah lagi."


"Tetapi buat Mommy kamu tetap anak laki-laki kecil Mommy."


"Apa dia menantu Mommy?" suara lembut itu beralih melihat Anin yang menyembunyikan tubuhnya di belakang Dirga.


"Kemari Nak, peluk Mommy."


Mendapat sambutan hangat dari orangtua Dirga membuat Anin terharu. Ia tidak menyangka akan di terima dengan baik. Kedua wanita berbeda usia itu saling memeluk dengan hangat dan saling mengenalkan diri.


"Bukannya Mommy mendapat dua paket sekaligus?"


Pertanyaan wanita itu membuat Dirga dan Anin Bingung.


"Dua paket?" Dirga bertanya


"Ya, bukankah Mommy mendapatkan menantu sudah satu paket dengan anaknya. Berarti Mommy dapat menantu dan cucu?"


"Maksudanya Alea." Anin ikut bersuara


"Nam gadis mungil itu Alea? Nama yang cantik."


"Oh Good. Apa kita akan berlama-lama di sini?" Tuan Bastian menyela pembicaraan Anak dan Ibu itu.


"Sorry Dadd.." ucap Dirga dan Alyne bersamaan.


*


*


*


Keluar dari lift di lantai 20, Stella melankahkan kakinya menuju unit nomor 207 sesuai yang di kirimkan oleh Bayu. Penampilannya sangat sempurna pagi ini, rambutnya di curly bergelombang, pakaiannya juga terlihat modis, dengan riasan yang sempurna.


Menekan bel digital di depan pintu. Ia merapihkan penampilannya.


Beberapa detik menunggu, pintu unit yang berada di gedung apartemen itu terbuka.


Kamu!


**


Saat di meja makan di kediaman Dirga, Bayu meneriama pesan dari Wanita bernama Stella. Wanita itu menanyakan alamat tempat tinggal Dirga. Dan ia tidak akan memberitahukannya tanpa seijin Dirga. ia membalasnya dengan mengirimkan alamat apartemennya.


Sehingga ia harus segera kembali pulang untuk menyambut kedatangan wanita yang juga di kenalnya. Hanya saja, hubungan keduanya tidak akur semenjak Stella mengetahui apa yang di lakukan Bayu di belakangnya.


Bayu Lesmana sebenarnya anak dari Pak Mustafa Lesmana, asisten dari Tuan Bastian Wijaya. Ibunya sudah meninggal ketika ia berumur 10 tahun karna sakit. Orang tuanya asli kalimantan sama seperti Tuan Bastian.


Melalui Bayu, Stella selalu mengirimi Dirga dengan banyak makanan, coklat dan bunga. Dan atas perintah Dirga, Bayu yang selalu memakan setiap bekal yang Stella berikan. Sampai surat cinta Stella untuk Dirga pun Bayu yang membacanya.


Semuanya terbongar saat Stella tanpa sengaja melihat Bayu sedang memakan bekal yang ia titipkan untuk Dirga.


Mulai dari hari dimana semuanya terbongkar hubungan keduanya memburuk. Dan Stella membalasnya dengan membully Bayu karna penampilannya yang terkesan lugu, berkacamata dan kutu buku.


**


Stella terkejut siapa laki-laki yang berdiri membukakan pintu. Pria yang semasa SMU sangat di bencinya. Ia terpana dengan penampilannya yang sudah berubah, Bayu telihat lebih tampan. Dengan postur tubuhnya, Bayu terlihat lebih tinggi tegap, bukan pria SMU si pria kutu buku bertampang lugu.


"Masuk."


Suara Bayu membuyarkan pikirannya.


Entah ada kekuatan apa. Stella menurut masuk ke dalam apartemen. Matanya tidak lepas dari penampilan Bayu.


"Duduklah. Aku ambilkan minuman."


Bayu kembali dengan membawa dua minuman dingin dan meletakkannya di meja. Ia mendudukkan bokongnya di sofa berhadapan dengan Stella.


"So ? Apa yang membuatmu datang ke Indonesia?" Bayu bertanya dengan gaya santainya, menyandarkan punggungnya di sofa dengan tangan bersedekap.


Stella mendengus kesal mendengar pertanyaan Bayu.


"Urusanku dengan Dirga, tidak ada urusan denganmu." Stella menjawabnya dengan ketus.


Tetapi apa yang menjadi urusan Dirga, akan menjadi urusanku. Bayu membalasnya dengan tenang.


Oh menyebalkan sekali ! Kenapa kamu selalu menghalangiku?


"Kamu merasa seperti itu?" Bayu balik bertanya.


"Aku datang untuk urusan bisnis. Kamu puas!" Stella meninggikan suaranya karna kesal.


"Kamu yakin hanya urusan bisnis?" Bayu tersenyum miring. "Kalau begitu temui Dirga di kantornya."


"Aku akan ke kantornya. Tapi apa masalahmu kalau aku ingin berkunjung ke rumahnya?"


"Dirga sudah menikah Ste. Ku harap kamu menyadarinya."


Stella terdiam, hatinya terasa perih mendengar ucapan Bayu.


"Katakan itu semua bohong Bay. Kamu membohongiku kan. Sama seperti dulu saat aku memberikan banyak perhatian untuk Dirga. Dan kamu tidak menyampaikannya. Padahal kamu tau aku mencintainya."


"Sudah ku bilang berkali-kali kepadamu Ste. Dirga tidak menginginkannya. Aku hanya melakukan sesuai keinginan Dirga."


"Jangan sampai cinta itu berubah jadi obsesi Ste."


"Kamu hanya asisten di perusahaannya Bay. Apakah harus sampai mengurusi urusan pribadainya?"


"Apa pun yang menyangkut Dirga akan menjadi urusanku Ste. Camkan itu!"


"Sebegitu setianya kamu terhadap Dirga Bay. Kamu tidak berubah dari dulu. Kamu selalu jadi pesuruhnya."


"Kamu tidak akan pernah bisa mengerti dengan hubungan kami Ste. Aku bukan pesuruhnya.Tapi aku senang melakukannya. Kami keluarga."


Selama ini Bayu sangat setia dengan Dirga bukan semata-mata karna besarnya bayaran yang ia terima. Bukan juga karna ia di berikan pendidikan yang layak, rumah yang layak dan fasilitas yang cukup. Tetapi karna, kata persaudaraan yang pernah teucap dari mulut Dirga.


Semenjak di tinggal Ibunya. Sosok Alyne lah yang mencurahkan segala bentuk perhatian dan kasih sayang kepada Bayu kecil. Wanita itu tidak membedakan perhatian juga kasih sayangnya bersama Dirga.


Di sekolahkan di sekolah yang sama menjadikan kebanggan untuknya saat remaja. Pernah suatu saat, Bayu mendapatkan perlakuan kasar dari salah satu siswa. Dirga membalasnya dengan membabi buta. Ucapan Dirga yang tidak pernah akan Bayu lupakan 'dia saudaraku, berani kamu mengganggunya ku habisi kamu' kata-kata itu tertanam di otaknya hingga membuat Bayu benar-benar mengabdikan diri kepada keluarga Wijaya.


****


Bersambung ❤️


Mohon dukungan like komen hadiah dan votenya ya 🤗


Terimakasih 🙏 selamat beraktifitas 😘