Anindirra

Anindirra
Chapter 105



Mengangkat gaun yang menjuntai hingga ke lantai kedua pengantin itu segera meninggalkan ballroom setelah tamu undangan pulang dan meninggalkan acara pesta yang telah usai. Masuk lift menunju lantai tetinggi dimana kamar pengantinnya berada.


"Lepaskan haigheels-mu Ste." Bayu berjongkok membantu melepaskan sepatu denga hak lancip 7 centi itu dari telapak kaki mulus sang istri. Tanpa alas kaki Stella lebih merasa nyaman, mampu menghilangkan rasa pegal di betisnya.


"Labih baikkan? Pria itu menenteng heels yang di pakai Stella."


"Ya Bay, sangat nyaman."


"Sepertinya kamu harus mulai mengubah panggilanmu Ste." menunggu pintu lift terbuka bayu berbalik menatap Stella.


"A-apa.." Stella tergagap saat wajah pria yang telah sah menjadi suaminya itu mendekat hingga tak berjarak. Hidungnya sejengkal berada di depan hidung Bayu.


"Apa saja, asal jangan nama, panggil namaku saat kita bercinta.." hembusan nafas hangat Bayu yang beraroma mint mematik sesuatu di dalam tubuh Stella, begitupun dengan Bayu, bibir sensual itu sudah memancingnya.


Saat kedua bibir itu saling mendekat dan beberapa centi lagi akan bertemu


Ting.


Suara pintu lift terbuka dengan lebar.


Dengan tangan kiri menenteng heels dan tangan satunya menautkan kelima jarinya ke telapak tangan Stella, wanita itu berjalan di belakang Bayu, dengan menyeret dan mengangkat gaunnya dengan tangan yang terbebas dari genggaman.


Melangkah menuju kamar dengan langkah panjang dan nafsu yang mulai menyerang. Membuka pintu president suite room dengan tidak sabaran. Keduanya tergesa-gesa masuk ke dalam ruangan mewah yang akan menjadi saksi malam pertamanya.


Melemparkan heels ke sembarang arah, Bayu langsung merapatkan tubuhnya dan mencium biibir Stella, masih menggunakan pakaian pengantin lengkap kedua insan itu saling melu*at saling membelit lidah masih dalam posisi berdiri, Stella menyambutnya dengan mengalungkan kedua tangannya di leher Bayu.


Saling menumpahkan rasa di hati keduanya, dua insan itu belum berhenti saling menempelkan bibir, mensesap bertukar saliva. Hingga terpaksa berhenti karena pasokan oksigen mulai berkurang.


"Kamu siap?" Dengan nafas masih memburu Bayu memastikan wanitanya telah siap.


Stella menganggukan kepalanya dengan wajah memerah. "Apa tidak mandi dulu?"


"Tidak perlu Ste, kita akan mandi bersama kalau sudah selesai. Ini akan terasa sakit, karena aku yakin kamu belum pernah melakukannya."


"Belum, aku menjaganya, dan malam ini aku persembahkan kepadamu Mon Cheri." menatap dalam kedua bola mata Bayu dengan penuh cinta.


Stella yang keturunan negara Eropa dari Alfred, lahir di kota paris memanggil Bayu Mon Cheri yang artinya Suamiku.


Dari belakang, perlahan Bayu mulai menarik kebawah resleting gaun Stella yang berada di punggungnya, terpampang jelas kulit putih mulus tanpa noda, pria itu tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada.


Sambil membuka gaun, bibirnya mengecupi pundak yang tampak menggoda, menelusri hingga ke punggung membuat si wanita memejamkan matanya, merasakan desiran yang membangkitkan seluruh bulu halus di permukaan kulitnya. Ia mulai melenguh kala bibir itu mensesap tengkuk lehernya dengan telapak tangan melingkar ke dadanya, membuat ia tak kuasa menahan rematan lembut di kedua bukit kembarnya.


Gaun pengantin itu sudah luruh ke lantai, menyisakan dalaman dengan brand ternama Victoria's Secret berwarna merah menyala. Membuka pengait, menjatuhkan benda keramat itu ke lantai sehingga tampak jelas kedua bukit ranum yang tampak menantang nan menggoda yang tepampang di depan kaca.


Membalikkan badan Stellla, Bayu mencium bibir itu kembali, Bayu dan Stella tenggelam akan nikmatnya ciuman hangat yang akan membawanya ke nirwana di tengah malam ini.


Dengan bibir masih bertautan, Bayu melangkah membuat Stella berjalan mundur, mendekat ke arah ranjang yang telah bertabur bunga-bunga. Dengan lilin beraroma wangi yang membuat siapapun menghirupnya akan membuat libidonya bertambah tinggi.


( tanpa di ketahui Bayu, lilin terapi itu pesanan special dari Dirga, Hendra dan Diego, ketiga pria itu sengaja ingin membuat kedua pengantin itu tak berhenti bercinta )


Melepaskan ciuman, Bayu merebahkan tubuh polos Stella ke atas ranjang yang masih menyisakan kain segi tiga transparan yang memperlihatkan serumpun bulu halus di atas mekinya.


Pria itu segera melepaskan jas, kemeja dan celana hingga tak menyisakan apapun. Kalau Dirga memiliki gagak berparuh tajam mematikan, sedangkan Bayu memiliki komodo berbuntut panjang. Pria itu ikut naik ke atas pembaringan.


"Kamu cantik Ste.. Sangat cantik.. Aku menginginkanmu sekarang." dengan suara berat, Bayu menelan salivanya sambil memandang wajah Stella yang juga sudah menginginkannya, dua bukit kembar itu sudah menggodanya.


"Ahh, Bay..." desah itu mulai keluar saat mulut Bayu menghi*ap pu*ting Stella, lidahnya tak berhenti memilin dengan tangan memelintirnya.


"Kamu menyukainya Ste?" Bayu bertanya di sela-sela cumbuannya.


Stella hanya mengangguk pasrah, wajah dan sorot matanya mulai sayu tanda ia mulai menginginkan lebih.


Merentangkan kedua tangan Stella ke atas kepala, membuat tangan stella mencengkram menautkan ke jemari tangan bayu dengan kuat kala pria itu kembali mensesap, menge*ut kembali put*ing yang terasa kencang, pria itu mulai menebar tanda kemerahan di sekitar dada.


Bayu tak berhenti meremas buah dada ranum dan kenyal yang mulai banyak tanda merah di kulit putihnya.


Stella mulai merinth lirih saat pria itu menyusuri bagian perut memberika tanda kemerahan juga, hidung dan bibir Bayu mulai turun semakin ke bawah, wajahnya berada di bagian intinya yang mulai berdenyut dan basah. saat pria itu memainkan lidahnya. Sesekali mengecup di paha yang terus mengapit kepalanya.


Kain segi tiga itu sudah tak berada di tempatnya entah mulai kalan. "Ahh, Bay... aku tidak bisa menahannya, a-aku ti-tidak kuat Bayyy...." Stella melenguh pelan dengan tubuh bergetar kala mendapatkan pelepasan pertamanya.


Bayu bangit merangkak di atas tubuh Stella, suatu kebanggaan baginya dapat memberikan kepuasan kepada pasangannya.


Stella dapat melihat buntut komodo yang menegang dan panjang, sedikit mengerikan tapi tak munafik, ia sangat menginginkan dan merasakannya. Ia hanya berpikir apakah akan masuk kedalam lub*ngnya. Belum selesai dengan pikirannya, ia seketika mencengkram pundak bayu tatkala pria itu menekan perlahan dan memasukkan miliknya.


"Bay... Ohh.." Stella mengigit bibirnya saat rasa perih mulai di rasanya, seperti kulit yang robek saat selaput keperawanannya di bobol habis oleh pemiliknya.


Tanpa perlawanan Bayu membenamkan miliknya sepenuhnya. "Ohh.. Sempit Ste.. ini enak Ste.." pria itu terus meracau saat merasakan milik Stella mengigit dan mencengkram miliknya dengan kuat.


Bayu mulai mulai mengoyangkan pinggulnya dengan perlahan, gesekan yang terus bergerak menarik ulur itu membutnya menggelinjang nikmat di bawah tubuh tinggi tegap yang sedang menguasainya.


Keduanya saling mende*ah menyebut nama masing-masing, tatapan sayu berkabut hasrat itu saling mengungkapkan kenikmatan yang belum berhenti, kedua saling mengerang, berteriak, sebagai ungkapan rasa nikmat ketika Bayu semakin kencang memompa miliknya.


Wanita itu sampai harus mengigit pundak Bayu, untuk melampiaskan rasa yang mulai naik, naik, dan naik semakin tinggi..


"Baaayyyy... Ahh.. Bayy.." ketika pria yang berada di atas tubuhnya itu menggerakkan pinggul sambil menge*ut put*ngnya dengan tangan yang meremat dan mengoyangkannya. Rasa nikmat yang Bayu berikan mampu menggantikan rasa perih dan ngilu di bagian kedua belah paha mulusnya.


Pria itu memakannya dengan sangat rakus, menyantap hidangan pembuka yang akan membuatnya ketagihan.


Hingga mereka tiba di puncak tertinggi.


"Steee... Aku akan sampai Ste.. Sebut namaku Ste... Aku ingin mendengarnya lagi.." semakin kencang bak penunggang kuda yang memecut sang betina agar terus berlari kencang yang akan membawanya sampai ke perbatasan.


Keduanya berteriak mengerang dengan kencang dengan saling menyebut nama.


Ste.....


Bay....


Berpeluh keringat bayu ambruk di atas tubuh licin dengan aroma yang menagihkan


I love you Stella


****


Tenaaaang... Masih di part yang phhanass... Tapi jangan di lewatkan dukungannya ya 😍 anggap sebagai kado 😁😁 becanda kog ✌️ dapet like saja sudah senang. Terimakasih 🙏😘


Bersambung ❤️