
Sea World Ancol.
Merupakan sebuah kawasan yang lengkap untuk memberikan hiburan dan pendidikan khususnya dunia laut. Sebagai tempat hiburan berkualitas yang memperkenalkan kehidupan biota yang hidup di alam.
Alea tampak terpukau, berada di dalam kaca akurium raksasa, dengan 7.300 ekor biota air tawar, beberapa jenis reptil dan biota dari perairan laut. Biota-biota tersebut terbagi di beberapa akuraimum besar dan kecil. Belum lagi kolam terbuka yang membuat pengunjung terpesona.
Dengan pelan sambil mengeja, gadis kecil itu membaca label berisi informasi mengenai biota baik secara biologis dan keunikannya. Raut wajahnya menandakan kepuasan dan kekaguman bisa melihat ikan-ikan melesat dengan indah kesana kemari. Sebelum mengenal Dirga ia sangat memimpikan dapat berkunjung kesini. Ini impiannya sejak lama yang selama ini hanya bisa di lihatnya melalui layar televisi.
"You happy girl?" sambil menghadap kaca besar dengan pemandangan biota yang tengah mengepakkan siripnya, Dirga bertanya dengan tangannya yang tak lepas dari pundak istrinya.
"Yes, Papi... I'm happy... di dampingi Lia berada di sampingnya. Anin Dan Dirga hanya mengikutinya dari belakang. Memberikan kebebasan kepada gadis kecil itu menuntaskan keingintahuannya.
Mengenal banyak biota dan menyaksikan aksi seru 2 penyelam saat feeding show di akuarium utama dengan duyung menyantap rumput laut dari tangan penyelam. Berpindah ke Ocean Dream Samudera Ancol, Alea di ajak untuk menyaksikan atraksi ikan lumba-lumba yang sangat lincah, melompat, bejoget mengikuti para pelatih.
Sudah cukup puas berada di dalam akuarium raksasa dan bermain Ocean Dream. Dirga membawa istri beserta putrinya untuk menikmati suasanan tepi pantai sambil bersantap makan siang.
Ia tak membiarkan Anin berlama-lama berdiri dan kelelahan, mengingat kondisinya yang tengah hamil. Memilih resto yang berada di area Ancol dengan nuansa bali. Dan memutuskan kembali ke rumah menjelang sore, setelah gadis kecil itu tertidur pulas karena kelelahan.
Hari ini, Alea lewati dengan pengalaman yang seru. Satu persatu mimpinya telah ia dapatkan dari pria yang menjadi ayah ambungnya. Pria yang menyelamatkan hidupnya di saat ia tak mengenal ayah kandungnya. Pria yang dengan mati-matian melindunginya, memberikan kenyamanan dan tempat terindah yang di sebut keluarga.
*
*
*
Seluruh pekerja sangat antusias dan merasa gembira bukan main, saat majikannya menyampaikan kalau akan membawa, memberangkatkan mereka ikut serta ke negara Singapore untuk menghadiri pesta pernikahan Bayu.
Benar-benar kabar yang mengejutkan. Bukan hanya itu saja, mereka dapat merasakan naik pesawat jet pribadi milik Tuannya. Sungguh di luar dari bayangan, sebagai pekerja mereka tidak menyangka akan menginjakkan kaki ke luar negri.
Bik Asih sampai menitikkan airmata saat mengetahui pria baik yang di kenalnya sebagai asisten Dirga akan melangsungkan pernikahan. Melalui Bayu lah, ia masih bisa ikut bekerja dengan Dirga. Begitupun dengan Lia, karena pertolongan Bayu juga, ia bisa mendapatkan pekerjaan lebih baik dengan ijasah SMP yang di milikinya. Ia bertemu Bayu saat sedang keluar masuk toko untuk mendapat pekerjaan.
Sama halnya dengan Agus, ia bisa mendapatkan pekerjaan sebagai satpam rumah sebelum dulunya sebagai pencuci piring di salah satu restoran. Bayu membawanya dan memasukkannya ke sebuah yayasan pelatihan agar bisa bekerja sebagai keamanan.
Berbeda dengan Pak Dadang, ia sudah bekerja mengabdikan diri di keluarga Wijaya dari umur Dirga 12 tahun. Hingga perekonomian keluarganya terangkat. Bahkan anak sulungnya Radit setelah menyelesaikan kuliahnya langsung bekerja di perusahaan Wijaya Grup di tempatkan di tembagapura dan sekarang sudah di tarik ke pusat untuk menggantikan Bayu. Sungguh pencapaian yang luar biasa baginya. Ia sangat bersyukur bisa mengenal dan bekerja kepada Bastian Wijaya. Dan ia tetap memutuskan akan terus mengabdi sebagai supir pribadi Dirga sampai masa pensiunnya berahir.
Hanya Bu Rahma yang tidak bisa ikut, bersama Darmi kakak perempuannya, wanita itu mulai sibuk mengurus perkebunan teh yang telah kembali semuanya atas bantuan menantunya.
*
*
*
Dua hari sebelum hari keberangkatannya ke negri singa. Sekitar jam 9 pagi, Anin sedang bersiap-siap akan mulai mengikuti senam hamil di klinik Ibu dan Anak milik Dokter Arum. Menguncir rambutnya, ia mengenakan kaos putih bergambar emotion smile berukuran besar dan celana leging khusus wanita hamil.
Sebelum mengijinkan istrinya berangkat sendiri dengan di temani supir, sebenarnya Dirga ingin sekali mendampingi. Tapi apalah daya, pekerjaannya tidak bisa di tinggalkan. Kesibukannya sebagai pemimpin perusahaan, membuatnya tidak mempunyai banyak waktu longgar.
Kalau bukan karena Anin merengek, merayu meminta di ijinkan senam di klinik, Dirga lebih menginginkan agar Anin melakukan senam di rumah dengan memanggil instruktur senam ibu hamil. Tetapi istrinya itu beralasan, ia ingin mengenal banyak ibu hamil dan saling berbagi pengalaman. Alih-alih ia butuh penyegaran agar tidak jenuh.
Baru akan memasukkan ponselnya ke dalam tas, benda pipih itu bergetar menandakan ada pesan masuk.
Dari layar pemberitahuan ia sudah mengetahui siapa pengirimnya, siapa lagi kalu bukan suaminya yang super posesif.
Sayang, hati-hati. ~ Dirga
Jaga diri dengan baik. ~ Dirga
Sayang, jangan lupa bawa cemilan, khawatir Babbyku lapar. ~ Dirga
Sayang, kalau sudah selesai minta Agus langsung mengantarmu ke kantor. ~ Dirga
Turun ke lantai bawah setelah membalas semua pesan suaminya.
"Non Anin sudah siap?
"Ya Bik," Anin terheran kenapa penampilan Bik Asih sudah rapih.
"Bibik mau kemana?"
"Mau menemani Non Anin ke klinik, barusan sekertaris Tuan telfon Bibik, menyampaikan pesan dari Tuan kalau Bibik harus menemani Non."
"Ooh..." Anin hanya manggut-manggut menghadapi polah suaminya.
Velfire yang di kemudikan Agus mulai meninggkan halaman rumah menuju klinik ibu dan anak. Pria itu segera kembali setelah mengantar Alea ke sekolahnya. Hanya memakan waktu 20 menit perjalanan, mobil itu sudah sampai tanpa halangan di parkiran klinik.
Anin mulai mendaftar ke-ikut sertaannya sebagai anggota senam yang di lakukan seminggu 3 kali di bagian pendaftaran.
Ia mulai menyebut namanya dan nama suami saat petugas mencatat di kartu yang harus selalu Anin bawa saat pertemuan.
"Nyonya Dirga." Dokter Arum menyapanya, Dokter itu juga baru sampai tidak lama setelah Anin tiba.
"Dokter Arum." Anin balas menyapa kepada wanita yang menggunakan jas putihnya.
Entah apa yang di sampaikannya kepada petugas berseragam itu, Seketika perawat itu langsung memepersilahkan Anin agar mengkutinya ke dalam sebuah ruangan luas dengan kaca lebar terpajang di dinding yang di peruntukkan untuk tempat senam para ibu hamil. Sudah ada beberapa ibu hamil yang lainnya, duduk di atas matras.
Bik Asih memilih menunggu di di kursi besi tidak jauh dari ruang senam. Membawakan tas milik Anin yang sengaja tidak di bawa ke dalam.
Sebelum memulai dan bergabung di kelas hamil ia mendapatkan tips-tips gerakan yang tepat agar memperoleh hasil yang maksimal dengan bidan sebagai instrukturnya.
Anin juga lebih tau dan banyak mendapatkan informasi beragam manfaat senam hamil. Selain untuk menjaga kesehatan ibu dan janin agar tetap sehat dan bugar hingga waktu persalinan tiba, juga akan memperkuat otot dan sendi, memperkuat jantung dan paru-paru, membuat tidur lebih nyenyak, dan masih banyak lagi manfaatnya.
Yang terpenting meningkatkan stamina dan lebih mudah mengembalikan bentuk tubuh seperti sebelum hamil. Anin meraskan beberapa minggu terakhir ini nafsu makannya meningkat. Dan itu membuatnya takut sebagai wanita.
Biarpun berulang kali Dirga mengatakan
BIARPUN GENDUT TETAPKU CINTA.
****
Bersambung ❤️
Maaih 1 Bab yaa... Jangan lupa mainkan jempol dan komentarnya 🤗
Terimakasih 🙏😘