
Dari mulai jm 8 seluruh keluarga sudah bersiap menyambut dan mengikuti Rundown Acara Family Gathering. Mengenakan pakaian santai sesuai tema, Dirga memakai kaos seragam berwarna putih bertuliskan Familiy Gathering Wijaya tak menghilangkan ketampanannya, pria itu semakin gagah dan berkelas dengan celana denim beserta aksesoris yang di pakainya menambah auranya semakin keluar.
Begitu pun dengan Anin. Ia menggunakan kaos yang sama dengan Dirga, di padu padankan dengan dengan jumsuit hamil celana panjang kulot. Wanita itu menggulung rambutnya agar tidak gerah dan panas, aura kehamilannya menambah dan membuat ibu hamil itu tampil cantik memukau. Sedangkan Alea, setelah di pakaikan gaun princess yang simpel, gadis kecil itu sudah bersama Nenek dan Omanya.
Bus, yang membawa para karyawan Wijaya Grup sudah berdatangan, ribuan karyawan sudah tiba dan memenuhi lokasi resort. Sekitar jam 10 Radit sebagai ketua panitia, sudah berdiri di podium terbuka untuk memulai pembukan acara. Family Gathering akan berjalan dari pagi hingga malam.
Satu persatu susunan acara telah di sampaikan, dari mulai acara makan bersama dengan anak-anak dari panti asuhan, acara bebas, fun activitiy, permainan, hingga sampai di acara makan malam, di lanjut dengan acara ramah tamah, Hiburan di selingi Coffe Breack.
Podium itu selain di gunakan untuk memberikan sambutan, juga menjadi tempat para musisi memainkan alat musiknya. Beberapa artis ibu kota, dari artis pop, hingga artis dangdut dan campur sari, mereka di bayar dan di undang mengisi acara sebagai penghibur.
Tiba saatnya pimpinan tertinggi perusahaan Wijaya Grup di minta naik ke podium untuk memberikan sambutan.
"Di persilahkan.. Tuan Dirgantara Damar Wijaya untuk naik ke atas podium.." salah satu MC dari kalangan artis meminta pria tampan yang tengah duduk di samping istrinya agar naik memberikan sambutan.
Pria itu berjalan dengan kesempurnaan dan kharismanya, membuat semua pasang mata memandangnya takjub dan terpukau. Pria matang dengan sejuta pesona itu mampu menghipnotis para adam dan kaum hawa. Tak sedikit dari karyawannya berteriak menyebut namanya karena mengaguminya, tak perduli ada wanita hamil di sampingnya. Para karyawannya hanya ingin meluapkan rasa bahagianya bisa berkumpul dengan sosok CEO yang tidak semuanya mengenal sosok Dirga.
"Ternyata ini.. Pemilik dari Wijaya Grup? Saya sampai tidak berani berdiri di sampingnya... Mau tau gak kenapa?" MC itu mengeluarkan candaannya dengan bertanya kepada seluruh karyawan yang Hadir.
"Kenapaaaaa?" para karyawan histeris bertanya
"Ketampanan saya tenggelam, berada dan berdiri di sampingnya.."
"Huuuuuuu...." terdengar sorakan gemuruh dari semua yang hadir.
"Tenang tenang tenang.. Kita dengarkan pria tampan ini bicara dulu, Ok.." MC itu meredam gejolak kebahagiaan di tengah suasana acara berlangsung.
Dirga sudah berdiri di podium dengan mik berada di bawah dagunya. Ia hanya bisa tersenyum, merespon ucapan sang pembawa acara.
"Assalamua’akaikum Warahmatullahi Wabarakatu."
"Selamat Pagi."
"Salam sejahtera bagi kita semua."
"Yang terhormat Bapak Bastian Wijaya selaku komisaris."
"Yang terhormat Bapak Bayu Lesmana selaku COO beserta jajarannya."
"Yang terhormat para pemegang saham."
"Yang terhormat para petinggi perusahaan.."
"Dan yang berbahagia seluruh peserta familiy gathering bersama PT. Damar Wijaya dalam naungan Wijaya Grup."
Serangkaian kata dan ucapan rasa syukur kepada sang pencipta telah di sampaikan dan di ucapakan Dirga dengan tenang, jelas dan lugas. Dirga juga telah menyampaikan tujuan dari di selenggarakannya acara tersebut, selain rasa terimakasih atas kinerja, kerja keras seluruh karyawan kepada perusahaan.
Tak lupa, Dirga juga mengucapkan terimkasih kepada seluruh panitia yang terlibat dalam acara.
"Kalian merupakan tim yang solid dan semoga Allah mengganti lelah kalian menjadi pahala."
"Di sini saya harus mengucapkan banyak terimakasih kepada kedua orangtua saya, yang selalu memberikan Doa, dukungan, kepercayaan, untuk saya mengembangkan, mengelola perusahaan Wjaya Grup menjadi semakin besar dan berkembang."
Semua peserta yang hadir terdiam, ikut meresapi dan terbawa suasana saat Dirga mengungkapkan perasaannya di detik-detik kata terakhir penyambutannya.
"Dari sekian banyaknya orang, hanya kamu yang bisa bertahan dengan segala kekuranganku. Terimaksih atas ketulusan yang kamu berikan kepadaku, Sayang.."
"Terimakasih karena kamu telah memberikan berbagai macam kebahagiaan setelah kehadiranmu. Aku ingin kamu menjadi teman hidup yang akan melengkapi dan menyempurnakan ibadahku.."
"Maaf, atas segala ke-egoisanku selama ini. Terimakasih kamu selalu sabar menghadapi sikapku yang terlampau buruk. Aku sangat bersyukur memiliki pendamping sepertimu Anindirra.."
"Lihat.." Dirga mengarahkan telunjuknya ke arah kursi paling depan dimana Anin tengah Duduk dengan mata memanas menahan air mata yang siap jatuh dengan satu kedipan saja.
"Di kursi paling depan itu, ada wanita biasa, wanita sederhana dengan segala kelebihannya, dia wanita tangguh ibu dari anak-anakku, dia adalah wanita kesayanganku, kekasih hatiku, belahan jiwaku, Wijaya Grup ini akan semakin kokoh dan berjaya karena aku memilikinya. Aku mencintaimu Anindirra."
Bastian, Alyne, Bu Rahma, Alfred, Amanda, di ikuti Bayu dan Stella.. Mereka bersamaan berdiri memberikan APPLAUSE kebahagiaan.. Di susul gemuruh tepuk tangan dari seluruh karyawan dengan mengelu-elukan agar Anin naik ke podium.
"Naik Naik Naik.." suara riuh bersamaan meminta wanita yang di tunjuk Dirga agar naik, tak banyak dari seluruh karyawan yang mengetahui istri dari pria idolanya.
Dirga mengulurkan tangan agar wanita hamil itu mendekat dan menyambutnya. Sebelum berdiri, Anin menengok kepada para orang tua yang memberikan anggukan agar Anin naik.
Anin berjalan melangkahkan kakinya, membalas uluran tangan Dirga. Anin sungguh tak menyangka, akan mendapatkan moment seperti ini di hadapan seluruh peserta yang hadir.
Riuh tepuk tangan semakin kencang dan teriakan semakin menggema di setiap sudut ruang terbuka, di bawah atap langit cerah dengan udara sejuk sebagai saksi. Seluruh karyawan menyaksikan sepasang suami istri itu menumpahkan perasaannya dengan berciuman, menempelkan bibir dengan mesranya.
"I love you, Sayang.." ucap Dirga setelah melepaskan ciumannya.
"I love you so much, aku akan selalu berada di sampingmu."
Sedangkan di ujung kursi di bagian belakang di tengah-tengah para anak yatim piatu yang di undang. Seorang wanita berpakain sopan ikut terharu menitikkan airmatanya, ada rasa lega dan keikhlasan, ia ikut tersenyum menyaksikan pria yang selama 12 tahun pernah menjalani bahtera rumah tangga dengannya telah menemukan kebahagaiaan, telah mendapatkan kehiupan yang sebenarnya.
"Selamat Dirga. Selamat berbahagia.."
Wanita itu adalah Ratna, setelah malam ia mabuk-mabukan dan berahir di dalam kamar apartemen Johan, seminggu kemudian ia mendengar kabar kematian Bu Dini. Ibu panti yang sudah menjadi ibu kandungnya.
Kehilangan sosok ibu yang telah mengurusnya sedari kecil, mampu memberikan perubahan di kehidupannya. Ratna menjual rumah pemberian Dirga dan pindah ke Bandung, ia meneruskan perjuangan Bu Dini dalam mengurus anak-anak yang kurang beruntung.
Uang hasil dari penjualan rumah dan uang 1 milyar yang di terimanya, ia gunakan untuk menutup, membayar seluruh hutang-hutangnya. Hidup berfoya-foya saat bergabung dengan komunitas sosialitanya membuat ia terlilit hutang.
Dengan sisa uang yang ada, ia gunakan untuk kelangsungan hidup Panti Asuhan Delima. Saat mendapatkan undangan ulang tahun dari Wijaya Grup untuk anak-anak panti. Ratna meyakini akan bertemu Dirga. Dan kesempatan ini akan ia gunakan untuk meminta maaf kepada pria yang telah di sakitinya. Ia ingin memulai hidup baru tanpa dendam dan beban masalah.
"Kamu pasti bisa." Johan menggenggam erat tangan Ratna, pria yang menjadi sahabat sedari kecilnya itu, selalu setia memberikan suport untuk wanita yang sudah berubah, wanita itu telah kembali menjadi Ratna seperti saat-saat mereka hidup bersama dalam satu atap dan selalu berbagi bersama.
Cinta tak bisa di paksakan, cinta akan menemukan jalannya sendiri.. Begitupun dengan Johan dan Ratna. Mereka akan menjadi dua orang sahabat sejati.
Selamanya.
****
Bersambung ❤️
Tinggalkan dukungan like komennya ya