
Dirga mengeluarkan ponsel dari saku jas saat terdengar suara dering telfon memanggil. Tertera nama Bayu yang menghubungi.
Ia mendengarkan apa yang di sampaikan asistennya.
"Nona Anin telah mengajukan resign Tuan, dan rumahnya dalam keadaan kosong dan terkunci. Saya telah menugaskan orang kita yang berada di Solo untuk memantau keberadaannya di Desa kemuning."
"Hahh!... kenapa kerja kalian lelet sekali? Ini sudah satu jam aku belum menerima kabar?"
"Maaf, Tuan. Akan saya usahakan secepatnya."
"Bay, atur perjalanan Hadi Darma. Agar menemuiku disini. Paling lambat besok pagi, aku belum bisa kembali sampai Daddy selesai menjalani prosedur pemeriksaan dan di nyatakan baik."
"Baik Tuan. Saya mengerti. Ada lagi?"
"Aku ingin segera mendapatkan kabar keberadaan Anindirra."
Dirga menutup telfon. Ia teringat akan pembicaraannya dengan Bastian wijaya saat ia siuman.
Flashback
Sejak kedatangan Dirga, Alyne masih bicara dengan putranya di sofa. Banyak hal yang ia tanyakan mengenai rumah tangganya bersama Ratna.
Dirga menjelaskan semuanya dengan terperinci.
"Maafkan aku, Mom." Dirga merasa bersalah.
Alyne mengusap punggung putranya.
"Lupakan, Sayang... Semua sudah selesai."
"Siapa gadis itu?"
"Oh, come on Mom... Tanpa aku jelaskan Mommy sudah mengetahuinya. Daddy sudah mendapatkan laporan dari orang suruhannya."
"Tapi Mommy ingin mendengarnya langsung darimu. Apa gadis itu sangat spesial untukmu? Apa tidak ada kesempatan untuk stella. Dia berharap banyak kepadamu. Sampai hari ini sella masih menunggumu."
"Aku hanya menganggapnya teman, you know it Mom... ( kamu tau itu Mom ) jangan berharap lebih, aku sudah menemukan wanita yang aku inginkan. Dia berbeda dari wanita lain, dan dia wanita yang tepat untuk mengandung anakku."
"Ooh putraku, kamu sama saja seperti Daddymu. Very stubborn." ( Sangat keras kepala ) Alyne memukul gemas bahu Dirga.
"Baiklah, kalau begitu cepat berikan Mommy cucu yang lucu. Kamu harus cepat memiliki penerus keluarga Wijaya. Kamu sudah tua sayang." Alyne tertawa mengejek
"Aku masih kuat memeberikan cucu yang banyak untukmu Mom. Don’t underestimate." ( Jangan meremehkanku)
"Segera bawa wanita itu kemari!" Suara Bastian Wijaya terdengar.
"Daddy!"
"Honey!"
Mommy Alyne dan Dirga bersamaan menyebut nama Bastian Wijaya. Alyne berjalan mendekat ke tempat tidur.
"Honey, kamu sudah bangun?" Alyne mengusap lengan suaminya. "Apa ada yang sakit?" Alyne memencet tombol otomatis tempat tidur. sehingga memudahkan suaminya duduk bersandar.
"Ya, aku sudah bangun dan cukup puas mendengarkan pembicaraan kalian!"
"Honey, putra kita sudah kembali." jangan memarahinya dulu. Ingat kesehatanmu."
"Aku masih cukup kuat Alyne, aku tidak akan mati sampai putramu itu menyadari kebodohannya." tatapan tajam penuh kerinduan dari seoarang ayah tersirat dari matanya.
"Putramu cukup pintar mengurus perusahaan. Tapi sangat bodoh dalam urusan perempuan! Mengurus satu perempuan saja tidak bisa! Butuh waktu tujuh tahun untuknya mengambil keputusan. Dia benar-benar bodoh!"
"Honey, sudah... Kesehatanmu belum pulih, tolong tahan emosimu." dengan penuh kelembutan Alyne menenangkan suaminya.
"Dad..." Dirga mendekat. "Maafkan aku, aku akan perbaiki semuanya."
"Segera bawa wanita itu! Jangan menundanya lagi. Aku sudah tidak muda lagi Dirga. Sebelum menutup mata aku ingin melihat penerus Damar Wijaya."
Tuan Bastian menurunkan emosinya. suaranya terdengar melemah.
"Ya Dad."...
*
*
Setelah mendapatkan laporan dari Bayu ia kembali ke dalam ruang perawatan. Mommy Alyne sedang menyuapi potongan buah yang telah di kupas ke dalam mulut suaminya.
Walaupun sudah tidak muda lagi. Keduanya selalu menunjukkan keromantisannya. Menginggatkannya kepada wanita yang membuatnya menggila. Dirga ikut bergabung dan duduk di sisi tempat tidur.
"Bagaimana dengan perkembangan perusahaan?" sebagai Ayah dan salah satu pemegang saham di Wijaya Grup Tuan Bastian bertanya kepada Dirga.
"Sejauh ini sangat baik Dad, saham kita meningkat berada di posisi tertinggi. Beberapa investor bahkan ingin menambahkan modalnya. Hanya saja, aku membatasinya. Proyek baru yang berada di Eropa sedang tahap negosiasi dengan para pejabat di sana."
"Sejauh ini semuanya berjalan lancar. Uncle Sam sedang mengurusnya. Jika tidak ada halangan awal bulan sudah mulai berjalan pembangunannya."
"Untuk pengolahan tambang di tembagapura berjalan lancar. Kita sudah memiliki orang-orang yang tepat Dad. Satu bulan lagi rapat dewan komisaris. Aku harap Daddy hadir. karna ada beberapa kebijakan yang harus kita ubah. Yang pastinya akan menguntungkan semua pihak."
"Kamu mempunyai saham di Hendra Medika dan Maskapai Penerbangan?"
"Ya Dad, hanya beberapa persen. Untuk memperluas jaringan kita."
Tuan bastian mengangguk-angukkan kepalanya. Ia merasa puas dengan hasil kerja putranya.
"Tidak sia-sia Deddy mendidikmu."
Mommy Alyne tersenyum dan hanya mendengarkan obrolan suami dan putranya yang sudah mencair. Kedekatan antara ayah dan putranya membuat wanita itu mendapatkan kedamaiannya kembali.
Sesekali ia ikut menyela obrolan keduanya. Mereka tertawa mengingat masa-masa dimana mereka selalu meluangkan waktu bersama walau hanya sekedar minum teh.
kebahagiaan itu hilang dan terenggut saat kehadiran Ratna. Putranya seakan menghilang. Komunikasi terputus dan mereka bertemu hanya saat rapat dewan komisaris bersama direksi yang di laksanakan 4 bulan sekali.
Alyne dan Bastian hanya memantau melalui salah satu orang kepercayaan Bastian yang berada di Indonesia.
"Cepatlah pulih Dad, aku sudah lama tidak menantangmu bermain golf."
"Jangan meremehkanku Dirga. Aku masih kuat untuk bisa mengalahkanmu."
Klek
Pintu terbuka, kehadiran sesosok wanita cantik berambut pirang dengan penampilan berkelasnya masuk ke ruang perawatan. Dengan membawa buket bunga krisan berwarna ungu.
"Hai Aunt Alyne hai Uncle..." wanita itu menyapa dengan manja Mommy Alyne dan Tuan Bastian.
Dia adalah stella. Anak dari sahabat mereka Alfred dan Amanda. Stella pernah satu sekolah SMU dengan Dirga. Saat Dirga mengenyam pendidikan di Negara Singapura selama 3 tahun.
Alyne menerima bunga dari stella. "Oh, thank you stella this flower is very beautiful." ( Oh, terimakasih stella bunga ini sangat cantik ) Alyne menyambutnya dengan merangkul dan menempelkan pipi kanan dan kirinya.
"Kamu semakin cantik stella.." Alyne memujinya.
****
Bersambung ❤️
Mohon dukungan like komen hadiah dan votenya ya 🤗
Jangan lupa simpan di faporit yaa... Terimakasih 🙏