Anindirra

Anindirra
Chapter 117



"Aleee..." Lia mengulurkan tangan, menyambut kedatangan momongannya dengan gembira. Satu hari tak bertemu membuat pengasuh itu merindukan gadis mungil yang selalu bersamanya.


"Mbak Lia emam apa?" Alea duduk di kursi sebelahnya


"Mbak Lia sarapan nasi goreng. Alea mau? Mbak Lia pesankan.."


"No.. Ea mauuu..." telunjuknya ia ketuk-ketuk-kan di dagunya sambil berfikir.


"Nasi goleng juga lahh …nasina dikiiittt.. Pake telol ceplok dua, boleh?" Alea menunjukkan lima jari ke hadapan wajah Lia.


"Boleeehhh …tapi jarinya harus di kurangkan tiga." Lia melipat jari jempol, kelingking, dan jari manis Alea. "Ini yang benar.."


"Hihihi..." gadis mungil itu tertawa memperlihatkan deretan gigi susunya.


"Ea lupaa..."


"Tunggu ya, princess Alea."


"Oke... Mbak Lia." Alea mengacungkan jari kelingkingnya.


"Bukan yang ini, tapi yang ini." Lia mengganti jari kelingking dengan ibu jari.


"Tapi Ea cuka jali yang ini.."


"Kenapa suka jari kelingking?" Lia bertanya


"Kalena.. Kalau Ea belantem lebutan mainan di cekolah cama temen, baikanna pake lingking. Telus Papi juga pelnah beljanji sepelti ini." Alea membelitkan kelingkingnya ke jari kelingking Lia.


"Berjanji apa?" Lia bertanya lagi.


"Ea cama Papi halus saling menayangi."


"Me-nya-yangi.. Bukan me-nayangi." Lia mengeja dengan jelas


"Hihihi..." Alea hanya terkikik dengan mengayunkan kaki yang menjutai di atas kursi.


Anin dan Stella yang ikut bergabung semeja dengan Bik Asik dan Lia. Hanya tertawa melihat interaksi Alea dan pengasuhnya. Hatinya seperti tercubit saat mendengar ucapan putrinya.


Sedangkan Pak Dadang, Agus, dan Budi tengah berada di area khusus perokok.


"Nona sekalian mau di pesankan?" Lia bertanya kepada Anin dan juga Stella


"Samakan saja. Sekalian es tehnya Lia." Pagi ini Anin merasa tenggorokannya kering dan terasa sangat haus.


"Nona Stella?"


"Ya, samakan juga." Stella menjawab pertanyaan Lia


"Alea, nanti di habiskan ya telornya. Tidak boleh membung-buang makanan." Anin mengingatkan.


"Yes Mami.."


"Anak pintar.." Stella mengusak kepala Alea, wanita itu semakin berharap agar Tuhan mempercepat kehamilannya saat melihat lucunya Alea.


"Mi, Pak Agus mana?" Alea menanyakan supir kesayangannya.


"Pak Agus ada di sana." Anin menunjuk ruangan dengan pembatas kaca. Dengan tulisan 'Area Smoking'


"Ada apa mencari pak Agus?"


"Mau tanya Bluno.. Cudah di kasih emam belum?"


"Bruno?"


"He'em.." Alea mengangguk.


"Kenapa Ea lebih suka dengan burung gagak dari pada burung dara?" Lia bertanya.


"Bluno lebih kelen Mbak Lia.. telbangna lebih kencang. Pak Agus aja ndak bisa tangkap."


"Siapa Bruno An?" Stella bertanya.


"Burung kesayangannya Alea.." Anin menjawab dengan tersenyum. Ia langsung mengingat Dirga dan kehebohan yang terjadi sebelum keberangkatannya ke Singapura.


"Kenapa Non?" Bik Asih bertanya saat melihat Anin mengusap pinggangnya..


"Pegal Bik."


"Bibik bantu pijit pelan-pelan ya Non, sambil menunggu nasi gorengnya datang.." pelayan setia itu memiringkan duduknya agar bisa membantu mengusap dengan memberikan pijitan lembut di pinggangnya.


"Terimaksih, Bik. Rasanya enak banget."


Anin menunduk, menempelkan keningnya di lipatan tangan yang ia rebahkan di atas meja. Baru beberapa kali usapan, Dirga datang dengan ujung telunjuk yang ia tempelkan di bibirnya. Dan Bik Asih paham apa yang maksud Tuannya.


Stella langsung pindah ke meja lainnya saat melihat Bayu juga datang bersama Dirga.


"Ayok Bik, jangan berhenti …pijitan Bibik Enak." Anin bicara masih dengan posisi kening menempel di tumpukan tangannya. Ia belum menyadari kehadiran Dirga di sampingnya.


*


*


*


Di kamar lantai 20 sebelumnya.


Saat pemicaraannya dengan Bastian dan Bayu selesai, ia beranjak turun dari tempat tidur.


"Mau kemana Nak?" Alyne bertanya ketika Dirga mengambil celana panjangnya.


"Aku ingin menyusul istriku Mom.."


"Kenapa tidak di tunggu saja? Anin pasti tidak akan lama. Kamu masih sakit." Alyne mencoba melarangnya, Putranya itu masih tampak pucat.


"Aku sudah lebih baik Mom … aku membutuhkan istriku."


"Oh ya ampun.. Kamu sungguh keras kepala Dirga." Alyne tidak bisa melarang keinginan pria itu.


"Anda kuat berjalan Tuan?" Bayu memastikan


"Jangan terlalu mengkhawatirkanku Bay.. Aku masih cukup kuat. Aku tidak selemah yang kalian pikirkan."


"Anda akan lemah kalau sudah menyangkut Nona Anin Tuan."


"Brengsek kau Bay.. Aku pastikan kamu akan mengalaminya. Dirga bicara sambil mengenakan celananya.


"Ya, Ya, Ya, anda selalu menang Tuan. Jangan menyumpahiku. Aku juga tidak akan suka Stella dekat dengan pria lain.


"Tunggu saja, aku akan membalas pukulanmu di atas ring."


"Aku menunggunya, Tuan. Cepatlah sehat." Bentuk perhatian kedua pria itu mereka tunjukkan dengan cara yang tak biasa.


Sesuai kesepakatan yang baru saja di bicarakan. Bayu akan kembali ke Indonesia selama Dirga melakukan perjalanannya ke Negara Eropa. Bastian menyarankan Dirga untuk pergi berlibur agar memulihkan kondisinya.


Bayu sebagai COO


( Chief Operating Officer ) sebagai pimpinan dalam perusahan khusus divisi tertentu yang bertanggung jawab dalam pengambilan kebijakan khususnya yang berkaitan dengan operasional usaha


Sebagai tangan kedua. Ia sudah menempatkan orang yang tepat, berkompeten, dan memiliki loyalitas yang tinggi kepada perusahaan sesuai kinerjanya untuk menjabat sebagai Direktur untuk cabang perusahaan yang ada di Singapura.


Sedangkan Alfred, pria itu meminta MERGER dan AKUSISI kepada Dirga. Penggabungan dua perusahaan menjadi satu. Dimana perusahaan yang me-merger akan mengambil/membeli semua assets dan liabilities perusahaan yang di merger, dengan begitu perusahaan yang me-merger memiliki paling tidak 50% saham dan perusahaan yang di merger berhenti beroperasi dan pemegang sahamnya akan menerima sejumlah uang tunai atau saham sebesar aset yang di miliki.


Intinya Dirga membeli dan mengabungkan dengan perusahaannya miliknya yang di singapura. Dan memberikan saham sebesar 50 % kepadanya sebagai pemilik saham.


Sebelumnya Alfred sudah membicarakannya kepada Bastian. Alffred sudah lelah mengelola perusahaan batu permata miliknya, dan ia pun tak mungkin menarik Bayu untuk menggantikannya. Sedangkan, ia ingin segera mengikuti jejak Bastian yang sudah menikmati masa pensiunnya dan hanya memantau sebagai pemegang saham.


Dan sudah di setujui oleh semua pihak. Jadi walaupun Bayu tetap fokus dengan Wijaya Grup. Kelangsungan kekayaannya akan terus berjalan di bawah kepemimpinan Dirga sebagai CEO dan Bayu sebagai COO di perusahaan yang berada di singapura. Dengan tidak melibatkan perusahaan inti yang berada di Indonesia.


©©©©


"Mas.." Anin terkejut saat menyadari aroma tubuh yang bukan milik Bik Asih. Tetapi milik suaminya yang menguar di sampingnya.


"Kenapa turun?" Anin langsung menegakkan duduknya. Pantas saja usapannya sangat berbeda.


"Aku tidak bisa jauh darimu.." pria itu memberikan senyum hangatnya dengan wajah yang masih pucat.


"Tapi Mas, belum sehat? Jangan memaksakan untuk turun. Kalau saat jalan tiba-tiba pusing lalu terjatuh bagaimana?" Anin mengomel dengan menekan kata-katanya


"Ya, Nyonya, aku mendengarkanmu. Sudah.. Jangan memarahku, aku tidak bisa menahan rindu.. Jauh darimu sedetik saja bak seperti sewindu." Dirga sudah mulai mengeluarkannya jurus rayuannya, walaupun memang seperti itu kenyataannya. Pria itu tak bisa berada jauh dengan kekasih hatinya.


"Aku akan cepat sehat kalau kamu selalu di sampingku, lagi pula kamu sudah merawatku dengan baik, Sayang. Jadi biarkan aku membantumu walaupun hanya mengusap pinggangmu yang pegal.


Yang lainnya pergi satu persatu, merapat ke meja yang lainnya, membiarkan pasangan suami istri itu bercengkrama berdua di meja makan. Begitupun Alea, gadis kecil itu mengerti, kedua orang tuanya butuh waktu berdua saat di kode oleh Omanya.


"Mas, mau makan lagi?" Anin menawarkan saat pesanan nasi gorengnya datang.


"Kamu harus menghabiskannya sendiri, kamu dan Babyku pasti belum makan dari kemarin siang."


"Sini, biarkan aku menyuapimu."


Dirga mengambil alih sendok yang berada di atas pring.


****


Bersambung ❤️


Terimakasih untuk segala bentuk dukungannya di Anindirra dan juga Maya... Simpan keduanya sebagai paforit yaa.. Agar mendapatkan notifikasi kalau sudah UP