Anindirra

Anindirra
Chapter 44



"Kamu semakin cantik Stella.." Alyne memujinya.


Wanita dengan rambut pirang berwarna blonde yang bukan warna aslinya itu nampak senang mendapat pujian dan sambutan dari Alyne, Ibu dari lelaki yang di sukainya.


Senyum lebar ia tunjukkan. "Aunt juga tidak berubah. Selalu tampil cantik bukan?" Stella membalasnya dengan suara yang di buat selembut mungkin.


Setelah bertegur sapa sekedarnya dengan saling bertanya kabar. Dirga duduk di sofa membiarkan Stella bercengkrama dengan Mommy dan Daddynya. Ia hanya mendengar Stella menyampaikan maaf atas ketidakhadiran oragtuanya yang sedang sibuk dalam perjalanan bisnis.


Dirga tidak mau terlibat dengan obrolan yang menurutnya tidak penting. Ia lebih memilih membuka macbooknya dan fokus dengan pekerjaan yang di kirim oleh Bayu asistennya melalui Email.


Sesekali Stella melirik Dirga. Berharap laki-laki tampan yang di tunggunya selama ini meresponnnya dan mengajaknya bicara.


Alyne menyadari itu. Ia menyadari kalau ekor mata Stella memperhatikan putranya yang tampak cuek tidak peduli.


"Dirga." Alyne memangil. "Bisakah kamu hentikan pekerjaanmu?"


Dirga tidak merespon. Ia tampak serius dengan apa yang ia lakukan.


"Dirga!" Alyne memanggilnya kembali.


"Ya, Mom. Kenapa?" Dengan mata yang masih serius menatap macbook di pangkuannya. Jari-jarinya tak berhenti bergerak di atas keyboard.


"Apa tidak sebaiknya kalian pergi ke Cafe, untuk sekedar minum? Kamu dan Stella sudah lama tidak betemu." Alyne merasa kasihan kepada Stella.


"Ajaklah Stella." Alyne masih mengupayakan agar putranya tidak terlalu mengabaikan kehadiran putri dari sahabatnya. Teman masa SMU-nya.


Walaupun ia tau Dirga tetap dengan pendiriannya. Wataknya tidak jauh beda dengan suaminya.


Dirga mengangkat kepalanya dan menatap Stella.


"Maaf, Stella. Aku tidak bisa mengajakmu pergi. Aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku. Kamu tidak masalah?"


"Well, itโ€™s okay Dirga, maybe next time Iโ€™II invite you for a drink." ( Baik, tidak apa-apa Dirga, mungkin lain kali aku yang akan mengundangmu untuk minum ) Stella menunjukkan senyum manisnya. Biarpun sebenarnya ia merasa kecewa dengan penolakan Dirga.


"Maafkan putra, Aunt. Stella. Ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya." Alyne dapat melihat perubahan di wajah Stella walau berusaha ia tutupi.


"No problem Aunt... Mungkin lain waktu saat berada di Indonesia. Aku berniat mengunjunginya di Jakarta, aku ingin memperdalam ilmu bisnis dengan putramu." Stella memaksakan tersenyum.


"Aku akan mengejarmu ke Indonesia Dirga, Cukup! Selama ini aku diam menunggumu tanpa melakukan apapun." Stella bermonolog dalam hatinya.


"Oh, ya? Aunt senang mendengarnya. Dirga pasti akan menyambut kedatanganmu. Ya, kan. Dirga?" Alyne bertanya dengan menatap ke arah sofa dimana Dirga kembali serius dengan pekerjaannya. Namun tidak ada jawaban dari lelaki dingin itu.


"Sampaikan salam dan ucapan terimakasih kami untuk Mama Papamu Stella." Alyne mengantarnya sampai pintu setelah wanita itu berpamitan.


"Ckckck..." Alyne berdecak kesal. "Kamu tidak pernah berubah Dirga! Tidak bisa sedikit saja menjaga hati perempuan."


Alyne bicara dari jarak ia berdiri di sisi tempat tidur suaminya. Dan Dirga hanya menaikkan bahunya sebagai jawaban.


*


*


Di lain tempat di salah satu desa yang berada di Negara Indonesia.


"Bude..." Anin menyapa. Ia masuk kamar dan mendekat ke tampat tidur.


"Anin, kamu datang Ndok?" Wanita tua yang sedang berbaring di tempat tidur itu menggerakkan tubuhnya untuk duduk.


"Bude senang kamu pulang Ndok, sudah lama sekali Bude tidak melihatmu, kamu semakin dewasa dan cantik." Tangannya membelai wajah Anin, senyum kebahagiaan di tunjukkan oleh wanita yang bernama Darmiwati. Dia adalah kakak tertua dari Bu Rahma. Dan mereka hanya dua bersaudara.


Anin mencium tangan keriput itu yang semakin kurus.


"Apa tidak sebaiknya di rawat di rumah sakit Bude?" Anin memberikan saran.


"Tidak usah Ndok, Bude sudah merasa jauh lebih baik semenjak Ibumu pulang. Sakitnya Bude hanya sakit kangen. Apa lagi kehadiran cucuku yang lucu, rumah ini menjadi ramai, tidak sepi..."


"Bagaimana perjalananmu Ndok?"


"Alhamdulillah, lancar Bude."


Anin menceritakan perjalanannya dari bandara dengan di antar salah satu laki-laki yang mengaku masih tetangganya.


"Dia Bagas, anak kepala desa kampung ini. Ayahnya masih kerabat dengan Almarhum Pakdemu. Anak itu sopan dan juga baik Ndok, sekali-kali dia suka menjenguk Bude. Membawakan Bude makanan. Tapi sayang, sampai hari ini dia belum menikah, masih jomblo." Bude Darmi mengulum senyuman. Ia nampak bersemangat menceritakan sosok Bagas.


Bu Rahma ikut menyusul masuk ke dalam kamar. "An, bersihkan dulu tubuhmu. Setelah itu makan."


"Dingin Bu..." Anin nampak engan untuk melakukan ritual mandi. Karna memang suhu udara di desa ini sangat tinggi.


"Jangan jorok! sana mandi! Air disini sangat segar An, asli mengalir dari pegunungan, tidak seperti di Jakarta. Lagian tidak baik dari perjalanan jauh tidak membersihkan diri." Bu Rahma mengingatkan Anin.


"Mboten sae Ndok." ( Tidak bagus Ndok ) Bude Darmi menimpali.


**


Anin menggulung tubuhnya yang mengigil kedinginan dengan selimut bergambar anime princess elsa milik Alea. Dengan kilat ia membersihkan diri karna air yang yang berada di dalam bak mandi sudah menyerupai air es.


Kalau tidak karna ocehan Bu Rahma ia lebih memilih tidak mandi.


"Besok pagi, sepertinya aku harus merebus air untuk mandi. Siang hari saja dinginnya seperti ini apalagi pagi hari." bibirnya gemetar. Ia bermonolog sambil mendudukkan bokongnya di kursi jati samping Alea.


Gadis kecil itu sedang asik mengemil Cake yang ia bawa sebagai oleh-oleh.


Alea nampak serius menonton kartun dari Negara tetangga.


Anin mengaktifkan ponselnya yang sengaja ia matikan sejak semalam dimana setelah pertengkarannya dengan Dirga. Hatinya berdesir kala mengingat pria yang telah membuatnya hatinya kecewa sekaligus merindukannya.


Saat ponselnya aktif.


"Mas Dirga." Anin bergumam pelan. Nama itu lolos begitu saja keluar dari mulutnya. Ada duapuluh pangilan tak terjawab dari nama itu.


Anin mencoba tidak peduli.


****


Bersambung โค๏ธ


Mohon dukungan like komen hadiah dan votenya ya ๐Ÿ˜Š


Jangan lupa simpan di favorit yaa...


Terimakasih ๐Ÿ™