
Sesosok gadis muda, berkulit kuning langsat. Dengan tinggi 160, bermata bulat dengan pipi sedikit bulat, baru saja turun dari taksi yang membawanya.
Biarpun tidak memiliki body bak gitar spanyol, tetapi cukup menarik di mata pria dengan pinggang berlekuk dan bokong yang lumayan padat berisi. Di tambah ukuran buah dadanya yang termasuk besar sesuai porsinya.
Menggunakan celana panjang dengan atasan kaos strit berlapis jaket jeans andalannya. Penampilannya yang biasa, dengan rambut hitam sebahu, cukup menarik banyak mata pria untuk mengaguminya. Dia adalah Siti Aulia, gadis biasa dari keluarga sederhana, bahkan sangat sederhana.. Meninggalkan desa dari salah satu kota demi sebuah perubahan, perubahan akan dirinya, juga adik-adiknya.
Dengan hanya mengandalkan ijajah seadanya, ia memberanikan diri datang ke ibu kota. Mencari pekerjaan dengan keluar masuk toko dengan harapan akan ada lowongan yang membutuhkan pekerja.
Hingga Tuhan mempertemukannya dengan Bayu Lesmana. Sesosok pria dewasa yang dengan segala kebaikan dan kelebihannya. Lia sempat terpesona, ia mengagumi akan sosok Bayu. Tapi perasaan itu segera di tepisnya saat ia sadar siapa dirinya.
Aku hanyalah Lia, sorang wanita biasa yang di pekerjakan untuk mengawasi seorang wanita dewasa yang duduk di atas kursi roda dan berpindah menjadi pengasuh gadis kecil, gadis mungil yang lucu dan menggemaskan bernama Alea.
Sambil menggengam tali sling bag yang melingkar di dada, matanya tengah memperhatikan jajaran kursi dan meja di dalam caffe sesuai alamat yang di bacanya dari pesan singkat. Hingga seorang pelayan menegurnya.
"Selamat sore Mbak. Sudah reservasi atau perlu saya carikan tempat?" wanita berseragam itu bertanya dengan ramah.
"Saya mau bertemu dengan teman, kami janjian di sini." ucapa Lia
"Bisa di sebutkan namanya. Agar saya bisa membantu."
"Emm... Galiano." Lia menyebutkan nama yang ia kenal selama komunikasi.
"Oh, Tuan Manengkey. Kenapa tidak bilang dari tadi Mabk. Mari ikut saya."
"Bukan Mbak.. Bukan Manengkey tapi Galiano." Lia menjelaskan kepada pelayan dan tidak mengikuti ajakan sang pelayan.
Dan pelayan itu tersenyum.
"Ya, Tuan Galiano sudah menunggu di dalam. Mari."
Masih dengan pikiran bingung Lia mengikuti langkah pelayan itu masuk ke sebuah ruangan.
"Silahkan Mbak. Sudah di tunggu."
Dengan ragu-ragu, Lia melangkahkan kaki masuk ke sebuah ruangan ber AC. Dapat di lihat dengan jelas sesosok pria tengah duduk di sofa panjang dengan pakaian rapih dan sepatu mengkilat. Duduk dengan satu kaki yang di angkat di atas paha, pria itu sedang serius, sedikit menunduk menatap ponselnya.
Serasa tidak asing akan wajah pria itu, Lia mengingat-ngingat pernah melihatnya dimana? Untuk beberapa saat, Lia berdiri mematung. Sampai pria itu menyadari kehadirannya
"Lia.." pria itu bangun dari duduknya menghampiri Lia yang terkejut saat wanita itu mengingat siapa pria yang berdiri di hadapannya. Pria belasteran berdarah indonesia italy. Pria dengan tinggi hampir sama dengan Bayu dan yang pastinya memiliki wajah yang tak biasa, wajah bule dengan segala pesonanya. Dia pria yang di kenalnya dengan nama Diego sahabat dari Tuan Dirga dan Bayu.
"Tu.. Tuan..." Lia terbata menyapanya.
"Tuan sedang apa disini?" seakan belum menyadari bahwa pria di hdapannya itu, pria yang mengajaknya untuk bertemu.
"Duduklah dulu Lia, aku akan jelaskan semuanya sama kamu. Ok." dengan logat bahasa yang sudah fasih berbahasa Indonesia.
"Jangan takut, aku tidak akan berbuat macam-macam." Pria dewasa itu berusaha meyakinkan Lia saat wanita muda itu belum juga mau duduk dan masih berdiri memandangnya.
"Kamu mau pesan minuman yang lain? Tadi aku pesankan lemontea untukmu. Itu minuman kesukaanmu bukan?" Diego bicara setelah Lia duduk di sofa
Lia mengangguk, ia masih merasa bingung dan sungkan, mengingat pria itu adalah bukan pria biasa. Rasa minder dan malu mulai di rasakan Lia.
"Minumlah dulu.., biar kamu tidak tegang.." Diego memberikan minuman ke Lia.
Entah karena memang haus dan gugup yang belum bisa di kendalikan, Lia langsung meneguk habis lemontea di dalam gelas kaca berukuran panjang. Hingga terdengar suara yang membuat Diego tersenyum.
Glek.. Glek.. Glek..
"Kamu Haus?"
Dengan tersenyum malu, Lia hanya mengganguk.
"Sudah lebih baik?"
"Kita makan dulu ya."
Lia mengelengkan kepalanya.
"Cerita dulu." Lia memaksa
"Oh, aku lupa.." Diego menepuk keningnya.
"Kamu bekerja dengan Dirga dan Bayu. Dua orang pria pemaksa. Pastinya menurun kepada pekerjanya."
"Tuan jangan menjelekkan mereka ya."
Lia tiba-tiba tidak terima dengan wajah di buat garang tapi terlihat lucu. Mata bulatnya melotot menatap Diego.
"Ok. Ok.." Diego harus menahan tawa.
"Aku adalah Galiano Diego Manengkey. Aku menyukaimu Lia." tanpa basa basi, Diego mengungkapkan isi hatinya.
Dengan mata birunya, Diego menatap kedua bola mata Lia dengan serius.
Dengan di balas Lia yang terbengong tidak percaya.
Pria itu memang sudah mengungkapkan rasa sukanya di sosial media. Tapi Lia tidak menyangka kalau ternyata pria yang di kiranya pria biasa ternyata pria berkelas hampir selevel dengan Tuan Dirga.
Lia masih mendengarkan Diego menjelaskan segalanya.
"Aku menyukaimu dari pertama kali bertemu di Singapura saat makan pagi."
"Kamu ingat?"
Selain itu Diego juga menjelaskan kemana ia selama dua bulan menghilang. Ia harus kembali ke italy karena sang Daddy berpulang.
"Lia turut belasungkawa Tuan. Maaf Lia sempat berburuk sangka."
"Tapi, kenapa Tuan menyukai Lia. Lia hanya seorang pengasuh dengan latar belakang kita yang sangat jauh berbeda Tuan. Sedangkan di luaran sana banyak wanita cantik dan berkelas, Lia yakin tidak sulit untuk Tuan mendapatkannya?"
"Aku tidak bisa memberikan alasannya Lia. Yang aku ungkapkan itu yang aku rasakan."
Selama ini Diego banyak menghabiskan waktunya untuk mengembangkan dan membuka cabang club malam miliknya yang berada di indonesia dan juga di luar negri. Kehidupan malam sudah biasa ia jalani, dari remaja ia sudah banyak mengenal wanita dan akan berakhir di tempat tidur. Diego adalah sosok pria petualang, saat ia dekat dengan wanita tidak pernah ada rasa cinta.
Kedekatannya dengan banyak wanita hanya sebatas kebutuhan biologisnya.
Lahir dari keluarga broken home membuat ia tidak percaya akan adanya cinta, ia menganggap semua wanita sama seperti Mommynya. Yang di cari cuma uang dan harta dan tidak bisa setia hanya dengan satu pasangan.
Tapi pandangan itu sedikit-sedikit berubah dan terpatahkan saat ia menyaksikan bagaimana sahabatnya Dirga dan Anin saling mencintai.
Rasa lelah mulai di rasakannya, ia mulai bosan dan tidak bisa menikmati lagi saat bercinta dengan wanita-wanita koleksinya. Glamor dan gemerlapnya kehidupan malam mulai mengikisnya.
Dan ia merasakan suka, mungkin lepatnya jatuh cinta kepada gadis biasa, pekerja rumah tangga sebagai pengasuh anak dari sahabatnya.
Sebelum memutuskan untuk menyatakan perasaannya langsung. Dan membuka siapa dirinya, Diego sudah mencari tau siapa gadis manis yang sedang bersamanya saat ini.
Siti Aulia. Gadis biasa, yang mampu membalikkan dunianya.
****
Bersambung ❤️
Untuk Anindirra santai yaa..
Khusus part ini, kita kupas Lia dan Diego dulu.. Semoga gak boring dan tetap meninggalkan jejaknya 👍