Ai, Love Me

Ai, Love Me
Eps 78, Misteri Adam Abraham



Nyatanya saat Johan membuka pintu rumahnya, Johan begitu terkejut akan adanya semua teman temannya bersama dengan pak Abdi, paman Surya dan mamahnya yang berada di ruang tamu.


“kamu dari mana aja?” tanya sang ibunda dengan datar raut wajahnya.


“ehh?, pak Abdi ngga kasih tau?” tanya Johan balik.


“bapak hanya tau dengan siapa kamu keluar, tapi bapak tidak tau kemana kamu mau keluar” tegas pak Abdi.


“Johan keluar dengan siapa?” tanya Emilia.


“ehh, ti-tidak a-aku hanya keluar dengan-“ ucap Johan dengan terbatah batah penuh kepanikan.


“dengan teman SMP nya” sahut pak Abdi.


“ehh, emm, ohhh iyaa. Aku ke-keluar dengan teman SMP ku” jawab Johan.


“bapak kok tau?” tanya balik Emilia.


“temen SMP Johan bilang sendiri kepada bapak” jawab pak Abdi.


“iya, dia temen temen lamaku dan dia minta antarkan ke rumahnya karena dia habis anu” ucap Johan terbatah batah.


“habis apa?” tanya Kahfi.


“habisss….habisss….. Habis di palak preman!” ucap Johan sedikti berteriak.


“apa benar?” tanya Kahfi dengan begitu curiga.


“i-iyaa, dia habis di palak preman. Maka dari itu aku membelikannya roti panggang dan kopi di supermarket. Untung saja saat itu dia tidak membawa HP dan hanya dompetnya saja yang di ambil” jawab Johan.


“ohhh, begitu” jawab mereka semua menganggukkan kepalanya. Hanya saja, Kahfi yang masih benar benar tidak percaya dengan apa yang telah dikatakan oleh Johan barusan. menurutnya, ceritanya itu terlalu berkhayal dan terlalu mengada ada.


“apa yang dia lakukan barusan? pasti apa yang dia katakan itu bohong. Aku yakin sekali. bahkan dia tidak membuka helm nya saat masuk kedalam rumah. Dia menyembunyikan ekspresi wajah yang panik saat berbohong. Dia benar benar payah saat berbohong. Dasar Johan” fikir Kahfi dalam hati.


“kalau begitu, aku akan ke kamar mandi dulu bentar” ujar Johan melepas jaketnya yang dingin basah saat itu.


Saat itu juga, Johan berjalan menuju kamar mandi hanya sekedar mencuci muka dan menggosok gigi. Selepas itu, Johan pun berjalan pergi ke kamarnya yang berada di lantai atas dan kemudian mengganti semua pakaiannya. Johan memakai celana panjang training dan memakai oversize sweater hangat.


Tubuh Johan menjadi terlihat seakan akan anak kecil yang memakai pakaian yang terlalu besar dari sang ibu. Johan kembali kepada semua orang yang berada di ruang tamu sembari membawa satu wadah makanan berisi jamur tepung goreng yang berada di atas meja makan. Johan membawanya ke ruang tamu seraua membawa sebotol saus sambal pedas.


“aku kembali” ujar Johan seraya memeluk wadah makanan tersebut.


“buset, apa baju dan celanamu kurang gede?” tanya Jehian sedikit terkejut.


“hehehe, ini pemberian dari mendiang mamahku dulu” jawab Johan seraya menyuap sebuah jamur tersebut kedalam mulutnya.


“makan sambil duduk!” tegas Farel.


“hehehe, maaf maaf” ujar Johan dalam keadaan mulut yang mengunyah jamur.


Johan pun duduk di samping paman Surya di sofa tersebut. Johan duduk seraya menyuap satu persatu jamur yang ada di wadah tersebut dengan mencocolnya di tutup botol saus sambal tersebut. Dengan begitu lahap, satu persatu jamur tersebut Johan ia suap dengan begitu cepat karena saking sukanya dengan jamur.


Johan hanya fokus untuk menyuap jamurnya satu persatu hingga tidak mendengar apa yang mereka semua bicarakan di ruang tamu tersebut. Johan hanya fokus makan sampai tidak sadar jika mereka sedang membicarakan tentang rumor yang beredar di media.


“apa kalian tau berita, seorang lelaki yang mengaku kalau dirinya yang bertemu perempuan penjaga danau?” tanya Nyoman.


“perempuan penjaga danau? Apa itu?” tanya pak Abdi.


“dia mengaku kalau dirinya bertemu dengan perempuan cantik yang bertugas menjaga danau” jawab Nyoman.


“apa perempuan itu hantu penjaga wilayah tertentu?” tanya paman Surya.


“mungkin saja. Dia berkata kalau perempuan itu akan meninggal jika danaunya tercemar oleh limbah pabrik berbahaya. Lelaki itu sampai berteriak kesana kemari untuk memperingati seseorang agar tidak membuang sampah di danau tersebut” jawab Nyoman.


“apa lelaki itu sudah gila?” tanya pak Abdi balik.


“semua beranggapan kalau lelaki itu sudah gila. Tapi lelaki itu mengerti perkataan kita dan berkata kalau dia tidak gila. Dia sampai menangis di depan kamera hanya untuk memohon kepada semua orang agar mereka tidak membuang sampah di danau” jawab Jehian.


“kita mengerti kalau tujuannya adalah baik karena menjaga alam itu hebat. Tapi dengan alasan agar perempuan yang disukainya itu tidak meninggal, menurutku itu adalah satu kebohongan yang mantap agar dia bisa mendapatkan simpati dari publik” jelas Emilia.


“lagipula, dia tidak segan segan melempar sampah botol plastik ke arah orang lain yang dengan enaknya membuang sampah di danau tersebut” jelas Kahfi.


“terus? Bagaimana kondisi danau itu sekarang?” tanya sang ibunda.


“berita itu ternyata sudah menyebar kurang lebih sebulan yang lalu. Dan sekarang, danau tersebut sudah di penuhi oleh sampah dan limbah. Bau menyengat dan kotornya air danau tersebut berasal dari pihak pabrik yang tidak bertanggungjawab membuang limbahnya di tempat yang tidak benar. Hal itu disengaja oleh publik untuk membuli lelaki tersebut dan mempermainkan perasaan lelaki itu” jelas Farel.


“apa yang terjadi dengan lelaki itu?” tanya sang ibunda.


“lelaki itu terpaksa harus di ambil alih oleh pihak rumah sakit dan diperiksa. Selama lelaki itu berada di rumah sakit jiwa, semakin banyak orang yang tidak bertanggungjawab untuk membuang sampah disana. Sekarang, danau itu sudah menghitam dan bau” jawab Nyoman.


“aku sependapat dengan lelaki itu. Alasan apapun juga, semua orang tidak dibenarkan untuk membuang sampah di danau. Lelaki itu menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya menjaga alam. Namun masyarakat malah membully dan membuat video dengan sengaja membuang sampah di danau dan dikirimkannya ke ponsel milik lelaki itu” ujar Kahfi.


“tapi dia melakukan hal aneh dan berkata kalau ada perempuan yang menjaga danau tersebut. Maka dari itu, semakin banyak masyarakat yang membully dirinya dan beranggapan kalau dia sudah gila. Bahkan saat dirinya di tangkap oleh pihak rumah sakit jiwa, dirinya sedang tertidur di samping danau” jelas Nyoman.


“tidur? Maksudnya?” tanya pak Abdi.


“hal aneh apa itu?” tanya balik pak Abdi.


“saat kedua tangannya di borgol. Dirinya sempat memberontak dan meneriakkan satu nama. Nama dari danau tersebut. Danau tersebut bernama Jalesveva yang menjadi pusat bertemunya dua sungai besar. Dua sungai bernama Jamehaya dan Jayamahe. Setelah meneriakkan nama dari danau tersebut, dia meneriakkan nama dari perempuan tersebut” jelas Nyoman.


“Jayamahe? Jamehaya? Jalesveva? Bener bener nama yang aneh” ucap paman Surya.


“dua sungai bernama Jamehaya dan Jayamahe? Apa itu benar benar ada?” sahut Johan begitu terkejut.


“itu benar benar ada. Apa kau tau letak kedua sungai ini?” tanya Nyoman.


“ti-tidak, aku hanya merasa seperti aku pernah mendengar nama dari kedua sungai ini. Dua sungai yang mengaliri air bersih ke danau Jalesveva” jawab Johan seraya kembali menyuap jamurnya itu.


“ohh, aku ingat. Kalau tidak salah, Greisha mengatakannya sendiri kepadaku kalau anak anaknya telah mati saat kedua sungai itu tercemar” fikir Johan dalam hati.


“Jayamahe dan Jamehaya adalah nama sungai yang dikatakan oleh Greisha saat kita bertemu di dunia mimpi. Dia berkata kalau anak anaknya yang menjaga sungai ini sudah meninggal karena pencemaran polusi air disana. Jadi itu benar benar ada. Aku semakin percaya kalau Greisha itu benar adanya” fikir Johan.


“jadi, siapa nama perempuan yang lelaki tersebut teriakan?” tanya pak Abdi.


“saat para dokter menginterogasi lelaki tersebut, dia menjawab nama perempuan tersebut. Nama perempuan itu adalah Riana Dassilva. Dia berkata kalau dirinya sendiri yang menamai perempuan tersebut karena sebelumnya, perempuan itu tidak memiliki nama” jawab Nyoman.


“perempuan itu tidak memiliki nama? Sudah pasti dia adalah seorang hantu” tegas pak Abdi.


“tunggu dulu, perempuan itu tidak memiliki nama?. Apa perempuan itu meminta dibuatkan sebuah nama panggilan untuk dirinya kepada lelaki itu?” tanya Johan.


“itu benar. Lelaki itu mengaku kalau perempuan itu meminta sebuah nama darinya. Maka dari itu, lelaki tersebut memberikan satu nama untuk perempuan tersebut. Dan lahirlah nama Riana Dassilva. Johan kok tau? apa jangan jangan kau sudah membaca artikel berita ini?” tanya Johan.


“tidak, aku masih belum membacanya. Aku hanya menebaknya saja” jawab Johan.


“perempuan itu mirip dengan Odessa. Sebelum kita bertemu, Odessa berkata kalau dirinya tidak memiliki nama dari lahir dan dipaksa bekerja oleh mamahnya. Dan dia pun meminta saran nama untukku. Maka aku memberinya nama. Apa jangan jangan, Odessa adalah roh?” fikir Johan dalam hati.


“ti-tidak. Itu tidak mungkin. Kalau dia roh, dia melindungi apa? Dan juga dia mengaku kalau dirinya adalah perempuan biasa yang hanya menyukai pohon” fikir Johan.


“menyukai pohon? Odessa menyukai pohon?. Odessa mencintai pohon atau Odessa adalah penjaga pohon itu?. Kurasa aku harus bertemu dengan lelaki tersebut. Lelaki yang menyukai Riana Dassilva. Bagaimanapun juga, kita sama sama memberi nama kepada perempuan yang sebelumnya tidak kita kenali. Aku akan menemuinya besok hari” fikir Johan dalam hati.


“ehh, tapi besok aku harus mengajak Odessa untuk keluar. Mungkin aku akan membawa Odessa untuk pergi kemari terlebih dahulu dan bersenang senang dan selepas itu, aku akan mengantarkan Odessa pulang. Saat itu pula, aku akan menemui lelaki tersebut dan menanyakan segalanya tentang Riana Dassilva dan Odessa Ai” fikir Johan dalam hati.


“nama lelaki itu siapa? Dan berapa umurnya?” tanya Johan.


“dia berumur 18 tahun dan masih duduk di bangku SMA kelas 12. Namanya adalah Adam Abraham” jawab Nyoman.


“namanya keren juga” jawab Johan.


“jangan salah sangka, dia itu wibu otaku sama sepertimu. Dia juga jarang sekali keluar rumah sebelum dirinya bertemu dengan Riana Dassilva. Itu pengakuannya dan pengakuan dari sang ibu tiri yang merawatnya” jawab Nyoman.


“bahkan nasib di keluarga kita benar benar sama” fikir Johan dalam hati.


“katakan dimana letak dia sekarang” tegas Johan.


“dia sekarang sudah direhabilitasi dan sudah keluar dari rumah sakit jiwa selama sebulan penuh. Dan sekarang, dia sudah kembali bersekolah seperti biasanya. Namun, di dalam berita, diceritakan kalau Adam Abraham masih kerap mengunjungi danau yang sempat dia lindungi itu. Dia menangis di samping danau saat mendapati kalau danau tersebut sudah tercemar” ucap Nyoman.


“dia sekolah dimana?” tanya Johan.


“menurut di kanal berita, dirinya bersekolah di SMA Harapan Agung Bangsa II” jawab Nyoman.


“sekolah itu!? itu dekat dengan lapangan sepak bola di samping warung kopi pak Yanto. Apa itu benar?” tanya Johan.


“yapp benar sekali. Warung kopi pak Yanto yang kita berdua pernah bersinggah sebentar karena kehujanan” jawab Nyoman.


“tunggu dulu, kalian membahas pak Yanto?” tanya Emilia sedikit kesal.


“dulu, aku pernah main bersama dengan Johan hanya berdua. Dan di tengah perjalanan akan kembali kerumah, kita kehujanan. Saat itu pula kita berdua pun bersinggah di warung kopi pak Yanto” jawab Nyoman.


“itu tidak penting. Yang pasti, letaknya tidak jauh dari sini” jawab Johan.


“apa yang akan kau lakukan?” tanya Kahfi kepada Johan.


“apa yang akan kulakukan? Aku tidak akan melakukan apa apa kok. Aneh aneh aja” jawab Johan dengan tawa palsunya itu.


“benar benar pembohong yang buruk” fikir Kahfi dalam hati seraya menatap tajam kedua mata Johan.


“kalau begitu, aku mau ke kamar dahulu. Aku mau ambil HP” jelas Johan.


Saat itu pula, Johan pun beranjak dari sofa nya dan kemudian berjalan menuju lantai atas. Johan berlari di tangga dan kemudian segera membuka pintu kamarnya itu. Johan pun segera mengeluarkan ponselnya yang saat itu masih berada di kantong jaketnya yang sedikit basah tersebut dan kemudian menyalakannya.


Johan pun segera membuka pencarian internet dan kemudian mencari nama Adam Abraham di internet. Benar saja jika beritanya sudah menyebar luas. Johan pun menjarahi semua sosial media lelaki tersebut. Di setiap akun sosial media milik Adam Abraham, dia tidak tertinggal satupun.


Johan mencari tau mengenai informasi pribadi, tempat sekolah, berapa lama di rehabilitasi, alamat rumah, nama orang tua, status sosial, akun Instagram, akun Facebook, akun Twitter, General Discord, dan lain lain. Johan benar benar menjadi stalker saat itu.


Hanya dalam kurun waktu 15 menit, Johan berhasil mendapatkan nomer telfon WhatsApp milik Adam Abraham yang ia dapat melalui akun Facebook 1 tahun lalu.


“akun facebooknya masih belum dia hapus. Dan dia meletakkan semua data pribadinya disini. Saat aku melihat isi dari beranda akun facebooknya, aku seperti melihat diriku sendiri. Dia memposting gambar gambar anime yang tidak jelas sama seperti diriku 1 tahun yang lalu” fikir Johan dalam hati.


“aku harap, nomer WhatsApp nya tidak ia ganti dengan nomer lainnya. Aku akan menelfonnya saat semua teman temanku sudah pulang” tegas Johan dalam hati.