Ai, Love Me

Ai, Love Me
Eps104, Bertemunya teman Johan dengan Adam



Pada akhirnya, mereka sampai di kediaman rumah Johan. Emilia, Jehian dan Nyoman sempat kebingungan dan heran mengapa paman Surya mengajak mereka kerumah ini. Namun saat mereka semua masuk kedalam rumah, mereka dikejutkan oleh kehadiran Adam Abraham yang tengah membaca sebuah buku tua. Buku tersebut adalah buku yang sama dengan buku yang telah Johan lihat sebelumnya di kantor desa.


Buku tua yang dibuat langsung dengan tulisan tangan oleh kakek Johan itupun benar benar dipahami oleh Adam. Dengan begitu fokus, Adam tidak memperhiraukan lingkuan sekitar dan hanya fokus membaca buku itu. Bahkan Adam tidak sadar kalau saja Farel dan teman teman Johan lainnya berjalan kearahnya.


“apa yang kau baca itu, bro?” tanya Farel seraya menepuk pundak Adam.


“eh, Farel. Aku cuma iseng baca buku kitab yang sempat kubawa dari desa Engkobappe” jawab Adam.


“ma-maaf, tapi kau siapa?” tanya Jehian.


“perkenalkan, namaku Adam Abraham. Aku yakin pasti kalian sudah mengenalku dari berita tidak jelas itu” jawab Adam sedikit menundukkan kepalanya.


“jadi kau adalah Adam Abraham. Di dalam foto, kau benar benar payah dan jelek seperti tidak memiliki semangat hidup, tapi saat aku melihatmu langsung, aku merasa kalau aku tidak bertemu dengan Adam Abraham yang kehilangan pasangannya” jawab Nyoman.


“hsstt, jangan omonganmu dengan orang lain” sahut tegas Emilia.


“maafkan teman kami. Nyoman memang tidak bisa mengontrol perkataannya” ucap Emilia kepada Adam.


“hahaha, itu tidak apa apa. Dia begitu jujur” jawab Adam dengan tawanya.


“jadi, apa kau sudah pernah bertemu dengan Farel sebelumnya?” tanya Emilia kepada Adam.


“kita berdualah yang menyelamatkan Johan” jawab Adam.


“sekarang Johan ada di mana?” tanya Emilia.


“aku sudah menyerahkan Johan kepada Callysta di rumah sakit. dia sekarang bersama dengan Callysta. Aku yakin kalian berteman dengan Callysta” jawab Adam.


“ti-tidak. Aku bahkan tidak pernah bertemu dengannya” jawab Nyoman.


“dia adalah pacarku” jawab Jehian seraya membanggakan dirinya.


“ohh, jadi kau adalah pacarnya Callysta?” tanya Adam.


“jelas” jawab Jehian melipat tangannya di depan dada.


“apa yang kau katakan? Lebih baik kau belajar lebih banyak lagi agar bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. Lihatlah nilai rapormu itu sebelum kau mendekati anakku” sahut paman Surya seketika melempar tutup botol plastik ke arah kepala Jehian.


“jangan salah, paman. Nilaiku sudah meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu” jawab Jehian kepada paman Surya.


“jadi itu adalah nilai terbaikmu? Aku tidak bisa membayangkan seberapa buruk nilaimu tahun lalu” jawab paman Surya.


“kalian mengobrolah terlebih dahulu dirumah ini. Paman Johan dan tante akan pergi ke kantor polisi dan membuat surat penyataan atas penyerangan Johan” sahut sang ibunda Johan.


“baik tante” jawab mereka semua.


“baik baik dirumah. Jaga Emilia baik baik. Dia perempuan sendiri dirumah ini. Aku tau fikiran kalian para lelaki bejat. Apalagi Jehian” ucap paman Surya.


“kenapa selalu aku yang kena” jawab Jehian diikuti oleh tawa mereka semua.


Paman Surya dan ibunda Johan segera berjalan keluar rumah dan kemudian meninggalkan rumah menggunakan mobil polisi yang dibawa oleh paman Surya sebelumnya.


“ada makanan sisa yang sudah dihangatkan oleh mamah Johan. Mamah Johan bilang kalau semua jajanan ini dibeli oleh Odessa dan Johan kemarin sore” ucap Adam.


“Odessa? Siapa itu?” tanya Jehian.


“Odessa adalah perempuan yang masuk kedalam lab IPA kemarin siang. Saat kita disuruh untuk melakukan percobaan untuk menambal nilai kita yang lubang, kita mengerjakaannya di lab IPA. Dan setelah itu, ada seorang perempuan disana. Perempuan yang cakep gile. Dia yang tiba tiba tau namaku dan mengajakku mengobrol diluar” sahut Farel.


“ohh, perempuan yang lebih cakep dari Callysta itu?” tanya Jehian.


“benar benar fakboy parah” gumam Emilia menatap tajam mata Jehian.


“ma-maaf, aku tidak bermaksud seperti itu” jawab Jehian.


“jadi apa kalian sudah tau siapa itu Odessa?” tanya Adam.


“kita hanya sempat mengobrol bersama sebentar. Dan kemudian dia pergi menjauh” jawab Emilia.


“kalau begitu, aku akan menceritakan asal mula siapa itu Odessa dan apa itu roh alam. Setidaknya aku harus menjelaskan hal ini dengan begitu kompleks dan benar serta lurus agar kalian tidak salah faham dan lebih mudah mengerti” ucap Adam.


“ceritakan semuanya” jawab Nyoman.


“ini mungkin akan agak panjang, jadi bersiaplah”


“singkatnya, Odessa adalah salah satu roh pohon. Odessa adalah pemberian nama dari Johan. Mengapa Johan memberi nama kepada perempuan itu? itu karena semua roh pohon terlahir tanpa nama. Sejak kecil, roh pohon tumbuh bersama dengan alam yang ia jaga. Odessa Ai, itulah kepanjangan dari nama roh pohon yang dicintai Johan”


“Johan memberikan nama Odessa Ai karena mengambil filosofi dari pohon tersebut. Odessa Ai menjaga pohon Hornbeam yang berasal dari Ukraina dan pohon itu berbunga Sakura yang berasal dari jepang. Kota terpadat keempat Ukraina bernama Odessa sementara Ai berasal dari bahasa Jepang yang berartikan Cinta. Maka dari itu, Johan memberikan nama kepada roh pohon yang ditemuinya dengan nama Odessa Ai”


“seperti yang kalian tau, Engkobappe dilanda bencana besar. Bencana yang menghanguskan hampir 85 persen rumah penduduk. Maka dari itu, Johan berusaha untuk membangun semangat dan dukungan kepada mantan tetangganya itu. Kenapa dikatakan mantan tetangga? Itu karena saat kecil Johan pernah diasuh dan seringkali menginap di rumah kakek dan neneknya yang berada di desa itu”


“singkat cerita, Johan membangun satu komite. Komite itu berisi para pemuda yang ditugaskan oleh Johan. Mengapa para pemuda itu mau untuk disuruh suruh oleh anak yang bahkan lebih muda dari mereka? itu karena Johan sudah melawan dan bertarung melawan 14 orang lebih lelaki dewasa yang ingin menebang hutan. Dengan begitu, mereka ingin membalas budi Johan karena Johan sudah menyelamatkan hutan yang memang menjadi teman mereka semua dari kecil”


“namun ada hal yang tidak Johan ketahui disaat itu. Saat Johan sudah mengalahkan 12 orang penebang hutan di hutan tengah, terdapat dua orang yang akan menebang hutan milik Odessa. Namun saat itu, Odessa berhasil menghadang mereka. Dengan tidak sengaja, Odessa mendengar percakapan antara dua orang yang akan menebang pohon miliknya itu. Pembicaraan mereka berfokus mengenai rencana pembuatan obat”


“dengan kata lain, mereka ingin menebang pohon Hornbeam itu karena satu khasiatnya yang begitu mujarab untuk pembuatan obat anti kanker. Dengan begitu, niat dari seorang roh pohon saat mendengar mengenai pohonnya yang akan ditebang untuk obat para penderita kanker itupun melemah. Sejak itu, Odessa ingin merelakan pohonnya untuk biaya pengobatan para penderita kanker tersebut”


“Odessa mendengar operasi penebangan pohon miliknya itu. Dengan kata lain, para penebang tidak kunjung berhenti untuk menebang pohon dan dijual ke perusahaan farmasi besar pembuat obat. Sejak saat itu, Odessa benar benar ngotot untuk mengajak Johan pergi ke kota untuk bersenang senang. Hingga pada akhirnya, kemarin hari adalah hari dimana Johan mengajak Odessa pergi ke kota untuk pertama kalinya”


“di kedua belah pihak begitu senang. Johan yang benar benar mencintai Odessa begitu senang karena perempuan yang dia suka bersamanya sepanjang hari. Mereka pergi ke mall, berbelanja pakaian, membelikannya makanan dan memasak bersama di dapur rumah, dan lain lain. Hal itu semata mata untuk membuang buang waktu Johan”


“disisi lain, Odessa memiliki rencana tersendiri. Asal kalian tau, Odessa dengan sengaja meninggalkan pohonnya demi menyelamatkan Johan. Kemarin hari adalah hari dimana pohon Odessa akan di tebang saat malam hari. Para penebang hutan akan menebang satu pohon. Mereka hanya akan menebang satu pohon. Hanya satu pohon yaitu pohon milik Odessa”


“alasan mengapa Odessa meninggalkan pohonnya dan memilih untuk tetap bersama dengan Johan di kota adalah untuk menyelamatkan Johan. Odessa tau kalau saja dia memberitahukan hal yang sebenarnya kepada Johan, Johan akan melindungi pohonnya secara mati matian. Maka dari itu, Odessa menghabiskan waktu bersama dengan Johan di kota”


“mereka kembali ke desa dan lebih tepatnya ke pohon milik Odessa. Saat itu, para penebang sedang beristirahat di hutan sisi lain. Disaat itu juga, Odessa melancarkan rencananya. Odessa bersama dengan salah satu roh pohon Jati melakukan sandiwara. Sandiwara yang mereka lakukan adalah mereka berpura pura menjadi sepasang suami istri yang sudah akan memiliki keturunan”


“alasan mengapa Odessa melakukan hal itu adalah agar Johan sakit hati dan melupakannya. Odessa berharap dengan dirinya melakukan hal itu, Johan akan pergi meninggalkan desa dengan cepat dan tidak membuatnya menyelamatkan pohonnya. Odessa tau kalau Johan sampai membantunya, Johan akan terluka. Odessa takut jika Johan menyelamatkan pohonnya, Johan akan terluka. Itu adalah alasan mengapa Johan dan Odessa selalu menghabiskan waktu bersama di kota”


“saat itu juga, aku berada di danau Jalesveva. Danau tersebut berada di desa Engkobappe. Bagi kalian yang belum tau dimana letak danau itu, danau tersebut berada di samping hutan dekat dengan letak pohon milik Odessa. Saat itu juga aku menyemangati Johan agar Johan tidak termakan oleh perkataan Odessa dan menyelamatkan pohonnya. Detik itu juga, Johan pun memutuskan untuk menyelamatkan pohon Odessa dari para penebang dan keluar dari skenario terburuk nasib Johan”


“pada akhirnya, diapun pergi berlari dengan sekuat tenaga melawan para penebang itu. Alhasil, Johan berhasil melukai 12 buah kaki dari keenam para penebang hutan dalam upaya penyelamatan Odessa. Namun sayangnya, di detik detik Johan menyelamatkan Odessa, Johan tidak menyadari bahwa amasih ada seorang lagi dibelakangnya. Dengan begitu cekatan, pria tersebut menembak kedua kaki dan telapak tangan kiri Johan menggunakan pistol”


“teriakan Johan terdengar hingga kantor desa yang jaraknya sedikit jauh dari sana. Darah Johan berlinang dimana mana membasahi tanah tersebut. Johan terbaring tidak berdaya melawan rasa sakit dari peluru yang masih menancap di tubuhnya. Pada akhirnya, Odessa berkata kepada pria tersebut untuk memaafkan Johan dan membiarkan Johan agar tidak dibunuh, sebagai gantinya Odessa membiarkan pohonnya ditebang oleh para penebang itu di depan mata Johan secara langsung menggunakan gergaji mesin”


“hal itu membuat Johan benar benar merasa begitu kehilangan. Benar benar pasrah tidak berdaya, isak tangis air mata Johan tidak terbendung dan pada akhirnya Johan terkena trauma. Setelah ditinggalkan oleh keluarganya, Johan pun kembali kehilangan orang tercintanya. Dan itu menyerang psikis Johan. Mamah Johan sedikit khawatir akan kondisi mental dari Johan. Takutnya dikarenakan mental Johan begitu hancur, Johan terlalu stres dan pada kahirnya menjadi ODGJ”


“sekarang, Johan sedang dirawat di rumah sakit Waluyo Marsudi, kamar nomer 29 lantai 2. Dia hanya terdiam tanpa adanya kata kata satupun yang keluar. Dia hanya melamun dan tidak mengajak mengobrol siapapun disampingnya. Sampai sekarang dia hanya termenung menundukkan kepala dengan tatapan kosong” jelas Adam.


“waaahh, cerita segitu banyaknya memebuat tenggorokan kering. Benar benar capek juga ya” ucap Adam menghela nafas begitu panjang.


“menggarisbawahi apa yang telah kau katakan barusan. Mengapa Johan begitu sedih karena pohon Odessa tertebang? Apa itu ada hubungannya dengan Odessa sebagai roh pohon?” tanya Jehian.


“ohh, iya. Aku lupa menjelaskan bagian yang sangat penting itu. Bagi roh pohon, struktur alam yang mereka jaga adalah nyawanya. Jika nyawa mereka sudah rusak dan hancur, mau tidak mau para roh juga akan hancur. Singkatnya, jika pohon Odessa mati atau tertebang, otomatis Odessa juga ikutan mati” jawab Adam.


Mendengar hal itu, mereka semua begitu terkejut akan jawaban Adam barusan.


“jadi? Odessa sekarang sudah mati?” tanya Jehian begitu terkejut.


“itu adalah alasan mengapa mental Johan begitu nge-down” jawab Adam.


“kau barusan berkata kalau Johan dan Odessa saling mencintai, apa itu benar?” tanya Emilia.


“gawat, dia baru ngeh” ucap Farel.


“iya, kenapa?” tanya balik Adam.


“ti-tidak, itu tidak apa apa. Aku hanya iseng bertanya seperti itu” jawab Emilia.


“Johan tidak mencintaimu dan hanya mencintai Odessa. Mungkin kata kata itu adalah jawaban dari pertanyaan yang selama ini kau tunggu tunggu” ucap Jehian.


“aku sudah tau itu kalau Johan tidak menyukaiku, tapi aku tidak tau kalau Johan menyukai perempuan lain” jawab Emilia.


“apa kau akan marah kepada Johan?” tanya Adam.


“aku tidak akan marah. Itu adalah haknya untuk menyukai perempuan lain. Tapi aku juga memiliki hak untuk menyukai lelaki yang memang kusukai” jawab Emilia sedikit menundukkan kepalanya.


“kalau kalian berdua tidak bisa bersama menjadi satu, jangan sampai kalian berdua menjadi empat” ucap Adam..


“hah? apa itu maksudnya?” tanya Emilia.


“kalau kalian berdua tidak bisa menjadi satu kesatuan cinta, jangan sampai kalian berubah haluan dan menjadi empat dan memilih pasangan lain dan melupakannya. Johan akan memilih Odessa sementara Emilia akan memilih Farel, dengan begitu Johan dan Emilia tidak menjadi sahabat. Ego tersebut yang harus dibuang. Aku mengutipnya dari quotes yang aku temukan di beranda Twitter” jawab Adam.


“kau memiliki Twitter? Untuk apa?” tanya Jehian.


“kau tidak mengerti kegunaan Twitter bagi para lelaki? Kau begitu polos” jawab Adam.