
“maaf ya, kita kekurangan bahan” ucap Johan.
“bahan bahan di kulkas sudah banyak yang busuk, jadi lebih baik di buang saja” jelas sang ibunda.
“padahal kalau masih ada bahan, sup nya akan jauh lebih enak” ujar Johan.
“kalo ada bahan, sup nya masih bisa jauh lebih enak?” tanya Emilia.
“masih bisa lebih enak dari ini?” tanya Kahfi.
“masih bisa jauh lebih enak?” tanya Farel, Jehian dan Nyoman bersamaan.
“i-iya” jawab Johan.
“aku akan selalu membelikan bahan masakan, kamu harus memasaknya” tegas Emilia.
“iya, dia benar” tegas mereka semua.
“ehh? Bu-bukannya kalian harus pulang?. kalian mending pulang dulu. Kalian sudah di sini beberapa hari. Pasti kalian di cari sama mamah papah kalian” jawab Johan.
“tenang saja. kita akan pulang sebentar lagi. Tapi besok dan besok besok besok besok besok nya lagi kita akan tetap akan kembali ke sini” ujar Jehian.
“padahal dulu kita sering nongkrong di kafe. Tapi semenjak kalian mengenal masakanku, kalian malah tidak ingin pergi ke resto dan malah ingin ku masakin masakan rumahan. Dasar kalian. aku males banget buat masak” jelas Johan.
“hehehe, kukira masakan rumahanmu itu jauh lebih enak dari semua kafe yang pernah kita coba” jawab Emilia.
“jujur saja, alasan kita menyuruhmu memasak setiap hari adalah agar kamu tidak terlalu kefikiran untuk kembali ke desa. Tapi kita juga harus jujur kalau masakanmu itu memang enak. Jadi kita sangat di untungkan disini” fikir Emilia dalam hati.
“asalkan kalian kerumahku dan membantuku menyelesaikan semua tugas sekolah yang lobang, Aku akan memasakkan masakan untuk kalian” ujar Johan.
“apa kamu mau kembali sekolah?” tanya Kahfi.
“jelas, aku akan kembali sekolah. Tapi sebelum itu, seperti yang kalian tau sendiri kalau tubuhku juga masih lemas setiap harinya. Takutnya saat aku sekolah, staminaku akan benar benar down seketika. Maka dari itu, mungkin seminggu kedepan aku tidak akan pergi sekolah terlebih dahulu. Dan selama itu, aku minta kepada kalian semua agar membantuku mengerjakan semua tugas sekolah yang tertinggal selama 3 bulan” jelas Johan.
“kau akan menambal tugas 3 bulan dalam 1 minggu? apa kau sudah gila? Itu banyak banget parah” sahut Nyoman.
“maka dari itu, aku akan sangat berterimakasih kalau kalian membantuku mengerjakan beberapa tugasku di buku tugasku. Sebagai gantinya aku akan selalu memasakkan masakan untuk kalian semua” jelas Johan.
“ehh? Apa kau yakin?” tanya Jehian.
“Tulisanmu itu bener bener bagus bahkan sama bagusnya dengan Emilia. Sedangkan tulisan kita bertiga benar benar seperti ceker ayam” jelas Jehian kepada Johan.
“santai saja. guru nya juga tidak akan peduli dengan tulisan. Yang penting tugasku selesai semua” jelas Johan.
Jam 8 pagi, dimana perut mereka sudah dipernuhi dengan masakan Johan. Mereka begitu kekenyangan hanya karena sarapan. Mereka semua begitu menikmati masakan Johan di pagi itu. Tidak lama setelah itu, mereka pun mengemasi semua barang barang mereka yang berada di dalam kamar Johan. Begitu pula dengan beberapa futon yang akan di letakkan di gudang bawah.
Setelah semua persiapan mereka selesai, pada jam 9 pagi pun mereka mulai beranjak pergi dari rumah mereka dan pulang ke arah rumah mereka masing masing. Dengan begitu senang, Johan menundukkan kepalanya dan berterimakasih banyak kepada semua teman temannya karena sudah menemaninya dan mencemaskan keadaannya selama ini.
Selepas mereka semua pergi, Johan membantu mamahnya membereskan meja makan dan mencuci piring di wastafel dapur. setelah itu juga, Johan membersihkan rumah dengan menyapu serta mengepel lantai.
“sudah sudah, biar mamah saja yang bersihkan ini semua” sahut sang ibunda.
“apa mamah udah lupa. Mamah baru aja keluar dari rumah sakit. Mending mamah langsung minum obat dan istirahat di kamar” jawab Johan.
“kalau begitu, mamah akan bantuin kamu bers-“ ujar sang ibunda terhenti.
“dasar mamah. Apa Johan harus mengunci mamah di dalam kamar dari luar agar mamah bisa istirahat?. Jangan lupakan Johan yang bahkan bisa mengurus rumah ini sendirian” sahut Johan.
“ba-baik” jawab sang ibunda sedikit menundukkan kepalanya.
Sang ibunda pun segera berjalan ke arah kamarnya dan kemudian menutup pintu kamarnya. Saat itu pula Johan melanjutkan menyapu dan mengepel lantainya. Setelah semua bagian sudah Johan lap dengan kain pel, Johan pun keluar dari rumah dengan membawa gunting taman. Johan memandang taman depan rumah yang sudah sangat dipenuhi oleh rumput liar dan ilalang.
“ini sudah seperti rumah hantu” gumam Johan seraya menatap rerumputan tersebut.
Johan pun segera memotong rerumputan dan ilalang tersebut menggunakan gunting taman yang ia bawa. Setelah semua bagian terpotong, Johan menyapu semua remah remah rerumputan tersebut dan mengadahkan ke satu karung yang berisi penuh dengan remha remah rumput hijau.
Johan membuka semua biopori di sekeliling rumahnya dan kemudian memasukkan semua rerumputan tersebut kedalamnya. Selepas itu semua Johan lakukan, nyatanya Johan sudah sedikit lebih fit dari biasanya. Tubuh Johan mengeluarkan keringat segar. Johan pun berfikir untuk pergi mandi untuk yang kedua kalinya di pagi itu.
Johan pun masuk ke dalam rumah dan kemudian berjalan menuju ke kamar mandi. Johan menyalakan kran air dan mengisi bathtub. Johan mengambil handuk dari kamarnya dan dibawanya ke kamar mandi. Johan pun akhinya berendam di air dingin tersebut dan menyegarkan tubuhnya yang begitu gerah pagi itu.
Selepas mandi, Johan pun kemudian berjalan ke kamarnya untuk berganti pakaian di lemari. Saat itu pula seperti biasa, Johan harus meminum obat yang diberikan oleh rumah sakit kemarin hari. Setelah meminum obat, Johan pun rebahan santuy di kasurnya sembari mengambil satu buku manga di rak bukunya untuk ia baca.
“sudah lama sekali aku ngga baca buku manga” ucap Johan mengambil buku tersebut dari rak buku.
Johan pun membaca selembar demi lembar sembari tiduran di kasurnya itu. Dikarenakan efek obat yang begitu kuat, Johan pun mulai sedikit mengantuk. Matanya mulai berat begitu pula dengan Johan yang selalu menguap berkali kali. Pada akhirnya, Johan pun ketiduran di pagi itu dalam kondisi segar sehabis mandi.
Johan pun kembali bermimpi bersama dengan Greisha, sang dewi alam. Saat itu, Johan terbangun di bawah pohon dalam kondisi berdiri seperti sedia kala. Saat itu pula Johan mendapati jika saja terdapat dewi alam sedang rebahan santuy di satu gundukan tanah sebagai bantalannya.
“ohayoooo” teriak Johan sedikit berteriak seraya berjalan menghampiri Greisha.
“ohh, hai Johan” jawab Greisha.
“setidaknya sedikit bersemangatlah untukku. Setiap kali aku datang kemari, kamu selalu saja tiduran dan rebahan” ucap Johan.
“ehh? Gundukan tanah? Tanah apa ini? seingatku tidak ada tanah di sekitaran sini. Lagipula kamu menggunakan gundukan tanah sebagai bantalanmu? Nanti rambutmu bisa kotor loh” ucap Johan.
“ini adalah gundukan tanah bekas milik Odessa” gumam Greisha dengan pelan suaranya.
“ehh? Apa? Aku tidak dengar?” ucap Johan mendekatkan telinganya.
“hmm, tidak apa apa. Rambutku tidak akan kotor walaupun terkena kotoran sapi” ucap Greisha.
“bukan sombong, tapi fakta” jawab Greisha.
“hmm, jadi begituuuu” jawab Johan seraya rebahan santuy di samping Greisha.
“kira kira, apakah salah satu dari anakmu itu yaitu roh pohon sedang menjaga pohon milik Odessa?. Aku takutnya nanti roh pohon itu tidak cukup kuat saat menjaga pohon kesukaan Odessa. Aku takut kalau Odessa sedih karena pohonnya tertebang” ucap Johan.
“Odessa tidak mungkin menangis” sahut Greisha.
“eh? Kenapa?” tanya Johan.
“karena dia pasti akan mati sebelum tubuhnya sempat untuk mengucapkan selamat tinggal” jawab Greisha dalam hati.
“karena kamu pasti membelikan pohon baru untuknya kan?” jawab Odessa begitu lantang.
“ehh? Kenapa kamu bisa tau?” tanya balik Johan.
“terkadang, saat lelaki dan perempuan sedang kencan, biasanya sang lelaki membelikan perempuannya dengan bunga atau hanya cokelat. Tapi kamu tau selera milik Odessa dan memutuskan untuk membeli tanaman di dalam pot sebagai hadiah” jelas Greisha.
“benar benar unik bukan?” ucap Johan membanggakan dirinya.
“aku harap pohon milik Odessa tidak apa apa dan selalu di jaga” ucap Greisha.
“apa aku bisa meminta tolong kepadamu?” tanya Johan.
“ada apa?” tanya Greisha.
“apa kamu bisa menambah kapasitas penjagaan dari pohon milik Odessa? Aku mohon sekali kepadamu” ucap Johan.
“ehh? Maksudnya?” tanya Greisha.
“kau adalah ibu dari para roh. Apa aku bisa meminta tambahan penjaga di pohon tersebut?” tanya Johan.
“tapi, jika roh di dalam pohon tersebut perempuan, dan aku tambahkan kedalam pohon tersebut berupa roh lelaki, maka bisa dibilang mereka akan malah berhubungan dan akan memiliki anak” jawab Greisha.
“memangnya kalau roh tersebut memiliki anak apa itu salah?” tanya Johan.
“kalau saja kamu tau kalau Odessa adalah roh pohon itu, pasti kamu akan menolaknya” fikir Greisha dalam hati.
“itu tidak di perbolehkan. Aku adalah pembuat peraturan itu” ucap Greisha.
“emm, jadi begitu” ucap Johan menganggukkan kepalanya.
“bagaimana caraku untuk memastikan agar pohon milik Odessa baik baik saja saat aku menjemputnya besok hari?” ucap Johan dengan nada mengeluh menghembuskan nafas panjang.
“akan lebih baik jika di lindungi secara langsung oleh manusia. Kau bisa meminta bantuan dari orang orang desa untuk menjaganya” jawab Greisha.
“ohh iya, kamu benar. Aku benar benar sangat amat luar biasa berterimakasih banyak atas saranmu itu” ucap Johan dengan begitu semangat.
“aku sama sekali tidak kefikiran dengan cara itu. Benar benar berguna sekali. Aku sampai lupa kalau masih banyak pemuda di desa yang bersedia untuk menjaga pohon milik Odessa itu” ucap Johan dengan ekspresi muka yang begitu senang.
“aku harap kamu bisa sedikit lebih cepat mengetahui kalau Odessa itu sebenarnya roh pohon” fikir Odessa menatap Johan dengan sedikit rasa kasihan.
“kalau begitu, aku harus mempersiapkannya dari sekarang” ucap Johan berdiri di tempatnya.
“apa kamu mau balik sekarang juga?” tanya Greisha.
“aku harus mempersiapkan keamanan untuk menjemput Odessa esok hari” jawab Johan.
“apa yang akan kau lakukan?” tanya Greisha.
“hmm, rahasiaaaa” jawab Johan sedikit menggoda Greisha.
“tapi apa aku boleh mengungkapkan satu permintaan lagi?” tanya balik Johan.
“ada apa?” tanya Greisha.
“aku tau ini sedikit memalukan dan menjijikan bagimu. Tapi menurutku ini adalah satu cara berterimakasih yang paling tulus. Aku ingin memelukmu” ucap Johan.
“ehh?” tanya Greisha sedikit terkejut.
“ma-maaf, itu terlalu tidak sopan. Aku sudah meminta permintaan yang begitu tidak sopan kepada sang dewi ala-“ ucap Johan terhenti.
Seketika itu pula, Greisha memeluk erat tubuh Johan sebelum Johan menyelesaikan ucapannya. Johan pun begitu terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Greisha saat itu. Melihat itu, Johan pun segera memeluk balik tubuh Greisha dan merangkul pinggangnya.
“terimakasih banyak. Jika saja kamu ada di dunia nyata, aku benar benar ingin menganggapmu sebagai kakakku” ucap Johan.
“tenang saja, aku tidak akan kemana mana kok. Aku akan selalu berada di dalam dunia mimpimu” jawab Greisha.
“terimakasih banyak” jawab Johan.
Saat itu pula Johan pun segera menggigit telapak tangan kirinya sendiri. Hal itu membuat kesadaran Johan seketika berpindah ke tubuh manusianya yang tengah tertidur. Saat itupula Greisha masih dalam kondisi memeluk tubuh Johan yang padahal sudah tidak ada jiwa di dalamnya. Saat tidak ada jiwa yang bersemayam di dalam tubuh, tubuh tersebut akan terlihat pucat dan matanya akan begitu kosong serta matanya akan selalu terbuka.
“ternyata kamu sudah kembali” ucap Greisha berbicara kepada tubuh Johan yang kosong.
“kenapa aku malah mencintai laki laki yang bahkan dia adalah manusia sedangkan aku hanyalah seorang dewi. Sebentar lagi, aku hanya akan di turunkan dari jabatanku dan akan menjadi seorang roh alam biasa seperti Odessa. Aku akan membantu Johan sebaik mungkin demi dia bisa mencintai Odessa kembali. Mungkin hanya itu yang bisa ku lakukan sebagai permintaan maafku kepada Johan karena sudah mengambil nyawa neneknya” ucap Greisha seraya meneteskan air mata di pakaian Johan.
“aku mencintaimu, Johan. Entah kenapa, namun saat aku memelukmu bahkan jiwamu tidak ada di tubuh ini, kehangatanmu masih terasa. Ulangtahunmu adalah hari dimana aku akan diturunkan dari tahta dewi dan akan menjadi roh alam biasa, dan setelah itu aku tidak akan pernah bisa mengunjungimu lagi di dalam dunia mimpi ini. jangan lupakan aku ya,.. Johan” fikir Odessa dalam hati.