
“i-itu terserah anda, itu adalah keputusan anda” jawab Odessa dengan suara tegas.
“apa yang terjadi? kenapa Johan akan di bunuh?” fikir Odessa dengan begitu terkejut.
“tapi kalau aku membunuhnya sekarang, dia tidak akan bisa mengajakmu ke kota” ucap Greisha dengan sedikit memelaskan suaranya.
“ma-maaf sebelumnya, tapi anda mengetahui itu dari mana?” tanya Odessa.
“dia sendiri yang mengatakan seperti itu” jawab Greisha.
“yahhhh, aku tidak bisa melarangnya untuk membawamu ke kota. Tapi mungkin aku akan sedikit cemburu melihatnya” ucap Greisha dengan sedikit memancing emosi Odessa.
“asalkan dia masih bertanggungjawab dengan bayi yang ada di perutku ini. Setidaknya aku akan menerima keturunan. Aku hanya ingin Johan tidak memiliki istri kedua” ucap Greisha dengan suara begitu menarik emosi Odessa.
“a-apa? Jo-Johan? Johan bersama dengan Greisha? A-apa yang terjadi? itu tidak mungkin. Kenapa? Kukira Johan hanya mencintaiku. Ternyata merkea berdua sudah menikah” fikir Odessa dengan begitu terkejut sedih.
“se-selamat atas adanya keturunan anda, saya turut senang. Saya juga turut senang saat mendengar jika Johan adalah suami anda” ucap Odessa dengan begitu tegas.
Tidak lama setelah itu, Greisha berjalan mendekati Odessa yang tengah menundukkan kepalanya. Greisha memegang kedua pundak Odessa dan kemudian menegakkan tubuh Odessa. Saat itu pula, Greisha melihat raut wajah Odessa yang meneteskan air matanya hingga membasahi pipi.
“aku tidak tau apa yang ada di fikiranmu. Kenapa kau bisa menyukai bocah itu. Kau membuatku jijik” ucap Greisha dengan tatapan begitu tajam.
“ma-maafkan saya. Saya tidak akan mengganggu hubungan anda bersama dengan Johan” tegas Emilia.
“bukan begitu maksudku. Tapi kenapa kamu meninggalkan tubuhmu sendiri demi bocah itu? apa kau mau mengejekku karena rasa sukamu kepada Johan lebih besar dibandingkan rasa cintamu kepada pohon yang sudah kuciptakan untukmu” tanya Greisha.
“saya melakukannya karena ada alasan tertentu. Saya yakin kalau alasan saya ini benar benar tidak masuk akal, maka dari itu ijinkan saya untuk tidak membeberkannya disini” tegas Odessa.
“bicara apa kamu ini?” tanya Greisha.
“ini berhubungan langsung dengan Johan” jawab Odessa.
“apa kamu ingin anakku dan anak Johan melihat perempuan yang plin plan sepertimu?” tanya Greisha dengan begitu juteknya.
“ma-maafkan saya, anda bisa menghukum saya seberat apapun yang anda minta. Lagipula, saya juga yang harus di hukum karena saya malah melibatkan Johan atas penyerangan para penebang hutan kemarin malam. Dikarenakan saya yang tidak becus menjaga pohon saya sendiri dan malah membuat Johan terluka akbibat pertempuran tersebut. Saya benar benar harus di hukum” tegas Odessa.
“kau benar. Kau memang harus di hukum karena tidak becus mengurus pohonmu sendiri. Aku akan menghukummu” tegas Greisha.
“baik, saya akan menerimanya” jawab Odessa.
“aku akan memerintahkanmu untuk tidak mendekati Johan lagi. titik!” tegas Greisha.
“ti-tidak mendekati Johan lagi? maksudnya aku tidak boleh bertemu dengan Johan?” fikir Odessa.
“aku tidak mau tau, yang pasti kamu harus berusaha membuat Johan agar dia menjauhimu. Kalau kamu tidak melakukannya, aku tidak akan segan segan meletakkan ribuan rayap di kayu pohonmu” ancam Greisha.
“baik, saya akan melakukannya. Sekali lagi, saya minta maaf karena sudah mengacaukan hubungan anda dengan Johan. Sekali lagi saya minta maaf” ucap Odessa.
“kalau begitu, cepat pergi! Aku tidak ingin melihat wajah pelakor seperti mu” bentak Greisha dengan begitu keras.
“baik” jawab Odessa.
Saat itu pula, tubuh Odessa pun melebur layaknya debu yang tersebar halus tertiup angin. Tubuhnya berubah menjadi gundukan tanah dan menandakan kalau saja roh Odessa sudah tidak ada di tempat tersebut.
“syukurlah, dia sudah pergi” ucap Greisha menghela nafas begitu panjang.
“saya baru tau kalau anda memiliki sifat yang begitu menyeramkan seperti itu” ucap roh pohon perempuan sebelumnya.
“kau adalah perempuan roh yang memanggil Odessa barusan bukan?” tanya Greisha.
“iya, itu benar” jawab perempuan tersebut.
“apa kau mendengar semua percakapanku tadi?” tanya Greisha.
“maafkan saya karena saya sudah lancang mendengarnya” jawab perempuan tersebut.
“kenapa kamu malah minta maaf, aku tidak sejahat itu. Aku sudah begitu jahat karena menunjukkan sifat teranehku kepada Odessa” ucap Greisha.
“eh?” gumam tanya roh perempuan tersebut.
“aku sedikit menyesal dan kasihan karena sudah membentak perempuan secantik itu. Kurasa aku tidak ingat kalau aku pernah menciptakan perempuan secantik dirinya. Odessa benar benar luar biasa cantik. Wajar saja Johan menyukainya” ucap Greisha.
“apa yang anda katakan?” tanya roh perempuan tersebut.
“aku ingin melihat jawabannya dan melihat ekspresinya saat aku mengujinya tadi. Sepertinya dia benar benar melakukan apa yang ingin ia lakukan demi Johan. Kurasa aku sedikit kasar dan sedikit terlalu berlebihan” ucap Greisha.
“ma-maaf, tapi apakah anda memang sudah benar benar melakukannya bersama dengan Johan?” tanya roh perempuan tersebut.
“jelas tidak lah!” jawab Greisha.
“anda terlalu berlebihan” jelas perempuan tersebut.
“berisik” teriak Greisha.
“tapi kau benar juga. Jujur saja aku masih belum mengetahui bagaimana rasanya sakit hati” ucap Greisha.
“jika saja anda pernah merasakan sakit hati dalam hidup anda, saya yakin 100 persen anda tidak akan pernah melakukannya” tegas perempuan tersebut.
“apakah sesakit itu? aku jadi semakin merasa kasihan dan merasa bersalah kepada Odessa” ucap Greisha.
“saya tidak tau apa alasan anda melakukannya, yang pasti mempermainkan perasaan orang lain itu sudah berlebihan” tegas perempuan itu.
“maaf karena saya lancang untuk berbicara, namun kita sebagai roh pohon tidak bisa melawan kehendak dari anda. Kita akan melakukan apa saja yang anda perintahkan dengan begitu sempurna dengan membandingkan dan mencari hasil yang paling mutlak yang bisa kita lakukan demi mendapatkan hasil yang begitu sempurna” ucap perempuan tersebut.
“kira kira, sebagai roh pohon, apa yang akan kalian lakukan di situasi seperti ini?” tanya Greisha.
“dikarenakan kita menghitung dan memperkirakan semuanya dengan begitu matang sebelum kita bekerja, maka dari itu kebanyakan dari kita memiliki jawaban yang sama dengan hasil yang kita inginkan begitu sempurna” jawab perempuan itu.
“apa yang akan kalian lakukan jika kalian berada di posisi Odessa?” tanya Greisha.
“namun itu berbeda dengan Odessa. Dia mengerti keadaannya dan dia lebih fahan akan kondisi pohonnya yang sudah mulai melemah. Walaupun kita memiliki fikiran yang sama, namun setiap roh memiliki caranya masing masing untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan begitu baik. Alhasil, saya sama sekali tidak mengerti apa yang akan di lakukan oleh Odessa kedepannya” jawab roh perempuan tersebut.
“baiklah, kau boleh kembali ke duniamu. Terimakasih banyak” ucap Greisha.
“sama sama” jawab perempuan tersebut
Disisi lain, Johan pun terbangun dari tidurnya. Dengan begitu nyenyak, Johan terbangun dalam keadaan begitu segar. Johan melihat jendela kamarnya tertembus oleh cahaya fajar pagi. Johan terbangun keesokan harinya. Bisa dibilang kalau Johan tertidur seharian kemarin hari dan terbangun di pagi hari berikutnya.
“apa ini masih pagi?” tanya Johan seraya mengusap matanya.
Johan pun mengecek ponselnya dan mendapati kalau hari ini adalah hari sabtu jam 6 pagi. Saat Johan mengeluarkan kakinya dan menurunkan kaki kirinya dari ranjang, secara tidak sengaja kaki Johan menyentuh bibir Nyoman yang tengah tidur di futon samping bawahnya itu. Hal itu membuat Johan begitu terkejut dengan teman temannya yang masih saja tidur di rumahnya.
“apa mereka benar benar di usir dari rumah hingga mereka tidak ingin pulang?” fikir Johan bertanya tanya.
Johan pun segera melipat selimutnya dan merapihkan tempat tidurnya. Selepas itu, Johan berjalan keluar kamarnya dan berjalan menuruni tangga. Seperti biasa, di pagi hari buta, ia mendapati kalau saja sang ibunda sudah menyiapkan sarapan di dapur.
“mamah masak apa?” tanya Johan seraya berjalan mendekati sang ibunda.
“ehh, nak Johan sudah bangun” ucap sang ibunda.
“mamah hanya memasak nasi goreng sisa nasi kemarin” jawab sang ibunda.
“apa Johan bisa bantu?” tanya Johan.
“mending nak Johan bantu mamah buat beli bahan bahan di supermarket sebentar. Mamah kekurangan lada bubuk dan kecap manis” ucap sang ibunda.
“kalau begitu, Johan mandi dulu bentar” jawab Johan.
“jangan mandi dulu. Pemanasnya sedang rusak dan hanya ada air dingin. Bukannya kamu tidak suka air dingin saat mandi?” ucap sang iibunda.
“ehh? Emang iya?” tanya Johan.
“terakhir kali kamu mandi dengan air dingin, kamu malah marah marah karena pemanasanya mati dan tidak bisa di hidupkan. Lebih baik kamu cuci muka dan gosok gigi” jelas sang ibunda.
“mamah gatau sih. Johan sudah pernah mandi dengan air dingin yang bahkan dinginnya lima kali lipat dari dingin pagi ini. Johan mandi di kamar mandi kantor desa di desa. Dan itupun langsung dari sumber” jawab Johan.
“hmmm, tumben banget kamu mau mandi” ucap sang ibunda sedikit terkesan.
“ihh, aku selalu mandi setiap hari” ujar Johan yang sedikit kesal.
“yaudah, cepat mandi dan beli bahan bahan di supermarket sebelum temen temen kamu bangun dan pulang” jelas sang ibunda.
“ehh? Mereka mau pulang?” tanya Johan sedikit terkejut.
“mereka sudah di rumah ini beberapa hari, dan mereka pastinya di cari sama mamah papah mereka di rumah mereka masing masing. Dan juga kamu udah pulang dan baik baik saja, jadi tidak ada alasan untuk mereka masih tetap disini” jelas sang ibunda.
“kapan mereka balik?” tanya Johan.
“setelah sarapan, mereka pasti pulang. Mamah yang menyuruh mereka pulang. Kalau mamah tidak menyuruh mereka melakukan itu, mereka tidak akan pulang sampai Indonesia memiliki pemerintahan yang jujur” jelas sang ibunda.
“buset, dalem banget” jawab Johan.
“cepat mandi dan beli di supermarket. Jangan ajak mamahmu ini bicara terus!” ucap sang ibunda sedikit ngegas.
“hehehe, i-iya iya” jawab Johan berjalan ke kamar mandi.
Hanya untuk 5 menit saja, Johan mandi menggunakan air dingin di shower kamar mandinya itu. Berbeda dengan yang berada di desa dimana disana masih menggunakan bak mandi dan gayung. Setelah mandi, Johan membelikan beberapa bahan masakan yang telah di perintahkan oleh sang ibunda ke supermarket dengan segera.
Johan pun kembali dengan membawa bahan belanjaannya tersebut dan menyerahkannya kepada sang ibunda. Saat itu pula Johan membantu mamahnya memasak didapur. Saat melihat bahan bahannya saja, Johan sudah mengerti apa yang akan mamahnya masak.
“sepertinya mamah pengen buat sup kaldu tapi menggunakan sayuran didalamnya. Harusnya aku tau ini. Seharusnya aku sekalian beli beberapa daging ikan instan di supermarket. Kalau sudah terlanjur begini, sebaiknya aku harus sedikit mengimprovisasi masakan mamah dengan bumbu rahasia dari nenek” fikir Johan dalam hati.
“mah, mamah pengen buat kuah kaldu sup kan?” tanya Johan.
“kok kamu tau?” tanya balik sang ibunda.
“tau dong. Tapi mamah malah pake sayur sayuran dan ngga pake daging. Kalau begitu, coba mamah rendam dulu sayuran itu pake cuka dan jahe sebelum di rebus di kuah kaldu. Itu akan menghindari rasa sayur yang terlalu berlebih dan tercampur di dalam kuah kaldu. Takutnya, aroma sayuran yang segar akan merusak rasa dari kaldu yang akan di rebus” jelas Johan.
“hmmm, jadi begitu” jawab ibunda menganggukkan kepalanya.
“kalau begitu, biar Johan yang kasih tuang cuka dan potongan jahenya. Takutnya nanti terlalu asam” jelas Johan.
“siappp master” jawab ibunda.
Mereka berdua memasak berdua di dapur pagi hari dan menyelesaikan masakan mereka di jam 7 pagi. Di saat itu pula semua teman teman Johan berjalan dengan tubuh suntuk mengantuk menuruni tangga. Saat mereka berjalan turun, mereka mencium bau masakan yang begitu sedap memenuhi seisi ruangan.
Saat mereka tau kalau Johan yang memasak, mereka seketika begitu semangat ingin mencicipi masakan Johan. Begitulah pagi merkea dimana semua teman teman Johan segera bergantian memasuki kamar mandi. selepas itu, mereka pun bersiap dan kemudian duduk di meja makan dengan dalam kondisi tubuh yang segar.
Tidak salah lagi, mereka semua benar benar di buat takjub dengan masakan Johan. Bagaimanapun cara makan dan selera makan mereka semua, masakan Johan benar benar tidak bisa di pungkiri lagi. mereka sudah begitu selera dan suka terhadap masakan Johan dan berfikir kalau Johan akan selalu berbakat dalam memasak.