Ai, Love Me

Ai, Love Me
Eps 37, Callysta Ayunda Natalia



Sementara itu, Emilia dan teman temannya menanyakan keberadaan Johan dengan cara menanyakan kepada bebeapa orang yang saat itu tengah berdiri di lorong tempat mereka berada.Hingga sampai terdapat seorang gadis perempuan yang mengatakan bahwasanya ia melihat keberadaan seorang anak lelaki dengan pakaian rapih tengah berlari menuju ke tangga bawah.


“permisi, apa kau melihat ada seorang anak lelaki yang beru saja berlari di lorong ini?” tanya Jehian dengan begitu lemah lembut kepada sang gadis perempuan tersebut.


“apa anak laki laki itu mengenakan kemeja putih?” tanya perempuan itu balik.


“iya, dia temanku. Apa kau melihatnya?” tanya Jehian.


“baru saja dia berlari menuju ke tangga bawah. Mungkin dia pergi kesana karena liftnya sedang penuh. Maka dari itu dia memilih untuk turun lewat tangga” jawab gaids perempuan itu.


Mendengar hal itu, spontan Emilia melihat sekeliling dan mencari dimana tangga itu berada. Pada akhirnya, Emilia menemukan tangga yang dimaksud oleh gadis perempuan tersebut. Tangga darurat adalah tangga yang digunakan Johan untuk turun kelantai bawah tanpa menggunakan lift.


“itu dia, tangga darurat” ucap Emilia begitu sergap.


“ahh, iya benar. Ayo semuanya, cepat” ucap Kahfi berlari menuju ke arah ujung lorong diikuti oleh Emilia dan Nyoman.


“terimakasih banyak, kalau boleh tau, namamu siapa?” tanya Jehian.


“ehh? Nama? Namaku Callysta, Callysta Ayunda Natalia” jawab perempuan itu.


“kalau begitu, apa aku boleh meminta nomer Whatssa-“ ucap Johan terhenti.


“sudah, jangan kebanyakan bucin dan kejar Johan” sahut Farel seketika menarik dan menyeret tubuh Jehian disana.


“a-apa yang kau katakan? Aku baru saja ingin mengakhiri siklus kejombloanku” ucap Jehian kepada Farel.


“jangan terlalu banyak menghayal dan kejar Johan” ucap Farel dengan berlari kencang bersama dengan Jehian di belakangnya.


Sembari berlari kencang, Jehian pun melambaikan tangannya ke arah Callysta menandakan perpisahan dari pertemuan singkat mereka. Saat itu juga Callysta pun melambaikan tangan balik ke arah Jehian.


“waahhh, dia membalas lambaian tanganku. Kita sudah benar benar di takdirkan untuk berjodoh” teriak Jehian salah tingkah serta pipi yang memerah.


“lelaki yang lucu” gumam Callysta sedikit tertawa.


Saat itu pula, mereka pun sampai di depan tangga. Namun, mereka melihat hal yang janggal disana. Mereka pun melihat segerombolan orang yang saling bergerombol melihat adanya hal yang menarik perhatian semua orang di tengah tangga tersebut.


“a-apa yang terjadi?” tanya Nyoman.


“aku juga gatau, tapi kenapa mereka malah bergerombol disana? apa ada orang berkelahi?” ucap Kahfi bertanya tanya.


Mereka pun menghampiri gerombolan itu untuk memeriksa apa yang terjadi di tempat itu. Saat mereka menerobos dari gerombolan orang tersebut, dengan begitu terkejut mereka mendapati jika Johan tergeletak disana.


“hey, apa yang terjadi?” tanya Farel kepada salah satu orang.


“anak itu dengan ceroboh berlari di tangga dan kemudian jatuh” jawab salah seorang lelaki disana.


“tidak salah lagi, dia adalah Johan yang terjatuh” ucap Emilia.


“mohon maaf atas keributannya, orang ini adalah teman kami. Dia memang ceroboh, jadi tolong kembalilah dan jangan bergerombol di tangga. Sekali lagi mohon maaf atas keributannya” teriak Emilia begitu keras.


Mendengar hal itu, semua orang yang bergerombol pun seketika membubarkan diri dan mulai kembali ke habitat asal mereka msaih masing. Sementara itu Kahfi dan Farel spontan membantu Johan untuk berdiri dan beranjak disana.


“tubuhmu itu masih lemas, dan kau memaksakan diri untuk berlari. Dasar bodoh” ucap Kahfi.


“terimakasih, aku tidak bisa bangun sendirian” ucap Johan dengan suara serak basahnya.


“dasar bodoh, jangan bertindak gegabah dan ceroboh. Dan juga dia itu mamahmu sendiri. Walau dia bukan mamah kandungmu, setidaknya kau juga harus sedikit lebih sopan” ucap Emilia terpancing emosi.


“sekarang, kau harus meminta maaf kepada mamahmu di kamarnya” tegas Nyoman.


“sekarang juga kau harus meminta maaf kepada mamahmu” ucap Farel sedikit ngegas.


Namun, di saat itu juga Johan sama sekali tidak merespon perkataan dari teman temannya dan memejamkan matanya. Saat itu, teman teman Johan tidak mengetahui dan tidak sadar bahwasanya Johan sudah tidak sadarkan diri..


Namun, setelah beberapa saat setelah Farel dan Kahfi menggotong tubuh Johan, mereka barulah menyadari kalau saja Johan benar benar pingsan saat itu. Menyadari jika Johan pingsan, mereka seketika membawa tubuh Johan ke rumah Johan dengan memesan driver online.


Tiga puluh menit berlalu, nyatanya jalanan begitu macet pagi hari itu. jam 9 pagi, Dimana saat itu Johan terpingsan selepas terjatuh dari tangga. Sesampainya mereka di rumah Johan, Emilia membuka pintu rumah Johan dan kemudian meletakkan tubuh Johan di sofa.


Semua teman teman Johan saat itu begitu khawatir sekaligus kesal dengan apa yang dilakukan oleh Johan barusan. Emilia menyuruh Farel dan Kahfi untuk memindahkan tubuh Johan dari sofa ruang tamu ke kamar pribadi Johan yang ada di lantai atas. Mereka meletakkan Johan di tempat tidur dan menyelimutinya. Tidak lupa juga, dikarenakan Johan telah tidak sadarkan diri, maka dari itu mereka lebih memilih untuk menunda minum obat Johan saat itu. mereka pun memutuskan untuk tidak mengganggu istirahat Johan yang ada di kamarnya.


Jam 10 pagi, nyatanya semua teman teman Johan saat itu sedang duduk di sofa ruang tamu untuk menunggu orderan makanan mereka. baru jam 10 pagi mereka bisa memesan makanan dari ojek online.


“lama kali, aku udah laper” keluh Farel.


“tunggu sebentar lagi. Kita memesan banyak menu, jadi wajar saja jika pesanan kita sedikit lebih lama” ujar Kahfi.


“kau benar juga. Tapi aku tetap tidak terima. Aku harus komplain dengan manager restorannya” teriak Farel begitu kesal.


“berisik sekali, sabarlah sedikit” ucap Kahfi.


Hingga limabelas menit kemudian, mereka pun mendengar suara ketukan pintu dari pintu ruang tamu rumah tersebut. Emilia dan Nyoman pun seketika mengambil pesanan mereka dan membayar menggunakan uang cash saat kepada sang driver pengantar makanan.


Selepas mereka mendapati pesanan mereka, mereka semua pun berpinah menuju ke kamar Johan di lantai atas. Mereka membuka pintu kamar Johan dan mendapati jika saja Johan masih belum siuman dari pingsannya.


Saat itu, di dalam kamar Johan sudah benar benar bersih. Berbeda jauh dengan sebelumnya. Poster gambar anime yang terpajang mengelilingi dinding kamar Johan bersama dengan lilitan puluhan kabel yang memenuhi lantai pun sudah menghilang. Yang ada hanyalah sebuah meja belajar, rak buku, serta lemari pakaian. Namun koleksi action figure milik johanmasih tetap ada di rak.


Saat Nyoman secara tidak sengaja menjatuhkan sendok dan sendok tersebut menggelinding ke bawah ranjang Johan, Nyoman mendapati jika ada tikar yang lumayan besar disana. Spontan Nyoman pun mengedar tikar tersebut untuk alas mereka duduk di lantai.


Mereka semua pun mulai duduk melingkar dengan bungkusan makanan yang sudah terbuka lengkap. Mereka mulai memakan makanan pesanan mereka sembari mengobrol bersama dengan canda tawa dari mereka semua.


Tawa lepas tak terhindarkan dari mereka semua membuat suasana benar benar menjadi hangat dan menyenangkan. Dimana pagi hari, mereka baru saja memakan sarapan mereka di jam 10 pagi karena masalah yang dihadapi Johan tidak kunjung berhenti.


.