Ai, Love Me

Ai, Love Me
Eps 27, Kepulangan Johan



Selepas Johan sampai di depan gedung, Johan pun memasuki gedung tersebut dan kemudian memasuki kamarnya. Disana dirinya hanya mendapati Emilia dan semua teman temannya itu sedang sibuk bermain ponsel milik mereka masing masing.


“hoy kalian semua beban keluarga‼. apa kalian sudah membereskan barang barang kalian?. kalau belum, cepat kalian bereskan semua itu. kita akan kembali sebentar lagiii” ucap Johan dengan suara penuh semangat.


“udah” ucap mereka semua dengan nada lesu.


“kalau begitu, apa kalian tidak masuk ke dalam mobil?” tanya Johan dengan begitu semangat.


“nggak” ucap mereka semua dengan nada lesu.


“kalau begitu, cepatlah masuk kedalam mobil. kita akan berangkat jam 8 pagi ini” ucap Johan.


“ini masih jam setengah 6. Kalau kita masuk sekarang, kita akan terpanggang saat menunggu di dalem mobil itu” ucap Nyoman menatap sayu mata Johan.


“hufftt, okelah. Kita akan menunggu itu disini” ucap Johan seraya berjalan menuju ke kursi samping jendela tadi.


Johan pun berjalan menuju kursi yang ia letakkan di samping jendela yang tengah terbuka tadi. Johan duduk disana sembari melihat isi cangkir miliknya. Dirinya pun bersyukur karena masih ada sedikit kopi di dalam cangkir tersebut. Ia pun menyeruput kopi pahit yang sudah dingin tersebut seraya memandangi alam sekitar.


“alam disini benar benar akan sangat indah jika tidak di bakar. Kenapa harus dibakar? Benar benar rusak” fikir Johan dalam hati seraya melihat pemandangan luar.


Nyatanya, saat dirinya duduk disana, dirinya bisa melihat jauh rumah miliknya itu bersama dengan pohon kesukaan Odessa. Johan juga bisa melihat danau dari kejauhan seperti itu. Bisa dibilang, 900 meter adalah jarak antara gedung yang Johan tempati dengan pohon kesukaan Odessa. Terlihat begitu dekat karena mereka harus menyebrangi hutan yang lebat.


“kira kira, Odessa Ai udah pulang nggak ya?” fikir Johan bertanya tanya.


Sesaat setelah itu, salah seorang teman dari papah Johan yaitu yang sopir dari mereka semua pun secara tiba tiba memasuki kamar mereka. Nyatanya orang tersebut mengajak Johan dan semua teman temannya untuk masuk kedalam mobil dan akan berangkat saat itu juga.


“kalian semua, sekarang juga masuk kedalam mobil. kita akan berangkat saat ini juga” ucap lelaki tersebut.


“ehh? Kita akan berangkat sekarang juga? tapi ini masih jam setengah 6 pagi” ucap Johan.


“kita berusaha menghindari macet jalan tol” jawab sang sopir tersebut.


“baiklah kalau begitu” jawab mereka semua.


Pada akhirnya, Johan dan semua teman temannya itupun segera berdiri dan beranjak dari tempat duduk mereka. Mereka semua meletakkan ponsel mereka di saku celana dan kemudian berjalan keluar kamar. Namun, sebelum itu, mereka semua di arahkan ke ruangan rapat di gedung tersebut yang berisi meja bundar saat pertama kali mereka semua di sambut di desa ini.


Mereka semua pun memasuki ruangan tersebut dan kemudian mendapati kalau disana sudah ada sang para petinggi desa tersebut. Nyatanya, saat itu semua petinggi disana sedang duduk berjajar bersama dengan semua teman teman dari papah Johan. Melihat hal itu, Johan pun sedikit tenang karena saat itu Johan berfikir kalau dirinya melakukan kesalahan dan akan di hukum karena kesalahannya itu.


“bagaimana? Apa nak Johan sudah mengetahui kebenarannya?” tanya sang ketua.


“sudah, ketua. Saya benar benar kecewa dangan apa yang telah di lakukan oleh papah kandung saya sendiri. Dan juga beliau sama sekali tidak bertanggungjawab dan pada akhirnya beliau malah mengakhiri hidupnya sendiri” tegas Johan.


“kalau begitu, baiklah. Bagaimanapun juga kau adalah cucu dari mantan petinggi di desa ini. Kakekmu adalah orang yang sangat hebat dalam mengurus semua kepentingan di desa ini. Sebagai cucu dari beliau, kami akan sangat senang dan akan selalu menyambut nak Johan disini. Kami akan sangat melayani anda di tanah ini. Bawalah semua teman teman anda kemari. Tanah kelahiranmu akan selalu menyambutmu” ucap sang wakil.


“baik, saya berniat akan mengunjungi desa kelahiran saya ini. Saya sudah mulai nyaman berada disini” ucap Johan sedikit tertawa.


“kau benar, sekarang pulanglah. Doa kami akan selalu menyertai kalian” ucap sang ketua.


“baik, terimakasih banyak” ucap Johan dan semua temannya serentak.


“kalau begitu, terimakasih atas sambutan anda kepada kami. Padahal kami bukanlah tamu yang penting tapi kalian menyambut kita dengan sehangat ini. Kami akan pamit, terimakasih” ucap salah seorang teman papah Johan.


“sama sama, terimakasih juga. Hati hati di jalan” ucap sang ketua.


Pada akhirnya, Johan dan semua teman temannya beserta semua teman teman dari papah Johan yang ada didalam ruangan tersebut keluar dari ruangan dan kemudian berjalan keluar dari gedung kantor desa tersebut. Mereka semua keluar dan kemudian berjalan menuju mobil mereka masing masing.


“apa kalian semua sudah siap?” tanya sang sopir begitu semangat.


“sudahhhhhh” teriak Johan begitu bersemangat.


“udah” ucap teman teman Johan dengan lesu.


“kalau begitu, kita akan melakukan perjalanan seperti kemarin. Kita akan sangat lama berada di dalam mobil. Jadi persiapkanlah mental kalian karena kalian akan dipenjara selama berjam jam disini” ucap sang sopir seraya menyalakan mesin mobil.


“yeayyy, aku suka di penjara” ucap Johan dengan begitu semangat.


“dia udah gila” ujar semua teman temannya kepada Johan.


Namun, secara tiba tiba, saat Johan sedang sibuk men charge hp nya di mobil itu, teman teman Johan di kejutkan oleh seorang perempuan yang sangat amat luar biasa cantik. Mereka di kejutkan dengan adanya Odessa Ai yang tengah berdiri di samping pohon mangga di depan gedung tersebut.


Disana, Odessa Ai sedang mencoba mencari mobil yang sedang di pakai oleh Johan. Maka dari itu, Odessa Ai pun menatap hanya satu arah yaitu ke mobil yang tengah Johan dan teman temannya. Mereka semua pun melongo terpesona saat melihat kecantikan Odessa Ai dari balik kaca belakang.


“wahh, dia cakep banget” ujar Farel tak berkedip meihat Odessa.


“iya dia manis banget parah” sahut Jehian.


“iya, aku sedikit iri” ucap Emilia sekalipun tidak berkedip.


“heh Johan, lihatlah ini. apa kau mengenal perempuan itu? dia cakep banget loh. Kau kan pernah tinggal di desa ini, pasti kau mengenal perempuan itu” ucap Nyoman.


“bentar dulu, aku masih balapan dengan juara dunia. Mobilnya bener bener cepet gila. Aku harus konsentrasi” ucap Johan seraya bermain game di hp nya.


“lihatlah ini sebentar aja. siapa tau kau mengenalnya” ucap Nyoman.


“aku gapeduli. Aku masih di belakang mobilnya. Mobil dia bener bener cepet abis. Jadi jangan ganggu” ucap Johan.


“terserahmu. Tapi jangan menyesal. Soalnya dia bener bener manis banget parah” ucap Farel.


“aku sedikit iri sama dia” ucap Emilia.


“jangan iri, semua orang punya kencantikan mereka masing masing. Menurutku kamu udah cantik kok” ucap Farel.


“hehehe, Farel bisa aja” ucap Emilia dengan sedikit tawanya.


“padahal aku berharap kalau yang memuji ku adalah Johan, tapi kenapa malah Farel?” fikir Emilia dalam hati.


Sesaat setelah itu, Odessa pun membalikkan badan dan kemudian berjalan beranjak dari tempat sebelumnya. Teman teman Johan seketika sedikit kecewa dan sedih saat perempuan tersebut pergi meninggalkan tempat tersebut.


“yahh, dia udah pergi” ucap Farel dengan begitu kecewa.


“iya, dia udah pergi. Padahal dia cakep banget loh” sahut Jehian.


“kalian benar, kira kira rumahnya di mana ya?” ujar Emilia bertanya tanya.


“mana kutahu” sahut Nyoman.


Pada akhirnya, sang sopir pun menancapkan gas dan kemudian mulai berjalan beranjak menjauh dari tempat tersebut. Johan yang sibuk bermain game di ponsel nya itu sama sekali tidak mengira bahwa perempuan cantik yang dibicarakan oleh teman temannya itu adalah Odessa Ai.