Rie

Rie
Menikmati Kebersamaan



Langit siang ini tampak begitu cerah. Sinar matahari yang mulai tidak begitu terik masih tetap terasa di kulit bagi orang-orang yang sedang berlalu-lalang di jalanan bumi ini.


Perumahan mediterania yang tampak begitu asri, memanjakan mata orang-orang yang memandangnya. Serasa ingin memiliki salah satu unit di perumahan mediterania ini. Tapi sayangnya unitnya sangat terbatas dan sudah tidak ada satu pun yang kosong.


Suasana yang lenggang di perumahan mediterania ini serasa membuat tenang para pemilik unitnya. Tidak ada keributan dan jauh dari keramaian, membuat para penghuninya bisa menikmati suasana dengan tenang.


Di salah satu blok perumahan mediterania tepatnya di salah satu unit milik dokter zoey, masih terlihat dokter zoey dan istrinya sedang menikmati kebersamaan mereka di ruang tengah.


Rie yang merasa sudah sedikit tenang karena kehadiran suaminya saat ini terlihat begitu bahagia. Apa lagi rasa cinta untuk suaminya sudah mulai tumbuh dan perlahan semakin berkembang. Mekar bagaikan sekuntum bunga yang sedang merekah di pagi hari.


Dokter zoey memang sudah pulang dari hospital tempat ia bertugas. Dan tiga hari kedepan dokter zoey sudah mengambil cuti. Sengaja ia mengambil libur untuk beberapa hari, karena sejak awal rie tahu kalau dokter zoey adalah suami dari rie, belum ada dokter zoey mengajak rie untuk berbulan madu. Walaupun sudah sangat terlambat untuk melakukan bulan madu. Namun dokter zoey tetap ingin membahagiakan istrinya. Ingin membantu memupuk dan menyiram rasa cinta dari sang istri untuk dirinya. Agar kian berkembang semakin besar. Apabila itu terjadi tentu akan membuat dirinya sangat bahagia. Walaupun nanti ia akan menghadapi efek negatif dari rasa cinta yang besar oleh istrinya. Yaitu kecemburuan. Ia merasa siap untuk membantu meredamnya nanti.


Kini rie dan dokter zoey sedang menikmati potongan cheese cake yang sudah berada di dalam mulut mereka. Terasa lembut dan sangat lezat yang terasa oleh indera perasa yang di kecap oleh lidah mereka. Sampai rie terlihat memejamkan matanya sebentar saat mengunyah potongan cheese cake yang sudah berada di dalam mulutnya.


Dokter zoey tersenyum melihat cara istrinya menikmati kue kesukaannya. Maksudnya kue kesukaan istrinya.


"Apa begitu lezat sayang?". Tanya dokter zoey membuyarkan konsentrasi rie.


Rie membuka kedua kelopak matanya yang terpejam. Kepalanya mengangguk dengan cepat. Membenarkan perkataan suaminya.


"Sangat lezat. Teksturnya yang padat dan lembut membuat ini benar-benar lezat. Apalagi rasa manis juga rasa asam segar yang rich membuat aku ingin lagi dan lagi suamiku." Terang rie.


"Apa kau mau tiap hari aku menyediakan cheese cake ini untukmu?". Tawar dokter zoey.


Rie menganggukkan kepalanya lagi dengan cepat.


"Iya sayang. Aku mau." Jawab rie cepat.


"Baiklah, aku akan menyediakan cheese cake ini setiap hari. Tapi bagaimana dengan brownies double cokelat ini? Apa kau tidak suka? Kasihan dia karena sudah menunggu dari tadi sayang." Dokter zoey meledek istrinya.


Rie menekuk wajahnya.


"Ish... Iya aku juga suka. Nanti aku akan memakannya. Tapi setelah cheese cake ku final ya sayang." Ucap rie.


Dokter zoey terkekeh geli melihat ekspresi istrinya.


Rie tidak memperdulikan suaminya. Ia meletak piring kecil tempat cheese cake tadi. Tampak, cheese cake milik rie telah habis dan tidak bersisa sedikitpun. Lantas rie mengambil secangkir teh susu hangat kesukaannya. Pelan-pelan ia menyeruput teh susu miliknya. Kemudian ia kembali meletakkan cangkir yang berisi teh susu miliknya ke atas meja mini di ruang tengah rumah mereka.


Rie berdehem. Kemudian merubah posisi duduknya agar semakin nyaman ketika ia sedang berbincang dengan sang suami.


"Ehem..."


Dokter zoey menatap istrinya lembut.


"Apa kau sudah kenyang sayang?". Tanya dokter zoey.


"Iya sayang. Aku sudah lumayan kenyang." Jawab rie.


"Menceritakan apa?". Tanya rie bingung.


"Tentang apa yang sudah terjadi kepadamu tadi sayang. Kau sampai ketakutan seperti itu." Ujar dokter zoey.


"Oh ya suamiku. Tentu saja bisa." Sambut rie.


"Ceritakanlah padaku. Aku siap mendengarkanmu." Titah dokter zoey.


Rie menghela nafas panjang. Kemudian ia mulai membuka cerita tentang kejadian saat di kamar mereka tadi.


"Tadi aku sedang menikmati suasana yang indah di depan rumah kita. Melalui kaca jendela kamar. Lalu aku ingin mengambil handphone android milikku di atas nakas." Cerita rie.


"Lalu?". Tanya dokter zoey.


"Lalu ketika aku hendak mengambilnya, mataku melihat dinding di atas nakas itu. Aku melihat seperti ada gambar bergerak. Tapi tidak terlalu jelas. Aku fikir itu hanya halusinasiku saja. Jadi aku memperhatikannya lebih detail. Ternyata itu bukan halusinasi. Dinding itu seperti televisi. Dan gambar bergerak itu ternyata film kartun yang tidak pernah ku lihat ada di dunia nyata. Tapi tidak memiliki suara. Coba kau fikir sayang, bagaimana mungkin dinding itu bisa menjadi televisi? Padahal tidak ada proyektor yang menembak ke dinding itu bukan untuk menampilkan sebuah gambar. Ini bukan layar tancap." Terang rie panjang lebar.


"Wow. Aku tidak pernah mendengar hal seperti itu sayang. Setahuku orang-orang sepertimu hanya bisa melihat makhluk-makhluk astral saja." Ucap dokter zoey.


"Aku juga tidak tahu suamiku. Ini juga yang pertama kali bagiku. Makanya aku jadi panik dan ketakutan. Aku takut hal itu bisa berbahaya untuk diriku." Sambung rie.


"Lantas kau lari ketakutan tadi karena hal itu?". Cecar dokter zoey.


"Iya sayang. Dan aku menabrakmu. Kau tambah membuatku terkejut. Aku fikir kau tadi adalah salah satu makhluk astral. Karena setahuku kau sedang jam dinas di hospital." Sambung rie lagi.


"Aku jadi khawatir kepadamu sayang. Apa setiap aku pergi ke hospital mau ku titipkan ke rumah papa? Atau kau mau ikut aku ke hospital? Kau bisa menunggu di ruanganku ketika aku sedang menangani pasien-pasienku." Tawar dokter zoey.


Rie menggelengkan kepalanya.


"Di rumah sakit justru makhluk-makhluk itu semakin banyak. Bisa remuk tubuhku jika selalu bertemu dengan mereka." Jelas rie.


"Remuk?". Tanya dokter zoey.


"Iya sayang. Rasanya tulang-tulangku mau patah. Dan badanku rasanya sakit semua. Kan kita berbeda dimensi dengan mereka. Sulit aku menjelaskan kepadamu sekarang. Nanti saja ya aku akan memberitahumu lebih banyak tentang dunia mereka." Ucap rie.


"Hmmm... baiklah. Nanti aku akan menagih janjimu." Kata dokter zoey.


"Ish, aku tidak ada berjanji." Rutuk rie kesal.


"Sayang, Tiga hari kedepan aku sudah mengambil cuti. Aku ingin membuatmu senang. Karena akhir-akhir ini waktu-ku untukmu selalu tersita dengan pekerjaanku. Jadi aku mengambil masa cutiku. Khusus untuk istriku tersayang." Terang dokter zoey.


"Ish kau ini. Aku tidak apa-apa sayang. Sungguh, aku mengerti dengan tuntutan pekerjaanmu." Jawab rie.


"Tidak sayang. Aku serius. Apa kau mau pergi berbulan madu? Aku ingin kau menikmati bulan madu kita. Kau tentukan tempat mana yang ingin kau kunjungi. Katakan saja kepadaku." Ucap dokter zoey.


"Bulan madu?" Tanya rie.