
Rie dapat menyentuh rumah rumah makhluk astral. Rumah rumah mini yang berwarna keemasan. Terasa di kulit telapak tangan rie, rumah rumah mini milik makhluk astral seperti kawat yang sangat halus. Yang gampang hancur jika tersentuh oleh tangannya. Tapi dalam hitungan detik, rumah rumah milik makhluk astral itu kembali seperti semula.
Hanya sekitar sepuluh menit rie bisa melihat pemandangan dunia makhluk astral yang hadir di depan penglihatannya. Kemudian, pemandangan rumah rumah milik makhluk astral di tiap petak lantai keramik kamar mess milik rie menghilang dalam sekejap.
Kini, ruangan itu, kamar milik rie seketika menjadi rapi dan terasa suasana kembali menjadi sepi. Tidak seperti saat tadi. Beberapa menit yang lalu, ketika rie melihat pemandangan yang manusia lain pada umumnya tidak bisa melihat.
Rie mulai merasakan tubuhnya seperti remuk. Lelah yang sangat menyiksa tubuhnya. Akibat terlalu lama rie melihat dunia lain. Karena perbedaan dimensi yang tidak sama dengan di dunia nyata milik manusia.
Rie memulai perlahan menggerakkan tubuhnya. Berdiri dan berjalan menuju tempat tidurnya.
Rie merebahkan tubuhnya tepat ke atas kasur miliknya. Memperbaiki posisi kepalanya diatas bantal kepala empuk miliknya. Dengan posisi telentang menghadap ke atas langit langit kamarnya.
Mata rie mulai mengerjap. Terasa kantuk mulai melanda dirinya. Yang rie sendiri tidak bisa untuk menahannya. Mungkin karena kejadian kejadian aneh yang terjadi padanya hari ini. Dari tingkah dokter zoey yang memperlakukan rie secara tidak sopan menurut rie. Yang menurut rie juga keterlaluan. Dan kedatangan ayahnya serta ayah dari dokter zoey dan dokter bara yang menangkap basah dokter zoey yang sedang merangkul pinggangnya. Belum lagi kejadian yang baru saja rie lihat. Soal dunia lain dari makhluk astral yang sepertinya sengaja di perlihatkan oleh makhluk makhluk astral itu kepada rie.
Rie mulai mengalami kesadaran yang tidak penuh. Karena rasa kantuk yang melanda dirinya. Dan fikiran rie yang terasa melayang layang. Terbayang bayang oleh kejadian kejadian tadi yang sempat di alami oleh rie.
Dinginnya ruang kamar mess yang rie tempati, mulai terasa menggerogoti hingga menusuk kedalam tulangnya. Rie perlahan menarik selimut bed cover miliknya. Menariknya hingga ke atas lehernya.
'Biarkan saja. Aku sudah sangat mengantuk sekali.' Gumam rie dalam fikirannya yang setengah sadar.
Perlahan lahan, rie mulai terlelap. Hilang kesadaran dari dunia nyata. Menghilang dan pergi ke dunia mimpi.
Tampak rie mulai tertidur pulas. Hingga ruang kamar mess yang rie tempati menjadi sedikit ramai oleh suara racau dari mulut rie yang sedang tertidur pulas.
Lampu di kamar rie, tiba tiba menjadi redup. Tampak cahaya seperti samar remang remang. Tidak seterang sebelum rie terlelap dan menuju ke alam mimpi milik rie.
Di samping tempat tidur yang rie tempati, muncul sosok ruh dokter bara. Yang tubuh dokter bara masih dalam perawatan komanya di ruang khusus perawatan VVIP di dalam hospital, tempat dokter zoey berada.
Sosok ruh dokter bara. Menatap tubuh rie yang sedang terlelap. Menatap dalam dalam kepada rie dengan tatapan yang sangat sedih.
Seperti seseorang yang sedang mengalami kekecewaan yang sangat fatal. Yang tidak bisa menerima kenyataan yang sedang terjadi di lingkungannya.